cover
Contact Name
Muhammad Aslam
Contact Email
aslam.madridista@gmail.com
Phone
+6285702622161
Journal Mail Official
jikom.undana@gmail.com
Editorial Address
aslam.madridista@gmail.com
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Deliberatio : Jurnal Mahasiswa Komunikasi
ISSN : 28081897     EISSN : 29868092     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Deliberatio merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT sejak 2021 dengan ISSN (Printed): 2808-1897 dan ISSN (online-elektronik): 2986-8092. Jurnal ini ditujukan untuk mengembangkan dan memublikasikan berbagai karya keilmuan mahasiswa Ilmu komunikasi berdasarkan hasil telaahan (penelitian lapangan), book review, dan atau Penelitian Kepustakaan (Library Research) tentang ilmu komunikasi. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Deliberatio yakni Ilmu Komunikasi, meliputi kajian-kajian yang berkaitan dengan tema atau topik berikut ini: 1. Media digital dan konten kreatif 2. Kajian jurnalisme 3. Kajian hubungan masyarakat/public relations 4. Kajian komunikasi budaya dan pariwisata 5. Topik-topik lain yang sejenis/relevan dengan bidang komunikasi.
Articles 136 Documents
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DOKTER DENGAN PASIEN DI RSUD KEFAMENANU Raymundo Albertino Neonbeni; Yermia Djefri Manafe; Maria Yulita Nara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i1.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal dokter dengan pasien rawat inap di RSUD Kefamenanu dan mengetahui persepsi pasien terhadap efektivitas dokter. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus dan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam keseluruhan proses komunikasi dokter dengan pasien rawat inap di RSUD Kefamenanu memiliki pola komunikasi sirkular dimana dokter akan melakukan kunjungan pada pasien setiap hari dan kunjungan rutin sering terjadi pada pagi hari sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pola komunikasi sirkular ini terjadi ketika dokter melakukan anamnesis kepada pasien. Dalam proses pola komunikasi interpersonal dokter dengan pasien adanya proses pertukaran peran fungsi antara dokter dengan pasien. Dalam proses komunikasi interpersonal, dokter menerapkan lima hukum komunikasi efektif ketika berkomunikasi dengan pasien sehingga membangun persepsi pasien terhadap efektivitas dokter dalam proses komunikasi interpersonal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan hukum menghargai, empati, didengarkan dan dimengerti, kejelasan,dan rendah hati serta sikap keterbukaan, sikap empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan maka upaya penyembuhan sebagai tujuan komunikasi dapat tercapai dalam proses komunikasi antara dokter dengan pasien.
PENGALAMAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PESERTA PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA (PMM) Chivly Freslialdo Ndoen; Ferly Tanggu Hana; Maria Yulita Nara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i1.106

Abstract

Pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) adalah bentuk dari merdeka belajar – kampus merdeka yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas dan wadah perekat kebangsaan antar mahasiswa Indonesia, melalu pembelajaran antarbudaya. Karena melibatkan mahasiswa se-Indonesia, maka program ini tidak terlepas dari perbedaan latar belakang dan budaya. Perbedaan tersebut mengakibatkan pengalaman setiap peserta yang terlibat di dalamnya unik dan menarik untuk didalami, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman komunikasi antarbudaya peserta pertukaran dan motifnya mengikuti program tersebut. Penelitian ini dikaji menggunakan metode fenomenologi dan dianalisi dengan teori Fenomenologi Alfred Schuzt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta melewati proses adaptasi yang berbeda karena lingkungan yang beragam pula. Ditemukan adanya upaya untuk membangun relasi yang akrab dengan dosen, mahasiswa dan sesama peserta pertukaran. Dalam proses tersebut, penggunaan bahasa didominasi oleh bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional, didukung dengan bahasa daerah setempat sebagai selingan. Namun, ditemukan pula faktor penghambatnya seperti dialek dan latar belakang budaya yang masih mendominasi. Motif peserta PMM mengikuti program ini adalah karena perasaan tertarik pada program baru tersebut, adanya keinginan untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, ingin berdampak secara positif, serta manfaat yang diberikan kepada setiap peserta pertukaran mahasiswa merdeka.
KOMUNIKASI SIMBOLIS TAIS DALAM RITUAL PEMINANGAN ETNIS BUNAQ Aprianti Anina De Carvalho; Mariana A.N Letuna; Emanuel Sowe Leuape
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i1.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang komunikasi simbolis Tais dalam ritual peminangan masyarakat Bunaq, Desa Aiton, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu. Penelitian kualitatif ini menggunakan perspektif teori Interaksionisme Simbolik dan metode etnografi komunikasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Tais dalam ritual peminangan kelompok budaya Bunaq merepresentasikan makna kecintaan dan penghormatan kepada warisan leluhur. Selain itu, makna juga ditunjukkan oleh visual warna dan gambar sebagai motif pada Tais etnis Bunaq. Citra warna yang paling dominan pada Tais yaitu merah dan merah muda. Dalam perspektif budaya Bunaq, warna merah merepresentasikan karakter kultural orang Bunaq yang pemberani. Sementara itu warna merah muda menggambarkan karakter emosi orang Bunaq yang penuh kasih sayang / cinta. Tais juga memiliki motif gambar berupa garis vertikal, horizontal, dan kotak-kotak. Garis vertikal mengartikan karakter kaum wanita Bunaq yang tegas dalam mengatur kehidupan rumah tangga. Kepatuhan, kerendahan hati, dan kesetiaan dalam perkawinan direpresentasikan oleh motif horizontal. Sedangkan motif kotak-kotak Tais memiliki makna adanya kebersamaan, saling membantu, dan kerjasama di antara pria dan wanita dalam rumah tangga. Tais menjadi warisan kebudayaan materil etnis Bunaq yang mengandung keragaman makna. Makna Tais, terutama pada motif warna maupun bentuknya menyimpang nilai-nilai kebudayaan orang Bunaq. Dalam konteks tradisi peminangan Bunaq, Tais menegaskan kembali nasihat / wejangan kultural bagi pria dan wanita yang bersiap membangun rumah tangga baru. Tais juga mengisyaratkan jalinan relasi baru yang terjalin antara keluarga mempelai pria maupun Wanita. Tais seyogianya harus dilestarikan, terutama melalui rutinitas penggunaan Tais dalam berbagai kegiatan budaya etnis Bunaq.       
KONVERGENSI SIMBOLIK DALAM MEMBANGUN KOHESIVITAS KELOMPOK : (ANALISIS TEMA FANTASI ERNEST BORMANN PADA KOMUNITAS TEMAN BELAJAR REMAJA KOTA KUPANG ATAU TeBe RK) Claudia Berliana Apong; Liliwery Aloysius; Maria V.D. Phaba Swan
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i1.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan tema-tema fantasi yang terbentuk dan menganalisis konvergensi simbolik dalam membangun kohesivitas Komunitas Teman Belajar Remaja Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teori konvergensi simbolik dan metode analisis tema fantasi Ernest Bormann. Penelitian ini berfokus pada kohesivitas dan tema-tema fantasi yang ada pada komunitas TeBe RK. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang pertama, adanya tiga tema fantasi didalam komunitas TeBe RK yang meliputi tema fantasi, rantai fantasi dan tipe fantasi. Kedua, adanya simbol-simbol verbal dan non verbal yang dapat membentuk tema-tema fantasi pada Komunitas TeBe RK. Dengan demikian dari tema-tema fantasi dan simbol-simbol yang ada dalam komunitas TeBe RK maka terbentuklah kohesivitas dimana adanya daya tarik baik positif maupun negatif dari anggota kelompok yang membuat komunitas tersebut tetap bertahan dan kompak.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM PENANGANAN PASIEN DENGAN GANGGUAN KEJIWAAN : (STUDI KASUS PADA RSJ NAIMATA) Gresia Nindri Ariany Tamonob; Silvania S. E. Mandaru; Maria A.N Letuna
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i1.113

Abstract

Penelitian dengan judul “Komunikasi Komunikasi Terapeutik dalam Penanganan Pasien Dengan Gangguan Kejiwaan (Studi Kasus Pada RSJ Naimata)” dilatar belakangi oleh pentingnya peranan perawat dalam komunikasi terapeutik terhadap pasien di RSJ Naimata. Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran perawat dalam penerapan komunikasi terapeutik pada Pasien Rawat Inap Kelas III Wanita di Ruangan Nihiwatu. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peran perawat dalam proses komunikasi terapeutik dan teknik komunikasi terapeutik pada Pasien Rawat Inap Kelas III Wanita di Ruangan Nihiwatu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan adalah studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses komunikasi yang terjalin antara perawat dengan pasien di ruang Nihiwatu kelas III wanita menunjukkan bahwa proses komunikasi berlangsung dalam 3 bagian yakni pasien masuk, pemberian asuhan keperawatan dan pasien keluar. Dalam 3 proses komunikasi terapeutik dapat dilihat pada empat tahapan yaitu tahap pra interaksi, orientasi, kerja dan terminasi. Peran perawat dalam proses komunikasi terapeutik terhadap pasien meliputi peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan, peran perawat sebagai konselor, peran perawat sebagai pendidik dan peran perawat sebagai advokat. Adapun, peran perawat dalam melakukan teknik komunikasi terapeutik antara lain: peran perawat dalam teknik mendengarkan sebagai pemberi asuhan keperawatan, peran perawat dalam teknik bertanya sebagai konsultan, peran perawat dalam teknik penerimaan sebagai pemberi asuhan keperawatan, peran perawat dalam teknik klarifikasi sebagai konselor dan peran perawat dalam teknik menyampaikan hasil observasi sebagai advokat.
MAKNA RITUS KORE METAN (LEPAS KAIN HITAM) : (SEBUAH KAJIAN FENOMENOLOGI PADA KOMUNITAS WARGA BARU DI MOTA’AIN KABUPATEN BELU) Christina Alau Lopes; Liliweri Aloysius; Fitria Titi Meilawati
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i1.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna ritus Kore Metan bagi komunitas warga baru di Motaain, Kabupaten Belu dan untuk mengetahui motif ritus Kore Metan bagi komunitas warga baru di Motaain, Kabupaten Belu. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan menggunakan teori fenomenologi dan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (in depth interview), observasi dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kore Metan dimaknai sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang telah meninggal. Kedua, sebagai tanda melepaskan masa dukacita. Ketiga, sebagai bentuk kepercayaan kepada leluhur. Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti menemukan sinkretisme dalam ritus Kore Metan. Dalam motif “karena” atau yang disebabkan sebagai pengalaman masa lalu. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti melihat adanya kesamaan motif “karena” dari 5 (lima) informan yakni sebagai bentuk kepercayaan kepada leluhur atau nenek moyang yang memiliki peran dalam hidup komunitas warga baru di Motaain, Kabupaten Belu. Sedangkan motif “untuk” bertujuan pada komunitas warga baru di Motaain, Kabupaten Belu. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti melihat adanya kesamaan motif “untuk” dari 5 (lima) informan yakni agar terhindar dari segala malapetaka dan beban kehidupan.
PENERAPAN KEGIATAN EMPLOYEE RELATIONS DALAM MENDUKUNG KOMUNIKASI INTERNAL : (STUDI KASUS HUBUNGAN KERJA GURU DAN PEGAWAI PADA SEKOLAH DASAR (SD) GMIT OESAPA KUPANG) Maria Imaculata Toni; Lukas Lebi Daga; Fitria Titi Meilawati
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i1.115

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan employee relations dalam mendukung komunikasi internal guru dan pegawai SD GMIT dan faktor-faktor yang menghambat penerapan kegiatan employee relations dalam mendukung komunikasi internal yang dilakukan di SD GMIT Oesapa. Teori dalam penelitian ini adalah teori Human Relations Elton Mayo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan obyek penelitian adalah penerapan kegiatan employee relation dalam mendukung komunikasi internal Guru dan pegawai SD GMIT Oesapa. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dokumentasi dan informan dalam penelitian berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukan penerapan kegiatan employee relation sangat dalam mendukung komunikasi internal guru dan pegawai SD GMIT Oesapa baik komunikasi (Top-down,Bottom-up communications) dan komunikasi horizontal menjadi suatu kunci keberhasilan membangun dan menjalin hubungan komunikasi yang baik antara Guru dan pegawai atau semua anggota komunikasi internal pada SD GMIT Oesapa Kec. Kelapa Lima Kota Kupang. Kegiatan employee relation yang telah diterapkan ialah program pelatihan, program penghargaan, evaluasi kerja atau rapat bersama, acara khusus atau wisata bersama, obrolan langsung, rangsangan berbicara, dan media komunikasi internal. Hambatan yang dialami dalam penerapannya ialah lingkungan kerja serta fasilitas tempat kerja, hambatan teknis, dan transpirasi kerja. Sedangkan yang mendukung penerapan kegiatan employee relation SD GMIT Oesapa adalah rasa solidaritas serta kepala sekolah dengan perilaku instruktif dan konsultatif. Penerapan employee relations dalam mendukung komnuikasi internal pada SD GMIT Oesapa perlu menjadi pertimbangan dalam perumusan serta pengambilan keputusan ataupun kebijakan-kebijakan tertentu, khususnya dalam komunikasi internal SD GMIT Oesapa agar lebih efektif untuk bisa mencapai tujuan pendidikan sekolah dasar yang sesunggunya.
STRATEGI HUMAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN : (STUDI KASUS PADA KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS III KUPANG) Rukmini karim; Monika Wutun; I.G.A Rina Pietriani
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i1.117

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi Humas kantor Kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan untuk mengetahui bagaimana Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan bekerjasama dengan publik eksternal. Teori yang dianggap relevan dalam penelitian ini adalah teori Relationship Management. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian ini menemukan bahwa strategi Humas yang dilakukan kantor KSOP yaitu pertama menganali sasdaran komunitas, menentukan teknik komunikasi, dan kredibilitas sumber. Kedua membuat akun media sosial untuk mempublikasisakn terkait kualitas pelayanan yang diberikan kantor KSOP kepada pengguna/masyarakat. Dan ketiga memberikan sosialisasi kepada pengguna jasa/masyarakat terkait kualitas pelayanan. Sedangkan kerja sama kantor KSOP dengan publik eksternal untuk meningkatkan kualitas pelayanan yaitu hubungan dengan pengguna jasa, dan hubungan dengan media dan pers.
Penerapan Jurnalisme Bencana Media Online Pos Kupang Pada Liputan Berita Banjir Bandang Adonara Neneng Ratuloli; Mariana A.N. Letuna; Emanuel S. Leuape
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i2.88

Abstract

Jurnalisme bencana menjadi bahasan penting dalam dunia jurnalistik karena negara Indonesia merupakan negara yang rentan dilanda bencana. Namun pemberitaan mengenai bencana selama ini selalu menuai kritik dan cenderung lebih banyak menampilkan sisi dramatis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan media Pos Kupang.com sebelum meliput bencana banjir bandang di Adonara, standar kompotensi keterampilan wartawan media pos kupang.com dalam liputan bencana banjir bandang di Adonara dan untuk mengetahui bagaimana pandangan wartawan Pos Kupang.com menerapkan Kode Etik Jurnalistik dalam proses peliputan banjir bandang di Adonara. Penelitian ini menggunakan teori Pers Tanggung Jawab Sosial. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan dokumentasi yang kemudian diuraikan dengan metode deskriptif kulitatif. Hasil dari temuan peneliti yaitu jurnalis media Pos Kupang.com telah memahami konsep jurnalisme bencana secara baik, menyusun perencanaan peliputan pada fase prabencana,tanggap bencana dan pasca bencana, serta penerapan kode etik jurnalistik media online Pos Kupang.com pada peliputan berita banjir bandang Adonara wartawan Pos Kupang.com sudah menerapkan kode etik jurnalistik dengan baik.
REPRESENTASI KESADARAN DAN KEBERADAAN MANUSIA PADA PUISI ‘AKU MANUSIA’ KARYA A. MUSTOFA BISRI Bice Susana Ton; Yermia Djefri Manafe; Herman Elfridus Seran
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i2.131

Abstract

Setiap individu memiliki cara untuk dapat berkomunikasi dengan sesamanya serta menentukan media yang menjembatani pengiriman pesan komunikasi. Salah satu media komunikasi yang digunakan ialah karya sastra puisi Aku Manusia seperti yang diciptakan oleh A Mustofa Bisri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna yang terkandung pada puisi Aku Manusia. Penelitian ini menggunakan Semiotika Ferdinand de Saussure sebagai metode  untuk mendeskripsikan makna puisi Aku Manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puisi Aku Manusia karya A Mustofa Bisri merupakan sebuah perenungan dari pengarang dalam mengungkapkan kebanggaan terhadap eksistensi manusia diantara semua makhluk hidup. Analisis hasil penelitian menggunakan Semiotika Saussure yang menekankan bahasa sebagai tanda yang memiliki makna, dan setiap tanda tersusun dari dua bagian, yakni signifier (penanda) dan signified (petanda). Pada analisis signifier dan signifier, signifier dalam puisi ini adalah kata-kata dan simbol linguistik seperti langit, bumi, sedangkan signified dalam puisi adalah makna dan konsep yang dikaitkan dengan setiap signifier. Puisi ini mengandung metafora dan tanda yang dapat dijumpai dalam kehidupan manusia, puisi pun menggambarkan bagaimana manusia menyadari akan keberadaannya di tengah-tengah makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu pengarang ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa setinggi dan sehebat apapun semua ciptaan Tuhan yang lain, manusia memiliki kedudukan dan derajat yang lebih tinggi.

Page 4 of 14 | Total Record : 136