cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 229 Documents
Peran Ayah dalam Mendampingi Anak selama Masa Belajar Dari Rumah (BDR) Covid-19 Engelbertus Nggalu Bali; Credo G. Betty
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.087 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i1.1319

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mendistorsi aspek pendidikan di Indonesia tidak terkecuali Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran peran ayah dalam mendampingi anak selama belajar dari rumah (BDR). Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian menggunakan wawancara. Wawancara dilakukan kepada 8 orang ayah yang memiliki anak usia dini dan tersebar dibeberapa kelurahan di kota Kupang. Teknik analisis data yang digunakan melalui; pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan peran ayah dalam mendampingi anak sangat bervariasi diantaranya; Penyedia fasilitas anak (provider); ayah berperan dalam emberikan fasilitas yang dibutuhkan anak selama BDR. Pemberi perlindungan (Protecting and providing); Ayah Memberikan perlindungan bagi anak dari penyebaran virus COVID-19, Sebagai pengambil keputusan (Decision maker): Ayah melibatkan anak dalam mengambil keputusan selama masa BDR.
Persepsi Orang Tua Dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Selama Pembelajaran Jarak Jauh Dessy Anggreiny Saragih; Dewi Tjhin; Dylmoon Hidayat
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.352 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1411

Abstract

The purpose of this study was to find out about the perceptions of parents in the implementation of early childhood character education programs at school I CHAMPS ACADEMY during distance learning during this covid-19 pandemic. The research uses a quantitative approach with survey research methods, parents who have early childhood who are taking distance learning as respondents in this study and totaling 19 people. The research instrument was developed from 4 indicators of early childhood character education, namely spiritual character, moral character, social character and environmental care character. The indicator is developed into 30 question items. Questionnaires were distributed to respondents via Google Forms. The results of the four research indicators are that all of them are at a very high percentage value and it means that it can be concluded that the perception of parents in the implementation of early childhood character education during distance learning is in very good condition. From the 15 values of characters, the following are implemented in early childhood at I CHAMPS ACADEMY school consists of honesty, discipline, tolerance and peace, confidence, independence, helping, cooperation, respect and politeness, responsibility, hard work, humbleness, and care for environment.  All of these characters have been applied well in learning at school.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang persepsi orang tua dalam implementasi program pendidikan karakter anak usia dini di sekolah I CHAMPS ACADEMY selama pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19 ini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survey pada orang tua yang memiliki anak usia dini yang sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh sebagi responden dalam penelitian ini dan berjumlah 19 orang. Instrumen penelitian dikembangkan dari 4 indikator pendidikan karakter anak usia dini yaitu karakter spiritual, karakter moral, karakter sosial dan karakter kepedulian lingkungan. Indikator dikembangkan ke dalam 30 item pertanyaan. Angket pertanyaan dibagikan kepada responden malalui Google Form. Hasil penelitian dari keempat indikator penelitian ini adalah semuanya berada pada nilai persentase yang sangat tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi orang tua dalam implementasi pendidikan karakter anak usia dini ini selama pembelajaran jarak jauh dalam kondisi yang sangat baik. Dari 15 nilai karakter yang ada, karakter yang telah diterapkan pada anak usia dini di sekolah I CHAMPS ACADEMY meliputi kejujuran, disiplin, toleransi dan cinta damai, percaya diri, mandiri, tolong menolong, kerjasama dan gotong royong, hormat dan sopan santun, tanggung jawab, kerja keras, rendah hati, dan peduli lingkungan. Semua karakter ini telah diteapkan dengan baik dalam pembeljaran di sekolah.
Penerapan Pola Makan AUD Melalui Eating Clean Di Posyandu Tunas Jaya Khania Zalfa Mozalica Putri; Intan Maharani Putri; Fany Maulany; Zahira Auladina Solihah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.333 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1418

Abstract

Early childhood is an individual who is undergoing a fundamental development process for his future life. At an early age, children will experience considerable physical and mental development and growth.At this age, children will respond and process various things they receive quickly. Therefore, various things that are received by children at an early age will become the basic foundation for their later life.According to Rizqie Aulina (Aulina, 2011), balanced nutrition must be applied since early childhood because this group includes an important age group and a critical group for human growth and development that will determine the future quality of human life.The method used in this research is by field observation in the form of eating clean activities, juxtaposing theory and interviews with health relations such as officers at the Tunas Jaya Posyandu. Furthermore, the results of the observations are presented in the form of a narrative which is compared with the theories from the experts.After every monthly check-up on all children and toddlers, Tunas Jaya Posyandu provides food/bento that implements eating clean activities, namely by providing food that has a complete and balanced nutritional portion. The results of observations at the Tunas Jaya Posyandu stated that a healthy life by eating healthy foods must also start from an early age. This can be done by eating clean activities in early childhood. ABSTRAkAnak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami proses perkembangan yang fundamental bagi kehidupannya kelak. Pda tahapan usia dini, anak akan mengalami perkembangn dan pertumbuhan fisik serta mental yang cukup banyak. Pada usia ini pula anak akan merespons serta mengolah berbagai hal yang diterimanya dengan cepat. Oleh karena itu berbagai hal yang diterima oleh anak pada usia dini akan menjadi fondasi dasar bagi kehidupannya kelak. Menurut Rizqie Aulina (Aulina, 2011), gizi seimbang harus diterapkan sejak anak usia dini karena kelompok ini termasuk kelompok usia penting dan kelompok kritis tumbuh kembang manusia yang akan menentukan masa depan kualitas hidup manusia.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara observasi lapangan berupa kegiatan eating clean, menyandingkan antara teori dan wawancara pada relasi kesehatan seperti petugas di Posyandu Tunas Jaya. Selanjutnya, hasil observasi disajikan dalam bentuk narasi yang dibandingkan dengan teori dari para Ahli.Setiap pemeriksaan bulanan pada semua anak dan balita selesai Posyandu Tunas Jaya memberikan makanan/bento yang menerapkan kegiatan eating clean, yaitu dengan pemberian makanan yang memiliki porsi gizi lengkap dan seimbang. Hasil observasi ke Posyandu Tunas Jaya menyatakan bahwa hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat pula harus dimulai dari sejak dini. Hal ini bisa dilakukan dengan kegiatan eating clean pada anak usia dini. 
Pola Komunikasi Pendidik dan Anak Usia Dini dalam Pembelajaran PAUD di Tasikmalaya Imas Munisah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.8 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1429

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi mengenai pola komunikasi antara pendidik dengan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di Lembaga PAUD di kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi pendidik dan anak usia dini didalam pembelajaran  PAUD di Tasikmalaya menggunakan pola komunikasi dua arah dan pola komunikasi banyak arah. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pola komunikasi pendidik dan anak usia dini dalam pembelajaran cukup baik. Sedangkan respons anak bervariatif, kesibukan anak dengan aktivitasnya sendiri menjadi sebuah hambatan bagi pendidik. Pendidik menyikapi respons anak begitu baik dengan menggunakan strategi diskusi dengan anak dengan tetap menghargai anak ketika anak memberikan informasi.AbstractThe purpose of this study was to obtain information about the pattern of communication between educators and students in teaching and learning activities at PAUD institutions in the city of Tasikmalaya. This research is a descriptive qualitative research with data collection techniques namely observation, interviews and literature study. The results showed that the communication pattern of educators and early childhood in PAUD learning in Tasikmalaya used two-way communication patterns and multiple-way communication patterns. The research conducted shows that the communication pattern of educators and early childhood in learning is quite good. While children's responses varied, children's busyness with their own activities became an obstacle for educators. Educators respond to children's responses very well by using discussion strategies with children while respecting children when children provide information.
Keterlambatan Motorik Kasar pada Anak Usia Dini Sirin Nida Juliana
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.068 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1439

Abstract

Tujuan   dari   penelitian  ini   adalah   untuk   mengetahui   jenis   dari keterlambatan   perkembangan motorik  kasar  anak  usia  dini,  penyebab dari  keterlambatan  perkembangan motorik  kasar  anak  usia  dini,  dan perbandingan perkembangan motorik  kasar yang  dilakukan  terhadap  2 anak  yang  diteliti. Penelitian ini  merupakan penelitian kualitatif  studi kasus dengan teknik  observasi dan wawancara dengan subjek  penelitian dua  anak  laki-laki   yang  berusia  6  tahun.  Hasil   dari  penelitian ini menyatakan  bahwa adanya perbedaan perkembangan pada kedua anak tersebut  dan salah satu  subjek  yang  diteliti mengalami gangguan keterlambatan  perkembangan motorik  kasar berupa keterlambatan  sistem gerak   yang   menyebabkan  anak   mengalami  keterlambatan    berjalan, berlari, melompat.  Dengan  disebabkan oleh beberapa faktor  yaitu faktor keturunan,  kejadian  yang  dialami ibu  pada saat  masa kehamilan,  juga anak mengidap penyakit hemagioma.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dari keterlambatan perkembangan motorik kasar anak usia dini, penyebab dari keterlambatan perkembangan motorik kasar anak usia dini, dan perbandingan perkembangan motorik kasar yang dilakukan terhadap 2 anak yang diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus dengan teknik observasi dan wawancara dengan subjek penelitian dua anak laki-laki yang berusia 6 tahun. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa adanya perbedaan perkembangan pada kedua anak tersebut dan salah satu subjek yang diteliti mengalami gangguan keterlambatan perkembangan motorik kasar berupa keterlambatan sistem gerak yang menyebabkan anak mengalami keterlambatan berjalan, berlari, melompat. Dengan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor keturunan, kejadian yang dialami ibu pada saat masa kehamilan, juga anak mengidap penyakit hemagioma.
Perkembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini 5-6 Tahun melalui Kegiatan Memegang Pensil Laela Safitri
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.781 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1441

Abstract

Early  childhood  education  is  a  place  for  golden  age  children  to  develop  the  basic foundations,  because  according  to  psychologists,  early  childhood  only  comes  once and cannot  be  repeated,  which  is  very  decisive  for  the  development  of  further  human qualities. Motor skills are movements of the body or body parts that are intentional, automatic,  fast  and  accurate.  These  movements  are  a  coordinated  series  of  hundreds of  complex  muscles.  These  motor  skills  can  be  grouped  according  to  the  size  of  the muscles   and   related   body   parts,   namely   fine   motor   skills.   Children's   fine   motor movements  such  as  writing  will  be  needed  by  children  when  they  go  to  school. However,  the  ability  of  a  child  to  perform  certain  motor  movements  will  not  be  the same  as  other  children  even  though  they  are  the  same  age.  Most  children  aged  5-6 years  are  very  happy  to  write,  this  activity  children  will  be  able  to  express  whatever they  see  in  the  form  of  simple  doodles,  but  the  scribbles  have  meaningABSTRAKPendidikan anak usia dini adalah tempat bagi anak usia emas untuk mengembangkan fondasi dasar, karena menurut para ahli psikologi, usia dini hanya datang sekali dan tidak dapat diulang lagi, yang sangat menentukan untuk pengembangan kualitas manusia selanjutnya. Keterampilan Motorik adalah gerakan-gerakan tubuh atau bagian - bagian tubuh yang disengaja, otomatis, cepat dan akurat. Gerakan - gerakan ini merupakan rangkaian koordinasi dari beratus-ratus otot yang rumit. Keterampilan motorik ini dapat dikelompokkan menurut ukuran otot-otot dan bagian-bagian badan yang terkait, yaitu keterampilan motorik halus (fine motor skill). Gerakan motorik halus anak seperti menulis akan diperlukan anak saat ia bersekolah nanti. Namun demikian, kemampuan seseorang anak untuk melakukan gerakan motorik tertentu tak akan sama dengan anak lain walaupun meraka usianya sama. Sebagian besar anak usia 5-6 tahun sangat senang menulis, kegiatan tersebut anak akan dapat mengekspresikan apapun yang dilihatnya dalam bentuk coret- coretan sederhana, akan tetapi coretan tersebut memilki arti. 
Keterlambatan Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Yang Lahir Prematur Nurul Firda Amalia
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.287 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1443

Abstract

Children are a gift from God Almighty. Which must be guided, maintained and cared for properly. Of course, not  all children are perfect, there must be some who  have delays in their development. One of them is a delay in gross motor development. As humans who are given perfect sense, it is appropriate that we try to solve problems. An example of overcoming the delay in gross motor development can be by giving a stimulus to the child. The research method   used  is descriptive with a qualitative approach.  According to Sugiyono (2016, p. 9) descriptive qualitative method is a research method  based on post- positivism philosophy used to examine the condition of the object. The purpose of this observation is to make parents aware of their child's developmentABSTRAKAnak adalah titipan dari Tuhan Yang Maha Segalanya. Yang wajib dibimbing, dijaga dan dirawat dengan baik. Tentunya tak semua anak sempurna, pasti ada yang memiliki keterlambatan dalam perkembangannya. Salah satunya yaitu keterlambatan dalam perkembangan motoric kasar. Sebagai manusia yang diberi akal sempurna, sudah sepantasnya kita berusaha untuk menyelesaikan masalah. Contoh nya dalam mengatasi keterlambatan perkembangan motoric kasar bisa dengan cara memberi stimulus pada anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono (2016, hlm. 9) metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat post positivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek. Tujuan diadakannya observasi ini adalah untuk menyadarkan para orang tua akan perkembangan anaknya.
Stimulasi Perilaku Prososial Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Anak Usia 5-6 Tahun Aprilia Wahyuning Fitri; Irma Dewi Safitri
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.315 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1445

Abstract

Salah satu pengembangan dalam konsep karakter adalah perilaku prososial anak. Namun kurangnya keaktifan anak dalam berperilaku prososial dalam lingkup pembelajaran di kelas. Penggunakan model pembelajaran kooperatif dapat menstimulasi perilaku prososial. Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi perilaku prososial melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada anak usia 5-6 tahun di Raudhatul Athfal An Nur Sruweng Kebumen. Penelitian Tindakan Kelas ini memiliki tahapan perencanaan, pelaksanaan, obervasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 15 anak yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 5 anak perempuan dengan menggunakan instrumen yaitu lembar observasi. Analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis kualitatif yang dapat dilihat dari perilaku prososial anak dan data kuantitatif yang telah dihitung dengan rumus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh dalam perilaku prososial terstimulasi. Sebelum dilakukan tindakan semua kegiatan pembelajaran lebih banyak secara individu sehingga perilaku prososial masih rendah, setelah dilakukan penelitian tindakan kelas, meningkat pada siklus I dan siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku prososial anak di RA An Nur Sruweng Kebumen mengalami peningkatan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Pelaksanaan Kesejahteraan dan Perlindungan Anak Usia 4-6 Tahun Melalui E-Parenting Di Masa Normal Baru Luluk Asmawati Asmawati
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.918 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i1.1450

Abstract

Latar belakang anak usia dini sebagai generasi digital (digital native). Generasi digital yaitu mereka yang sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir. Orangtua bertugas menstimulasi potensi-potensi anak melalui pemanfaatan berbagai software dan melindungi anak dari ancaman era digital. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) layanan orangtua memenuhi kesejahteraan dan perlindungan anak di rumah, (2) mengetahui pemanfaatan software e-parenting di masa normal baru. Metode penelitian menggunakan survei. Teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian: (1) layanan kesejahteraan dan perlindungan meliputi orangtua memberikan kasih sayang sangat baik, orangtua menerima anak sebagai individu yang berbeda cukup, orangtua memberikan asupan gizi yang baik dan sehat baik, orangtua memberikan kesempatan anak bermain dan berkreativitas di rumah baik, orangtua memberikan perlindungan dan keamanan anak dari kekerasan baik, orangtua melakukan pendidikan, bimbingan, pendampingan belajar pada anak di rumah baik, (2) keterampilan orangtua memanfaatkan aplikasi e-parenting meliputi mengasuh cukup, memelihara cukup, mendidik cukup, melindungi menggunakan aplikasi control gadget cukup. Kesimpulan: (1) layanan kesejahteraan dan perlindungan orangtua kepada anak baik di masa normal baru, (2) keterampilan orangtua memanfaatkan software e-parenting cukup. Dampak penelitian ini menambah pengetahuan dan keterampilan orangtua tentang praktik pengasuhan digital (e-parenting) untuk meningkatkan literasi digital anak, meningkatkan komunikasi orangtua terhadap anak dengan memperhatikan layanan kesejahteraan dan perlindungan anak usia dini. 
Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Penggunaan Media Balok Cuisenaire pada Anak Usia 5-6 Tahun Supiati Supiati; Eka Damayanti; Wahyuni Ismail
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.988 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1463

Abstract

This study aimed to show the improvement of children aged 5–6 years in recognizing numbers by using Cuisenaire blocks in Tamasongo Hamlet, North Galesong District, Takalar Regency. This research was descriptive quantitative research. The population comes from all children aged 5–6 years in Dusun Tamasongo, as many as 19 children. The sampling technique used was purposive sampling, with a total sample of five children. The data obtained through the observation sheet instrument was described and analyzed using descriptive statistics. The results showed an improvement in the ability to recognize the numbers of the children. The ability to recognize numbers before using Cuisenaire media had the lowest score of 12 and the highest score of 18, with an average score of 15. Meanwhile, the ability to recognize numbers after using Cuisenaire's media received the lowest score of 22 and the highest score of 24, with an average score of 23. It appears that the ability to recognize numbers increased after the use of Cuisenaire block media in children aged 5-6 years in Tamasongo Hamlet, North Galesong District, Takalar Regency.AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk membuktikan peningkatan kemampuan mengenal angka pada anak usia 5 – 6 tahun melalui penggunaan media balok Cuisenaire di Dusun Tamasongo, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi berasal dari seluruh anak usia 5 – 6 tahun di Dusun Tamasongo sebanyak 19 anak. Teknik sampel yang digunakan berupa purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 5 anak. Data yang diperoleh melalui instrument lembar observasi dideskripsikan dan dianalisa menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan mengenal angka pada anak usia 5 – 6 tahun melalui penggunaan media balok Cuisenaire di Dusun Tamasongo, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Kemampuan mengenal angka sebelum penggunaan media balok Cuisenaire skor nilai terendah sebesar 12 dan nilai tertinggi sebesar 18 dengan skor nilai rata – rata 15. Sementara kemampuan mengenal angka setelah penggunaan media balok Cuisenaire diperoleh nilai terendah sebesar 22 dan nilai tertinggi mencapai 24 dengan nilai rata – rata 23. Artinya ada peningkatan nilai rata-rata nilai kemampuan mengenal angka setelah penggunaan media balok Cuisenaire pada anak usia 5 – 6 tahun di Dusun Tamasongo, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Page 7 of 23 | Total Record : 229