cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022)" : 12 Documents clear
Rasionalitas Penggunaan Obat Berdasarkan Indikator Peresepan World Health Organization (Who) Di Rumah Sakit Pusat Pertamina Melizsa Melizsa; Fadly Putra Jaya; Teddi Fahmiadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.416 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1230

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan bagian terpenting dalam sistem pelayanan kesehatan. WHO sebagai organisasi kesehatan terbesar di dunia telah mengembangkan indikator penggunaan obat yang rasional. Rumah Sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang berperan dalam peningkatan upaya kesehatan bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian penggunaan obat pada pasien berdasarkan indikator yang telah ditetapkan oleh WHO. Studi dilakukan secara deskriptif di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pusat Pertamina. Sampel diambil dari lembar resep pasien umum rawat jalan bulan Januari 2021 secara retrospektif sebanyak 383 lembar resep. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan lima variabel penelitian, yaitu rata-rata jumlah item obat per lembar resep, persentase peresepan obat dengan nama generik, persentase peresepan antibiotik, persentase peresepan sediaan injeksi dan persentase kesesuaian peresepan dengan formularium rumah sakit. Hasil penilaian adalah rata-rata item obat tiap lembar resep sebesar 3,23; peresepan dengan nama generik 54,4%; peresepan antibiotik 6,9% dan penggunaan sediaan injeksi sebesar 6,1% kesesuaian peresepan dengan formularium rumah sakit 97,2%.
Gambaran Penyimpanan Sediaan Farmasi Pada Pedagang Besar Farmasi Di Kota Palembang Muhammad Taswin; Sarmadi Sarmadi; Tedi Tedi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.596 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1238

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kesalahan dalam proses penyimpanan masih menjadi penyebab terbesar kerusakan pada sediaan farmasi yang dapat berdampak pada keselamatan pasien. Sebelum sediaan farmasi sampai ke tangan pasien diperlukan instansi kesehatan yang terlibat dalam kegiatan pendistribusian, yaitu Pedagang Besar Farmasi (PBF). Untuk menjamin keamanan, khasiat dan mutu sediaan farmasi maka PBF perlu menerapkan operasional penyimpanan yang termasuk dalam salah satu aspek penting pada Pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-Mei 2021 pada Pedagang Besar Farmasi di Kota Palembang dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa lembar kuisioner dan checklist lembar observasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif berdasarkan pedoman CDOB, yaitu infrastruktur penyimpanan, sistem penyimpanan, dan sistem pencatatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99,4% infrastruktur penyimpanan telah memenuhi standar CDOB, 85,71% sistem penyimpanan telah memenuhi standar CDOB, dan 95,55% sistem pencatatan telah sesuai dengan CDOB. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan penyimpanan sediaan farmasi pada Pedagang Besar Farmasi di Kota Palembang masuk ke dalam kategori baik dengan persentase 92,17%. Kata kunci: Cara Distribusi Obat yang Baik, Pedagang Besar Farmasi, Penyimpanan Obat ABSTRACT Background: Errors in the storage process are still the biggest cause of damage to pharmaceutical preparations that can have an impact on patient safety. Before pharmaceutical preparations reach the patient's hands, it is necessary to have a health agency involved in distribution activities, namely Pharmacy Wholesalers (PBF). To ensure the safety, efficacy and quality of pharmaceutical preparations, PBF needs to implement storage operations which are included in one of the important aspects of the Guidelines for Good Drug Distribution Methods (CDOB). Methods: This research is a non-experimental research with a descriptive design. Data collection was carried out in March-May 2021 at Pharmaceutical Wholesalers in Palembang City using data collection tools in the form of questionnaire sheets and checklists of observation sheets which were then analyzed descriptively based on CDOB guidelines, namely storage infrastructure, storage systems, and recording systems. Results: The results showed that 99.4% of the storage infrastructure met the CDOB standard, 85.71% of the storage system complied with the CDOB standard, and 95.55% of the recording system complied with the CDOB. Conclusion: From the results of the study, it can be concluded that the application of pharmaceutical preparation storage at Pharmacy Wholesalers in Palembang City is in the good category with a percentage of 92.17%. Keywords : Drug Storage, Good Drug Distribution, Pharmaceutical Wholesalers
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Berdasarkan Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 Fransiska Angelina; Mona Rahmi Rulianti; Lilis Maryanti; Sonlimar Mangunsong
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.477 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1405

Abstract

Background : For health effort development, the application of pharmaceutical service standards can be one of the supports to rationalize the use of drugs for patient safety. The Puskesmas in Peninjauan District still lacks human resources to carry out pharmaceutical services. Methods : This is a non-experimental research conducted observationally with a descriptive research design based on the guidelines from the Minister of Health Number 74 of 2016. The research subject were Peninjauan Primary Health Care and Lubuk Rukam Primary Health Care. Results : The result of this study indicated that the application of pharmaceutical services standards in 2 Primary Health Care in the Peninjauan Districts from the aspect management drugs and consumables reaches 97,23% from the clinical pharmacy service aspect to 50,60% from equipment and supporting facilities aspect reaches 83,33% and from the aspect of human resources reached 66,66%. Conclusion : From the result of the study, it can be concluded that the application of pharmaceutical service standards at Primary Health Care in the Peninjauan District reaches 74,45% and it’s categorized as pretty good. Keywords : Standards, Pharmaceutical Service, Primary Health Care, Peninjauan
Uji Efek Analgetik Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Etlingera elatior. jack) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Fita Selonni; Tuty Taslim
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.039 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1428

Abstract

Background : Ibuprofen is a drug that is commonly used when the body experiences pain. In this study, the medicinal plant that will be tested for its analgesic effect on mice is Kecombrang flower. Methods: Kecombrang flowers were first used as ethanol extract with two different concentrations, namely 400 mg/kgBb and 800 mg/kgBb. The experimental animals used were 20 male white mice which were divided into 4 groups where each group consisted of 5 mice. Each group of mice was given a dose treatment first, then 30 minutes after that, 1.1% acetic acid solution was given via ip, after that, pay attention to the amount of writhing shown by the mice. Results: From the 2 concentrations of kecombrang flower ethanol extract given, it turned out that the 400 mg/kgBb dose group showed fewer stretches than the 800 mg/kgBb dose group, but the analgesic effect was still low compared to the control group + namely ibuprofen. Key words : Kecombrang flower, analgesic and mice
Profil Peresepan Antivirus Pada Pasien Rawat Inap Terkonfirmasi Covid-19 di Rumah Sakit X Surabaya Vidya Kartikaningrum; Karimah ,; Angga R
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.561 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1429

Abstract

Penyakit COVID-19 disebabkan oleh infeksi virus, oleh karena itu terapi kuratif yang diberikan adalah dengan menggunakan obat antivirus. Di masa pandemi sering terjadi kekosongan stok obat salah satunya antivirus pada pasien COVID-19 akibat kasus COVID-19 yang semakin melonjak. Rumah sakit X Surabaya merupakan rumah sakit swasta yang termasuk dalam daftar rumah sakit rujukan pasien yang terkonfirmasi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil peresepan antivirus antivirus pada pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit X Surabaya Periode Juni 2021 – Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan menggunakan analisa deskriptif, pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu dengan mengambil data sekunder melalui lembar resep pasien COVID-19 yang mengandung antivirus di Rumah Sakit X Surabaya dengan tekinik cluster sampling dari total keseluruhan resep sejumlah 380 lembar . Hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan jumlah sampel resep sebanyak 195 lembar resep. Obat antivirus yang paling banyak diresepkan adalah Remidia dengan persentase sebesar 27,65%. Penggunaan berdasarkan zat berkhasiat yang paling banyak digunakan adalah Remdesivir sebanyak 68,20%. Penggunaan obat yang paling sering diresepkan menggunakan terapi tunggal dengan persentase 88,72% dengan sediaan yang paling banyak digunakan adalah Injeksi sebesar 68,20%, obat yang sering diresepkan adalah obat non generik dengan persentase sebesar 62,21%. Untuk mencegah terjadinya kekosongan stok obat antivirus diperlukan evaluasi terhadap Daftar Obat Standar COVID-19 di Rumah Sakit X Surabaya terhadap ketersediaan obat paten yang sering diresepkan.
Potensi Farmakologis, Toksisitas Dan Farmakokinetik Dari Mangiferin Secara In Silico Dhanang Prawira Nugraha; Ferawati Suzalin; Mar'athus Solikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.313 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1440

Abstract

Latar Belakang: Mangiferin adalah senyawa yang terdapat pada daun mangga yang secara empiris memiliki banyak khasiat. Pendekatan in silico memungkinkan untuk menguji senyawa secara mudah, murah dan singkat selain menguji potensi farmakologisi pendekatan in silico juga dapat menguji tokisistas serta farmakokinetik dari senyawa yang ada. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat potensi farmakologis, toksisitas serta farmakokinetik dari mangiferin Metode: Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah seperangkat komputer serta koneksi internet dan program komputer sepert chemoffice, pass-online, protox, pkCSM Hasil: Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa mangiferin memiliki banyak potensi farmakologis seperti antineoplastik, antidiabetes, antioksidan, protektan serta antimikrobia. Untuk toksistasnya memiliki LD50 sebesar 2 mg/kg serta memiliki mutagenisitas serta imunotoksisitas untuk parameter farmakokinetiknya mangiferin diabsorbsi dengan baik di saluran cerna, didistribusikan melalui ikatan dengan albumin serta tidak dimetabolisme di liver dan memiliki clearance yang baik. Kesimpulan: Mangiferin memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan baku obat yang berasal dari tanaman . Kata kunci : Mangiferin, Farmakologis, Toksisitas, Farmakokinetik, In silico
Profil Peresepan Off-Label Pada Pasien Pediatrik Diagnosa ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) Periode Juni-Agustus 2021 Di Rumah Sakit B Surabaya Andita Nur Wijayanti; Ayu Ikarnia Firmantie
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.856 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1443

Abstract

Penggunaan obat secara off-label merupakan penggunaan obat diluar indikasi resmi yang tertulis pada leaflet pada saat obat didaftarkan untuk mendapatkan izin edar dari lembaga yang berwenang. Obat-obat off-label untuk tujuan terapi harus terbukti efikasinya dan dapat dipertanggungjawabkan dari segi risiko efek samping, sehingga aman untuk digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola peresepan off-label kepada pasien anak dengan diagnosa ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) di klinik anak Rumah Sakit B Surabaya pada bulan Juni hingga Agustus 2021. Metode penelitian dilakukan dengan cara menyesuaikan terapi dokter dalam 155 rekam medis pasien (sampel) dengan literatur dosis anak, sampel diambil menggunakan metode simple random sampling dengan memasukkan rumus =RANDBETWEEN,(bottom,top) pada program Microsoft excel Windows 8,. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 75 (48,39%) rekam medis pasien terindikasi terapi off-label dari total 155 sampel, dan dari 794 obat yang diresepkan oleh dokter spesialis anak, terdapat 99 item obat (12,47%) yang masuk dalam kategori off-label, dengan rincian: 1 item obat (0,13%) termasuk kategori off-label kontraindikasi; 4 item obat (0,50%) termasuk kategori off-label indikasi; 30 item obat (3,78%) kategori off-label usia; dan 64 item obat (8,06%) kategori off-label dosis. Penggunaan obat terbanyak pada kategori off-label ini adalah dari kelas antibiotik yakni Cefixime sebanyak 33 item (4,16 %).
Standarisasi Simplisia Kayu Bidara Laut (Strychnos Ligustrina Blume) Misgiati Misgiati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.732 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1444

Abstract

Latar Belakang: Kayu Bidara Laut (Strychnos ligustrina Blume) memiliki banyak efek farmakologis sebagai obat tradisional. Standarisasi simplisia kayu bidara laut diperlukan untuk penyediaan bahan baku sediaan obat tradisional.Tujuan untuk mengetahui simplisia kayu bidara laut memenuhi standar mutu fisik dan skrining sesuai Farmakope Herbal Indonesia edisi II. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Metode: Metode penelitian secara deskriptih. Langkah-langkah yang dilakukan adalah: (1) determinasi tanaman, (2) Pembuatan simplisia kayu bidara laut, (3) pengujian makroskopis simplisia, (4) pengujian mikroskopis dan mikroskopis, (5) krining fitokimia, dan (6) pengujian mutu fisik. Hasil: Determinasi menunjukkan familia loganiaceae, marga Strychnos. Hasil makroskopis dan mikroskopis sesuai dengan FIH II. Kandungan metabolit skunder golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, terpenid, dan tannin. Mutu fisiknya berupa kadar air dan susut penegeringan 7,56%±0,02; kadr abu total 3,47±0,002; kadar abu tidak larut asam 0,05%±0,0001.
Interval Ketepatan Waktu Pemberian Obat Pada Pasien Bpjs Rawat Inap Di Rumah Sakit Hkbp Balige Hepni Bagariang
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.61 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1447

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi klinik. Pengelolaan sediaan farmasi salah satunya adalah pendistribusian.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati ketepatan waktu pendistribusian obat dimulai dari penyiapan dan pengemasan obat dari perawat untuk dihantarkan ke ruangan rawat inap untuk pasien penyakit dalam.Hasil : Data yang diperoleh dari pengamatan kepada pasien dengan mencatat frekuensi ketepatan waktu pemberian obat pada pasien penyakit dalam Rumah Sakit HKBP Balige dapat dilihat bahwa ketepatan waktu pemberian obat sebanyak 313 frekuensi dengan persentase 90 % dan yang tidak tepat sebanyak 34 frekuensi dengan persentase 10 %.Kesimpulan: Pelaksanaan sistem distribusi obat rawat inap pada pasien penyakit dalam di Rumah Sakit HKBP Balige sudah tepat waktu dan ketepatan waktu pemberian obat di Rumah Sakit HKBP Balige sudah terlaksana dengan baik.
Karakterisasi dan Skrinning Fitokimia Simplisia Sabut Kelapa Muda Reny Salim; Tuty Taslim; Irene Puspa Dewi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.734 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1449

Abstract

Latar Belakang: Sabut kelapa muda merupakan salah satu simplisia yang telah diuji mempunyai manfaat sebagai antibakteri dan antiseptik. Sabut kelapa muda sebagai salah satu simplisia herbal bagi pengobatan belum pernah dikarakterisasi dan diidentifikasi kandungan metabolit sekunder yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter standar mutu simplisia serbuk sabut kelapa muda dan kandungan metabolit sekunder yang dimilikinya. Metode: Karakterisasi serbuk simplisia sabut kelapa muda berupa uji organoleptis, kadar air, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol. Metode penentuan kadar air menggunakan metode destilasi azeotropic kontiniu. Metode uji organoleptis dan kadar sari larut air dan larut etanol sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia. Skrinning fitokimia serbuk simplisia sabut kelapa muda menggunakan uji Mayer, uji Dragendroff, uji Bouchardat, Shinoda test, Liebermann Buchard test, saponin test, polifenol test. Hasil: Serbuk simpilisia mempunyai warna dark salmon pink, berbau khas lemah, kadar air, kadar sari larut air dan sari larut etanol secara berurutan sebesar (6,94; 16,85; 18,35)%. Jenis senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada serbuk simplisia sabut kelapa muda adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Kesimpulan:Nilai parameter standar mutu serbuk simplisia sabut kelapa muda adalah warna dark salmon pink, berbau khas lemah, kadar air, kadar sari larut air dan sari larut etanol secara berurutan sebesar (6,94; 16,85; 18,35)% serta jenis senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada serbuk simplisia sabut kelapa muda adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Kata kunci : karakterisasi simplisia, skrinning fitokimia simplisia, sabut kelapa muda

Page 1 of 2 | Total Record : 12