cover
Contact Name
Rismaladewi Maskar
Contact Email
risma.maskar@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wiratani.agribisnis.fp@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Wiratani : Jurnal Ilmiah Agribisnis
ISSN : 26145928     EISSN : 26145928     DOI : -
WIRATANI adalah terbitan berkala ilmiah bidang Agribisnis yang merupakan media publikasi dan penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian dari peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa. WIRATANI diterbitkan dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025" : 11 Documents clear
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI MELON HIDROPONIK DAN NON HIDROPONIK (STUDI KASUS: MITRA CV. AGRO WATES BLITAR) gita, ririt zunilay amara
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.546

Abstract

Budidaya melon yang dilakukan oleh petani mitra hidroponik dan non hidroponik. Tujuan penelitian (1) mengetahui penerimaan, pendapatan, dan efisiensi usahatani tanaman melon hidroponik dan non hidroponik di mitra CV. Agrowates, (2) mengetahui komparasi pendapatan usahatani tanaman melon hidroponik dan non hidroponik di mitra CV. Agrowates. Penelitian menggunakan metode survey yang dilaksanakan bulan Oktober – Desember 2024. Pengambilan sampel dengan metode sensus. Metode analisis data menggunakan analisis usahatani, uji normalitas, uji homogenitas dan uji T. Hasil penelitian jumlah rata – rata produksi usahatani tanaman melon hidroponik 27.009 kg/ha, sedangkan usahatani tanaman melon non hidroponik 19.151 kg/ha. Rata – rata total biaya usahatani tanaman melon hidroponik Rp. 223.850.882/ha, dengan rata – rata penerimaan usahatani Rp. 449.166.700/ha dan rata – rata pendapatan Rp. 225.315.818/ha. Sedangkan rata – rata total biaya usahatani tanaman melon non hidroponik Rp. 163.527.623/ha, dengan rata – rata penerimaan usahatani Rp. 303.225.001/ha dan rata – rata pendapatan Rp. 139.697.376/ha. Hasil analisis RCR pada usahatani tanaman melon hidroponik yaitu 2.0 sedangkan usahatani tanaman melon non hidroponik yaitu 1.8 sehingga kedua sistem usahatani tanaman melon dikatakan efisien dan layak untuk dikembangkan. Dari perhitungan hasil uji t dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan tanaman melon hidroponik dengan pendapatan tanaman melon non hidroponik karena hasil analisis uji t nilai Sig. >0,05. Namun budidaya tanaman melon hidroponik memiliki potensi yang lebih besar dari non hidroponik karena dapat menaikkan pendapatan sebesar 37.99%.
ANALISIS PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN PRESISI TERHADAP PRODUKTIVITAS KOMODITAS TANAMAN MELON GOLDEN (Studi Kasus di Perusahaan CV Malaka Farm di Kota Soppeng) Syam, Putri Ashari; Rahbiah, Sitti; Saida, Saida
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi pertanian presisi terhadap produktivitas komoditas tanaman melon golden. Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan CV Malaka Farm, yang terletak di Jl. Malaka, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia pada bulan Mei hingga Juli 2025.Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Produktivitas, analisis ini digunakan Untuk menganalisis pengaruh teknologi presisi terhadap peningkatan produktivitas tanaman melon golden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi pertanian presisi di CV Malaka Farm dilakukan secara terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan budidaya melon golden. Teknologi yang digunakan mencakup pemantauan hasil panen (Yield Monitoring), sistem otomatisasi irigasi dan iklim (Autonomous Technology), penempatan presisi berbasis GPS/GNSS, pemberian nutrisi variatif sesuai kebutuhan (Variable-Rate Technology), serta pengendalian input berdasarkan zona (Automatic Section Control). Integrasi teknologi digital dan hayati ini menjadikan CV Malaka Farm sebagai contoh praktik pertanian presisi yang efisien dan berkelanjutan. Manfaat penerapan teknologi pertanian presisi yaitu teknologi ini tidak hanya mampu menghemat biaya operasional dengan penggunaan input yang lebih efisien, tetapi juga meningkatkan hasil dan kualitas panen karena tanaman mendapat perlakuan yang tepat. Selain itu, pertanian presisi mempercepat pekerjaan di lapangan, memudahkan pemantauan lahan secara real-time, serta meningkatkan kesehatan tanaman dan mengurangi risiko gagal panen. Produktivitas pada usaha tani melon golden, dengan 400 lubang tanam, hasil panen meningkat dari 480 kg menjadi 600 kg, dan produktivitas naik dari 1,20 menjadi 1,50 kg/lubang. Tingkat produktivitas pada kedua komoditas menunjukkan peningkatan sebesar 25%, yang berarti metode pertanian presisi mampu memaksimalkan hasil panen dari jumlah lahan yang sama.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT PETANI MANDIRI DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Siahaan, Richat Ramses
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produksi kelapa sawit pada petani mandiri di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Daerah ini merupakan salah satu kawasan perkebunan rakyat yang sebagian besar lahannya berupa gambut, sehingga pemakaian input produksi menjadi sangat menentukan keberhasilan panen. Penelitian dilakukan pada bulan Mei–Juni 2025 dengan metode survei menggunakan kuesioner dan wawancara. Responden berjumlah 79 orang petani yang ditentukan melalui perhitungan Slovin. Data penelitian terdiri atas data primer yang dikumpulkan dari wawancara langsung, serta data sekunder dari instansi terkait. Variabel independen yang dianalisis meliputi luas areal tanam (X1), umur tanaman (X2), penggunaan herbisida (X3), tenaga kerja (X4), pupuk dolomit (X5), pupuk KCl (X6), dan pupuk NPK (X7). Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda berbasis fungsi produksi Cobb-Douglas menggunakan aplikasi SPSS 25 setelah melalui pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan herbisida berpengaruh positif signifikan terhadap produksi, sedangkan umur tanaman berpengaruh negatif signifikan. sementara tenaga kerja, dolomit, dan pupuk KCl tidak berpengaruh nyata Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,96 menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang sangat baik terhadap variasi produksi, sehingga peningkatan produktivitas di lahan gambut perlu difokuskan pada optimalisasi lahan, peremajaan tanaman, pengendalian gulma, dan pemupukan NPK sesuai rekomendasi dosis.
ANALISIS PENGEMBANGAN EKSPOR KARET ALAM INDONESIA KE JEPANG Muhtaram, Zakki; Azrani, Utari; Kurniawan, Putra
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.569

Abstract

Karet alam merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, khususnya sektor pertanian dan perkebunan. Jepang merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor karet alam Indonesia karena memiliki industri otomotif dan manufaktur yang sangat bergantung pada bahan baku karet. Namun demikian, kinerja ekspor karet Indonesia ke Jepang masih menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor karet alam Indonesia ke Jepang dengan menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS) pada model persamaan simultan. Data yang digunakan merupakan data sekunder periode 2001–2024 yang bersumber dari TradeMap, World Bank, dan Direktorat Jenderal Perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga karet Jepang, Produk Domestik Bruto (GDP) Jepang, dan kebijakan pembatasan kuota ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor karet alam Indonesia, sedangkan harga karet domestik berpengaruh negatif. Sementara itu, variabel produksi karet domestik, produksi negara pesaing, dan inflasi Jepang tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan ekspor karet alam Indonesia ke Jepang memerlukan kebijakan ekspor yang adaptif, peningkatan efisiensi produksi, serta penguatan daya saing harga di pasar internasional.
Pengaruh Musim dan Permintaan Terhadap Kinerja Rantai Pasok Cabai di Tingkat Petani Ophelia, Thalita Khosyi
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.561

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh musim dan permintaan terhadap kinerja rantai pasok cabai rawit di Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, menggunakan metode SCOR dan Objective Matrix (OMAX) dengan evaluasi Traffic Light System (TLS). Data primer dan sekunder tahun 2023-2024 menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p=0,004) kinerja rantai pasok antara musim hujan dan kemarau. Pada musim hujan, kinerja produksi dan distribusi terpengaruh oleh cuaca buruk, dengan margin pemasaran lebih kecil dan farmer's share sebesar 82,94%, sementara musim kemarau menunjukan produktivitas lebih baik namun dengan over-supply, margin pemasaran melebar dan farmer's share menurun menjadi 65,52%. Titik kritis kinerja terdapat pada akurasi perencanaan, kerusakan produk, biaya distribusi, serta penanganan retur. Rekomendasi meliputi peningkatan perencanaan berbasis cuaca, pengendalian hama, diversifikasi saluran pemasaran, dan penguatan kelembagaan petani untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan kesejahteraan petani.
Dampak Perubahan Penanaman Kakao ke Padi Sawah di Kelurahan Noling, Kecamatan Bua Ponrang, Kabupaten Luwu Busaeri, Sitti Rahbiah
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.570

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian yang semakin banyak terjadi di Indonesia dipicu oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya dukungan pemerintah dalam pengembangan lahan kakao, sehingga petani beralih ke usahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakteristik petani padi sawah yang alih fungsi lahan kakao menjadi lahan padi sawah  ; (2) mengidentifikasi penyebab petani alih fungsi lahan kakao menjadi lahan padi sawah; (3) mengevaluasi perbedaan pendapatan petani sebelum dan sesudah alih fungsi lahan; (4) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi alih fungsi lahan; dan (5) mengkaji dampaknya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2024 dengan 40 responden petani kakao yang beralih ke padi sawah, menggunakan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani adalah rata-rata usia 45 tahun, pendidikan SMA, rata-rata jumlah tanggungan keluarga 2 orang, luas lahan 0,50 hektar, dan pengalaman usahatani 16 tahun. Penyebab utama alih fungsi lahan adalah penurunan produksi dan harga kakao yang fluktuatif, serta serangan hama dan penyakit. Pendapatan pertanian meningkat secara signifikan setelah menanam padi, tetapi dampak keseluruhannya negatif, terbukti dari penurunan pendapatan yang signifikan setelah perubahan.
KOMPARASI PRODUKSI PADI DAN PENDAPATAN PETANI: STUDI PENGGUNAAN HAND TRAKTOR VERSUS METODE TRADISIONAL DI KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Mareng, Nurhaeda
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.542

Abstract

Sektor tanaman pangan memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam hal pengurangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan petani, dan pelestarian lingkungan. Mekanisasi pertanian, terutama melalui penggunaan hand traktor, dinilai sebagai solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil produksi dan pendapatan petani padi antara sistem budidaya tradisional dan pengguna hand traktor di Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 55 petani padi, yang terdiri atas pengguna alat tradisional dan hand traktor. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografis (tingkat pendidikan, usia, dan luas lahan garapan), komponen biaya usaha tani, penerimaan, produktivitas, dan keuntungan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji t (t-test) untuk melihat perbedaan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan hand traktor secara signifikan meningkatkan hasil produksi (12,36%) dan pendapatan petani (13,47%) pada semua kategori luas lahan. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisasi pertanian berpotensi menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani di wilayah perdesaan. Oleh karena itu, dukungan pemerintah berupa bantuan alat mesin pertanian (alsintan), subsidi, atau sistem pinjam pakai kepada kelompok tani sangat diperlukan untuk memperluas penerapan mekanisasi.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK BAKSO SAPI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA SUKARAJA Dewi, Intani -
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap produk bakso sapi sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sukaraja. Pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal melalui pengembangan usaha pangan olahan bernilai tambah yang mampu membuka peluang usaha baru, terutama bagi perempuan sebagai pelaku utama dalam kegiatan ekonomi rumah tangga. Pengembangan produk bakso sapi dinilai potensial karena memiliki permintaan pasar yang tinggi dan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi dari 38 responden yang berpartisipasi pada penelitian ini. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, analisis konjoin untuk mengidentifikasi atribut produk yang paling disukai, serta analisis finansial untuk menilai kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut dengan nilai kepentingan tertinggi adalah komposisi (37,735), diikuti oleh ukuran (23,388), harga (10,447), dan tekstur (10,199). Kombinasi produk yang paling disukai konsumen adalah bakso dengan komposisi daging lebih banyak daripada tepung, ukuran sangat besar, tekstur empuk, rasa asin, dan harga Rp5.000–Rp10.000 per porsi. Berdasarkan hasil analisis finansial, diperoleh nilai R/C Ratio sebesar 1,14 yang menunjukkan bahwa usaha bakso sapi layak, efisien, dan berpotensi memberikan keuntungan ekonomi. Oleh karena itu, pengembangan usaha bakso sapi berbasis preferensi konsumen dapat dijadikan strategi efektif untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Sukaraja.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOPI ROBUSTA DI KAWASAN AGROPOLITAN KECAMATAN CANDIROTO KABUPATEN TEMANGGUNG Maulana, Ridho; Banowati, Eva
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agribisnis kopi robusta di kawasan agropolitan Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Kawasan ini memiliki potensi besar dalam produksi kopi robusta yang ditunjang oleh kondisi agroklimat yang mendukung, ketersediaan lahan, serta keberadaan kelompok tani yang aktif. Namun, pengembangan agribisnis kopi di wilayah ini masih menghadapi berbagai kendala, baik dari sisi internal maupun eksternal. Permasalahan internal yang menonjol antara lain adalah rendahnya tingkat pendidikan petani, produktivitas per hektar yang belum optimal, dan minimnya pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, kendala eksternal mencakup fluktuasi harga pasar, tingginya harga input pertanian, dan lemahnya dukungan kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus, serta menerapkan teknik analisis SWOT, Matriks IFE dan EFE, Matriks IE, dan QSPM untuk menentukan strategi prioritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor IFE sebesar 2,39 dan skor EFE sebesar 2,49 menempatkan posisi strategi pada kuadran V, yaitu strategi “Jaga dan Pertahankan”. Strategi prioritas yang dihasilkan melalui QSPM adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan petani, penguatan peran pemerintah dalam layanan agribisnis, serta diversifikasi produk olahan kopi. Strategi ini diharapkan mampu mendorong daya saing, keberlanjutan usaha, dan peningkatan kesejahteraan petani kopi robusta di kawasan agropolitan Kecamatan Candiroto.
ANALISIS KELAYAKAN DAN NILAI TAMBAH (VALUE ADDED) USAHA SARABBA BUBUK KHAS LEON DESA ROSOAN KECAMATAN ENREKANG KABUPATEN ENREKANG Reni, Reni
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.545

Abstract

Menganalisis kelayakan dan nilai tambah usaha sarabba bubuk, minuman tradisional berbahan dasar jahe khas Sulawesi di Dusun Leon, Desa Rosoan, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang. Fokus utama penelitian adalah untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan dari usaha sarabba bubuk apakah layak secara ekonomis serta mengetahui nilai tambah (value added) dari produk yang dihasilkan. Aspek Finansial Usaha berkaitan dengan penentuan kebutuhan jumlah dana dan sekaligus alokasinya adapun komponen yang diperlukan dalam penyusunan analisis ekonomi finansial meliputi, Asumsi dasar Perhitungan, Kapasitas Produksi, dan Analisis Biaya. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari responden penelitian dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel yang digunakakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel diambil berdasarkan kriteria tertentu dan secara non acak sesuai tujuan penelitian. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari suatu produk digunakan analasis nilai tambah dengan menggunakan metode hayami. Kemudian dalam menentukan keayakan usaha sarabba bubuk menngunakan dua metode yaitu R/C Ratio (Revenue Cost Ratio) dan BEP (Break Event Point). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai tambah sebesar Rp. 54.231 per kg dengan rasio nilai tambah 58,75 % yang berada pada indikator rasio tinggi yakni > 40 % yang artinya bahwa terjadi peningkatan nilai tambah yang relatif tinggi. Mengenai analasis kelayakan, diperoleh hasil R/C Ratio sebesar 1,72, yang artinya setiap pengeluaran biaya sebesar Rp 1,00 maka pelaku usaha sarabba bubuk akan mendapat penerimaan sebesar Rp 1,72. Kemudian dari sisi analisis BEP diperoleh BEP Unit (kg) sebesar 3,98 kg dan BEP harga sebesar Rp 398.106 yang artinya usaha ini berada pada titik impas

Page 1 of 2 | Total Record : 11