cover
Contact Name
Raden Muhamad Firzatullah
Contact Email
firza.bogor@gmail.com
Phone
+6282125664824
Journal Mail Official
firza.bogor@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sabar Jaya No.116, Mariana, Kec. Banyuasin I, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan 30962
Location
Kab. banyuasin,
Sumatera selatan
INDONESIA
IWJ : Inland Waterways Journal
ISSN : 27233642     EISSN : 27233642     DOI : https://doi.org/10.54249/iwj
Core Subject : Engineering,
Inland Waterways Journal (IWJ) is a journal which handled by Inland Water and Ferries Transport Polytechnic of Palembang (Poltektrans SDP Palembang) of record for the towing and barge industry on the inland waterways of the Palembang, Indonesia chiefly the watershed of the Musi River and its tributaries and the Gulf Intracoastal Waterway. Our customers are the barge companies, ports, terminals, fleets, shipyards, refuelers, shippers, suppliers and marine contractors that form the inland waterways transportation industry. Inland Waterways Journal (IWJ) periodically publish two (2) times in April and October. The publication’s wide-ranging news articles provide a window into the people and technology behind a thriving major sector of water and ferries transport in Indonesia especially in Palembang. Topics covered include inland shipyards, lock and dam construction, the Corps of Engineers, dredging news, inland ports and terminals, barge and towboat construction and launches, new technology relating to towboats, and regulations of the Inland Waterways, Environmental Protection Agency, and other federal agencies that affect inland waterways commerce, as well as news about major commodities that travel the waterways, such as grain, coal, steel and fertilizer,etc. Inland Waterways Journal (IWJ) also closely covers the actions of organizations that support waterways interests, including the Waterways Council, the Musi Waterways Operators, National Waterways Conference, Inland Rivers Ports and Terminals, and Transportation Ministry. Editorials in the journal often discuss government regulation as it relates to the rivers and those who use the river for Inland water and ferries transport.
Articles 131 Documents
Transaction Analysis for Operational Optimization in Transjakarta Public Transportation System Lapatta, Nouval Trezandy; Hendra, Andi; Firzatullah, Raden Muhamad
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.204

Abstract

This study presents a comprehensive exploratory data analysis (EDA) of transaction data within the Transjakarta public transportation system, focusing on routes, passenger flow, and congestion patterns. Leveraging tap-in and tap-out transaction records collected through payment cards, the research aims to provide actionable insights for optimizing operational efficiency and enhancing service quality. By analyzing transaction data, the study identifies busy routes, peak hours, and passenger distribution across different modes of transportation, including big bus (BRT), medium and big bus (non-BRT), and mini-bus (Mikrotrans). Moreover, the research investigates correlations between transaction volume and traffic congestion levels, enabling the identification of areas prone to delays and bottlenecks. The findings of this analysis offer valuable information for route planning, scheduling adjustments, and infrastructure improvements within the Transjakarta system. By optimizing resources based on data-driven insights, the study seeks to contribute to the enhancement of public transportation services, promoting accessibility, reliability, and sustainability in urban mobility.
Implementasi Sterilisasi Dan Manajemen Arus Lalu Lintas Penumpang Dan Kendaraan Di Pelabuhan Penyeberangan Jepara Provinsi Jawa Tengah Priyono, Broto; Yulianto, Andri; Widjatmoko, Eko Nugroho; Triwahyuni, Siti Nurlaili; Agustini, Elfita; Agustini, Hera; Shintya Putri, Ni Ketut
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.205

Abstract

Keamanan dan keselamatan dalam kegiatan keberangkatan dan kedatangan penumpang/kendaraan di suatu pelabuhan penyeberangan dipengaruhi oleh pola arus lalu lintas di pelabuhan tersebut. Penerapan sterilisasi pada setiap zona di pelabuhan dan kelancaran arus lalu lintas akan menjadikan suatu kegiatan yang aman dan selamat di pelabuhan Penyeberangan Jepara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting sterilisasi di setiap zona dan kondisi arus lalu lintas di pelabuhan serta fasilitas yang mendukung penerapan sterilisasi dan arus lalu lintas. Metode yang digunakan untuk menganalisis permasalahan adalah metode observasi secara langsung di lapangan untuk mengamati penerapan sterilisasi pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 91 Tahun 2021 tentang Zonasi pada Kawasan Pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan dan manajemen arus lalu lintas di Pelabuhan Penyeberangan Jepara yang mengacu pada Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.242/HK.104/DRJD/2010 tentang Pedoman Teknis Manajemen Lalu Lintas Penyeberangan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa pelabuhan penyeberangan Jepara belum menerapkan sterilisasi pelabuhan seperti pedagang kaki lima yang bebas berjualan di area dermaga, pengantar/penjemput yang mengantar atau menjemput penumpang langsung ke dermaga (zona C) dan adanya pemancing di area dermaga, maka penerapan sterilisasi sangat diperlukan. Masih bergabungnya loket tiket untuk penumpang dan kendaraan masih bergabung dengan area parkir siap muat untuk kendaraan golongan II dan III dengan kendaraan golongan IV dan V. Belum adanya tollgate dan jembatan timbang serta kurangnya fasilitas pendukung seperti rambu-rambu di setiap zona pelabuhan.
Evaluasi Zonasi Dan Pola Arus Lalu Lintas Di Pelabuhan Penyeberangan Bahaur Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah Wijaya, Novan Gunawan; Setiawan, Bambang; Kelana, Sri; Santoso, Santoso; Utami, Fisca Dian; Masbie, Fadhelia Trinanda; Melayu, Donny Afrizal
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.206

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Bahaur merupakan salah satu Pelabuhan yang menjadi pintu gerbang keluar masuknya arus penumpang, barang dan kendaraan pada wilayah bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah ke Pulau Jawa. Pelabuhan Penyeberangan ini merupakan jenis Pelabuhan Perintis yang dilayani Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Drajat Paciran dengan lintasan Pelabuhan Penyeberangan Bahaur di Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah- Pelabuhan Penyeberangan Paciran di Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur, saat ini beroperasi 1 kali dalam seminggu sehingga kerap kali belum dapat memenuhi permintaan dari masyarakat, Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan zonasi di Pelabuhan Penyeberangan Bahaur Provinsi Kalimantan Tengah, dan mengetahui pola lalu lintas penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Keputusan Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Serta mengetahui fasilitas pendukung zonasi dan pola lalu lintas agar teratur. Berdasarkan hasil analisa permasalahan yang ada di pelabuhan Penyeberangan Bahaur yaitu belum adanya penerapan sistem zonasi di Pelabuhan Penyeberangan Bahaur yang seharusnya Disesuaikan menurut peraturan yang berlaku, Serta belum menerapkan manajemen pola arus lalu lintas sesuai dengan urutan urutan lalu lintas penumpang dan kendaraan datang hingga naik kapal, dengan menerapkan sistem zonasi dan lalu lintas kendaraan dan penumpang maka juga peneliti menganalisa untuk mengoptimalkan fasilitas pokok maupun pendukung untuk menerapkannya.
Evaluasi Penerapan Pemasangan Automatic Identification System (AIS) Pada Kapal Penyeberangan Yang Beroperasi Di Pelabuhan Paciran Apriani, Dahlia Dewi; Sidharta, Driaskoro Budi; Amrillah, M.Fahmi; Susanto, Novi Tri; Sulistyono, Noor; Audina, Mia
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.207

Abstract

Pelabuhan Paciran merupakan pelabuhan yang berlokasi di Tunggul, Kec. Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Agar keamanan dan keselamatan pelayaran dapat terjamin maka perlu adanya Automatic Identification System (AIS) yang aktif selama kapal beroperasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kesesuaian pemasangan klas AIS pada kapal yang beroperasi dan mengetahui kelengkapan informasi statik maupun dinamik yang dikirimkan operator kapal melalui AIS serta untuk mengetahui kepatuhan operator kapal dalam mengaktifkan AIS pada kapal yang beroperasi di Pelabuhan Paciran. Adapun hal yang akan di analisa pada penelitian ini yaitu pemasangan Klas AIS, Kelengkapan informasi statik maupun dinamik yang dikirimkan oleh operator kapal pada AIS dan ketertiban operator kapal dalam mengaktifkan AIS terutama pada saat kapal berlayar. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode Kondisi eksisting dan metode Observasi dengan melihat secara langsung permasalahan yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa seluruh kapal yang beropreasi di Pelabuhan Paciran sudah memasang AIS klas A sesuai persyaratan Konvensi Safety Of Life At Sea ( SOLAS ). Namun ,masih terdapat kapal yang belum mengirimkan informasi secara lengkap baik data statis maupun dinamis.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Penumpang Pada Pelabuhan Penyeberangan Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara Lopulalan, P Marcello; Amanda, Monica; Sari, Vita Permata; Arkani, Hari; Ramadhan, Azuli Iqbal
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.208

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Baubau merupakan pelabuhan penyeberangan yang mempunyai rute lintasan Baubau-Waara, Baubau-Tolandona, dan Baubau-Dongkala, serta Baubau-Siompu-Kadatua. Untuk lintasan Baubau-Waara dengan jarak 2 mil yang merupakan lintasan komersil. Berdasarkan hasil survey di lapangan, ditemukan beberapa pelayanan bagi pengguna jasa yang belum dijalankan dengan baik seperti masih tergabungnya lokasi ruang tunggu yang di dalamnya terdapat kantin yang menyebabkan ruang tunggu menjadi sempit kapasitasnya dan juga belum tersedianya pendingin ruangan di dalam ruang tunggu yang menyebabkan suhu yang panas di dalam ruang tunggu jika terjadi pembludakan penumpang. Ruang musholla yang areanya masih belum bersih, perlengkapan solat yang belum lengkap dan belum tersedianya tempat wudhu. Setelah pelayaran dengan waktu tempuh yang tidak singkat, penumpang saat turun dari kapal biasanya akan mencari toilet, namun toilet pada Pelabuhan Penyeberangan Baubau belum sesuai dengan peraturan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menganalisa permasalahan yang ada yaitu dengan Customer Satisfaction Index, Gap Analysis dan Importance Performance Analysis. Berdasarkan hasil analisa Customer Satisfaction Index didapatkan indeks kepuasan pengguna jasa sebesar 56,85% dan termasuk dalam kategori cukup puas. Berdasarkan hasil analisa Gap didapatkan nilai Gap tertinggi (-1,45) pada atribut kesetaraan yang adanya fasilitas untuk difable dan ruang ibu menyusui. Dalam analisa Kuadran Importance Performance Analysis ada 6 intrumen atribut yang berada di kuadran I sebagai prioritas utama untuk diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya sehingga tingkat kepuasan pengguna jasa dapat meningkat.
Tinjauan Kesesuaian Fasilitas Daratan Dalam Upaya Pemenuhan Pelayanan Kapal di Pelabuhan Penyeberangan Bitung Provinsi Sulawesi Utara Astuti, Septiana Widi; Sutrisno, Slamet Prasetyo; Kartini, Sri; Sari, Yulia Puspita; Yuda, Dimas Pratama; Puspita Sari, Elvi; Surnata, Surnata
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.209

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Bitung merupakan pelabuhan yang dikelola oleh PT. ASDP Ferry Indonesia Cabang Bitung yang mempunyai rute lintasan Bitung-Mangaran, Bitung- Melonguane, dan Bitung- Ternate serta Bitung-Tobelo, 4 (empat) rute lintasan di Pelabuhan Penyeberang Bitung lintasannya merupakan lintasan komersil. Berdasarkan hasil survei dilapangan yang telah dilakukan telah ditemukan beberapa permasalahan seperti fasilitas penunjang yang belum tersedia di ruang tunggu seperti charger box, tv dan air conditioner demi kenyamanan pengguna ruang tunggu. Belum terpenuhinya luasan efektif dari lapangan parkir siap muat dan belum tersedianya marka jalan. Tidak beroperasinya jembatan timbang pada Pelabuhan Penyeberangan Bitung serta belum tersedianya fasilitas khusus untuk penumpang pejalan kaki (gangway). Penelitian ini menggunakan metode observasi. Metode observasi adalah cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung secara cermat dan sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi. Metode pengukuran dilakukan untuk mengetahui nilai yang akurat tentang kondisi di pelabuhan. Metode pengukuran dilakukan secara langsung setiap dimensi dari fasilitas yang terdapat di Pelabuhan Penyeberangan Bitung. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa kondisi eksisting fasilitas pokok yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Bitung belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 52 tahun 2004 Tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Penyebrangan karena setelah di analisis mulai dari luasan dan fasilitas penunjang belum sesuai dengan ketentuan yang ada. Belum adanya jalan akses penumpang, jadi penumpang melewati trestle bersama dengan kendaraan yang akan masuk dan keluar kapal. Hal ini membahayakan penumpang pejalan kaki dan menganggu lalu lintas kendaraan yang masuk ataupun keluar kapal. Agar pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Bitung dapat berjalan dengan lancar untuk itu dapat dilakukan upaya perbaikan seperti perlunya penambahan fasilitas penunjang seperti akses wifi, televisi, air conditioner dan charger box guna memberikan kenyamanan bagi penumpang. Perlunya pembangunan fasilitas jalan akses penumpang (gangway) selebar 1,6 m dan panjang 210 m.
Optimalisasi Kebutuhan Fasilitas Integrasi Antarmoda Di Pelabuhan Kariangau Kalimantan Timur Rahmita, Destria; Hardimansyah, Rizki; Amanda, Monica; Ulya, Febriyanti Himmatul; Agustini, Elfita; Atika, Aulia Ika; Faishal Fadhil, Muhammad Afif
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.210

Abstract

Secara umum, penyelenggaraan transportasi umum yang memadai memerlukan keterpaduan yang melibatkan lebih dari satu moda. Pelabuhan Kariangau merupakan salah satu Pelabuhan Penyeberangan di Kota Balikpapan yang menjadi tempat pergantian moda dari transportasi air dan transportasi jalan. Pada Pelabuhan Kariangau ini terdapat 21 (dua puluh satu) kapal ferry yang beroperasi dengan 3 (tiga) lintasan penyeberangan. Padalintasan Kariangau – Panajam kapal yang beroperasi berjumlah 19 kapal dengan jarak sejauh6,60 KM, kemudian pada lintasan Balikpapan – Mamuju terdapat 1 kapal yang beroperasi dengan jarak sejauh 291 KM dan 1 kapal beroperasi pada lintasan Balikpapan – Palu denganjarak sejauh 394 KM. Pelabuhan Penyeberangan Kariangau ini beroperasi selama 24 jam, maka dari itu produktivitas pengguna jasa di Pelabuhan Kariangau cukup tinggi. Pengguna jasa angkutan penyeberangan dalam menuju dan meninggalkan Pelabuhan Kariangau, dapatmenggunakan angkutan jalan dan juga angkutan perairan lanjutan. Saat ini angkutan umum yang melayani di pelabuhan Kariangau adalah Bus Trans Balikpapan koridor D Terminal Batu Ampar – Pelabuhan Kariangau. Berdasarkan survei di lapangan, permasalahan mengenai integrasi antarmoda di Pelabuhan Kariangau khususnya pada Bus Trans Balikpapan adalah tidak ditemukananya fasilitas penunjang seperti halte bus, papan informasi tarif dan jadwal keberangkatan Bus Trans Balikpapan serta jalan khusus (trotoar) dan gangway untuk menuju tempat penjemputan. Dengan adanya permasalahan tersebut membuat pengguna jasa khususnya dari lintasan antar provinsi kebingungan dalam melanjutkan perjalanan. Sehingga banyak penumpang turun dari kapal yang duduk di pinggir taman maupun jalan yang mengganggu proses keluar masuk kendaraan dari lapangan parkir siap muat menuju kapal maupun perpindahan kendaraan keluar Pelabuhan.
Tinjauan Pelayanan Olah Gerak Kapal Dalam Sistem Indonesian Port Integration System (Inaportnet) Di Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Palembang Sutrisno, Slamet Prasetyo; Mutiara Latuheru, Paulina; Diani, Oktrianti; Pusriansyah, Ferdinand; Khairani, Muhammad; Febriansyah, Febriansyah; Nurullah, Sarifa
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.211

Abstract

Dalam hal pelayanan jasa sebagai suatu proses kegiatan di area Pelabuhan, seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli yang memiliki peranan yang cukup vital pada Pelabuhan. Salah satu pelayanan yang terdapat di seksi ini yaitu pelayanan dalam penerbitan Surat Persetujuan Olah Gerak Kapal. Pada saat ini diketahui bahwa masih terdapat kendala dalam hal penerbitan SPOG dengan sistem Inaportnet. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Metode observasi adalah cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung secara cermat dan sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi. Metode observasi dengan cara mengamati dan melakukan pengambilan dokumen secara langsung mengenai kondisi di KSOP Kelas II Palembang. Berdasarkan dari analisis tersebut didapatkan kesimpulan bahwa penerapan penggunaan Inaportnet di KSOP Kelas II Palembang belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat kendala dalam pelayanan yang dilakukan. Kendala tersebut berupa agen yang belum paham penggunaan Inaportnet, kendala internet kendala dalam penetapan pandu yang sering tidak muncul pada sistem Inaportnet tersebut. Terkait hal tersebut penyelenggara kantor melakukan upaya dengan menyediakan dan menambah akses internet, melakukan kegiatan sosialisasi, menyediakan layanan pengaduan dan melakukan koordinasi langsung dengan menciptakan forum diskusi berupa grup WhatsApp dengan instansi terkait permaslahan tersebut.
Tinjauan Pelaksanaan Pengawasan Kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) Di Pelabuhan Penyeberangan Hunimua Provinsi Maluku Amanda, Monica; Lopulalan, P Marcello; Hardimansyah, Rizki; Priyono, Broto; Sari, Desti Yuvita; Kelana, Sri; Ginting, Felixta Basdinari; Rahmita, Destria
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.213

Abstract

Transportasi merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan Indonesia maka dengan itu transportasi perlu diperhatikan dan di awasi tentang keselamatan dan keamanannya, pada wilayah Pelabuhan penyeberangan Hunimua beroperasi dari maluku Tengah menuju ke pulau seram waipirit Pelabuhan hunimua diawasi oleh Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Maluku yang bertuagas untuk menjaga keamanan dan keselamatan kapal dan penumpang, Pengawasan kendaraan Over dimension over loading di pelabuhan Hunimua merupakan satu langkah yang dilakukan oleh Balai Pengelola Trasnportasi Darat Kelas II Maluku untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya pelanggaran dalam berkendara dan kecelakaan di pelabuhan, terutama pada kendaraan Over dimension over loading. Alat pengukur tidak tersedia di Pelabuhan yang membuat faktor penghambat dalam pelaksanaan Pengawasan Kendaraan Over dimension over loading ialah kurangnya fasilitas pengukur dan penimbangan kendaraan yang belum tersedia untuk melakukan kegiatan pengawasan dilapangan dan kurangnya pemahaman pengemudi dalam berkendara yang meyebabkan kurang maksimal dalam pelaksanaan Pengawasan Kendaraan Over dimension over loading di pelabuhan Hunimua.
Pengukuran Tingkat Kedisiplinan Dan Kompetensi Terhadap Kecelakaan Kerja Pada Awak Kapal Hanik, Kumila; Yulianto, Andri; Budi Rizqi, Noor Aini
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.214

Abstract

High discipline and hard work of the crew determine whether a task or responsibility is carried out properly, so that work accidents on board can be prevented as early as possible and the safety of the ship, crew and cargo is guaranteed. The purpose of this study is (1) to determine how discipline affects work accidents of crew in KM. Lawit, (2) to find out how the influence of competence on work accidents of Crew in KM. Lawit, (3) to find out how the influence of discipline and competence together on work accidents of Crew in KM. Lawit. This research includes field research or field research. Research place in KM. Lawit whose ship docked at Semarang Port. The data collection method uses Questionnaires/questionnaires, Documentation Sheets, Observation Sheets or Observations. The results of the study showed: (1) Discipline has a significant influence on the work accidents of ship crews in KM. Lawit, (2) there is an influence of crew competence on Work Accidents in Crew in KM. Lawit, (3) together there is an influence of discipline and competence on the work accidents of Crew in KM. Lawit.

Page 10 of 14 | Total Record : 131