cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285728009536
Journal Mail Official
janacitta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education
ISSN : -     EISSN : 26156598     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Janacitta this is a scientific publication that contains about the works in the world of education by teachers, lecturers, and society. Scientific work in this published journal is an article of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. Articles of research are scientific publications containing reports of research conducted on the field of education that has been implemented teachers, lecturers and the community in educational units according tupoksinya. Innovative and progressive ideas are progressive ideas in the effort to address the various problems of formal education and learning that exist in the unit of education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2023)" : 8 Documents clear
Kontribusi Nilai Personal Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Cerita Anak Dauppare Karya Nurlina Arisnawati Untuk Siswa Sekolah Dasar Tejo Pri Asmoro, Sri Bintang Kusumawati; Almira Durhotul Jannah; Rani Setiawaty
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2349

Abstract

Abstract Indonesia is known as a country rich in literature, one of which is folklore. In the children's story book Dauppare from South Sulawesi which tells of a child who doesn't listen to his mother's words so he turns into a Baine stone. The story is written in simple language that elementary school students can easily understand. The aims of this research are (1) to describe the synopsis of the children's story book Dauppare by Nurlina Arisnawati, (2) to describe and analyze the personal value of the children's story book Dauppare by Nurlina Arisnawati, and (3) to describe and analyze the educational value of the characters in the children's story book Dauppare by Nurlina Arisnawati. This research method uses a qualitative descriptive method with the data analysis model used by researchers is Milles and Huberman data analysis. As well as the data validation technique of this research is theory and researcher triangulation. Based on the findings it was concluded that First, Dauppare's book from South Sulawesi is a traditional literary genre, because it is a form of folklore originating from Toraja Regency, West Sumatra Province. Second, the personal values ​​contained in the storybook include (1) intellectual development, (2) imagination development, (3) growth of social sense, (4) growth of ethical and religious sense, and (5) emotional development. Third, the value of character education includes (1) Religious, (2) Hard work, (3) Creative, (4) Friendly/communicative, (5) Peace-loving, (6) Social care, and (7) Responsibility.   Abstrak Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sastranya, salah satunya adalah cerita rakyat. Pada buku cerita anak Dauppare dari Sulawesi Selatan yang mengisahkan seorang anak yang tidak mendengarkan perkataan ibunya sehingga ia berubah menjadi batu Baine. Cerita tersebut dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak siswa sekolah dasar. Tujuan   penelitian ini  (1) mendeskripsikan sinopsis buku cerita anak Dauppare karya Nurlina Arisnawati, (2) mendeskripsikan dan menganalisis nilai personal buku cerita anak  Dauppare karya Nurlina Arisnawati, dan (3) mendeskripsikan dan menganalisis nilai pendidikan karakter buku cerita anak  Dauppare karya Nurlina Arisnawati. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis data yang dipakai peneliti adalah Analisis data Milles and Huberman. Serta Teknik validasi data penelitian ini adalah triangulasi teori dan peneliti. Berdasarkan hasil temuan disimpulkan bahwa Pertama, buku Dauppare dari Sulawesi Selatan bergenre sastra tradisonal, karena merupakan salah satu bentuk cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Toraja Provinsi Sumatra Barat. Kedua, nilai personal yang ada pada buku cerita tersebut meliputi (1) Perkembangan intelektual, (2) Perkembangan imajinasi, (3) Pertumbuhan rasa sosial, (4) Pertumbuhan rasa etis dan religuis, dan (5) Perkembangan emosional. Ketiga, nilai pendidikan karakter meliputi (1) Religius, (2) Kerja keras, (3) Kreatif, (4) Bersahabat/ komunikatif, (5) Cinta damai, (6) Peduli sosial, dan (7) Tanggung jawab.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Di Sekolah Dasar Sunaryati, Titin; Sudharsono, Muhamad; Alpian, Yayan
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2575

Abstract

Abstract The purpose of this study was to analyze the effect of teacher pedagogical competence on learning motivation for Pancasila and Citizenship education at Cijengkol 01 and Cijengkol 02 State Elementary Schools, Bekasi Regency. Sampling using sampling procedures using non-probability sampling. using saturated sample techniques with a total research population of 75. Simple linear regression data analysis techniques using IBM SPSS version 20.0 software assistance. The results found that the pedagogical competence of teachers has a positive and significant effect on the motivation to learn Pancasila education in elementary schools.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kompetensi kepribadian guru dan kompetensi sosial guru terhadap pembenukan karakter toleransi siswa Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Bekasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 126 jumlah sampel yang ditiliti berjumlah 64 orang pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Analisis dilakukan menggunakan analisis SEM (Sttucturtal Equating Modeling)  dengan metode PLS (Partial Least Square-Sttucturtal) menggunakan bantuan Sofware smartPLS versi 3.2.9. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi kepribadian guru dan kompetensi sosial guru berpengaruh siginifkan terahadap pembentukan karakter toleransi siswa di Sekolah Dasar.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Pada Pembelajaran IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning Muslimah, Aisyah Ani; Agustina Tyas Asri Hardini
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2593

Abstract

Abstract By using a project-based learning (PjBL) model, this study aims to improve students' critical thinking skills in fifth grade. This research used PTKK (Collaborative Classroom Action Research) in the fifth grade of SD Negeri Kecandran 01 Salatiga, with 25 students. This class action study was run in two cycles. In general, this classroom action research begins with the Kemmis & Mc Taggart cycle, namely planning, implementation, observation, and reflection Arikunto et al., (2015). The results showed that the level of critical thinking in the class averaged 63% with an average cognitive score of 70. In cycle I, the level of critical thinking increased to 64.64% in the good category with an average cognitive score of 73, and increased again in cycle II with a class average for critical thinking completeness of 75% very good category, and a cognitive class average with a score of 83. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that learning with a project-based learning model is proven to improve the critical thinking skills of fifth grade students of Kecandran 01 State Elementary School in IPAS learning. Abstrak Dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL), penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas V SD. Penelitian ini menggunakan PTKK (Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif) di kelas V SD Negeri Kecandran 01 Salatiga, dengan 25 siswa. Studi tindakan kelas ini dijalankan dalam dua siklus. Secara umum, penelitian tindakan kelas ini dimulai dengan siklus Kemmis & Mc Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi Arikunto et al., (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kritis di kelas rata-rata 63% dengan nilai rata-rata kognitif 70. Di siklus I, tingkat berpikir kritisnya meningkat menjadi 64,64% kategori baik dengan nilai rata-rata kognitif 73, dan meningkat kembali di siklus II dengan rata-rata kelas untuk ketuntasan berpikir kritis yakni 75% kategori sangat baik, dan rata-rata kelas secara kognitif dengan nilai 83. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model project based learning terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V SD Negeri Kecandran 01 pada pembelajaran IPAS.
Peningkatan Karakter Gotong Royong Menggunakan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Pada Pembelajaran IPAS SD Asrian; Gamaliel Septian Airlanda
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2596

Abstract

Abstract This research was conducted with the aim of improving students' mutual cooperation character through the implementation of the teams games tournament (TGT) learning model in Class V science and science learning at SDN Tegalrejo 04 Salatiga. This research is classroom action research (PTK) which consists of two action cycles with the Kemmis & McTaggart spiral model cycle, where each cycle has 4 stages, namely planning, implementation, observation and reflection, with the implementation and observation stages carried out simultaneously. Researchers collected quantitative and qualitative data using non-test data collection techniques through observation, questionnaires and documentation. Data analysis was carried out using comparative descriptive analysis which was carried out by comparing pre-cycle, cycle I and cycle II data. Researchers set a success indicator of 75% of students completing with a KKTP >70. The results of the research show that the teams games tournament learning model has been proven to be able to improve the mutual cooperation character of students in science learning, where it is shown that in the pre-cycle the students' mutual cooperation character was only 39% which then increased to 67% in the first cycle and experienced increased again in cycle II to 78%. This research has been said to be successful because the percentage of students' character completion has reached a success indicator of 75% of the total number of students in class V with a KTTP >70. Based on these results, research using the teams games tournament learning model can improve the mutual cooperation character of students.   Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan karakter gotong royong peserta didik melalui implementasi model pembelajaran teams games tournament (TGT) pada pembelajaran IPAS Kelas V SDN Tegalrejo 04 Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus tindakan dengan siklus spiral model Kemmis & McTaggart, dimana setiap siklus mempunyai 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dengan tahap pelaksanaan dan pengamatan dilakukan secara bersamaan. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data non tes melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yang dilakukan dengan membandingkan data pra siklus, siklus I dan siklus II. Peneliti menetapkan indikator keberhasilan 75% peserta didik tuntas dengan KKTP >70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran teams games tournament  telah terbukti dapat meningkatkan karakter gotong royong peserta didik pada pembelajaran IPAS, dimana hal tersebut ditunjukkan bahwa pada pra siklus karakter gotong royong peserta didik hanya sebesar 39% yang kemudian meningkat menjadi 67% pada siklus I dan mengalami peningkatan lagi di siklus II sehingga menjadi 78%. Penelitian ini telah dikatakan berhasil karena persentase ketuntasan karakter peserta didik telah mencapai indikator keberhasilan sebesar 75% dari jumlah keseluruhan peserta didik di kelas V dengan KTTP >70. Berdasarkan hasil tersebut maka penelitian dengan model pembelajaran teams games tournament dapat meningkatkan karakter gotong royong peserta didik peserta didik.
Strategi Menjaga Kesehatan Mata Anak SD Di Era Digital Amanda Vivi Sefianti; Hawa, Anni; Alexei Blagov
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2609

Abstract

Abstract The development of digital technology has brought significant changes to the lifestyle of elementary school (SD) children. The use of electronic devices such as smartphones, tablets and computers has become an integral part of daily work. However, it is increasingly important to be aware of the negative impact of excessive screen exposure on children's eye health. The aim of this research is to identify effective strategies for maintaining the eye health of elementary school children in the digital era. In short, it can be said that maintaining the eye health of elementary school children in the digital era is a challenge that requires serious attention. The data collection technique involves collecting several previous studies to answer strategies for maintaining eye health for elementary school children in the digital era. The research results are that with an approach that includes education, supervision and adequate rest, we can mitigate the negative impact of screen exposure on children's eye health. It is hoped that the results of this research will provide valuable guidance for parents, teachers and relevant stakeholders to protect children's eye health in an increasingly digital era.   Abstrak Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan pada gaya hidup anak sekolah dasar (SD). Penggunaan perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan komputer sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam pekerjaan sehari-hari. Namun, semakin penting untuk mewaspadai dampak negatif paparan berlebihan layar tersebut terhadap kesehatan mata anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi efektif untuk menjaga kesehatan mata anak sekolah dasar di era digital. Secara singkat dapat dikatakan bahwa menjaga kesehatan mata anak Sekolah Dasar di era digital merupakan tantangan yang memerlukan perhatian serius. Teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab strategi menjaga kesehatan mata anak SD di era digital. Hasil penelitian yakni dengan pendekatan yang mencakup edukasi, pengawasan dan istirahat yang cukup, kita dapat memitigasi dampak negatif paparan layar terhadap kesehatan mata anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan berharga bagi orang tua, guru, dan pemangku kepentingan terkait untuk melindungi kesehatan mata anak-anak di era yang semakin digital. 
Penerapan Pendekatan Whole Language Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Komponen Reading Aloud Dengan Media Cerita Bergambar Antica Krisnina Maharani; Mudzanatun; Duwi Nuvitalia
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2610

Abstract

Abstract The background that prompted this research was that the whole language approach had not yet been implemented in learning the Indonesian language component reading aloud, shown by the lack of students' understanding of reading aloud, so that many students when asked to read in front of their friends were still embarrassed so the volume was not loud when reading. The purpose of this study was to determine the application of the whole language approach in learning Indonesian with the reading aloud component in class I SDN 1 Protomulyo and to determine students' understanding of reading aloud. This type of research is using a qualitative descriptive approach with data processing and retrieval according to field facts. Data obtained from the results of interviews, observations, practice tests and documentation. The data obtained were analyzed and presented in a descriptive form. The subjects of this research were class I students at SDN 1 Protomulyo. The results of the study showed that by holding 3 meetings, the first meeting the researchers carried out reading aloud practice tests without applying the whole language approach in learning Indonesian with the reading aloud component. From the first meeting activities, there were still many students who could not read aloud. Whereas at the third meeting the researchers carried out practical tests by applying the whole language approach in learning Indonesian with the reading aloud component, many students had experienced improvements in reading aloud. Abstrak Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah belum diterapkannya pendekatan whole language dalam pembelajaran Bahasa Indonesia komponen reading aloud, ditunjukkan kurangnya pemahaman siswa tentang membaca nyaring, sehingga banyak siswa ketika disuruh membaca di depan temantemannya masih malu sehingga volume suaranya tidak nyaring ketika membaca. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pendekatan whole language dalam pembelajaran Bahasa Indonesia komponen reading aloud pada kelas I SDN 1 Protomulyo dan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang reading aloud. Jenis penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengolahan dan pengambilan data sesuai dengan fakta lapangan. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, tes praktik dan dokumentasi. Data diperoleh dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN 1 Protomulyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dilakukannya 3 kali pertemuan, pertemuan pertama peneliti melaksanakan kegiatan tes praktik membaca nyaring tanpa menerapkan pendekatan whole language dalam pembelajaran Bahasa Indonesia komponen reading aloud. Dari kegiatan pertemuan pertama masih banyak siswa belum mampu membaca dengan nyaring. Sedangkan pada pertemuan ketiga peneliti melaksanakan tes praktik dengan penerapkan pendekatan whole language dalam pembelajaran Bahasa Indonesia komponen reading aloud, banyak siswa sudah mengalami peningkatan dalam membaca nyaring.
Penerapan Pendekatan Whole Language Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Komponen Silent Reading Menggunakan Media Cerita Rakyat Balista, Arahmana; Mudzanatun; Duwi Nuvitalia
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2615

Abstract

Abstract The background that prompted this research was that almost all students in the high grades were able to read well so very few students experienced reading difficulties. However, there are still few students who are able to understand the text they read. In addition, learning has been carried out online in recent years which has resulted in students having low interest in reading. The objectives to be achieved in this study are to 1) Know the application of the whole language approach in teaching Indonesian the silent reading component in class V SDN 01 Protomulyo. 2) Knowing students' reading comprehension skills in understanding the contents of the text read. This type of research is descriptive qualitative with processing and data collection in accordance with the facts in the field. Data obtained from interviews, observations, tests and documentation. The data obtained were analyzed and presented in a descriptive form. The subjects of this study were fifth grade students at SDN 01 Protomulyo. The results of the study showed that fifth grade students were good at reading, it's just that their understanding of reading was still lacking. It was proven that at the first meeting before the whole language approach was implemented in class, the students' test results were still far from expectations. And the average at the time of the first meeting is also still low. In contrast to the second and third meetings, the average has experienced a good increase. At the first meeting, the average score in class V was 58. The second meeting, the average increased to 69. Finally, at the third meeting, the average increased to 80.   Abstrak Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah hampir seluruh siswa yang ada di kelas tinggi sudah mampu membaca dengan baik sehingga sangat minim siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca. Namun, masih sedikit siswa yang mampu memahami teks yang ia baca. Ditambah lagi pembelajaran dilakukan secara daring beberapa tahun terakhir yang mengakibatkan siswa memiliki minat baca yang rendah. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui penerapan pendekatan whole language dalam pembelajaran bahasa Indonesia komponen silent reading di kelas V SDN 01 Protomulyo. 2) Mengetahui kemampuan membaca pemahaman siswa dalam memahami isi teks yang dibaca. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengolahan dan pengambilan data sesuai dengan fakta di lapangan. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 01 Protomulyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V sudah baik dalam membaca, hanya saja pemahaman mereka dalam membaca masih dikatakan kurang. Terbukti pada pertemuan pertama sebelum diterapkan pendekatan whole language di kelas hasil tes siswa masih jauh dari harapan. Serta rata-rata pada saat pertemuan pertama juga masih rendah. Berbeda dengan pada saat pertemuan kedua dan ketiga rata-rata sudah mengalami peningkatan yang sudah baik. Pada pertemuan pertama rata-rata nilai di kelas V adalah 58. Pertemuan kedua rata-rata naik menjadi 69. Terakhir pada pertemuan ketiga rata-rata mengalami kenaikan menjadi 80.
Pengaruh Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Tema 6 Subtema 1 di SD Negeri Tandang 01 erwinda, nisa; Ari Widyaningrum; Fine Reffiane
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2261

Abstract

Abstract The background of this study is the learning outcomes achieved by students, which can be seen from various aspects of cognitive learning outcomes, attitudes and assessment of student activity during learning, and that many students have poor learning outcomes. Yes, and is still below the KKM grades of many students. (minimum completeness criteria). The purpose of this study was to determine the effect of a project-based learning model in improving her 5th grade learning outcomes for SD Negeri Tandang 01, Theme 6, Subtheme 1. This study used a pre-experimental design, type 1 group pre-test-post-test. ). For a significance level of α=0.05 and a sig value of 0.01, the ttable value is tcount ie −2.022<1.703, which is known to be Sig If 0.05, ie 0.01 < 0.05, Hα is accepted and H0 is rejected at the significance level α = 0.05. Therefore, we can conclude that there is an impact on the project-based learning model that addresses student learning outcomes for V6 subtopic 1. To improve overseas elementary schools 01.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar yang dicapai siswa, yang dapat dilihat dari berbagai aspek hasil belajar kognitif, sikap dan penilaian aktivitas siswa selama pembelajaran, dan masih banyak siswa yang memiliki hasil belajar yang kurang baik.  Iya, dan masih dibawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) kebanyakan siswa.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Tandang 01 Tema 6 Subtema 1 tes-pasca-tes.  Untuk tingkat signifikansi α=0,05 dan nilai sig 0,01, maka nilai ttabel adalah thitung yaitu −2,022<1,703 yang diketahui Sig Jika 0,05 yaitu 0,01 < 0,05 maka Hα diterima dan H0 ditolak pada signifikansi  tingkat α = 0,05.  Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak terhadap model pembelajaran berbasis proyek yang membahas hasil belajar siswa subtopik V6 1. Untuk meningkatkan Sekolah Dasar perantauan 01.

Page 1 of 1 | Total Record : 8