cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022" : 10 Documents clear
Efektifitas Jejaring Sosial Whatsapp dalam Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Heni Hirawati Pranoto; Nawang Retno Pratiwi; Masruroh Masruroh
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.8 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1750

Abstract

Currently, whatsapp is a simple and efficient social network for exchanging information. It’s expected to help solve problems often faced by adolescents, especially regarding the lack of knowledge about reproductive health. The purpose of this study was to determine the differences in adolescent knowledge between before and after being given reproductive health counseling via Whatsapp. The research design used a pre-experimental design with One-Group Pre-Posttest. The sampling technique was purposive sampling with 30 respondents. Data collection techniques used a questionnaire via google form. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results ,knowledge increased after given counseling. There is a difference in knowledge between before and after being given counseling on reproductive health through the social network WhatsApp (p=0.000). In an effort to increase the knowledge of adolescents, policymakers can use the social network WhatsApp because it has been proven to be effective in increasing knowledge about reproductive health.Abstrak Saat ini, whatsapp merupakan jejaring sosial yang simpel dan efisien untuk saling bertukar informasi. Media tersebut diharapkan dapat membantu memecahkan masalah yang sering dihadapi oleh remaja, khususnya mengenai kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan reproduksi melalui Whatsapp. Penelitian menggunakan pre-eksperiment design dengan One-Group Pre-Posttest. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi melalui jejaring sosial WhatsApp (p=0.000). Dalam upaya peningkatan pengetahuan remaja, para pemangku kebijakan dapat menggunakan jejaring social WhatsApp karena telah terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang Kesehatan reproduksi.
Penelitian Kepada Masyarakat Edukasi Keluarga Berencana Menuju Keluarga Berkualitas Nurul Hikmah Annisa; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.591 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1818

Abstract

Contraception is one of the efforts to overcome population growth by preventing pregnancy. To be able to improve the quality of the population in a country, namely by establishing a family planning program so that it can regulate the number of births and space births. The family planning program is one of the programs or efforts to space pregnancies and efforts to measure the desired distance between children, to achieve this, contraceptives are needed. The factors that can influence a person in choosing contraceptives include husband's support, socioeconomic, education, lack of needed facilities, and others. The background of this study was to determine the relationship between age, level of education and parity with the use of contraceptives. Aims to increase the knowledge and interest of participants regarding the concept of family planning programs (KB). The data collection instrument was an in-depth interview guide. The population in this study were women of childbearing age with an age range of >20 years to >/40 years. The total sample of respondents is 20 WUS (Women of Childbearing Age) and have been married. From table 1, based on the age of the respondents, it is known that from 20 respondents, the majority of respondents aged 20-29 years use more contraceptive devices by 8 respondents (40%), while in table 2 based on parity, it is known that from 20 respondents, the majority of respondents use contraceptives with category 2 children as many as 8 respondents (40%), while in table 3 based on education level, it shows that from 20 respondents, the majority of respondents based on junior high school education level are 10 respondents (40%). AbstrakKontrasepsi adalah salah satu upaya untuk mengatasi pertumbuhan penduduk dengan cara mencegah kehamilan selain itu alat kontasepsi bertujuan untuk meningkatkan kualitas penduduk di suatu Negara. Untuk dapat meningkatkan kualitas penduduk di suatu Negara yaitu dengan menetapkan program keluarga berencana sehingga dapat mengatur jumlah kelahirkan dan menjarangkan kelahiran. Program KB  merupakan salah satu program atau usaha untuk menjarangkan kehamilan dan usaha untuk mengukur jarak anak yang diinginkan, untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan alat kontrasepsi. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih alat kontrasepsi diantaranya adalah dukungan suami, sosial ekonomi, pendidikan, kurangnya sarana yang dibutuhkan, dan lain-lain. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Latar belakang diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, tingkat pendidikan dan paritas dengan penggunaan alat kontrasepsi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan minat peserta mengenai konsep program keluarga berencana (KB). Instrumen pengumpulan data adalah pedoman wawancara mendalam. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur dengan rentang usia antara >20 tahun hingga >/40 tahun. Jumlah sampel responden yaitu 20 orang WUS (Wanita Usia Subur) dan telah menikah. Hasil dan kesimpulan dari tabel 1 berdasarkan usia responden diketahui dari 20 responden menunjukan mayoritas responden berumur 20-29 Tahun lebih banyak menggunakan alat kontrasepsi sebesar 8 responden (40%), sedangkan pada tabel 2 berdasarkan paritas diketahui dari 20 responden menunjukan mayoritas responden menggunakan alat kontrasepsi dengan kategori 2 anak yaitu sebanyak 8 responden (40%), sedankan pada tabel 3 berdasarkan tingkat pendidikan menunjukan dari 20 responden menunjukan mayoritas responden berdasarkan tingkat pendidikan SLTP sebanyak 10 responden (40%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kecemasan Ibu Nifas Dalam Perawatan Bayi Baru Lahir di Puskemas Gerung Susilia Idyawati; Nurul Hikmah Annisa; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.625 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1819

Abstract

Infant care is carried out for 1 year of infant age. Infant mortality is an important measure of national health because this variable is related to various factors, including maternal health, quality of access to medical services, socioeconomic conditions, and public health practices. Infant mortality (infant mortality) is the death of children aged less than one year. The infant mortality rate is defined as the number of deaths of children aged less than 1 year per 1,000 live births. At the end of the 20th century, the infant mortality rate was estimated at 7.0 deaths per 1,000 live births, which was significantly lower than in 1940, which was 47.0/1,000 live births. The design used in this research is analytically with a cross sectional study approach. The number of samples is 50 people. Sampling was done by Total Sampling Technique. This research was conducted at the Gerung Public Health Center by distributing research instruments (questionnaires) to every postpartum mother who came to visit to check herself during the postpartum period to the clinic. Data analysis with chi square. Of the 50 respondents, most of the respondents had good knowledge as many as 34 people (68%), and a small proportion of respondents had less knowledge as many as 16 people (32%). Respondents with good knowledge, most of them experienced mild anxiety as many as 20 people (40%), and a small portion experienced severe anxiety as many as 4 people (8%). Of the 16 respondents with less knowledge, most experienced severe anxiety as many as 7 people (14%) and a small portion experienced moderate anxiety as many as 4 people (8%) in the care of newborns. So it can be concluded that there is a significant relationship between the level of knowledge and the anxiety of postpartum mothers in caring for newborns (nilai=0.003<0.05). From the results of this study, it is known that postpartum mothers' anxiety in caring for newborns is mild, this is because postpartum mothers already understand how to properly care for their babies. Along with one's knowledge, one's knowledge affects one's anxiety in dealing with something.AbstrakPerawatan pada bayi dilakukan selama 1 tahun usia bayi. Kematian bayi merupakan ukuran penting kesehatan nasional karena variabel itu berkaitan dengan berbagai faktor antara lain kesehatan ibu, mutu akses ke layanan medis, kondisi sosioekonomi, dan praktik kesehatan masyarakat. Kematian bayi (mortalitas bayi) merupakan kematian anak usia kurang dari satu tahun. Angka kematian bayi didefenisikan sebagai jumlah kematian anak usia kurang dari 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup. Diakhir abad 20, angka kematian bayi diperkirakan mencapai 7,0 kematian per 1.000 kelahiran hidup yang secara bermakna lebih rendah dari tahun 1940 yakni mencapai 47,0 / 1.000 kelahiran hidup. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Total Sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskemas Gerung dengan cara membagikan instrument penelitian (kuesioner) kepada setiap ibu-ibu nifas yang datang berkunjung untuk memeriksakan dirinya selama masa nifas ke klinik tersebut. Analisa data dengan chi square. Dari 50 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 34 orang (68%), dan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 16 orang (32%). Responden dengan pengetahuan baik, sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 20 orang (40%), dan sebagian kecil mengalami kecemasan berat sebanyak 4 orang (8%). Dari 16 responden dengan pengetahuan kurang, sebagian besar mengalami kecemasan berat sebanyak 7 orang (14%) dan sebagian kecil mengalami kecemasan sedang sebanyak 4 orang (8%) dalam perawatan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir (nilai ρ=0.003<0.05). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir ringan, hal ini dikarenakan ibu-ibu nifas sudah memahami cara perawatan yang baik untuk bayinya. Seiring dengan baiknya pengetahuan seseorang mempengaruhi kecemasan seseorang dalam menghadapi sesuatu hal.
Hubungan Antara Status Gizi, Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi Desta Marsahusna Wanggy; Elisa Ulfiana; Suparmi Suparmi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.267 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1866

Abstract

Teenagers experience menstruation at the age of 12-13 years old. This is a physiological process experienced because this age the reproductive organs mature which have an important role for physical and psychological well. Things that affect menstrual disorders are stress levels, hormonal, high and low BMI, diet, nervous system, changes in vascularization, psychology, chronic disease, physical activity and drug consumption. The purpose of this study was to determine the Relationship between Nutritional Value, Diet, Physical Activities, and Stress with Menstrual Cycle Disorders toward Teenagers at SMA N 1 Parakan. This research was conducted in the Parakan. This type of research is an analytic study using a cross-sectional. The research population is young women in SMA N 1 Parakan. The sampling technique is by using random sampling technique. The research sample was 67 respondents using the formula for sampling size. The results showed that most of the respondents had normal Nutritional Value as many 21 respondents (31.3%), moderate eating patterns as many 29 (43.3%), light physical activity levels as many 29 (43.3%), moderate stress levels as many 22 respondents (32.8%) and regular menstrual cycles as many 47 (70.1%). The results of the chi-square test showed a relationship between nutritional value and the menstrual cycle with a p-value of 0.036<0.05, there was a relationship between diet and the menstrual cycle with a p-value of 0.047<0.05, there was a relationship between the level of physical activity and menstrual cycle with a p-value of 0.044<0.05, and the relationship between stress levels and the menstrual cycle with a p-value of 0.035<0.05. The results of this study are expected that young women pay more attention to the menstrual cycle and pay attention to things that can affect the menstrual cycle. Abstrak Remaja mengalami menstruasi pada usia 12-13 tahun. Hal ini adalah proses fisiologis yang dialami karena pada usia ini terjadi kematangan organ reproduksi yang memiliki sebuah peranan penting untuk kesejahteraan fisik maupun psikologis. Hal yang mempengaruhi gangguan menstruasi yaitu tingkat stres, kadar hormonal, tinggi rendahnya IMT, pola makan, sistem syaraf, perubahan vaskularisasi, psikologi, penyakit kronis, aktivitas fisik dan konsumsi obat. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahu hubungan antara status gizi, pola makan, aktivitas fisik dan stress dengan gangguang siklus menstruasi pada remaja putri di SMA N 1 Parakan.Penelitian ini dilakukan di wilayah Parakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri di SMA N 1 Parakan. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan tehnik random sampling. Sampel penelitian 67 responden dengan menggunakan rumus besaran sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal sebanyak 21 responden (31,3%), pola makan cukup sebanyak 29 (43,3%), tingkat aktivitas fisik ringan sebanyak 29 (43,3%), tingkat stres sedang sebanyak 22 responden (32,8%) dan siklus menstruasi teratur sebanyak 47 (70,1%). Hasil uji chi-square didapatkan hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi dengan p-value sebesar 0,036<0,05, ada hubungan antara pola makan dengan siklus menstruasi dengan p-value sebesar 0,047<0,05, ada hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan siklus menstruasi dengan p-value sebesar 0,044<0,05, dan hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi dengan p-value sebesar 0,035<0,05. Hasil penelitian ini diharapakan agar remaja putri lebih memperhatikan siklus menstruasi dan memperhatikan hal yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi.
Efektifitas Aromaterapi Lavender untuk Mengurangi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Yosi Febri Kurnia D.P.R; Widayati Widayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.43 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1888

Abstract

The discomfort of nausea and vomiting is generally experienced by pregnant women. One of the treatments to reduce non-pharmacological therapy is giving lavender aromatherapy. The purpose of this study was to determine the effect of giving lavender aromatherapy to reduce nausea and vomiting in pregnant women during pregnancy. This research uses a pre-experimental approach with a one group pre-test-post-test approach. The population in the study were pregnant women who experienced nausea and vomiting as many as 30 respondents. Thenik sampling used purposive sampling with a sample of 15 respondents. The method of data collection is observation. Univariate data analysis using frequency distribution and Bivariate analysis using Paired sample t-test. the initial frequency was 93.33% for pregnant women who experienced moderate nausea and vomiting and 6.66% experienced nausea and vomiting in the mild category. Bivariate analysis found that there was a significant effect between decreasing the frequency of nausea and vomiting before and after giving lavender aromatherapy, namely p-value .000 with alpha 0.05, then p-value (.000) <α 0.05. It can be concluded that this study shows that giving lavender aromatherapy can reduce nausea and vomiting in pregnant women during pregnancy at PMB Fauziah Hatta Palembang in 2022. Abstrak Emesis gravidarum merupakan kondisi yang terjadi pada kehamilan muda, yang seringnya terjadi di pagi hari yang dikenal dengan morning sickness. Akan tetapi ada yang mengalami mual muntah yang berlebihan. Salah satu penatalaksanaan untuk mengurangi terapi non-farmakologi adalah pemberian aromaterapi lavender. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi mual muntah pada wanita hamil dimasa kehamilan. Penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre test-post test. Populasi dalam penelitian yaitu ibu hamil yang mengalami mual muntah sebanyak 30 responden. Thenik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 15 responden. Metode pengumpulan data yaitu observasi. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisi Bivariat menggunakan Uji Paired sampel t-test.Frekuensi awal didapatkan 93,33% untuk ibu hamil yang mengalami mual muntah dikategorikan sedang dan yang mengalami mual muntah pada kategori ringan sebanyak 6,66%. Analisa Bivariat didapatkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara penurunan frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender yaitu p-value .000 dengan alpha 0,05 maka p-value (.000) <α 0,05. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lavender dapat menurunkan muntah mual pada ibu hamil dimasa kehamilan di PMB Fauziah Hatta Palembang Tahun 2022.
Persepsi Positif Orang Tua Balita terhadap Minat dalam Penggunakan CheckIT Moms Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Anjar Tri Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.967 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1898

Abstract

The developmental status of children under five in Indonesia still requires special attention where children who experience general developmental delays are quite high, reaching 5-10%. Various factors that influence child development include nutritional status, family economic status, parental education, and parental stimulation. The role of parents is the most influential thing in development, namely by doing detection and stimulation independently at home. However, many parents feel unable to do so, because of their ignorance and inability. So that a mobile application was developed to detect and stimulate children's development. This study aims to determine the effect of perceived benefits, convenience, security and risk on the interest of parents of toddlers using "CheckIT Moms". This research is an explanatory research with a quantitative analytic research design. This study used 221 parents with toddlers aged 0-60 months in Singaraja. The data collection technique used purposive sampling. The instrument used is a questionnaire of perceptions and interests filled out by respondents on a google form after using the "CheckIT Moms" application. Data analysis using multiple linear regression analysis method. The results showed that perceived benefits, perceived convenience, perceived risk and security had a positive effect on the use of the "CheckIT Moms" application with a constant value of 0.593 and a significant value of 0.002. Partial test using t-test of the benefit variable has a significant value of 0.00 < 0.05, which means that the perception of benefits has a positive effect on respondents' interest. The convenience variable has a significant value of 0.806 > 0.05, which means that the perception of convenience has no effect on respondents' interest. The risk and security variables have a significant value of 0.00 < 0.05, which means that the perception of risk and security has a positive effect on respondents' interest.Abstrak Status perkembangan balita di Indonesia masih memerlukan perhatian khusus dimana anak yang mengalami keterlambatan perkembangan umum cukup tinggi yaitu mencapai 5-10%. Berbagai factor yang mempengaruhi perkembangan anak meliputi status gizi, status ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, dan stimulasi orang tua. Peran orang tua merupakan hal yang paling berpengaruh dalam perkembangan yaitu dengan melakukan deteksi dan stimulasi secara mandiri dirumah. Namun banyak orang tua merasa tidak mampu melakukannya, karena ketidaktauan dan ketiadakmampuan orang tua. Sehingga dikembangkan suatu aplikasi mobile mendeteksi dan menstimulasi perkembangan anak. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Persepsi Manfaat, Kemudahan, Keamanan dan Resiko terhadap Minat Orang Tua Balita Menggunakan “CheckIT Moms”. Penelitian ini merupakan Explanatory Research dengan desain penelitian yaitu analitik Kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 221 orang tua yang memiliki balita usia 0-60 bulan di Singaraja. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah kuisioner persepsi dan minat yang diisi oleh responden pada google form setelah menggunakan aplikasi “CheckIT Moms”. Analisa data menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian diperoleh persepsi manfaat, persepsi kemudahan, persepsi resiko dan keamanan berpengaruh secara positif terhadap penggunaan aplikasi “CheckIT Moms” dengan nilai konstanta 0,593 dan nilai signifikan yaitu 0,002. Secara uji Parsial dengan menggunakan t-tes variabel manfaat memiliki nilai signifikan 0,00 < 0,05 yang artinya persepsi manfaat berpengaruh positif terhadap minat responden. Variabel kemudahan memiliki nilai signifikan 0,806 > 0,05 yang artinya persepsi kemudahan tidak memiliki pengaruh terhadap minat responden. Variabel resiko dan keamanan memiliki nilai signifikan 0,00 < 0,05 yang artinya persepsi resiko dan keamanan berpengaruh positif terhadap minat responden.
Hubungan Pengetahuan Terhadap Pemanfaatan Layanan Tes HIV pada Ibu Hamil Saat Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Sukasada I Wigutomo Gozali; Putu Irma Pratiwi; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Anjar Tri Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.322 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1899

Abstract

World Health Organization (WHO) offers cooperation towards zero new HIV infections among infants by 2020 and the elimination of hepatitis B and syphilis as a public health threat by 2030. Mother-to-child transmission (MTCT) is the most common way of acquiring HIV infection in children. children because more than 90% of new infections among children are through mother-to-child transmission. identify the relationship between knowledge and the use of HIV testing services for pregnant women during antenatal care visits at the Sukasada I Public Health Center. Methods: This study used a quantitative research design with a cross-sectional study design. This research was conducted in the working area of the Sukasada I Health Center and was conducted from May-June 2022. The sample in this study was 60 pregnant women who came to do a pregnancy check at the Sukasada I Health Center. The sampling technique in this study was accidental sampling. The test used in this study was the Chi Square test with P value <0.05. Results: Knowledge of pregnant women about HIV/AIDS is in the good category, as many as 29 people (48.33%). The use of HIV testing services for pregnant women showed that 35 people (58,33%). The results of statistical tests using chi square analysis, the value of p=.001 is smaller than the significance level of P value of 0.05. Conclusion: There is a Relationship between Knowledge and Utilization of HIV Testing Services for Pregnant Women During Antenatal Care Visits at Sukasada I Public Health Center. Abstrak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menawarkan kerjasama menuju nol infeksi HIV baru di antara bayi pada tahun 2020 dan penghapusan hepatitis B dan sifilis sebagai ancaman Kesehatan masyarakat pada tahun 2030.  Penularan dari ibu ke anak (MTCT) adalah cara paling umum untuk mendapatkan infeksi HIV pada anak karena lebih dari 90% infeksi baru diantara anak-anak adalah melalui penularan ibu ke anak. mengidentifikasi hubungan pengetahuan terhadap pemanfaatan layanan tes HIV pada ibu hamil saat kunjungan antenatal care di Puskesmas Sukasada I.  Metode: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desai penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I dan dilakukan dari bulan Mei-Juni 2022. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang datang untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sukasada I sejumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square dengan P value <0,05. Hasil: Pengetahuan ibu hamil mengenai HIV/AIDS berada pada kategori baik yaitu sebanyak 29 orang (48,33%). Pemanfaatan layanan tes HIV pada ibu hamil didapatkan hasil sudah memanfaatkan tes HIV/AIDS sebanyak 35 orang (58,33%). Hasil uji statistic menggunakan analisis chi square nilai p= .001 lebih kecil dari tingkat kemaknaan P value 0,05. Kesimpulan: Terdapat Hubungan Pengetahuan Terhadap Pemanfaatan Layanan Tes HIV pada Ibu Hamil Saat Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Sukasada I.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) pada Anak Luvi Dian Afriyani; Vistra Veftisia; Muhammad Mustain
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.732 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1925

Abstract

Confirmed cases of COVID-19 are currently declining, but precautionary efforts must still be made to prevent transmission. One of them is handwashing with soap (CTBS). There are still many children who have not been disciplined in implementing CTPS. This condition is influenced by various factors such as the knowledge and the environment, the environment that can influence this behavior is family and peers. The purpose of this study is to find out what factors are related to CTPS behavior. This method uses survey research with a cross-sectional approach, namely going through one stage by obtaining information / data about dependent and independent variables using a questionnaire at one time. This research was conducted at TPQ Roudhotut Tolibin, Kebumen Village, Pringsurat District, Temanggung Regency. The population in this study were students at TPQ Roudhotut Tolibin who were 7 – 15 years old. Data collection using a structured questionnaire instrument. Data analysis uses uvariat analysis to describe each variable with a frequency distribution. Bivariate analysis to analyze the relationship of each independent variable with the dependent variable using the chi square test. The results showed that there was no relationship between knowledge and CTPS behavior (pvalue; 0.28), there was a relationship between family roles and CTPS behavior (pvalue; 0.021) and there was a relationship between the role of friends and CTPS behavior (pvalue; 0.002). It is hoped that parents will always guide their children by getting used to CTPS at home and fellow students encourage each other to always apply CTPS at TPQAbstrak Kasus konfirmasi COVID-19 saat ini sudah menurun, namun upaya kewaspadaan harus tetap dilakukan untuk mencegah penularan. Salah satunya adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTBS). Masih banyak anak anak yang belum disiplin dalam menerapkan CTPS. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahun dan lingkungan, lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku ini adalah keluarga dan teman sebaya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku CTPS. Metode ini menggunakan peneletian survey dengan pendekatan cross sectional yaitu melalui satu tahap dengan mendapatkan informasi/data tentang variabel dependen dan independent menggunakan kuesioner dalam satu kali waktu. Penelitian ini dilakukan di TPQ Roudhotut Tolibin Desa Kebumen Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Populasi dalam penelitian ini adalah santri di TPQ Roudhotut Tolibin yang berusia 7 – 15 tahun. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner terstruktur. Analisis data menggunana analisis uvariat untuk menggambarkan masing masing variabel dengan distribusi frekuensi. Analisis bivariat untuk menganalisis hubungan dari setiap variabel independent dengan variabel dependent dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku CTPS ( pvalue ; 0,28), ada hubungan antara peran keluarga dengan perilaku CTPS (pvalue ; 0,021) dan ada hubungan antara peran teman dangan perilaku CTPS ( pvalue ; 0,002). Diharapakan orang tua selalui membimbing anaknya dengan membiasakan diri CTPS di rumah dan sesama santri saling mengigatkan untuk selalu menerapkan CTPS di TPQ.
Pekerjaan dan Dukungan Sosial Terhadap Breastfeeding Self Efficacy Ibu Post Partum Risma Aliviani Putri; Moneca Diah Listiyaningsih; Fiktina Vifri Ismiryan
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.938 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1934

Abstract

The exclusive breastfeeding program continues to be intensified as one of the efforts to reduce stunting in Indonesia. Data on exclusive breastfeeding in babies 0-6 months in Indonesia in 2019 amounted to 66.69% and decreased to 66.1% in 2020. Many factors affect exclusionary breastfeeding including work and social support to breastfeeding mothers. The purpose of this study is to determine the relationship between work and social support to the self-efficacy of post partum mothers.The research design uses descriptive studies with a cross-sectional approach. The sampling technique uses Purposive Sampling based on inclusion and exclusion criteria. The study population was all postpartum mothers treated at PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb. The sample in this study was a puerperal mother who gave birth at PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb. The results of this study showed that working mothers mostly had low Breastfeeding Self Efficacy, a total of 11 people (61.1%). While mothers with good social support mostly have high Breastfeeding Self Efficacy, a total of 14 people (82.4%). It is hoped that postpartum mothers and breastfeeding mothers can increase their self-efficacy as a result of the success of exclusive breastfeeding.Abstrak Program pemberian ASI eksklusif terus digencarkan sebagai salah satu upaya menurunkan stunting di Indonesia. Data pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Indonesia tahun 2019 sebesar 66,69% dan terjadi penurunan menjadi 66,1% pada tahun 2020. Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif diantaranya pekerjaan dan dukungan sosial kepada ibu menyusui. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pekerjaan dan dukungan sosial terhadap self efficacy ibu post partum. Desain penelitian menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling yang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu postpartum yang dirawat di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb sejumlah 33. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu post partum yang melahirkan di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang bekerja sebagian besar memiliki Breastfeeding Self Efficacy yang rendah, sejumlah 11 orang (61,1%). Sedangkan ibu dengan dukungan sosial baik sebagian besar memiliki Breastfeeding Self Efficacy tinggi, sejumlah 14 orang (82,4%). Diharapkan ibu nifas dan ibu menyusui dapat meningkatkan self efficacynya sebagai upanya keberhasilan pemberian ASI Ekslusif
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Sopan Santun Mahasiswa Baru Prodi Kebidanan Program Sarjana, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo Tahun 2022 Wahyu Kristiningrum; Moneca Diah Listiyaningsih; Risma Aliviani Putri
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.07 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1954

Abstract

Introduction: Polite. Courtesy is a desirable trait and a fair value. The term "politeness" refers to the attitude or behavior of individuals who respect other people and are friendly in communicating with people who are interacting with them. (Djuwita, 2017). Respect for others can be shown through one's words, deeds, or actions. Lately, many teenagers who behave politely at school have started to disappear. Like when a teenager talks to a teacher, he doesn't use polite language and treats the teacher like a friend. Often we hear someone swearing and saying dirty words in the family, neighborhood, and local area, and sometimes even in the educational environment. This impolite attitude and behavior are usually in uenced by friends, neighbors, and people who are older than students, as well as by families or environments that are used to using foul language. It is even in uenced by unscrupulous persons who can be provoked through social media, such as television dramas or serial lms on YouTube, Facebook, Instagram, and other platforms. Politeness is an attitude or behavior that is orderly and follows customs or norms. It is a daily gesture of mutual respect, kindness, humility, and a willingness to help others. Manners are part of ethical terminology, which is always associated with moral terminology or moral philosophy. From two Greek words, the word ethics comes from its etymology: ethos as well as ethos The term "ethos" refers to nature, "customs". character," and "ordinary location." Etichos refers to conduct, good deeds, decency, and morality. Mores, meaning "is," is the Latin word for morals. Lately, many teenagers have lost manners in the school environment. For example, a teenager speaks the polite language to a teacher and considers a teacher like a friend so that he is free to speak without using polite language. (Kompasiana.com, 2022). This impolite attitude and behavior are usually in uenced by the family or environment that used to say dirty or obscene words, the in uence of friends, neighbors, and people who are older than students. Even the in uence of immoral people who provoke them through social media such as drama/ lm series on television, youtube, Facebook, Instagram, WhatsApp, and so on. This research uses a quantitative descriptive research design, namely to describe the characteristics of the population or phenomenon being studied. The population in this study were all new students of the undergraduate midwifery study program with a total of 29 respondents. Research Sample: Sampling using total sampling with a total sample of 29 respondents. The method of collecting data is using a questionnaire that has been adopted in the form of a statement. Time to ll out the questionnaire on August 26, 2022. The data analysis used in this study was univariate analysis which aimed to nd out the description, knowledge, attitudes, and polite behavior of new students of the midwifery study program, Faculty of Health, Ngudi Waluyo University. The results of the courtesy study for new students of the Midwifery Study Program Undergraduate Program, Faculty of Health, Ngudi Waluyo University, namely good knowledge with a positive attitude of 93.3%, good knowledge with a negative attitude of 6.7%. Good knowledge with positive behavior of 86.67%, good knowledge with negative behavior of 13.33%. The study obtained an overview of the conclusion that the manners of new students are mostly in the category of good knowledge and have positive attitudes and behavior. although there is still a lack of knowledge and negative attitudes and behaviors, this is a joint effort to build each other up so that when you become a midwife, good attitudes and behaviors are formed for all students. The development of the times and technology, especially digital can affect students' polite behavior. For this reason, research still needs to be carried out on the in uence of the times and digital technology on student politeness.Abstrak Sopan santun adalah sifat yang disukai dan nilai yang wajar. Istilah “kesopanan” mengacu pada sikap atau perilaku individu yang menghormati orang lain dan ramah dalam berkomunikasi kepada orang yang sedang berinteraksi dengannya. (Djuwita, 2017). Menghargai dan memahami orang lain dapat ditunjukkan melalui ucapan, perbuatan, atau tindakan seseorang. Belakangan ini banyak remaja yang berperilaku sopan santun di kampus sudah mulai menghilang. Seperti ketika seseorang mahasiswa berbicara dengan seorang dosen, dia tidak menggunakan bahasa yang sopan dan memperlakukan dosen seperti seorang temannya. Sering kita mendengar seseorang mengumpat dan mengatakan perkataan kotor di lingkungan keluarga, tetangga dan daerah setempat, dan kadang-kadang bahkan dalam lingkungan pendidikan. Sikap dan perilaku tidak sopan ini biasanya dipengaruhi oleh teman, tetangga, dan orang yang lebih dewasa dari mahasiswa, juga seperti oleh keluarga atau lingkungan yang terbiasa menggunakan bahasa kotor. Bahkan dipengaruhi oleh oknum yang tidak bermoral yang dapat memprovokasi melalui media sosial, seperti drama televisi atau film serial di YouTube, Facebook, Instagram, dan platform lainnya. Kesopanan adalah sikap atau perilaku yang tertib dan sesuai dengan adat atau norma. Itu adalah sikap sehari-hari untuk saling menghormati, kebaikan, kerendahan hati, dan kesediaan untuk membantu orang lain. Sopan santun ialah istilah bagian dari terminologi etika, yang selalu dapat dikaitkan dengan istilah terminologi moral atau filsafat moral. Dari dua kata Yunani, kata etika berasal dari etimologinya: etos dan juga ethikos Istilah "ethos" mengacu pada alam, "kebiasaan". karakter," dan "lokasi biasa." Etikhos mengacu pada perilaku, perbuatan baik, kesopanan, dan moralitas. Mores, yang berarti "adalah," adalah kata Latin untuk moral. Akhir-akhir ini banyak seorang remaja yang sikap sopan santun dilingkungan kampus hilang. Contoh seorang remaja. berbicara dengan seorang dosen. tidak menggunakan bahasa yang sopan dan menganggap seorang dosen tersebut seperti temannya sendiri sehingga mereka beba berbicara tanpa menggunakan bahasa yang sopan.(Kompasiana.com, 2022). Perbuatan sikap dan perilaku yang tidak sopan ini, seringnya dipengaruhi oleh keluarga atau lingkungan yang terbiasa berkata kotor atau jelek, pengaruh teman, tetangga, orang-orang yang lebih tua dari mahasiswa. Bahkan pengaruh dari orang-orang tidak berakhlak yang memprovokasi. Lewat media sosial seperti drama/ film cerita bersambung di televisi, youtube, facebook, instagram, whats'up dan lain sebagainya. dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif yaitu untuk menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang sedang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru prodi kebidanan program sarjana sejumlah 29 responden. Sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 29 responden. Metode pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner yang telah diadopsi berupa pernyataan. Waktu pengisian kuesioner pada tanggal 26 Agustus 2022. Analisis data yang digunakan dalam.penelitian ini adalah analisis univariat yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku sopan santun mahasiswa baru Prodi Kebidanan Program Sarjana, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo.

Page 1 of 1 | Total Record : 10