cover
Contact Name
Tomi Agus Triono
Contact Email
yogyakartabk3s@gmail.com
Phone
+6281392735454
Journal Mail Official
yogyakartabk3s@gmail.com
Editorial Address
JL. Badran Gang Melati Jt 1, No. 704, 55231, Bumijo, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55231
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Society Bridge
ISSN : -     EISSN : 29855845     DOI : https://doi.org/10.59012/jsb.v1i2
Journal of Society Bridge didirikan pada tahun 2022 dan merupakan jurnal peer-review tahunan untuk para sarjana yang sedang naik daun di bidang pekerjaan sosial untuk berbagi penelitian mereka dengan fakultas, sesama mahasiswa, dan komunitas ilmiah yang lebih luas. Misi Journal of Society Bridge adalah menerbitkan tulisan akademis asli tentang praktik pekerjaan sosial, pendidikan, penelitian, kebijakan dan teori dari perspektif mahasiswa pekerjaan sosial. Tinjauan berusaha untuk memperkaya sifat ilmiah sekolah dan profesi kami dengan menyediakan forum untuk pertukaran ide-ide inovatif.
Articles 53 Documents
Peramalan Produksi Padi di Provinsi Kalimantan Tengah Menggunakan Metode Least Square Agustia, Wispa; Sitanggang, Andreas
Journal of Society Bridge Vol. 3 No. 3 (2025): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v3i3.86

Abstract

Beras merupakan komoditas pangan utama yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Provinsi Kalimantan Tengah menghadapi dinamika produksi padi yang fluktuatif, yang berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produksi padi periode 2018–2024 serta memprediksi produksi tahun 2025–2029 menggunakan metode Least Square. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan dianalisis secara deskriptif, dengan akurasi model dievaluasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 2018–2024 produksi padi cenderung menurun dengan rata-rata penurunan sebesar 24.770,37 ton atau 5,04% per tahun. Nilai MAPE sebesar 6,89% menunjukkan tingkat akurasi tinggi, sehingga model dapat diandalkan untuk memberikan estimasi tren jangka menengah. Prediksi produksi padi pada periode 2025–2029 menunjukkan penurunan rata-rata sebesar 28.052,16 ton per tahun. Kondisi ini mengindikasikan implikasi serius terhadap ketahanan pangan Kalimantan Tengah, khususnya terkait ketersediaan beras, stabilitas harga, dan potensi meningkatnya ketergantungan pada pasokan luar daerah. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan perlunya strategi terpadu melalui penyediaan sarana produksi, penerapan teknologi budidaya adaptif, serta penguatan kapasitas petani untuk menjaga keberlanjutan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan regional.
Pembangunan Sosial Pasca Desentralisasi di Indonesia: Evaluasi Kritis terhadap Tantangan dan Peluang A. Fikri Ainurrizqi; Sukmana, Oman
Journal of Society Bridge Vol. 3 No. 3 (2025): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v3i3.70

Abstract

Artikel ini menelaah dinamika pembangunan sosial dalam konteks pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia, khususnya pada periode pasca-reformasi. Dengan menggunakan pendekatan analisis kebijakan dan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa desentralisasi membuka peluang besar bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan program pembangunan sosial yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Namun demikian, berbagai tantangan masih muncul, antara lain kesenjangan kapasitas fiskal dan kelembagaan antar daerah, ketimpangan akses terhadap layanan dasar, serta lemahnya koordinasi antar sektor. Hasil analisis menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam perencanaan dan penganggaran berbasis bukti, perluasan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, serta penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah guna mendukung terwujudnya pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Peran Pekerja Sosial dalam membentuk kemandirian Penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang M. Yusril Juliansah; Purwo Widodo, Eko Rizqi
Journal of Society Bridge Vol. 3 No. 3 (2025): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v3i3.76

Abstract

Penyandang disabilitas netra merupakan seseorang yang mengalami keterbatasan dalam penglihatan. Di Jawa Timor terdapat 5.987 penyandang disabilitas netra. Oleh karena keterbatasan yang dimiliki, penyandang disabilitas netra memerlukan pendampingan dan bimbingan yang tepat dari, agar dapat mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari (activity of daily living). Sehingga sangat penting untuk mengetahui bagaimanakah peran yang dijalankan dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas netra. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran dalam membentuk kamandirian penyandang disabilitas netra, studi kasus di unit pelaksana tehnik Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang atau UPT RSBN.  Penelitian ini merupakan jenis peneitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus atau case study. Tehnik dalam pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara dan doumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, di RSBN Malang telah melakukan perannya secara optimal. Peran yang dimaksud yakni sebagai edukator, motivator, konselor, mediator dan fasilitator dalam mendampingi penyandang disabilitas netra. Namun terdapat beberapa masalah yang menjadi faktor pengahambatnya,  antara lain tidak adanya dukungan dari keluarga klien sehingga komunikasi antara klien dengan keluarga yang tidak terjalin dengan baik. Penggunaan gawai yang berlebihan sehingga sulit untuk disiplin dan fokus dalam aktifitas lainnya. Menyikapi hal tersebut pekerja sosial kemudian melakukan pendekatan, konsultasi dan motivasi pada klien dan keluarga. Pemerintah perlu kiranya agar mendorong pihak agar mampu memberikan edukasi terhadap keluarga klien dan masyarakat agar dalam menerima dan membantu para penyandang disabilitas netra.