cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1: March 2019" : 10 Documents clear
Hubungan Paritas Ibu Dengan Kejadian Persalinan Preterm Dengan Ketuban Pecah Dini di RSUD Dr. Rasidin Padang dan RSIA Siti Rahmah Baiq Ricca Afrida; Gladeva Yugi Antari; Nurul Hikmah Annisa
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.542 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.121

Abstract

Angka angka kematian bayi (AKB) pada saat ini masih menjadi persoalan di Indonesia. Di Indonesia angka kematian ini tidak mengalami penurunan. Persalinan preterm akan meningkatkan angka kematian bayi secara signifikan. Setiap tahun diperkirakan sebanyak 15 juta bayi lahir dengan keadaan preterm, jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya. Tingkat kejadian persalinan preterm berkisar 5% sampai 18% dari seluruh persalinan. Faktor lain penyebab persalinan preterm adalah paritas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan paritas dengan persalinan preterm dengan ketuban pecah dini. Desain penelitian cross sectional comparative, penelitian dilakukan di RSUD Dr. Rasidin Padang, RSIA Siti Rahmah pada bulan September 2015-Juli 2016. Sampel penelitian ini adalah ibu bersalin pretem sebanyak 40 orang yang dipilih secara consecutive sampling, sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ibu bersalin preterm dengan ketuban pecah (KPD) dan ibu bersalin preterm tidak ketuban pecah dini (tidak KPD). Kesimpulan penelitian ini bahwa nilai p=1 diperoleh nilai p>0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan proporsi kejadian preterm antara responden primipara dan multipara.
Hubungan Kontrasepsi Hormonal terhadap Tekanan Darah di Puskesmas Leyangan Tahun 2018 Ari Widyaningsih; Isfaizah Isfaizah
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.103 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.143

Abstract

Kontrasepsi hormonal merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif dan reversibel untuk mencegah terjadinya konsepsi. Hormon estrogen dan progesteron memberikan umpan balik, terhadap kelenjar hipofisis melalui hipotalamus sehingga terjadi hambatan terhadap perkembangan folikel dan proses ovulasi. Perubahan tekanan darah tinggi dapat terjadi pada 5% pemakaian kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan penggunaan jenis kontrasepsi hormonal suntik dengan tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik di Wilayah kerja Puskesmas Leyangan. Tehnik sampling dengan accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 akseptor KB suntik. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariate menggunakan chi square. Lebih dari sepertiga responden memiliki tekanan darah sistole tinggi (35.9%) dan tekanan diastole tinggi (27.2%), menggunakan kontrasepsi suntik kombinasi (52.2%). Ada hubungan antara penggunaan jenis kontrasepsi suntik dengan tekanan darah sistole, namun tidak ada hubungan antara penggunaan jenis kontrasepsi suntik dengan tekanan darah diastole (p=0.037, p=0.165). Kontrasepsi hormonal suntik kombinasi tidak terlalu berpengaruh dalam tekanan darah, sehingga lebih aman digunakan untuk mencegah kehamilan.
Analisis Kejadian Penyakit Degeneratif melalui Deteksi Dini di Posbindu PTM Kelurahan Candirejo Cahya Ningrum; Masruroh Masruroh
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.476 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.145

Abstract

Komplikasi akibat penyakit degeratif merupakan salah satu penyebab penurunan aktifitas pada masyarakat, khususnya lansia, selain merupakan salah satu penyebab mortalitas. Ketika kemampuan manusia dalam melakukan aktifitas individu terganggu, maka pemenuhan kebutuhan personal akan tergantung kepada bantuan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian penyakit degeratif berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah, kolesterol darah, asam urat dan gula darah.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2018 dengan mengumpulkan data hasil pemeriksaan Tekanan darah, gula dara sewaktu, kolesterol dan asam urat lansia peserta di  Posbindu Penyakit Tidak Menular Kemuning yang ada di desa Candirejo Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk menganalisis kejadian penyakit degeratif pada posbindu  sebagai sarana deteksi dini beberapa kejadian penyakit degeneratif yang meliputi pemeriksaanTekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol dan asam urat.Kejadian hipertensi berdasarkanTekanan Darah 17.1%, kejadian Diabetes melitus berdasarkan hasil Gula Darah Sewaktu (GDS)  14.3%, kejadian penyakit gout artritis berdasarkan hasil Asam Urat  54.3% dan kejadian kolesterol tinggi 62.9%. Sebagian besar responden (82,9%) di dapatkan hasil pemeriksaan Tekanan Darah dalam kategori normal. Sebagian besar reponden (85,7%) di dapatkan hasil pemeriksaan gula darah sewaktu dalam kategori normal.Lebih dari setengah responden (54,3%) di dapatkan hasil pemeiksaan asam urat dalam darah dalam kategori tinggi. Lebih dari setengah responden (62,9%) di dapatkan hasil pemeriksaan kolesterol darah dalam kategori tinggi
Pengaruh Terapi Bermain Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Anak Sebagai Dampak Hospitalisasi Di RSUD Ambarawa Erna Setiawati; Sundari Sundari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.411 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.146

Abstract

Anak terkadang lebih rentan sakit, sehingga tidak jarang harus dirawat dirumah sakit. Hospitalisasi merupakan suatu keadaan krisis pada anak, saat anak sakit dan dirawat dirumah sakit. Hospitalisasi terjadi karena anak berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan asing dan baru yaitu rumah sakit sehingga kondisi tersebut menjadi stressor  baik terhadap anak maupun keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain dalam menurunkan kecemasan sebagai dampak hospitalisasi. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan desain one group pre test- dan post test design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non probability sampling dengan accidental sampling dengan jumlah sampel yang diambil 30 subjek. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa rata rata kecemasan sebelum dilakukan terapi bermain di RSUD Ambarawa didapatkan bahwa nilai rata rata sebesar 20.77, nilai minimum 5, nilai maksimum 34 dan standardeviasi 8.310 sedangkan kecemasan setelah dilakukan terapi bermain di RSUD Ambarawa didapatkan bahwa nilai rata rata sebesar 14.87, nilai minimum 7, nilai maksimum 24 dan standardeviasi 5.290. Hasil akhir penelitian ini adalah ada pengaruh terapi bermain terhadap penurunan kecemasan anak sebagai dampak hospitalisasi di RSUD Ambarawa dengan P-value =0.003< α=0.05.Ada  pengaruh terap bermain terhadap penurunan kecemasan anak sebagai dampak hospitalisasi di RSUD Ambarawa.Penelitian ini menyarankan kepada perawat di rumah sakit agar tetap melakukan terapi bermain pada anak di rumah sakit.
Faktor-Faktor Minat Berhubungan Seksual pada Wanita Pasangan Lansia Usia 60-70 Tahun di RW IV Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Widyah Setiyowati; Dewi Elliana
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.838 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.147

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun, Pada masa lansia akan mengalami kemunduran fisik dan mental yang dapat menyebabkan penurunan gairah seksual. Dalam  melakukan hubungan seksual tersebut ada yang memiliki dorongan seksual tinggi, ada yang memiliki dorongan seksual rendah, semuanya tergantung dari minat untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Berdasarkan studi awal tehadap 10 pasangan lansia yang bertempat tinggal di RW IV Kelurahan Sekaran, 2 pasangan lansia menyatakan sudah tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, 8 pasangan masih melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Pada 8 pasangan lansia yang masih melakukan hubungan seksual cenderung mengalami masalah saat melakukan hubungan seksual.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor minat berhubungan seksual pada wanita pasangan lansia usia 60-70 tahun di RW IV kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang. Lanjut usia adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai umur panjang. Pada usia lanjut telah terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh tertentu. Namun, mereka tidak perlu berkecil hati harus selalu optimist, ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di usia lanjut, sedangkan Menua (menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan–lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri / mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat  bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Jenis penelitian ini adalah deskriftif dengan pendekatan survei. Adapun variabel yang di nilai yaitu umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan sikap wanita lansia terhadap berhubungan seksual di  masa lansia.populasi dalam penelitian ini adalah wanita lansia yang berusia 60-70 tahun sebanyak 237 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 wanita lansia yang masih mempunyai pasangan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 66 tahun sebanyak 6 (18,2 %) responden, tingkat pendidikan dasar (SD/SMP) sebanyak 26(78,8 %), dan masuk ke dalam kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 15 (45,5 %) responden, sebagian besar responden tidak mendukung adanya hubungan seksual di masa lansia sebanyak 21 (63, 6%) responden. Saran diberikan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan informasi yang benar melalui pemyuluhan, institusi pendidikan lebih memperbanyak referensi di perpustakaan kampus Abdi Husada Semarang, masyarakat diharapkan dapat aktif menambah pengetahuan dan wawasan mengenai seks di masa lansia serta peneliti diharapkan termotivasi untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut mengenai faktor-faktor minat berhubungan seksual pada wanita pasangan lansia usia 60-70 tahun di RW IV kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Cara Menyusui dengan Praktik Menyusui Pada Primipara di Puskesmas Brangsong II Kendal Frida Cahyaningrum; Sri Mularsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.098 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.148

Abstract

Keluhan dan kesulitan saat menyusui sering muncul terutama pada ibu yang mempunyai pengalaman pertama menjadi seorang ibu. Mulai dari ASI tidak keluar dengan lancar, puting payudara luka, hingga bayi rewel karena belum bisa menyusui dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang cara menyusui yang benar dengan praktik menyusui pada primipara di Puskesmas Brangsong II Kendal. Jenis penelitian ini adalah asosiatif dan rancangan penelitian cross  sectional. Populasinya adalah ibu nifas primipara 1-42 hari setelah melahirkan di Puskesmas Brangsong II Kendal. Sampel sebanyak 35 responden dengan data yang diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji kolmogorov–smirnov test. Hasil penelitian dari 35 responden mayoritas adalah tingkat pengetahuan ibu nifas kurang sebanyak 20 (57,1%) dengan praktik menyusui yang tidak sesuai sebanyak 22 (62,1%). Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang cara menyusui yang  benar dengan praktik menyusui pada primipara dengan nilai p value 0,000. Diharapkan masyarakat dapat lebih menambah informasi tentang cara menyusui yang benar agar praktik menyusui bisa terlaksana dengan baik khususnya pada ibu primipara.
Gambaran Karakteristik dan Status Gizi pada Siswa di Taman Kanak-Kanak Tarbiyatul Islam Penggaron Lor Genuk Semarang Sugiarti iskasari; Widayati Widayati; Wahyu Kristiningrum
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.416 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.158

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan akan mengalami peningkatan pesat pada usia dini. Status gizi merupakan salah satu tujuan yang akan dicapai  dalam target Sustanable Development Goals (SDGs). Untuk mencapai tumbuh kembang yang baik diperlukan nutrisi yang adekuat. Makanan yang kurang baik secara kualitas maupun kuantitas akan mnyebabkan gizi kurang. Keadaan gizi kurang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, khusus pada perkembangan dapat mengakibatkan perubahan struktur dan fungsi otak. Penelitian ini mendiskripsikan karakteristik dan status gizi pada siswa di Taman Kanak-Kanak kelas A Tarbiyatul Islam Penggaron Lor Genuk Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian survey diskriptif, yang populasnya seluruh siswa kelas A taman kanak-kanak yang berjumlah 32 siswa. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa yang diambil secara total populasi. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata usia siswa 53 bulan, usia terkecil siswa 43 bulan dan terbesar 60 bulan. sebagian besar siswa berjenis kelamin laki-laki 18 responden (56,2%), sebagian besar ibu pendidikan dasar 19 responden (59,4%), pendidikan ayah responden terbanyak pendidikan dasar 18 responden  (56,2%), sebagian besar pekerjaan ayah pegawai swasta/ buruh 26 responden (81.2%) dan sebagian besar ibu adalah ibu rumah tangga23 responden (71,9%), sebagian besar status gizi siswa adalah baik 28 responden (87,5%). 
Analisis Pengetahuan Ibu Nifas tentang Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir di Wilayah Kabupaten Semarang Vistra veftisia; yulia nur khayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.423 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.160

Abstract

Penyebab AKB di Kabupaten Semarang tahun 2016 bila dilihat dari umur kematian bayi, kasus kematian terbanayk pada usia 7 hari (77 bayi), usia 8-28 hari (31 bayi), dan usia 29 hari – 11 bulan (43 kasus). Dengan penyebab terbesar AKB adalah BBLR (44 kasus), asfiksia (29 kasus), dan sisanya (78 kasus) karena infeksi, kelainan kongenital, aspirasi, tetanus, dan lain-lain. Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menekan Angka Kematian Bayi antara lain dengan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, pemberian informasi tentang perawatan BBL (Profil Kesehatan Kabupaten Semarang, 2016). Akan tetapi untuk informasi tentang tanda bahaya bayi baru lahir belum ada program khusus.Untuk Menganalisis Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Di Wilayah Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 76 responden dengan pengambilan sampel  menggunakanPurposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi Square. Dengan hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara kepemelikan buku KIA, membaca buku KIA, Mendapat informasi, Usia ibu, pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya bayi baru lahir, dan terdapat hubungan yang signifikan antara penjelasan tenaga kesehatan  dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya bayi baru lahir. Tenaga kesehatan hendaknya selalu memberikan penjelasan tentang tanda bahaya bayi baru lahir baik pada waktu kunjungan antenatal maupun saat kunjungan post natal dan lebih memberikan dukungan pada ibu untuk membaca buku KIA yang berkaitan dengan tanda bahaya bayi baru lahir.
Pendidikan Kesehatan Tentang Generasi Berencana (GenRe) di SMK Kesdam IV/ Diponegoro Magelang Fitria Primi Astuti; Ida Sofiyanti; Eti Salafas
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.741 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.163

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun, mengingat pengertian remaja adalah masa peralihan  sampai tercapainya masa dewasa, maka akan sulit menentukan batas umurnya, terjadi perubahan tanda-tanda kedewasaan. Masalah  kesehatan yang terjadi pada remaja berkaitan dengan perilaku yang berisiko, yaitu merokok, minum minuman beralkohol, penyalahgunaan narkoba, dan melakukan hubungan seksual pranikah. Menanggulangi masalah pada remaja Pemerintah lewat BKKBN memiliki program yaitu Generasi Berencana (GenRe) yang mempromosikan program program Keluarga Berencana sejak dini bagi kaum remaja. Generasi Berencana (GenRe)  pula remaja akan diberikan informasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi, keterampilan dan kecakapan hidup, pelayanan konseling dan rujukan KRR untuk mewujudkan Tegar Remaja dalam rangka tercapainya keluarga kecil bahagia sejahtera. Sampel dalam Siswa Kelas XII di SMU Kesdam Magelang sebanyak 72 Responden. Penelitian dimulai Mengukur Pre test  memberikan Kuesioner Pengetahuan Genre diberikan pendidikan Kesehatan  tentang Genre dan Setelah Itu diukur lagi untuk post testnya dengan menggunakan  Kuesioner pengetahuan Post Test. Analisa Data  menggunkan uji Wilcoxon. Ada Peningkatan Pengetahuan  Pengetahuan remaja tentang Generasi Berencana (Genre) setelah diberikan pendidikan kesehatan
Efektivitas Pendidikan Sebaya terhadap Peningkatan Pengetahuan Perubahan dan Perawatan Genetalia Remaja pada Siswi Putri di SD N 1 Langensari Luvi Dian Afriyani; Vistra Veftisia; Eti Salafas
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 1: March 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.025 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i1.170

Abstract

Infeksi genetalia adalah penyakit yang sering terjadi pada wanita. Infeksi tidak hanya disebabkan karena hubungan seksual, namun bisa disebabkan karena masalah hygiene. Saat menstruasi lebih beresiko terjadi infeksi. Banyak siswa yang belum memiliki pengetahuan tentang perubahan pada genetalia, sehingga ketika datang menstruasi siswa tidak tau bagaimana cara melakukan perawatan yang baik dan siswa cenderung malu untuk menanyakan atau berkonsultasi. Peran pendidik sebaya dapat membantu para remaja untuk lebih nyaman berdiskusi perubahan dan perawatan genetalia  saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan sebaya terhadap peningkatan pengetahuan perubahan dan perawatan genetalia remaja pada siswa putri. Penelitian dilaksanakan di SD N I Langensari . Populasi adalah semua siswa putri kelas IV dan V. Teknik pengampilan sampel adalah total sampling  sejumlah 13 orang. Analisis data menggunakan uji t test Hasil penelitian menunjukkan bahawa ada perbedaan antara pengetahuan seblum dan sesudah dilakukan pendidikan sebaya dengan p value : 0.0001. Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan sebaya sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan oleh karenanya pendidikan sebaya dapat digunakan sebagai salah satu  metode dalam  promosi kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10