cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2024)" : 5 Documents clear
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PARTISI CAIR-CAIR EKSTRAK BIJI PINING BAWANG (Hornstedtia alliacea) MENGGUNAKAN METODE DPPH Abdullah, Abulkhair; Nurfadilah, Nadia; Marwati, Eri
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2360

Abstract

Latar Belakang: Terjadinya penyakit degeneratif berhubungan erat dengan radikal bebas karena ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh. Senyawa yang mampu melindungi kerusakan sel-sel akibat radikal bebas adalah antioksidan. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan tanaman pining bawang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dan perbedaan nilai IC50 partisi cair-cair ekstrak biji pining bawang. Metode: Metode pemisahan yaitu partisi cair-cair. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Analisis statitistik yaitu metode one-way ANOVA. Hasil: Hasil dari aktivitas antioksidan dari vitamin C 6,526 ppm, fraksi n-heksan 35,502 ppm, fraksi air 33,995 ppm, dan fraksi etil asetat 47,507 ppm dapat dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Hasil uji statistik SPSS uji normalitas dan uji homogenitas p value >0,05, uji one-way Anova p value <0,05, uji post hoc vitamin C dengan ketiga fraksi p value <0,05 dan antara fraksi p value >0,05. Kesimpulan: Aktivitas antioksidan masing-masing fraksi menunjukkan nilai IC50 <50 ppm dikategorikan antioksidan sangat kuat. Dari hasil uji statistik SPSS tidak ada perbedaan yang nyata dari ketiga fraksi.
POTENSI PATI PISANG MULU BEBE SEBAGAI EKSIPIEN FARMASI: SIFAT FISIKOKIMIA DAN CEMARAN MIKROBA Mutmainnah, Mutmainnah; Mala, Cindhany D. F. U.; Abdullah, Abulkhair
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2428

Abstract

Latar Belakang: Pati merupakan biopolimer alam yang mudah terdegradasi dan relatif tidak mahal serta secara luas dapat digunakan pada industri makanan dan farmasi. Pisang mulu bebe (Musa sp) adalah pisang khas dari Maluku Utara, yang secara potensial dapat juga dimanfaatkan patinya sebagai eksipien dalam formulasi sediaan. Metode: Sifat fisikokimia dan cemaran mikroba dari pati pisang mulu bebe (PPMB) dianalisis. Sifat fisikokimia yang diuji meliputi organoleptik, mikroskopis, keasaman, susut pengeringan, kadar abu, kelarutan, dan kandungan logam. Cemaran mikroba yang diuji meliputi angka lempeng total, angka kapang khamir, dan cemaran E. coli. Hasil: Hasil SEM menunjukkan PPMB berbentuk oval, tunggal, dan hilus di tengah; kadar abu 0,0023%; tidak larut dalam air dan etanol; susut pengeringan 10,79%; tidak mengandung logam Pb (timbal) dan Cd (kadmium); ALT 2x102 koloni/g; AKK 1,7x102 koloni/g; dan cemaran E. Coli negatif. Kesimpulan: PPMB memenuhi persyaratan sifat fisikokimia dan cemaran mikroba dan berpotensi menjadi polimer (eksipien farmasi). Kata kunci : Pati, Pisang mulu bebe, Sifat fisikokimia, Cemaran mikroba
FORMULASI DAN EVALUASI PASTA GIGI EKSTRAK DAUN GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI Na CMC SEBAGAI PENGIKAT Rulianti, Mona Rahmi; tedi, Tedi; Maryanti, Lilis; Oktavia, Eci
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2194

Abstract

Latar Belakang: Pasta gigi adalah detergen kosmetik ringan yang digunakan untuk membersihkan gigi, menyegarkan napas dan melindungi permukaan gigi dari kerusakan yang disebabkan oleh bakteri mulut tanpa merusak gigi atau membran mukosa mulut. Hal yang perlu diperhatikan dalam pasta gigi yaitu sifat kekentalan sediaan atau viskositas sediaan. Penggunaan Na CMC sebagai bahan pengikat mampu menstabilkan dan mempercantik pasta gigi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Na CMC yang mampu menghasilkan sediaan pasta gigi yang stabil dan sesuai persyaratan dengan menggunakan daun gedi hijau (Abelmoschus manihot L.) sebagai zat aktifnya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan sampel yang digunakan yaitu ekstrak daun gedi hijau (Abelmoschus manihot L.) sebagai zat aktif sebanyak 8% dengan memvariasikan Na CMC 3% dalam formula I, 4% dalam formula II dan 5% dalam formula III. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi sediaan selama 28 hari penyimpanan suhu kamar dan 12 hari uji dipercepat (Cycling Test) meliputi pH, viskositas, tinggi busa, daya sebar, homogenitas dan perubahan warna, bau dan rasa. Hasil: Rendemen ekstrak daun gedi hijau sebesar 20,72%. Hasil evaluasi pasta gigi menunjukkan bahwa pH, tinggi busa dan daya sebar mengalami kenaikan pada kedua uji penyimpanan dan viskositas mengalami penurunan selama penyimpanan namun masih memenuhi persyaratan. Semua sediaan tergolong homogen dan tidak mengalami perubahan warna, bau dan rasa. Pasta gigi berwarna hijau, bau khas dan mint, dan rasa pedas. Kesimpulan: Ekstrak daun gedi hijau (Abelmoschus manihot L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan pasta gigi yang stabil dan memenuhi persyaratan kestabilan fisik dengan konsentrasi Na CMC yang paling optimal pada formula II sebesar 4%. Kata Kunci: Pasta gigi, daun gedi hijau, natrium cmc, bahan pengikat, uji kestabilan fisik
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN CHEWABLE LOZENGES EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISERIN - GELATIN SEBAGAI BASIS Marlina, Dewi; Anugrah, Ahmad Guntur; Fadly, Fadly
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2232

Abstract

Latar Belakang : Chewable lozenges merupakan salah satu tablet hisab yang memiliki bentuk kenyal dan gummy. Chewable lozenges diharapkan dapat memperluas kontak obat pada mukosa mulut. Gliserin dan gelatin berperan penting untuk dapat membuat sediaan menjadi kenyal dan gummy. Ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) Mengandung zat aktif flavonoid sebagai anti radang, penelitiaan bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penggunaan gliserin dan gelatin yang optimal untuk menghasilkan sediaan chewable lozenges yang stabil dan memenuhi persyaratan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) sebagai zat aktif dan memvariasikan konsentrasi gliserin - gelatin sebagai basis dengan konsentrasi 20% : 80% pada formula kontrol dan II, 10% : 90% formula I serta 30% : 70% formula III. Pembuatan chewable lozenges menggunakan metode molding (cetak tuang). kemudian dilakukan evaluasi sediaan selama 28 hari penyimpanan meliputi pH, waktu larut, kadar air, keseragaman bobot, kekerasan, organoleptis serta uji kualitas rasa. Hasil : Hasil evaluasi menunjukan bahwa sediaan chewable lozenges selama masa penyimpanan 28 hari meliputi pH, waktu larut, kadar air, keseragaman bobot, kekerasan dan organoleptis telah memenuhi persyaratan sediaan chewable lozenges yang baik. Ditinjau dari kualitas rasa formula II (gliserin - gelatin 20% : 80%) yang paling disukai dari segi rasa dan tekstur. Kesimpulan : Ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dapat di formulasikan menjadi sediaan chewable lozenges yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formula chewable lozenges yang paling optimal dengan konsentrasi gliserin - gelatin 20% : 80%.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI FISIK SABUN PADAT TRANSPARAN BERBAHAN KULIT LEMON & MINYAK JELANTAH Sholikhah, Mar'atus; Sarmadi, Sarmadi; Suzalin, Ferawati; Mahramka, Salza Cahya; Effendi, Rani Okta
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2244

Abstract

ABSTRAK Limbah minyak goreng bekas atau jelantah dapat membahayakan kesehatan dan mencemari lingkungan sehingga perlu dilakukan daur ulang untuk menjadi bermanfaat dan bernilai ekonomis. Selain itu limbah organik seperti kulit lemon selama ini masih belum banyak dimanfaatkan padahal ia memiliki kandungan minyak atsiri, vitamin C, flavonoid, dan saponin yang berperan sebagai antijamur serta antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi sabun padat transparan dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah dan kulit lemon. Sabun padat transparan dioptimasi menggunakan empat formula. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, pH, stabilitas busa, bentuk, dan uji transparansi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sabun memiliki warna kekuningan, berbau khas lemon, dan tampak transparan, nilai pH 9-10 serta memiliki busa yang cukup banyak dan stabil. Berdasarkan seluruh karakterisasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kulit lemon dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sabun transparan yang berpotensi memiliki kemampuan antibakteri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5