cover
Contact Name
Rismaladewi Maskar
Contact Email
risma.maskar@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wiratani.agribisnis.fp@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Wiratani : Jurnal Ilmiah Agribisnis
ISSN : 26145928     EISSN : 26145928     DOI : -
WIRATANI adalah terbitan berkala ilmiah bidang Agribisnis yang merupakan media publikasi dan penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian dari peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa. WIRATANI diterbitkan dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia.
Articles 154 Documents
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK BAKSO SAPI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA SUKARAJA Dewi, Intani -
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap produk bakso sapi sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sukaraja. Pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal melalui pengembangan usaha pangan olahan bernilai tambah yang mampu membuka peluang usaha baru, terutama bagi perempuan sebagai pelaku utama dalam kegiatan ekonomi rumah tangga. Pengembangan produk bakso sapi dinilai potensial karena memiliki permintaan pasar yang tinggi dan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi dari 38 responden yang berpartisipasi pada penelitian ini. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, analisis konjoin untuk mengidentifikasi atribut produk yang paling disukai, serta analisis finansial untuk menilai kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut dengan nilai kepentingan tertinggi adalah komposisi (37,735), diikuti oleh ukuran (23,388), harga (10,447), dan tekstur (10,199). Kombinasi produk yang paling disukai konsumen adalah bakso dengan komposisi daging lebih banyak daripada tepung, ukuran sangat besar, tekstur empuk, rasa asin, dan harga Rp5.000–Rp10.000 per porsi. Berdasarkan hasil analisis finansial, diperoleh nilai R/C Ratio sebesar 1,14 yang menunjukkan bahwa usaha bakso sapi layak, efisien, dan berpotensi memberikan keuntungan ekonomi. Oleh karena itu, pengembangan usaha bakso sapi berbasis preferensi konsumen dapat dijadikan strategi efektif untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Sukaraja.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KOPI ROBUSTA DI KAWASAN AGROPOLITAN KECAMATAN CANDIROTO KABUPATEN TEMANGGUNG Maulana, Ridho; Banowati, Eva
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agribisnis kopi robusta di kawasan agropolitan Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Kawasan ini memiliki potensi besar dalam produksi kopi robusta yang ditunjang oleh kondisi agroklimat yang mendukung, ketersediaan lahan, serta keberadaan kelompok tani yang aktif. Namun, pengembangan agribisnis kopi di wilayah ini masih menghadapi berbagai kendala, baik dari sisi internal maupun eksternal. Permasalahan internal yang menonjol antara lain adalah rendahnya tingkat pendidikan petani, produktivitas per hektar yang belum optimal, dan minimnya pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, kendala eksternal mencakup fluktuasi harga pasar, tingginya harga input pertanian, dan lemahnya dukungan kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus, serta menerapkan teknik analisis SWOT, Matriks IFE dan EFE, Matriks IE, dan QSPM untuk menentukan strategi prioritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor IFE sebesar 2,39 dan skor EFE sebesar 2,49 menempatkan posisi strategi pada kuadran V, yaitu strategi “Jaga dan Pertahankan”. Strategi prioritas yang dihasilkan melalui QSPM adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan petani, penguatan peran pemerintah dalam layanan agribisnis, serta diversifikasi produk olahan kopi. Strategi ini diharapkan mampu mendorong daya saing, keberlanjutan usaha, dan peningkatan kesejahteraan petani kopi robusta di kawasan agropolitan Kecamatan Candiroto.
ANALISIS KELAYAKAN DAN NILAI TAMBAH (VALUE ADDED) USAHA SARABBA BUBUK KHAS LEON DESA ROSOAN KECAMATAN ENREKANG KABUPATEN ENREKANG Reni, Reni
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.545

Abstract

Menganalisis kelayakan dan nilai tambah usaha sarabba bubuk, minuman tradisional berbahan dasar jahe khas Sulawesi di Dusun Leon, Desa Rosoan, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang. Fokus utama penelitian adalah untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan dari usaha sarabba bubuk apakah layak secara ekonomis serta mengetahui nilai tambah (value added) dari produk yang dihasilkan. Aspek Finansial Usaha berkaitan dengan penentuan kebutuhan jumlah dana dan sekaligus alokasinya adapun komponen yang diperlukan dalam penyusunan analisis ekonomi finansial meliputi, Asumsi dasar Perhitungan, Kapasitas Produksi, dan Analisis Biaya. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari responden penelitian dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel yang digunakakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel diambil berdasarkan kriteria tertentu dan secara non acak sesuai tujuan penelitian. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari suatu produk digunakan analasis nilai tambah dengan menggunakan metode hayami. Kemudian dalam menentukan keayakan usaha sarabba bubuk menngunakan dua metode yaitu R/C Ratio (Revenue Cost Ratio) dan BEP (Break Event Point). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai tambah sebesar Rp. 54.231 per kg dengan rasio nilai tambah 58,75 % yang berada pada indikator rasio tinggi yakni > 40 % yang artinya bahwa terjadi peningkatan nilai tambah yang relatif tinggi. Mengenai analasis kelayakan, diperoleh hasil R/C Ratio sebesar 1,72, yang artinya setiap pengeluaran biaya sebesar Rp 1,00 maka pelaku usaha sarabba bubuk akan mendapat penerimaan sebesar Rp 1,72. Kemudian dari sisi analisis BEP diperoleh BEP Unit (kg) sebesar 3,98 kg dan BEP harga sebesar Rp 398.106 yang artinya usaha ini berada pada titik impas
Analisis Kinerja Rantai Pasok Sayuran Hidroponik di PT Lokatani Kota Depok Aliya, Probo Abdu Naja; Budiraharjo, Kustopo; Ekowati, Titik
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan kondisi rantai pasok sayuran hidroponik pada PT Lokatani serta menganalisis kinerja perusahaan dalam memenuhi pesanan pelanggan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Metode analisis data yang digunakan dalam adalah Food Supply Chain Network (FSCN) untuk mendeskripsikan kondisi rantai pasok sayuran hidroponik berdasarkan empat elemen dan Supply Chain Operation Reference (SCOR) untuk mengukur kinerja rantai pasok berdasarkan atribut eksternal dan internal. Hasil analisis FSCN menunjukkan bahwa kondisi rantai pasok sayuran hidroponik PT Lokatani sudah sangat baik secara manajemen. Hal ini ditandai dengan terdapatnya struktur rantai yang membentuk pola aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi. Hasil pengukuran kinerja rantai pasok PT Lokatani pada atribut responsiveness dan agility secara keseluruhan sudah pada posisi sangat baik (superior). Akan tetapi, pada atribut reliability kinerja PT Lokatani masih kurang baik (parity and below parity) sehingga menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan. Pengukuran kinerja pada atribut cost juga menunjukkan bahwa total biaya rantai pasok sayuran hidroponik juga belum mencapai kinerja minimum (below parity) sehingga perlu ada evaluasi bagi perusahaan. Nilai inventory days of supply sayuran hidroponik di PT Lokatani dan petani telah mencapai posisi advantage dan nilai cash-to-cash cycle time termasuk dalam posisi superior. Secara keseluruhan kondisi dan kinerja rantai pasok sudah cukup baik, namun perlu memperbaiki dalam beberapa hal dalam kinerjanya.