cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Contact Email
sphotajournal@gmail.com
Phone
+62818557516
Journal Mail Official
sphotajournal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja no 11A Denpasa-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar
ISSN : 20858388     EISSN : 25807358     DOI : https://doi.org/10.36733/sphota.v15i1
This journal provides conceptual and research-based articles on various Language and Literature studies topics. Editors welcome articles encompassing the field of Language, Literature, and Language Education written in Indonesian or English.
Articles 149 Documents
THE ABILITY IN WRITING SIMPLE PAST TENSE OF VIII A SMP ANGKASA KUTA’S STUDENT Si Putu Agung Ayu Pertiwi Dewi
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2016): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.211 KB)

Abstract

ABSTRACT This writing discuses about the phenomenon that mostly happen during English session at VIII A class in SMP Angkasa Kuta. The problems occurred when the students tried to write the sentence. They found the difficulties in using regular and irregular verb form, using of copula be, using of adverb of time and using of negative form in past tense. This study was classroom action research that collected descriptive data. The data collected by taking the sample of student sentences and analyzed the student ability in writing simple past tense. Based on the observation, there were two kinds of factors influences the student ability in writing simple past tense of VIII A SMP Angkasa Kuta’s student. First, The internal factors were made by the student itself. It impeded learning process in class during the English session. Second, the external factor came from the monotone teaching style and the situation. Keywords:ability,simple past tense, writing,
THE EFFECT OF DEFINITENESS ON THE BALINESE CONSTITUENT WORD ORDER IN TRANSITIVE CONSTRUCTIONS WITH THE FULL NPs I Wayan Sidha Karya; Putu Devi Maharani
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2016): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.56 KB)

Abstract

ABSTRAK Penulisan artikel ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh markah definit dalam bahasa Bali terhadap pola sususan kata-kerja dan argumennya atau konstituen kalimat transitif.Bahasa Bali memiliki sususan konstituen (subject/agen, kata-kerja, objek/pasien) yang lentur.Kelenturan susunan konstituen ini disebabkan oleh penanda frase benda berupa markah definit –e atau pengidentifikasian.Suatu frasa benda yang memiliki markah definit –e bisa diartikan bahwa frasa ini sudah dipahami sebagai suatu hal yang sudah tentu atau diharapkan dan bisa mengambil tempat di awal kalimat atau di akhir kalimat. Sebagai ganti istilah ‘subjek’ dan ‘objek’ untuk peran sintaksis dalam sebuah kalimat transitif, kami menggunakan istilah ENP (External Noun Phrase) dan INP (Internal Noun Phrase) yang masing-masingnya bisa mengambil peran semantic agen atau pasien, bergantung pada bentuk pemicu dalam kata-kerja. Sebuah kata-kerja dengan awalan suara nasal memicu agen sebagai ENP, sehingga konstruksinya +AT; begitu juga sebaliknya, sebuah kata-kerja tanpa awal suara nasal memicu non-agen sebagai ENP, sehingga menjadi, konstruksi -AT. Dalam tulisan ini menelaah variasi susunan konstituen dalam bahasa Bali dan motivasinya. Dari sudut kelinearan, susunan yang kanonikal dalam bahasa Bali adalah ENP [V INP].Namun ada faktor-faktor pragmatik yang menyebabkan susunan tersebut menjadi berubah, khususnya karena pengidentifikasian terhadap argumen-argumen NP dalam klausa-klausa dengan kata-kerja transitif. Tulisan ini menelaah variasi susunan konstituen dalam bahasa Bali dan motivasinya. Dari sudut kelinearan, susunan yang kanonikal dalam bahasa Bali adalah ENP [V INP].Namun ada faktor-faktor pragmatik yang menyebabkan susunan tersebut menjadi berubah, khususnya karena pengidentifikasian terhadap argumen-argumen NP dalam klausa-klausa dengan kata-kerja transitif.Data yang dipakai bersumberkan pada empat buah cerita rakyat. Pola-pola sususan kalimat tersebut dikumpulkan dengan cara mencatat pada saat membaca masing-masing cerita tersebut. Masing-masing pola kemudian dianalisa menurut bentuk logika P > (Q > R) yang terinspirasi oleh model universal sususan berimplikasi ‘implicational order universal’ yang diperkenalkan oleh Hawkins.Hasilnya berupa penemuan beberapa pola ‘implicational order universals’ dalam bahasa Bali. Kata Kunci: constituent order, markah definit, implicational universal, ENP, INP, +AT, -AT
KESALAHAN LEKSIKAL DALAM BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V: SEBUAH KAJIAN ERROR ANALYSIS Ida Bagus Gde Nova Winarta
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2016): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.394 KB)

Abstract

ABSTRACT This research was entitled “Lexical Errors in English of Elementary School 5th Grade Students: an Error Analysis Study. Basically language use is something that is very complicated, for example, related to mother tongue, second language, and foreign language. Especially, this is focused on foreign language because such errors occur when learning this language related to the rules of this language. Specifically, this research aimed at understanding two things, such as: (1) lexical use in English and (2) factors causing errors in using lexical in English. Research method applied in this research consists of approach research, kind and data source, method and technique of collecting data, method and technique of analyzing data, and method and technique of presenting the data analysis. Qualitative approach was used in this research and the data source was the observation that was done by the researcher toward Elementary School 5th Grade Students. The method used in collecting data was by using observation method and interview method. Intralingua comparison was used to analyze the classified data. Then, the result of the analysis was presented by using formal and informal method. The discussion of the problems was preceded by an error related to lexical use, basic lexical and universal lexical. Based on the analysis, the researcher found that errors related to basic lexical, such as: errors in word formation, errors in word order, errors in question form, errors in verb form, errors in adjective form, errors in adverb form, errors related to bound morpheme, error in pattern of like + verb -ing, error in pattern before….verb -ing, and gerund error. Then, the cause factors of errors in using lexical and acquiring syntax in English, such as: Intralingua factor and Interlingua factor. From the result and discussion, it could be concluded that the researcher found some errors in using English done by the Elementary School 5th Grade Students, related to lexical. The writer was aware that this research has some limitation or shortage so it is hoped that this research could be continued in order to get better result for the society in general. Key words: errors, lexical.
FENOMENA PENGGUNAAN CAMPUR KODE PADA LIRIK LAGU BAHASA JEPANG Putri Aqidah; Ely Triasih Rahayu; Yudi Suryadi
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.001 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i1.1447

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai campur kode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk campur kode dan latar belakang penggunaan campur kode pada lirik lagu bahasa Jepang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan dan teknik pilah unsur penentu. Sumber data penelitian ini berupa 15 lirik lagu, dari lirik lagu tersebut ditemukan 35 data. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 6 bentuk campur kode dan 2 latar belakang penggunaan campur kode. Bentuk campur kode berupa kata sebanyak 9, 9 klausa, 8 frasa, 7 idiom, dan ada 1perulangan kata serta 1 bentuk campur kode berupa baster. Bentuk campur kode yang paling banyak muncul adalah klausa dan kata. Sementara itu latar belakang penggunaan campur kode meliputi sikap dan kebahasaan. Latar belakang kebahasaan 31 data yang menunjukkan keinginan penutur untuk menafsirkan perasaannya agar tersampaikan kepada pendengar.
MAKNA DAN PENGGUNAAN VERBA ‘MEMBANTU’ DALAM BAHASA JEPANG SEHARI-HARI: TINJAUAN SEMANTIK I Wayan Wahyu Cipta Widiastika
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.325 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i1.1464

Abstract

Japanese is a foreign language that has many variations of the lexicon. One of them is the lexicon variation in verbs. This study discusses the meaning and use of verb 'help' in everyday Japanese conversation. The data is in the form of sentences used by native Japanese speakers. Data collection was carried out through interviews and note taking techniques. The data were analyzed using the contextual meaning theory approach of Pateda, (2010 : 116). The result shows that there are eight variations of the verb 'help' in Japanese namely: tetsudau, tasukeru, osewa ni naru, sukuu, kyuujo suru, enjo suru, kifu suru, and ouen suru. From the analysis, the verb "tetsudau" means helping someone to complete an activity that has not been completed. The verb 'tasukeru, sukuu and kyuujo suru' means to help or save someone who is experiencing difficulty or danger. Then, the verb 'osewa ni naru' means to help someone by providing guidance, kindness or facilities. The verb 'enjo suru' means to help by making things easier. The verb "ouen suru" means to help by providing support or encouragement. And finally, the verb "kifu suru" means to help someone by giving something in the form of an object (money). Abstrak Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa asing yang mempunyai banyak variasi leksikon. Salah satunya adalah variasi leksikon dalam verba. Dalam jurnal ini membahas mengenai makna dan penggunaan verba 'membantu' dalam percakapan bahasa Jepang sehari-hari. Data dalam jurnal ini berupa kalimat-kalimat yang digunakan oleh penutur asli bahasa Jepang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan teknik catat. Data dianalisis dengan pendekatan teori makna kontekstual Pateda, (2010:116). Dari data yang telah ditemukan, verba ‘membantu’ dalam bahasa Jepang ada delapan variasi, yaitu: tetsudau, tasukeru, osewa ni naru, sukuu, kyuujo suru, enjo suru, kifu suru, dan ouen suru. Dari hasil analisis, verba ‘tetsudau’ bermakna membantu seseorang untuk menyelesaikan sesuatu aktivitas yang belum selesai. Verba ‘tasukeru, sukuu dan kyuujo suru’ bermakna menolong atau menyelamatkan seseorang yang sedang mengalami kesulitan atau bahaya. Kemudian, verba ‘osewa ni naru’ bermakna membantu seseorang dengan memberikan bimbingan, kebaikan, atau fasilitas. Verba ‘enjo suru’ bermakna membantu dengan mempermudah menyelesaikan sesuatu. Verba ‘ouen suru’ bermakna membantu dengan memberikan dukungan atau semangat. Terakhir, verba ‘kifu suru’ bermakna membantu seseorang dengan memberikan sesuatu berupa benda (uang).
A STUDY OF LEXICAL COHESION IN THE LYRIC OF DEMI LOVATO'S SONG IN 'TELL ME YOU LOVE ME' ALBUM Moh Kavin Lidinillah
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.683 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i1.1466

Abstract

The analysis of musical discourse analysis come from many ways and one of them is in song lyrics. Meanwhile, cohesion is a semantic relation which has a correlation between one component to another in the text. Lexical cohesion reached by selecting the vocabulary. There is one research problem in this study, what types of lexical cohesion are used in Demi Lovato’s song lyric in tell me you love me and the functions of Lexical Cohesion used. The study uses qualitative approach and uses Demi Lovato’s song lyric in tell me you love me. In conducting the study, the writers uses Halliday & Hasan (1976) theory of lexical cohesion which focuses on lexical reiteration (repetition, synonym/near-synonym, superordinate and general word). The result of the study shows types of lexical cohesion which is reiteration (repetition, synonym-near synonym, general word) only superordinates are missing. Therefore, the function of lexical cohesion in the lyrics of Demi Lovato’s song is to emphasize, to illustrate, to strengthen the message, and to give contribution to the two words that the meaning are connected to each other and make the song delivered clearly.
ANALISIS STRATEGI PERANG TOYOTOMI HIDEYOSHI UNTUK MEMPERSATUKAN JEPANG DALAM NOVEL THE SWORDLESS SAMURAI KARYA KITAMI MASAO Kadek Apriliani; Dian Pramita Sugiarti
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2017): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.203 KB)

Abstract

ABSTRACT This article entitled “Analysis of Toyotomi Hideyoshi’s War Strategy to Unite Japan Depicted in the Novel The Swordless Samurai by Kitami Masao” is mainly aimed at revealing Toyotomi Hideyoshi’s war strategy to unite Japan. This research was based on some books concerning The Swordless Samurai’s novel. The data was collected by reading those books for obtaining information relating to the war strategy and policy used for uniting Japan. The data was analyzed by descriptive qualitative method. Two theories were used in analyzing the data, namely the theory of war strategy psychology and the theory of Hegemony. The results of the analysis shows that the war strategy of Toyotomi Hideyoshi to unite Japan in the novel The Swordless Samurai are approach techniques with enemies, techniques to trick enemies and improve welfare for troops of war. These three techniques Toyotomi Hideyoshi able to unite Japan with a short time. Keywords: Toyotomi Hideyoshi, War Strategy, Policy
IMAGERY IN THE ENGLISH TRANSLATION OF WANG WEI’S POEM AN AUTUMN NIGHT, SITTING ALONE Erika Gunawati; Cayaputiyayi Tanuyanapat; I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2017): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims at describing imagery in the English translation of a Chinese poem written by Wang Wei, the great Chinese poet of Tang Dynasty. The focus of analysis is on imagery in the English translation of a Chinese poem entitled Qiuye Duzuo that is An Autum Night, Sitting Alone. It is interesting to analyze imagery in a poem to find out how vivid depiction of life is created through words. Through imagery, the readers of a poem can be brought into a certain situation that involves the human senses and part of body to see, hear, smell, touch and move. The identification of imagery in this study is based on Morner and Rausch (1998: 105) supported by the classification of imagery by Sayuti (2002). The results show that visual imagery is predominantly found in the poem that involves the eyes to see, meanwhile some lines can also be categorized as the auditory imagery that refers to images which involve the ears to hear. Key words: Imagery, Chinese Poem, ‘An Autumn Night, Sitting Alone.’
METAPHORICHAL EXPRESSION IN THE BEATLES “LOVE” Wayan Heka Arcana Putra; I Wayan Juniartha
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2017): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.866 KB)

Abstract

ABSTRACT Dalam mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran, manusia sebagai mahluk yang ekspresif, selalu menemukan cara mengungkapkan pikiran tersebut dalam kalimat dan menuangkan dalam sebuah karya baik itu novel, drama, puisi, atau syair lagu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan jenis metafora dan maknanya pada lirik lagu Beatles pada album Love. Data diperolah dari lirik lagu sebuah grup musik bernama The Beatles yang merupakan salah satu grup musik yang sangat terkenal di dunia. Dalam album “Love “, ditemukan 26 lagu dan akhirnya dipilih 8 lagu untuk dianalisa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dimulai dengan mencatat lirik dari 8 lagu The Beatles yang memuat majas metafora dan mengategorikan data-data tersebut berdasarkan tipe metafora. kemudian data dianalisa dengan menggunakan metode kuantitatif menggunakan teori metafora oleh Lakoff and Johnson (2003) dan didukung dengan teori dari Konvecses (2002; 2010) and Lakoff (1980). Hasil temuan dari penelitian ini bahwa terdapat ketiga jenis metafora, yaitu: Structural Metaphor, Orientational Metaphor, dan Ontological Metaphor dan juga figure berkaitan yang dipakai dalam data pada lirik lagu grup musik The Beatles. Selain itu, proses mapping ungkapan metafora dari sumber ke ranah target banyak mengungkap makna sebenarnya. Penelitian ini banyak mengungkap metafora yang digunakan pada lirik lagu dan ungkapan tersebut kebanyakan mencerminkan pengalaman hidup manusia dan interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. Kata kunci: metaphorical expression, mapping, meaning, The Beatles
THE VARIATIONS OF TRANSLATING CONJUNCTIVE ADVERB ‘THEN’ IN JUDY BLUME’S NOVEL INTO INDONESIAN Luh Nyoman Tri Lilasari
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2017): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.026 KB)

Abstract

ABSTRAK Proses penerjemahan sangatlah komplek karena tidak hanya melibatkan dua bahasa yang berbeda namun juga dua budaya, dimana setiap bahasa memiliki sistemnya sendiri. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis variasi terjemahan ‘then’ke dalam bahasa Indonesia. Data diambil, dikumpulkan, dan dianalisis dari buku terjemahan karya Judy Blume yang terkenal berjudul “Just As Long As We’re Together” dan terjemahannya yang berjudul “Selama Kita Bersama”. Buku ini dipilih karena ceritanya memberikan inspirasi bagi kawula muda yang bercerita tentang persahabatan dan mengandung banyak kata penghubung ‘then’ yang menarik untuk dianalisis. Metode kuantitatif dan kualitatif diterapkan berdasarkan teori Dynamic Equivalence oleh Nida yang menyatakan bahwa penerjemahan bertujuan untuk mengekspresikan segala sesuatunya secara natural atau alami dan merupakan kombinasi dari seni/estetika, keahlian, dan pengetahuan. Analisa kuantitatif digunakan untuk menujukkan jumlah kemunculan kata ‘then’ dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menjabarkan variasi terjemahannya. Variasi kata yg dipilih oleh penerjemah untuk menerjemahkan kata penghubung ‘then’, antara lain lalu, kemudian, kalau begitu, dengan begitu, maka. Kata yang paling sering dipergunakan adalah lalu. Selain itu ditemukan pula beberapa yang tanpa terjemahan. Penggunaan variasi bahasa ini berdasarkan pada pilihan, seni/estetika, dan rasa yang didapatkan oleh penerjemah berdasarkan pemahaman dan keahliannya dalam memahami isi dari konteks cerita. Kata kunci: penerjemahan, kata penghubung ‘then’, pilihan, seni/estetika, dan rasa penerjemah

Page 8 of 15 | Total Record : 149