cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 229 Documents
Pengaruh Permainan Tradisional Engklek terhadap Perkembangan Kecerdasan Kinestetik Anak Kelompok B di TK Alkhairat Tatura: The Influence of the Traditional Engklek Game on the Development of Kinesthetic Intelligence in Group B Children at Alkhairat Tatura Kindergarten Alhaddad, Nursyafi'ah; Amrullah; Hesti Putri Setianingsih
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4141

Abstract

This research is meant to examine the impact of the engklek traditional game in developing the kinesthetic intelligence of 5–6-year-old children in group B at TK Alkhairaat Tatura. Kinesthetic intelligence is the capacity to effectively use body movements to convey thoughts or ideas, solve problems, and coordinate physical movements such as strength, agility, and balance. This ability is essential to nurture during early childhood as it supports the development of gross motor skills and active engagement in the learning process. Quantitative method with pre-experimental design (one group pretest-posttest) was utilized. The sample included 10 children whose physical abilities were assessed before or after engaging in the engklek game activity. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and subsequently analyses were conducted using descriptive and inferential methods, including signed rank-test. The findings showed a significant improvement in children's kinesthetic intelligence after the intervention. The Wilcoxon test results with a statistical value of Z were -2.972 with a significance level of 0.003 < (0.05), indicating a significant difference between before and after treatment. The aspects that improved include leg strength (jumping on one foot), body agility (zigzag running), and balance (walking on a balance beam). In conclusion, the traditional game of engklek positively influences the development of kinesthetic intelligence. This game can serve as an enjoyable and effective learning strategy for enhancing children's physical-motor skills in early childhood education settings.   ABSTRAK  Studi ini dimaksudkan guna mengidentifikasi pengaruh permainan tradisional engklek pada perkembangan kecerdasan kinestetik anak berusia 5–6 tahun di kelompok B TK Alkhairaat Tatura. Kecerdasan kinestetik ialah keterampilan dalam memanfaatkan bagian tubuh secara terampil dalam rangka mengungkapkan gagasan, menyelesaikan masalah, serta mengoordinasikan gerakan fisik seperti kekuatan, kelincahan, dan keseimbangan. Kecerdasan ini penting dikembangkan sejak usia dini karena mendukung pertumbuhan motorik kasar anak dan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Pendekatan kuantitatif berdesain pra-eksperimental (one group pretest-posttest) dimanfaatkan. Sampel mencakup 10 anak yang diamati kemampuan fisiknya sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan permainan engklek. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif serta inferensial menggunakan uji wilcoxon. Temuan ini memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada kecerdasan kinestetik anak setelah diberikan perlakuan. Hasil uji wilcoxon dengan nilai statistik Z sebesar -2.972 dengan taraf Sig. 0.003 < (0.05), maka diidentifikasi perbedaan signifikan antara sebelum maupun setelah perlakuan. Aspek-aspek yang mengalami peningkatan meliputi kekuatan kaki (melompat satu kaki), kelincahan tubuh (lari zigzag), dan keseimbangan (berjalan di atas papan titian). Kesimpulannya, permainan tradisional engklek memengaruhi perkembangan kecerdasan kinestetik secara positif. Permainan ini mampu menjadi sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan serta efektif dalam menghasilkan peningkatan kemampuan fisik-motorik anak di lingkungan pendidikan anak berusia dini.
Manajemen Holistik pada Kurikulum Pendidikan Karakter Anak Usia Aziz, Mursal; Napitupulu, Dedi Sahputra; Salim, Muhammad Qolbi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.3872

Abstract

Character is very important to be taught from an early age. Through habituation, especially consistent Islamic character values, it is hoped that it will become permanent after the child grows into an adult. This study aims to describe how to build early childhood character by conducting holistic learning management. This study uses literature research by tracing written sources from authoritative books and journals. The data obtained is then analyzed using content analysis techniques. The results of the study show that holistic learning management in shaping early childhood character is a comprehensive and integrative approach, which includes cognitive, affective, social, moral, and spiritual aspects in the educational process. With this approach, children are not only taught intellectual intelligence, but also guided to have strong character values, such as honesty, responsibility, discipline, empathy, and a firm faith. Holistic learning can be applied through a variety of experiential, exploration, and social interaction-based methods, such as play, storytelling, discussions, and collaboration-based projects, which make the learning process more meaningful and enjoyable.   ABSTRAK  Karakter sangat penting diajarkan sejak usia dini. Melalui pembiasaan, terutama nilai karakter islami yang konsisten, diharapkan akan menjadi permanen setelah anak tumbuh menjadi dewasa. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana membangun karakter anak usia dini dengan melakukan manajemen pembelajaran holistik. Studi ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan menelusuri sumber-sumber tertulis dari buku dan jurnal otoritatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran holistik dalam membentuk karakter anak usia dini merupakan pendekatan yang menyeluruh dan integratif, yang mencakup aspek kognitif, afektif, sosial, moral, dan spiritual dalam proses pendidikan. Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya diajarkan kecerdasan intelektual, tetapi juga dibimbing untuk memiliki nilai-nilai karakter yang kuat, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, serta keimanan yang kokoh. Pembelajaran holistik dapat diterapkan melalui berbagai metode berbasis pengalaman, eksplorasi, dan interaksi sosial, seperti bermain, mendongeng, diskusi, dan proyek berbasis kolaborasi, yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
Program Pengembangan Interaksi Sosial Anak di TKIT Baitusshalihin: Children's Social Interaction Development Program at Baitusshalihin Kindergarten Nadia Fadila; Heliati Fajriah; Muthmainnah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4048

Abstract

TKIT Baitusshalihin is one of the institutions that implements social interaction development programs through various activities, but there are still some children who are still alone during the learning process. This study aims to describe the form of social interaction development programs and the factors that hinder the children's social interaction development program at TKIT Baitusshalihin. Social interaction is an important aspect in early childhood development, because it is the basis for the formation of communication skills, cooperation, and building interpersonal relationships. The research method used is a descriptive qualitative method. The subjects in this study were children aged 5-6 years (grade B). Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. Observations include programs that exist in the school, the study conducted interviews with class B5 teachers and the principal. In the documentation stage, the researcher took photos related to the social interaction development program. The results of the study indicate that the social interaction development program for children at TKIT Baitusshalihin is divided into two programs: an internal school program and an outing class program. The internal school program includes 10 centers (natural materials center, physical exercise, origami, worship, gardening, art, painting, numeracy, literacy, and design) and extracurricular activities. The outing class is a field trip activity.   ABSTRAK  TKIT Baitusshalihin merupakan salah satu lembaga yang melaksanakan program pengembangan interaksi sosial melalui berbagai kegiatan, tetapi masih ada sebagian anak yang masih menyendiri ketika proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk program pengembangan interaksi sosial dan faktor kendala program pengembangan interaksi sosial anak di TKIT Baitusshalihin. Interaksi sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, karena menjadi dasar bagi terbentuknya kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun hubungan interpersonal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun (kelas B). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi memuat program-program pengembangan interaksi sosial yang ada di sekolah, wawancara dilakukan dengan guru kelas B5 dan kepala sekolah. Pada tahap dokumentasi peneliti melakukan pengambilan foto yang berkaitan dengan program pengembangan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengembangan interaksi sosial anak di TKIT Baitusshalihin dibagi menjadi dua program yaitu program internal sekolah dan program outing class yaitu  program internal sekolah meliputi 10 sentra (sentra bahan alam, olah tubuh, origami, ibadah, berkebun, seni, melukis, numerasi, literasi, rancang bangun) dan ekstrakurikuler. Adapun outing class yaitu kegiatan field trip.
Penggunaan Media Berbasis AI untuk Menumbuhkan Peduli Lingkungan Sejak Dini Terhadap Sampah: The Use of AI-Based Media to Foster Environmental Care From an Early Age Against Waste Anjarsari, Irna; Erni Suharini; Arif Widiyatmoko
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4116

Abstract

Environmental awareness about waste plays a very important role in the sustainability of the next life. How environmental awareness from an early age can understand waste management can be done with fun learning and of course according to the current generation of artificial intelligence. The purpose of this study is to provide an overview of the use of artificial intelligence (AI) in the Canva AI application "code for me" in introducing children to care for the environment related to waste management. This research has benefits for educators and parents in the use of interactive media in learning to recognize waste. This study uses a qualitative approach to case study design. The subjects of this study are children aged 5-6 years with a total of 9 girls and 5 boys in the B1 kindergarten group which is in the Pertiwi 45 Kalisegoro Kindergarten institution. The research was conducted during 3 meetings in May 2025. The design of this research has model stages according to Miles, Huberman and Saldana with 4 stages, namely: data collection, data reduction, data presentation and conclusion withdrawal and verification. Data collection techniques use observations, interviews and documentation. The observation results showed that 85.71% of children were in the "good" to "very good" category in understanding and classifying waste. In addition, most children also show positive behavior in disposing of garbage in its place. Educators are advised to continue to develop digital technology-based media, by using more detailed coding, especially in contextual environment-themed learning. This research contributes to supporting the integration of AI technology in early childhood education and becomes a reference for the development of environment-based contextual learning models. ABSTRAK  Kesadaran akan lingkungan tentang sampah sangat berperan penting dalam keberlansungan kehidupan selanjutnya. Bagaimana kesadaran lingkungan sejak dini bisa memahami pengelolaan sampah dapat di lakukan dengan pembelajaran yang menyenangkan dan tentunya sesuai generasi kecerdasan buatan saat ini. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran penggunaan kecerdasan buatan (AI) di aplikasi canva AI “code for me” dalam mengenalkan anak untuk peduli lingkungan yang berkaitan dengan pengeloaan sampah. Penelitian ini memiliki manfaat untuk pendidik dan orang tua dalam penggunaan media interaktif dalam pembelajaran pengenalan tentang sampah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus. Subyek penelitian ini merupakan anak usia 5-6 tahun dengan sejumlah 9 anak perempuan dan 5 anak laki-laki di kelompok TK B1 yang berada di satuan lembaga TK Pertiwi 45 Kalisegoro. Penelitian di lakukan selama 3 kali pertemuan di bulan Mei 2025. Desain penelitian ini memiliki tahapan model menurut Miles, Huberman dan saldana dengan 4 tahap yaitu: pengumpulan data, Reduksi data, penyajian data dan penarikan serta verifikasi kesimpulan. Teknik pengumpulan data menggunakan obervasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa 85,71% anak berada pada kategori “baik” hingga “sangat baik” dalam memahami dan mengelompokkan sampah. Selain itu, sebagian besar anak juga menunjukkan perilaku positif dalam membuang sampah pada tempatnya. Pendidik disarankan untuk terus mengembangkan media berbasis teknologi digital, dengan menggunakan coding yang lebih detail terutama dalam pembelajaran bertema lingkungan yang kontekstual. Penelitian ini Berkontribusi mendukung integrasi teknologi AI dalam pendidikan anak usia dini serta menjadi rujukan pengembangan model pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan.
Penguatan Kompetensi Guru PAUD dalam Mendukung Pendidikan Inklusif: Tinjauan Sistematis Literatur: Strengthening Early Childhood Education Teacher Competencies to Support Inclusive Education: A Systematic Review of the Literature Faizin, Imam; Pranoto, Yuli Kurniawati Sugiyo; Diana, Diana; Budiyono, Budiyono
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4142

Abstract

Inclusive education is an effort to provide equal education for all children, including children with special needs (CWSN), within the same educational system. This study aims to identify and analyze the strengthening of early childhood education (ECE) teacher competencies in supporting inclusive education in Indonesia. Based on a systematic review of 16 relevant articles, it was found that although many ECE teachers show a positive attitude toward inclusion, they feel professionally unprepared to face the challenges presented by CWSN. Limitations in relevant training and a lack of in-depth resources are the main obstacles in implementing inclusive education in ECE settings. However, community-based training, workshops, and mentoring have proven to enhance teachers' understanding and skills in managing inclusive classrooms. Additionally, collaboration with parents and other professionals, such as psychologists and therapists, is also an important factor in supporting the success of inclusive education. This study shows that strengthening teacher competencies through continuous and collaborative training can address existing challenges and improve the quality of inclusive education in ECE. The findings provide significant contributions to designing more effective policies to support inclusive education in Indonesia.   ABSTRAK Pendidikan inklusif merupakan upaya untuk memberikan pendidikan yang setara bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), dalam satu sistem pendidikan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penguatan kompetensi guru PAUD dalam mendukung pendidikan inklusif di Indonesia. Berdasarkan tinjauan sistematis terhadap 16 artikel yang relevan, ditemukan bahwa meskipun banyak guru PAUD menunjukkan sikap positif terhadap inklusi, mereka merasa kurang siap secara profesional dalam menghadapi tantangan yang dihadapi ABK. Keterbatasan dalam pelatihan yang relevan dan kurangnya sumber daya mendalam menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di PAUD. Meskipun demikian, pelatihan berbasis komunitas, lokakarya, dan mentoring terbukti meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengelola kelas inklusif. Selain itu, kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional lainnya, seperti psikolog dan terapis, juga menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan pendidikan inklusif. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi guru melalui pelatihan yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi dapat mengatasi tantangan yang ada dan meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di PAUD. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam merancang kebijakan yang lebih efektif untuk mendukung pendidikan inklusif di Indonesia.
Implementasi Media Pembelajaran Bongkar Pasang Huruf untuk Mengenalkan Abjad pada Anak di TK Pertiwi Desa Sriwedari: Implementation of Letter-Assembling Learning Media to Introduce the Alphabet to Children at Pertiwi Kindergarten, Sriwedari Village Awanda Eka Aprilia; Neneng Tasuah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4128

Abstract

This study aims to develop the ability to recognize the alphabet letters using alphabet building block learning media for children in Pertiwi Kindergarten, Sriwedari Village. The research was conducted using observation, interviews, and documentation. The data analysis method was conducted directly based on fieldwork results, including data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicated that the implementation of alphabet building block learning media is effective in developing letter recognition skills in early childhood. In addition to having a positive impact on the children, teachers also benefit from the use of letter building blocks as it makes the learning process more engaging, easier for children to understand, and more effective.   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dalam mengenali huruf abjad dengan media pembelajaran bongkar pasang huruf abjad pada anak di TK Pertiwi Desa Sriwedari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data secara langsung berdasarkan hasil kerja lapangan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa implementasi media pembelajaran bongkar pasang huruf abjad efektif dalam mengembangkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia dini. Selain berdampak positif pada anak, guru juga merasakan manfaat dari penggunaan media bongkar pasang huruf karena membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah dipahami anak, dan berlangsung secara efektif.
Analisis Kendala Penerapan Metode Iqra di PAUD Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh : Analysis of obstacles in implemating the iqra method at the Cahaya Hasanah Natural Preschool, Banda Aceh Syahpitri, Apriliana; Muthmainnah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4363

Abstract

The Iqra method is known to be effective in introducing the hijaiyah letters to early childhood through an individual approach with teacher guidance using Iqra books and other supporting media. However, based on initial observations at PAUD Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh, researchers found that teachers had obstacles in implementing the Iqra method so that children were less interest  ed in focusing on learning, children had difficulty pronouncing the letters. These obstacles were so that this study aimed to analyze the obstacles faced by teachers in implementing the Iqra method. This research uses a descriptive qualitative approach, with data collected through observations, interviews, and document analysis. The subjects of this study consisted of early childhood education (PAUD) teachers, school principals, and parents of students at one PAUD institution, PAUD Alam Cahaya Hasanah. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation. The instruments used were observation guidelines, interview guides, and documentation sheets. Data analysis was conducted using thematic analysis, which involved the processes of data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on emerging patterns and themes. The results of the study indicate that the main obstacles in implementing the Iqra method include the lack of teacher training tailored to the characteristics of early childhood learners, instructional methods that are not fully adapted to children’s cognitive and emotional development, limited availability of supporting learning media, and low parental involvement. It is recommended that the Iqra method be adapted to incorporate more interactive and play-based approaches, as well as efforts to enhance teacher capacity through specialized training.   ABSTRAK  Metode Iqra dikenal efektif dalam memperkenalkan huruf hijaiyah pada anak usia dini melalui pendekatan individual dengan bimbingan guru menggunakan buku Iqra dan media pendukung lainnya. Namun, berdasarkan observasi awal di PAUD Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh peneliti menemukan bahwasanya guru memiliki kendala dalam menerapkan metode Iqra’ sehingga anak-anak kurang minat fokus dalam pembelajaran, anak-anak kesulitan dalam melafalkan huruf hijaiyah. Dari kendala itu tadi sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan metode iqra’.  Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru PAUD, kepala sekolah, dan orang tua peserta didik di salah satu lembaga PAUD Alam Cahaya Hasanah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan meliputi pedoman observasi, pedoman wawancara, dan lembar dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik, yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan pola-pola dan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam penerapan metode Iqra antara lain kurangnya pelatihan guru yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, metode penyampaian yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan kognitif dan emosional anak, keterbatasan media pembelajaran pendukung, serta rendahnya keterlibatan orang tua. Disarankan agar metode Iqra disesuaikan dengan pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis bermain, serta perlunya peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan khusus.
Asesmen Perkembangan Sosial Anak Usia 5 Tahun melalui Observasi Naturalistik: Assessment of Social Development of 5 Year Old Children Through Naturalistic Observation Mardiyah; Sakinah; Lia Khaerunnisa
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4208

Abstract

This study aims to describe the social development of 5-year-old children through naturalistic observation methods in the context of early childhood education. A descriptive qualitative approach was employed to gain an in-depth understanding of children's social behavior in three different settings: home, school, and a recreational environment. The research subjects consisted of three 5-year-old children who were observed directly without intervention. Data were collected through anecdotal records, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results indicate that each child demonstrated varying levels of social readiness when interacting with their surroundings. Emotional support from adults and previous experiences influenced their initiative to build social relationships. These findings suggest that naturalistic observation is an effective assessment method for understanding children's social interactions authentically and serves as a valuable basis for planning appropriate social stimulation. This study contributes to the development of context-based formative assessments to comprehensively evaluate early childhood social development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan sosial anak usia 5 tahun melalui metode observasi naturalistik dalam konteks pendidikan anak usia dini. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai perilaku sosial anak di tiga lingkungan berbeda, yaitu rumah, sekolah, dan tempat wisata. Subjek penelitian terdiri dari tiga anak berusia 5 tahun yang diamati secara langsung tanpa intervensi. Data dikumpulkan melalui catatan anekdot, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap anak memiliki tingkat kesiapan sosial yang berbeda dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dukungan emosional dari orang dewasa dan pengalaman sebelumnya memengaruhi inisiatif anak dalam menjalin hubungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa observasi naturalistik merupakan metode asesmen yang efektif untuk memahami proses interaksi sosial anak secara autentik, serta menjadi dasar penting bagi perencanaan stimulasi sosial yang sesuai. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan asesmen formatif berbasis konteks nyata untuk menilai perkembangan sosial anak usia dini secara komprehensif.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini melalui Desain Media Visual Kreatif pada PAUD Kana: Enhancing the Quality of Early Childhood Education Through the Design of Creative Visual Media at Kana Early Childhood Education Center Dede Dahlan; Mat Iman; Abang Yves Hurayrah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4344

Abstract

This study aims to apply creative visual media for children aged 5–6 years at PAUD Kana as an interactive and educational learning tool to improve the quality of early childhood learning. It also observes how children respond to visual-based learning, especially in their engagement and understanding of the material. The research uses a descriptive qualitative method to describe in detail the situations that occur in the field. The results show that the use of creative visual media, such as educational murals and interactive posters, gave positive responses from the children at PAUD Kana. They became more active and enthusiastic in learning activities and showed better creativity and imagination in their daily routines. The use of visual media also helped create a more enjoyable learning atmosphere and encouraged better interaction between teachers and children. This practice is expected to be a reference for other early childhood education institutions to develop similar visual media for more engaging and interactive learning.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media visual kreatif pada anak anak usia 5-6 tahun di PAUD Kana sebagai alat bantu pembelajaran yang interaktif dan edukatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini serta melihat bagaimana anak-anak merespons pembelajaran yang disampaikan secara visual khususnya dalam hal keterlibatan anak dan pemahaman materi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan secara mendalam fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual kreatif berupa mural edukatif dan poster interaktif menimbulkan respons positif dari anak-anak di PAUD Kana. Anak-anak terlihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar, serta menunjukkan peningkatan kreativitas dan imajinasi dalam aktivitas sehari-hari. Penerapan media visual di PAUD Kana juga mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih menyenangkan dan mendorong interaksi yang lebih baik antara guru dan anak.Penerapan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya dalam mengembangkan media visual yang serupa untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.