cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 229 Documents
Pemahaman Orang Tua tentang Konsep Merdeka Belajar di PAUD Elly Indrawati; Diana Diana; Deni Setiawan
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.367 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1685

Abstract

Purpose from this research is to obtain parents’ understanding of independent learning in early childhood education. This article figures how far parents’ understanding of independent learning in early childhood education. Harapan yang diinginkan artikel ini adalah membuka wawasan kepada orang tua, pendidik dan masyarakat bahwa pembelajaran harus sesuai dengan minat dan bakat anak. This article gives an insight to parents, teachers and public. Method of this article using survey with saturated sampling. Result of this research is parents’ undrestanding about independent learning completely. Most of parents didn’t agree if children study without paper in their daily assignment. Parents state that critical thinking ability is quite important. Parents also state that do reading, writing and counting is the most important to prepare go to elementary school. Conclusion of this research is most of parents understand independent learning, but not completely. Parents are still oriented in reading, writing and counting to prepare to go elelemtary school is most important than children study based on their own interest, talent, creativity, critical thinking and back to nature.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemahaman orang tua tentang konsep merdeka belajar yang diselenggarakan di PAUD. Artikel ini dapat memberikan gambaran tentang sejauh mana pemahaman orang tua tentang konsep merdeka belajar. Harapan yang diinginkan artikel ini adalah membuka wawasan kepada orang tua, pendidik dan masyarakat bahwa pembelajaran harus sesuai dengan minat dan bakat anak. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik sampling jenuh. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman orang tua tentang konsep merdeka belajar yang seutuhnya. Kebanyakan orang tua tidak setuju anak belajar kembali ke alam dan tidak menggunakan Lembar Kerja (LK) sebagai penugasan. Orang tua menyatakan cukup penting anak memiliki kemampuan berpikir kritis. Orang tua masih menganggap belajar calistung adalah hal yang sangat penting diajarkan di PAUD untuk persiapan masuk SD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata orang tua menyatakan bahwa sudah memahami merdeka belajar, akan tetapi belum sepenuhnya paham apa arti merdeka belajar. Orang tua masih berorientasi bahwa pembelajaran calistung untuk persiapan masuk SD lebih penting dibandingkan anak-anak belajar sesuai dengan minat, bakat, kreatifitas, berpikir kritis dan kembali ke alam.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Konsep Bilangan Pada Anak Kelompok A Dengan Metode Bermain Plastisin Rakhel Ruth Berkati Zega
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.398 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1687

Abstract

This research is motivated by the low ability to recognize number concepts in group A children, including not being able to recognize number symbols, not being able to count with objects and not being able to connect/pair objects with number symbols. This study aims to improve the ability to recognize the concept of numbers in children with the method of playing with plasticine at Kanisius Cungkup Kindergarten, Salatiga. The type of research is Classroom Action Research and the subject of this research is group A students totaling 12 children, with 4 boys and 8 girls. Data collection techniques through observation and documentation with qualitative descriptive data analysis. The results showed that there was an increase in the introduction of the concept of children's numbers. In the first cycle, the percentage of indicators mentioning numbers 1-10 is 100%, numbering objects 1-10 is 83.3%, indicators recognizing symbols for numbers 1-10 are 66.6%. In cycle II, the percentage of indicators recognizing the symbols of numbers 1-10 is 91.6%, matching numbers with number symbols is 83.3%.AbstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan pengenalan konsep bilangan pada anak kelompok A, diantaranya belum mampu mengenal lambang bilangan, belum mampu berhitung dengan benda-benda dan belum mampu menghubungkan/memasangkan benda-benda dengan lambang bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengenalan konsep bilangan pada anak dengan metode bermain plastisin di TK Kanisius Cungkup Salatiga. Jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas dan subjek penelitian ini adalah siswa kelompok A berjumlah 12 anak, dengan 4 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada pengenalan konsep bilangan anak. Pada siklus I persentase indikator menyebutkan bilangan 1-10 sebesar 100%, membilang banyak benda 1-10 sebesar 83,3%, indikator mengenal lambang bilangan 1-10 yaitu 66,6%. Pada siklus II persentase indikator mengenal lambang bilangan 1-10 yaitu 91,6%, mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan yaitu 83,3%.
Potret Penanaman Nilai Karakter Anak di TK Bawang Putih Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah; Syihabuddin Syihabuddin; Aceng Kosasih
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.751 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1699

Abstract

The results showed that the Bawang Putih Kindergarten planted disciplined characters by naming habituation, the results of the research findings on the process of instilling disciplined character in early childhood through the habituation method were: (1) teachers familiarize children with coming on time; (2) the teacher familiarizes the children with returning things to their original place; (3) the teacher familiarizes children with tidying up toys after playing in the classroom; (4) the teacher accustoms children to be patient and orderly in waiting for their turn to wash their hands; and (5) the teacher familiarizes children with queuing when they want to go to the bathroom. Habituation carried out in Bawang Putih Kindergarten is not only habituation through words or motivational words, but habituation through behavior is also carried out in Bawang Putih Kindergarten, the behavior shown by children after getting habituation from the teacher are: (1) the child arrives on time, but there are some children who have not been able to come on time, this refers to the number of children who are late every day experiencing ups and downs; (2) the child returns the items that have been used in their place, this is indicated by the awareness of the child returning the items that have been used in their place without being asked by the teacher, be it toys or stationery; (3) orderly in waiting their turn, this is shown by the awareness of children lining up behind their friends when they want to wash their hands without being accompanied by the teacher. Factors supporting the cultivation of disciplined character in Bawang Putih Kindergarten are the examples from the teacher, and the consistency of the teacher. Factors that hinder the formation of disciplined character in Bawang Putih Kindergarten are that there are some parents who do not care about their child's development, and the absence of cooperation between parents and school, and the maturity of the child's age also affects the formation of discipline character of early childhood in Bawang Putih Kindergarten.ABSTRAKHasil penelitian menunjukkan bahwa di TK Bawang Putih melakukan penanaman  karakter disiplin dengan menamakan pembiasaan, hasil dari temuan penelitian tentang proses penanaman karakter disiplin anak usia dini melalui metode pembiasaan adalah: (1) guru membiasakan anak untuk datang tepat waktu; (2) guru membiasakan anak untuk mengembalikan barang ke tempat semula; (3) guru membiasakan anak untuk membereskan mainan setelah bermain di dalam kelas; (4) guru membiasakan anak untuk bersabar dan tertib dalam menunggu giliran mencuci tangan; dan (5) guru membiasakan anak untuk mengantri ketika ingin ke kamar mandi. Pembiasaan yang dilakukan di TK Bawang Putih tidak hanya pembiasaan melalui ucapan atau kata motivasi saja, namun pembiasaan melalui perilaku juga dilakukan di TK Bawang Putih, perilaku yang ditunjukkan oleh anak setelah mendapatkan pembiasaan dari guru yaitu: (1) anak datang tepat waktu, akan tetapi ada beberapa anak yang belum bisa datang tepat waktu, hal ini mengacu pada jumlah anak yang terlambat setiap hari mengalami naik turun; (2) anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya, hal ini ditunjukkan dengan kesadaran anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya tanpa diminta oleh guru, baik itu mainan ataupun alat tulis; (3) tertib dalam menunggu giliran, hal ini di tunjukkan dengan kesadaran anak berbaris di belakang temanya ketika ingin mencuci tangan tanpa didampingi oleh guru. Faktor pendukung penanaman karakter disiplin di TK Bawang Putih yaitu adanya contoh dari guru, dan konsistensi yang dilakukan guru. Faktor yang menghambat pembentukan karakter disiplin di TK Bawang Putih yaitu ada beberapa orang tua yang tidak peduli dengan perkembangan anaknya, dan tidak adanya kerja sama antara orang tua dan sekolah, dan kematangan usia anak juga mempengaruhi pembentukan karakter disiplin anak usia dini di TK Bawang Putih.
Implementasi Strategi Pemasaran Lembaga dalam Meningkatkan Jumlah Peserta Didik di PAUD Berbasis Pesantren Tiara Permata Bening; Erni Munastiwi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.951 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1700

Abstract

The purpose of the study was to determine the implementation of the agency's marketing strategy in increasing the number of students in Islamic boarding school-based PAUD. Descriptive qualitative research method. Research resource persons are 3 teachers, 1 student guardian and 1 school principal. Data collection techniques through observation and interviews. The data analysis technique uses the Miles Hubberman model, the following stages: data reduction, data presentation, and conclusions. Validity test using confirmability test. The results showed that the implementation of marketing strategies carried out in pesantren-based institutions, especially TA Al Manaar Ngabar implemented 5 stages of marketing strategies. The following stages: First, identify the market by collecting the needs, expectations, and responses of the community. The second is market segmentation by grouping the market into groups that strengthen emotionally on the basis of quality, alumni, and educators as well as considering the aspect of religiousity. The third is product differentiation, namely providing superior programs that differentiate other institutions. Fourth, market communication is carried out through print media, social media, and directly to parents and the community. The fifth provides education, care, security, health, and nutrition services.AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui implementasi strategi pemasaran lembaga dalam meningkatkan jumlah peserta didik di PAUD berbasis pesantren. Metode penelitian kualitatif deskriptif. Narasumber penelitian guru  3 orang, wali murid 1 orang dan kepala sekolah 1 orang. Teknik pengumpulan data  melalui observasi dan wawancara. Teknnik analisis data menggunakan model Miles Hubberman, tahapan berikut: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Uji keabsahan menggunakan uji confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi pemasaran yang dilaksanakan di lembaga berbasis pesantren khususnya TA Al Manaar Ngabar menerapkan 5 tahap strategi pemasaran. Adapun tahap berikut: Pertama, identifikasi pasar dengan cara mengumpulkan kebutuhan, harapan, dan respon masyarakat. Kedua, segmentasi pasar dengan cara mengelompokkan pasar menjadi kelompok yang menguatkan emosional atas dasar kualitas, alumni, dan pendidik serta mempertimbangkan segi religiousitas. Ketiga, diferensiasi produk yaitu menyediakan program unggulan yang menjadi pembeeda lembaga lain. Keempat, komunikasi pasar dilakukan melalui media cetak, sosial media, dan secara langsung kepada orang tua dan masyarakat.. Kelima, memberikan layanan pendidikan, pengasuhan, keamanan, kesehatan, dan gizi.
Efektifitas Media Video Tutorial untuk Meningkatkan Skill Menjahit Busana Anak pada Mahasiswa S1 PGPAUD Noor Laila Ramadhani; Swantyka Ilham Prahesti
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.452 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1701

Abstract

Peneliti menggunakan media video tutorial, sebagai strategi untuk meningkatkan skill menjahit busana anak pada mahasiswa S1 PG-PAUD di Universitas Ngudi Waluyo. Mahasiswa sebagai calon pendidik PAUD harus mempunya skill lebih untuk menata fashion anak agar lebih fasionable. Media video tutorial menjahit busana pesta anak dijadikan media untuk meningkatkan skill menjahit mahasiswa PGPAUD. Pada kenyataannya selama ini calon pendidik PAUD maupun pendidik PAUD dalam mempersiapkan fashion anak yang digunakan untuk pestas panggung atau karnaval lebih banyak membuat pada penjahit. Adanya latar belakang tersebut maka penelitian ini bertujuan agar calon pendidik PAUD mampu membuat busana untuk anak didiknya tanpa membuat ke penjahit, selain itu juga dapat menambah skill calon pendidik PAUD agar dapat lebih berkreativitas dalam mempersiapakan busana untuk anak didik nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektifkah penggunaan media video tutorial untuk meningkatkan skill menjahit busana pesta anak pada mahasiswa SI PGPAUD di Universitas Ngudi Waluyo. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode eksperimen yang berbentuk Quasi Eksperiment dengan jenis one group pretest-posttest design (Arikunto, 2014). Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan uji willcoxonsign rank test. Hasil penelitian menyatakan bahwa video tutorial dapat meningkatkan skill menjahit busana anak pada Mahasiswa S1PGPAUD di mata kuliah Tata Busana.
Filsafat Esensialisme dalam Metode Pembelajaran Anak Usia Dini Hena Safira Endah Kumala; Maemonah Maemonah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.935 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1756

Abstract

Every child has a different background in sosial life and development, but with these differences every child has the right to get the same education as other children. This research intends to find out inclusive education and the implementation of inclusive education in the learning model of muslim imtaq centers in TK Talenta. Researchers used was descriptive qualitative research, the data obtained will analyzed by qualitative descriptive analysis. Inclusive education in TK Talenta where schools accept and educate Children with Special Needs (ABK) like other children, besides TK Talenta also accepts all children from various ethnic groups, religions, races, differences between groups, modifying the 2013 curriculum by creating learning programs the second is the Individual Learning Program (PPI) and preparation for learning at the muslim imtaq center by making RPPM and RPPH, placing children with special needs using the regular class model.AbstrakUntuk mencapai keberhasilan pada pendidikan, maka perlu adanya pendidikan berdasarkan kurikulum dan metode pembelajaran yang tepat. Namun tanpa disadari sampai saat ini banyak orangtua yang menuntut sekolah agar anaknya diajarkan ketrampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, sedangkan paradigma baru berkembang didasari oleh tinjauan ilmiah yang berkaitan dengan perlunya menstimulasi anak usia dini supaya dapat menumbuhkembangkan aspek perkembangan anak secara lebih optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui filsafat esensialisme dalam metode pembelajaran anak usia dini. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode studi kepustakaan dan memperoleh informasi melalui buku dan jurnal. Hasil penelitian ini yaitu tujuan metode pembelajaran anak usia dini dan filsafat esensialisme saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan peserta didik menjadi pribadi yang bermanfaat pada masa mendatang.
Pola Dasar Pengasuhan Orang Tua Pada Anak Usia Dini Dalam Mewujudkan Anak Sholeh Perspektif Pendidikan Islam Zainuddin Zainuddin; Sulaiman W. Sulaiman W.
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.818 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1780

Abstract

 AbstrakAyat Alquran mengisyaratkan; “Jagalah diri dan keluargamu dari api neraka” (Q.S. At-Tahrîm: 6). Namun masih ada orang tua yang permisif dan otoriter dalam pengasuhan anak, sehingga anak sholeh yang diinginkan belum terwujud. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara kualitatif bagaimana pola dasar pengasuhan orang tua pada anak usia dini dalam mewujudkan anak sholeh perspektif pendidikan Islam. Paling tidak ada tiga pola dasar yang dapat dilakukan dalam mewujudkan anak sholeh; (1) Menanamkan akidah dalam pengasuhan anak sejak dini. Hal ini dapat dilakukan ketika anak masih dalam kandungan ibu, seperti berzikir, membaca Alquran, shalat dan berdo’a serta ibadah lainnya, juga selalu berkomunikasi dengan lembut penuh kasih sayang. Segera azankan ketika anak sudah lahir, sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw. (2) Tanamkan kecintaan anak terhadap Mesjid, karena Mesjid adalah lambang ibadah, pendidikan dan bersosial dengan masyarakat. (3) Lakukan pembiasaan yang baik dalam keseharian anak. Hal ini dapat dilakukan orang tua  melalui keteladanan bagi anak.       Abstract The Qur'anic verse implies; "Keep yourself and your family from the fire of hell" (Q.S. At-Tahrîm: 6). However, there are still permissive and authoritarian parents in parenting, so that the desired pious child has not been realized. The purpose of this study is to describe qualitatively how the basic pattern of parenting in early childhood in realizing pious children from the perspective of Islamic education. There are at least three basic patterns that can be done in realizing pious children; (1) Instilling faith in child care from an early age. This can be done when the child is still in the mother's womb, such as dhikr, reading the Koran, praying and praying and other worship, as well as always communicating gently and lovingly. Immediately call to prayer when the child is born, as exemplified by the Prophet. (2) Instill children's love for the mosque, because the mosque is a symbol of worship, education and socializing with the community. (3) Do good habits in the daily life of children. This can be done by parents through example for children. 
Dampak Pembelajaran Online di Masa Pandemi COVID-19 terhadap Kesehatan Mental Siswa PAUD di Indonesia Helena Ayatasya Kusuma Cantika; Yesita Novia Hertina; Cipta Pramana
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.252 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1801

Abstract

Bulan Maret tahun 2020, WHO mendeklarasikan bahwa infeksi coronovirus baru SARS-CoV-2 yang kemudian disebut sebagai Covid-19 dinyatakan sebagai pandemic global karena telah menyebar ke sebagian besar penduduk di seluruh dunia. Penyebaran yang begitu cepat dan virulensi yang sangat tinggi, maka oleh Lembaga kesehatan dunia (WHO) termasuk pemerintah Indonesia melakukan kebijakan pembatasan social (social distancing) dan pembatasan fisik (physical distancing) untuk mencegah penularan infeksi coronavirus tersebut. Kebijakan ini tentu membawa dampak luas bagi sendi-sendi kehidupan manusia di dunia baik kesehatan, sosial, ekonomi termasuk Pendidikan. Tulisan ini akan membahas dampak pembatasan kedua hal tersebut terhadap proses pembelajaran di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terhadap kesehatan mental peserta didik dan mencari solusi untuk mengatasinya.
PERAN DAYCARE DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DAYCARE KEPIK KUNING TANGERANG SELATAN leny leny leny; Indro Wiyarno; Syafwandi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.416 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.1822

Abstract

Stimulation of physical and motoric development is very important for children aged 2-3 years, because this affects the quality of optimal growth and development in the future. The proper and good physical development is determined by how the stimulation and early detection in the physical development phase of the children in accordance with the stage of development of their ages. However, the parents daily work, creates an affect in the stimulation process for children. Therefore, many parents entrust their children in daycare. Through the background of the problem above, the authors conducted a study to find out how the role of daycare in stimulating physical motor development, especially for children aged 2-3 years in Daycare Kepik Kuning. The method used in this research is descriptive research method. This research was carried out for three months. The research subjects or informants who became the source of information in this study were elements of daycare institutions which included the principal, educators/caregivers, pupil and parents at Daycare Kepik Kuning. From the results of the study, it was found that there was a positive change in behavior and an increase in physical motoric skills in children who participated in the service program at the daycare Kepik Kuning. This means that the daycare Kepik Kuning has played an important role in the process of achieving physical motoric development in children aged 2-3 years.
Pengembangan Alat Ukur Regulasi Emosi Pengasuhan Anak Usia Dini Berdasarkan Strategi Regulasi Emosi J. Gross Intan Puspitasari; Muhammad Hidayat
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.077 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.1896

Abstract

Kemampuan individu untuk memberikan respon positif atas emosi negatif yang muncul merupakan salah satu indikator dari regulasi emosi. Pengembangan alat ukur regulasi emosi dalam pengasuhan bertujuan untuk mengetahui kemampuan regulasi emosi orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat ukur Regulasi Emosi dalam pengasuhan anak usia dini yang didasarkan pada konsep 5 strategi regulasi Gross yaitu situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change dan response modulation yang valid dan reliabel. Konsep regulasi emosi Gross masih bersifat umum, sehingga perlu diterapkan pada konteks pengasuhan pada anak usia dini supaya dapat digunakan pada orangtua anak usia dini. Subjek penelitian ini adalah 47 orangtua yang memiliki anak berusia 2-7 tahun. Format awal alat ukur ini terdiri dari 60 aitem (30 aitem favorable dan 30 aitem unfavorable). Alat ukur selanjutnya dinilai oleh 5 orang ahli kemudian diuji validitasnya menggunakan teknik aiken V dengan skor bergerak dari 0.650 hingga 0.950. Sedangkan untuk uji reliabilitas analisis dilakukan dengan teknik Alpha Cronbach yang menghasilkan skor 0.933. Format akhir dari alat ukur regulasi emosi dalam pengasuhan anak usia dini ini adalah 35 aitem.

Page 9 of 23 | Total Record : 229