cover
Contact Name
Rismaladewi Maskar
Contact Email
risma.maskar@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wiratani.agribisnis.fp@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Wiratani : Jurnal Ilmiah Agribisnis
ISSN : 26145928     EISSN : 26145928     DOI : -
WIRATANI adalah terbitan berkala ilmiah bidang Agribisnis yang merupakan media publikasi dan penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian dari peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa. WIRATANI diterbitkan dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018" : 15 Documents clear
KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA BERDASARKAN MUTU KONSUMSI PANGAN SERTA FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Dian Hajar; Nurliani Nurliani; Iskandar Hasan
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.439 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi karakteristik sosial dan ekonomi rumahtangga masyarakat pesisir (2) Menganalisis tingkat ketahanan pangan rumahtangga masyarakat pesisir berdasarkan mutu konsumsi pangan. (3) Menganalisis hubungan karakteristik sosial (pendidikan, jumlah anggota rumahtangga, dan pola konsumsi pangan) dan karakteristik ekonomi (pendapatan rumahtanga dan pekerjaan alternatif) terhadap ketahanan pangan rumahtangga masyarakat pesisir di Desa Laikang, Kecamatan Mangara’ Bombang, Kabupaten Takalar. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis pendapatan dananalisis ketahanan pangan rumahtangga menggunakan Skor Diversifikasi Pangan (SDP). Metode penentuan sampel menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) jumlah sampel sebanyak 50 rumahtangga masyarakat pesisir dengan jenis data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer. Tingkat ketahanan pangan rumahtangga responden rata-rata termasuk dalam kategori tidak tahan pangan. Berdasarkan kriteria Skor Diversifikasi Pangan (SDP) terdapat 43 orang responden (86%) yang termasuk kriteria tidak tahan pangan dan 7 orang responden (14%) termasuk kategori tahan pangan. Karakteristik sosial-ekonomi: jumlah anggota  rumahtangga dan pola konsumsi pangan berkorelasi nyata dengan tingkat ketahanan pangan rumahtangga, sedangkan tingkat pendidikan, pendapatan rumahtangga, dan pekerjaan alternatif berkorelasi tidak nyata dengan tingkat ketahanan pangan rumahtangga.
ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN BAWANG MERAH (Studi Kasus Petani Program Pengembangan BABE (Bawang Merah Cabe) di Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto) Mursidin Mursidin; Nuraeni Nuraeni; Iskandar Hasan
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.731 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.29

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis tingkat produksi dan pendapatan petani bawang merah non-program pengembangan di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, (2) Menganalisis tingkat produksi dan pendapatan petani bawang merah program pengembangan di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, (3) Menganalisis kelayakan usaha tani bawang merah non-program pengembangan dan usaha tani program pengembangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto pada tanggal 27 Januari 2018  s/d 27 April 2018.  Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu mengambil masing-masing lima kelompok tani non program pengembangan dan kelompok tani program pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sarana produksi pada usaha tani non program pengembangan yaitu Benih,  Urea,  ZA,  Buldok dan penggunaan sarana produksi pada usaha tani program pengembangan seperti Benih,  Organik Padat,  Organik Cair,  Urea,  ZA,  MPK,  dan Pestisida Masate dan Metindo. Biaya produksi pada usaha tani non program pengembangan sebesar Rp 24.485.831/ha dan biaya produksi pada usahatani program pengembangan sebesar Rp 36.182.539/ha.  Pendapatan usaha tani non program pengembangan rata-rata Rp 50.117.344/ha lebih tinggi dari pendapatan usaha tani program pengembangan rata-rata Rp 113.612.543/ha. Usaha ani non-program pengembangan mempunyai nilai R/C sebesar 2,05 dan usahatani program pengembangan nilai R/C sebesar 3,14 sehingga usahatani program pengembangan lebih layak dikembangkan.
KORELASI ANTARA TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH 7 – 12 TAHUN Eva Srilestari Idris; Ida Rosada; Mais Ilsan
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.618 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumahtangga, menganalisis status gizi anak usia sekolah (7-12 Tahun), menganalisis korelasi ketahanan pangan rumahtangga dengan status gizi anak usia sekolah (7-12 Tahun), populasi penelitian adalah rumahtangga yang memiliki anak usia sekolah dengan usia 7-12 tahun, Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode acak sederhana terhadap populasi yang memenuhi kriteria, pengambilan sampel sebesar 10% secara simple random sampling dengan jumlah rumahtangga yang memenuhi kriteria sebanyak 350 rumahtangga yang memiliki anak usia sekolah maka dipilih 10% atau 35 sampel. Adapun hasil dari penelitian yaitu tingkat ketahanan pangan rumahtangga responden termasuk dalam kategori tidak tahan pangan karena terdapat 29 rumahtangga responden (82,86%) termasuk kriteria tidak tahan pangan dan 6 rumahtangga responden (17,14%) termasuk kategori tahan pangan , status gizi anak dalam kategori gizi kurang dan pada analisis Chi-Square diperoleh nilai x² hitung sebesar 12,25 dimana derajat bebas (db) = 3, diperoleh x²  tabel sebesar 7,815 pada taraf kepercayaan 0,05 atau 95 %. Oleh karena  x² hitung lebih besar dari pada x² tabel sehingga dikatakan signifikan atau berkorelasi nyata. Jadi kesimpulannya adalah terdapat korelasi yang nyata dengan hubungan keeratan yang sedang antara tingkat ketahanan pangan rumahtangga dengan status gizi anak usia sekolah 7 – 12 tahun.
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN BERDASARKAN AKSESIBILITAS PANGAN (Studi Kasus Rumahtangga Nelayan di Desa Galesong Baru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar) Ira Pasira; Ida Rosada; Nurliani Nurliani
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.69 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.19

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis aksesibilitas pangan rumahtangga nelayan ditinjau dari aspek akses fisik, akses ekonomi dan akses sosial, menganalisis tingkat ketahanan pangan rumahtangga nelayan berdasarkan mutu konsumsi pangan dan menganalisis korelasi antara aksesibilitas pangan dengan tingkat ketahanan pangan rumahtangga nelayan. Kegunaan penelitian ini yaitu sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pencapaian ketahanan pangan rumahtangga nelayan yang berada di daerah pesisir pantai, sebagai bahan refrensi bagi peneliti lainnya yang ingin melakukan penelitian lanjutan atau penelitian relevan dengan penelitian ini dan sebagai bahan masukan bagi masyarakat yang paling penting atau paling utama mengenai informasi tentang ketahanan pangan rumahtangga dengan keterjangkauan aksesibilitas sumberdaya yang dimiliki. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling atau dipilih secara sengaja dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan desa dengan populasi yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Penentuan sampel dilakukan secara acak sederhana dengan mengambil 12% dari populasi sebesar 426 rumahtangga nelayan sehingga sampel yaitu 51 rumahtangga nelayan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif,  analisis tingkat ketahanan pangan dan analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aksesibilitas pangan ditinjau dari akses fisik termasuk kategori tinggi, sedangkan akses ekonomi dan akses sosial termasuk kategori rendah. Tingkat ketahanan pangan nelayan termasuk kategori tidak tahan pangan. Aksesibilitas pangan ditinjau dari akses fisik dan akses ekonomi berkorelasi nyata terhadap ketahanan pangan rumahtangga nelayan, sedangkan akses sosial berkorelasi tidak nyata terhadap tingkat ketahanan pangan rumahtangga nelayan.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAHTANGGA USAHA DANGKE (Studi Kasus di Desa Sumbang, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan) Hasnita Hasnita; Rasmeidah Rasyid; Nuraeni Nuraeni
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.187 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.30

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses produksi dangke di Desa Sumbang, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal pada industri rumahtangga dangke di Desa Sumbang, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, menganalisis strategi pengembangan industri rumahtangga dangke di Desa Sumbang, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang. Manfaat penelitian ini sebagai bahan acuan atau pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan usaha dangke. Lokasi penelitian ini dipilih karena merupakan salah satu pusat industri rumahtangga dangke di Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang. Penentuan sampel dilakukan secara acak sederhana dengan mengambil 20 % dari populasi industri rumahtangga usaha dangke yaitu sebanyak 114 industri rumahtangga sehingga didapatkan sampel sebanyak 23 industri rumahtangga usaha dangke. Penelitian ini menggunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dangke yaitu 173 buah/responden perbulan, volume penjualan sebesar 157 buah/responden perbulan, biaya sebesar Rp 1.664.890, dengan harga Rp 17.130/responden perbulan dan pendapatan pemilik usaha dangke yaitu Rp 1.024.520 perbulan. Peralatan pada indutri rumahtangga usaha dangke sederhana, mudah memasarkan produk dan bantuan pemerintah sangat rendah, strategi S-O yaitu peningkatan sumberdaya modal, strategi W-O yaitu peningkatan penyuluhan yang intensif dan pengajuan bantuan pemerintah (peralatan), strategi S-T yaitu peningkatan kualitas produk dan melakukan promosi produk, strategi W-T yaitu peningkatan teknologi/ peralatan yang modern.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FLUKTUASI HARGA CABAI RAWIT DI PASAR BARANDASI, KABUPATEN MAROS Hardianti Arizka; Iskandar Hasan; Ida Rosada
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.016 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan harga cabai rawit, menganalisis faktor (harga cabai rawit di petani dan pedagang, jumlah permintaan dan kebiasaan konsumsi masyarakat) yang mempengaruhi fluktuasi harga cabai rawit. Penelitian ini di laksanakan di Pasar Barandasi, Kabupaten Maros. Dilakukan selama 2 bulan yaitu dari bulan Februari 2018 hingga Maret 2018. Adapun teknik pengumpulan data adalah data primer dan data sekunder. Populasi dari penelitian ini adalah pedagang pengecer yang berjumlah 22 orang. Metode pengambilan sampel adalah berdasarkan sensus yaitu seluruh populasi dijadikan sampel, sehingga jumlah responden sebanyak 22 orang pedagang pengecer. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data yaitu analisis time series dengan menggunakan metode trend, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ramalan perkembangan harga cabai rawit untuk lima tahun yang akan mendatang cenderung meningkat. Faktor yang mempengaruhi harga cabai rawit yang dianalisis dalam penelitian ini adalah harga cabai rawit di petani dan pedagang, jumlah permintaan dan kebiasaan konsumsi masyarakat. Harga cabai rawit di Petani dan Pedagang berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit, sedangkan jumlah permintaan dan kebiasaan konsumsi masyarakat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga cabai rawit.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENYULINGAN MINYAK NILAM (Studi Kasus pada Usaha Bosowasi di Desa Terpedo Jaya, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan) Sitti Madina; Nuraeni Nuraeni; Sitti Rahbiah Busaeri
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.046 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi usaha penyulingan minyak nilam pada usaha Bosowasi, menganalisis produksi dan pendapatan usaha penyulingan minyak nilam pada usaha Bosowasi, menganalisis kelayakan usaha penyulingan minyak nilam dengan menggunakan analisis NPV (Net Present Value), Net B/C ratio dan IRR (Internal Rate of Return) pada usaha Bosowasi di Desa Terpedo Jaya, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan dan menganalisis tingkat pengembalian modal usaha penyulingan nilam pada usaha Bosowasi. Penelitian ini dilakukan secara sensus yakni pada usaha penyulingan minyak nilam Bosowasi dan teknik pengampilan data dilakukan dengan memilih 3 responden yaitu pemilik usaha dan karyawan bagian produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi minyak nilam dilakukan selama 10 jam pemasakan. Usaha penyulingan minyak nilam yang dilakukan oleh usaha Bosowasi layak dikembangkan dengan rata-rata nilai pendapatan Rp. 18.125.876,-; NPV Rp. 9.350.258,-; Net B/C ratio 1,40; IRR 41,058%; R/C Ratio 1,65 dan Payback Period selama 3 bulan.
DAMPAK POSITIF AIR LIMBAH PABRIK GULA TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI (Studi Kasus di Desa Arasoe, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone) Revitah Revitah; Nurliani Nurliani; Ida Rosada
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.26

Abstract

Tujuan dari penelitian ini 1) Menganalisis kandungan hara N, P dan K pada lahan sawah yang menggunakan dan tidak menggunakan air limbah pabrik gula di Desa Arasoe, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone. 2) Mengetahui penggunaan sarana produksi pupuk pada usahatani padi pada lahan sawah yang menggunakan dan tidak menggunakan air limbah pabrik gula. 3) Menganalisis tingkat produksi dan pendapatan usahatani padi pada lahan sawah yang menggunakan dan tidak menggunakan air limbah pabrik gula. Penelitian ini dilaksanaka di Desa Arasoe, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone. Penentuan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dengan mengambil 20% dari populasi petani yang menggunakan limbah dalam usahataninya sehingga terpilih responden sebanyak 30 orang. Sedangkan pemilihan responden yang tidak menggunakan limbah pada usahataninya dilakukan dengan metode purposive yaitu dengan sengaja mengambil 30 orang petani, dengan pertimbangan lokasi lahan sawahnya tidak dijangkau air limbah pabrik gula di Desa Arasoe, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone sehingga jumlah seluruh responden sebanyak 60 orang. Kandungan hara N, P dan K pada lahan sawah yang menggunakan air limbah pabrik gula lebih tinggi dari pada lahan sawah yang tidak menggunakan air limbah pabrik gula. Penggunaan pupuk pada usahatani padi pada lahan sawah yang menggunakan air limbah. Tingkat produksi usahatani padi yang menggunakan air limbah lebih tinggi dari pada yang tidak menggunakan air limbah pabrik gula. Tingkat pendapatan usahatani padi yang menggunakan air limbah pabrik gula lebih tinggi dari pada yang tidak menggunakan.
ANALISIS KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN LUWU TIMUR Haspika Haspika; Muhammad Salim; Mais Ilsan
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.435 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh pertanian dalam menyelenggarakan penyuluh pertanian di Kabupaten Luwu Timur dan mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Luwu Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah penyuluh yang melakukan kegiatan penyuluhan pada bidang pertanian yang biasanya dilakukan di wilayah kerja penyuluh. Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah metode sensus atau dipilih secara keseluruhan. Jadi Penelitian ini mengambil seluruh populasi sebagai sampel di Kabupaten Luwu Timur yaitu sebanyak 137 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Luwu Timur pada indikator persiapan penyuluhan pertanian dengan nilai skor 4,88 yang dikategorikan tinggi, pelaksanaan penyuluhan pertanian  dengan nilai skor 3,84 yang dikategorikan sedang dan evaluasi dan pelaporan penyuluhan pertanian dengan nilai skor 2,39 yang dikategorikan rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah Indikator persiapan penyuluhan pertanian terdiri dari empat parameter yaitu membuat data potensi wilayah dan agro ekosistem, memandu penyusunan RDKK, penyusunan program penyuluhan pertanian di desa dan yang terakhir membuat RKTTP, dimana aspek persiapan penyuluh pertanian memiliki skor 4,87 sehingga dikatakan sebagai kategori yang tinggi. Indikator untuk melihat kinerja penyuluh pertanian terdiri dari tiga indikator yaitu persiapan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan pertanian dan evaluasi dan pelaporan penyuluhan pertanian. Dimana rata-rata nilai skor dari ketiga indikator tersebut memiliki rata-rata 4,03 dimana nilai tersebut dikategorikan tinggi. Artinya penyuluh yang ada di Kabupaten Luwu Timur sudah mematuhi undang-undang yang terkait.
ANALISIS SISTEM PEMASARAN CENGKEH (Studi Kasus di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng) Muhammad Ilyas Nur; Ida Rosada; Muhammad Salim
WIRATANI Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.72 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i2.16

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, fungsi pemasaran, struktur pasar dan perilaku pasar. Menganalisis marjin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan, dan menganalisis efisiensi pemasaran. Populasi dalam penelitian yaitu jumlah petani serta lembaga pemasaran yang terlibat seperti pedagang pengumpul, pedagang besar, dan konsumen. Populasi petani adalah 110 orang, pengambilan sampel dilakukan Simple random sampling yaitu 30% . Jumlah responden sebanyak 33 dibulatkan menjadi 30. Sampel lembaga pemasaran terdiri dari 3 orang pengumpul dan 2 orang pedagang besar, dilakukan secara (snow ball). Hasil penelitian, melalui tiga saluran pemasaran yaitu saluran I (Petani- pengumpul-Pedagang besar-Konsumen), saluran II (Petani- pengumpul-Konsumen), dan saluran III (Petani-Pedagang besar-Konsumen). Struktur pasar pada umumnya adalah pasar oligopoli dan perilaku pasar yang terjadi pada petani, praktik penjualan dengan pembayaran tunai, sedangkan pembayaran untuk pedagang besar ke pedagang pengumpul adalah keterikatan sisa pembayaran, dengan pembayaran angsuran setelah pengiriman ke konsumen. Marjin pemasaran terkecil saluran III yaitu Rp. 12.000, karena saluran III rantai pemasaran terpendek. Analisis farmer’s share yang terbesar pada saluran III yaitu sebesar 90%. Karena perbandingan harga tingkat produsen dan di tingkat konsumen tidak terlalu tinggi. Rasio keuntungan dan biaya terbesar adalah saluran I sebesar 5,04%. Hal ini terjadi karena biaya yang dikeluarkan pada saluran I lebih besar. Efisiensi pemasaran dari ketiga saluran tersebut dapat dilihat bahwa saluran III paling efisien dengan biaya yang lebih kecil.

Page 1 of 2 | Total Record : 15