cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Contact Email
sphotajournal@gmail.com
Phone
+62818557516
Journal Mail Official
sphotajournal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja no 11A Denpasa-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar
ISSN : 20858388     EISSN : 25807358     DOI : https://doi.org/10.36733/sphota.v15i1
This journal provides conceptual and research-based articles on various Language and Literature studies topics. Editors welcome articles encompassing the field of Language, Literature, and Language Education written in Indonesian or English.
Articles 149 Documents
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM UJARAN ENG TAY DALAM GEGURITAN ‘SAMPIK TONG NAWANG NATAH’ I Komang Sulatra; Desak Putu Eka Pratiwi; Wahyu Putra Nugraha I Gusti Bagus
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.665 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i1.1586

Abstract

This study aims at finding out the types of illocutionary act and explaining the meaning of utterances found in Balinese traditional literary work named geguritan entitled ‘Sampik tong Nawang Natah’. The method in collecting the data was observation method by reading the script of geguritan Sampik tong nawang Natah and note taking the lyrics which have the illocutionary act spoken by one of the main characters ‘Eng Tay’. The analysis was done by applying the theory of speech act by Searle (1969) related to the types of illocutionary act. This study found that Eng Tay used assertive, directive, commissive and expressive illocutionary act. This study also shows the misinterpretation of the utterance which exists in the utterances spoken by Eng Tay has made fatal result. Sampik was fault to catch the meaning therefore he couldn’t able to marry Eng Tay. Geguritan Sampik has shown how ambiguities can make problem in communication. This study also shows the important of pragmatics in relation to understand the speakers meaning, the listeners have to be able to interpret the meaning of utterances based on the context.. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tindak tutur ilokusi dan menjelaskan tentang makna tuturan yang diujarkan oleh Eng Tay dalam karya sastra tradisional Bali yaitu geguritan berjudul Sampik tong Nawang Natah. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau metode simak dengan membaca naskah geguritan dan juga mencatat tuturan yang diujarkan oleh karakter utama yaitu Eng Tay. Analisis data dilakukan dengan menerapkan teori speech act oleh Searle (1969) berkaitan dengan tipe tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eng Tay mengujarkan tindak tutur ilokusi tipe asertif, direktif, komisif dan ekspresif. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana kesalahan interpretasi terhadap makna tuturan telah mengakibatkan hal yang buruk. Sampik gagal memaknai tuturan Eng Tay sehingga dia tidak bisa menikah dengan Eng Tay. Geguritan Sampik juga menunjukan bagaimana ambiguitas makna memunculkan permasalahan dalam komunikasi. Penelitian ini menjelaskan bahwa memahami makna pragmatic sebuah tuturan sangatlah penting, penyimak harus mampu menginterpretasi makna berdasarkan konteks.
VARIASI BAHASA PADA YOUTUBER JEPANG DALAM CHANEL HIKAKIN TV Ni Wayan Meidariani
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 2 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.914 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i2.1665

Abstract

This research discusses about the Japanese language variation looked at from the perspective of its speakers and usages. The use of Japanese based on its speakers’ positions in the society is known to have three varieties such as sonkeigo, teineigo and futsugo. It is the speaker, the context and the situation which determine the distinctive use of either one of the three styles in the daily conversation. This article focuses on the variety of Japanese language on youtuber videos. The purpose of this study is to increase the Japanese learners’ knowledge on different kinds of Japanese varieties used in daily communication, such as trending vocabulary in Japan. The data are collected from Japan youtuber videos Hikakin TV on youtube. The approach used in this study is a qualitative approach. Methodologically, the data found are processed descriptively. The writer found that Japanese youtubers use futsugo and teineigo in their speech. The analysis also reveals that they use the word patterns of ryuukougo and wakamonokotoba in their use of adjectives, verbs as well as adverbials. The pattern of wakamono kotoba processes of shortening in the middle and the end of a word, changing sound in some words, borrowing, and adding -i to a word that changes the word class into an adjective are also found. Abstrak Penelitian ini membahas tentang ragam bahasa Jepang berdasarkan penutur ditinjau dari penutur dan penggunaannya. Ragam bahasa Jepang berdasarkan penutur dikenal dengan ragam sonkeigo, teineigo dan futsugo yang penggunaannya berbeda berdasarkan penutur dan konteks penggunaanya. Ragam futsuugo biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, dimana penuturnya memiliki hubungan kedekatan dengan lawan tutur. Sedangkan ragam sonkeigo digunakan untuk menunjukkan kesantunan berbicara terhadap lawan bicara. Berdasarkan hal tersebut, maka tulisan ini memfokuskan pada variasi bahasa Jepang yang digunakan youtuber Jepang pada chanel hikakin TV dalam media youtube. Penelitian ini berkontribusi dalam menambah pengetahuan para pembelajar bahasa Jepang untuk memahami variasi bahasa Jepang yang digunakan dalam ragam kasual yakni penggunaan kosakata yang sedang trend di Jepang saat ini. Sumber data yang digunakan dalam tulisan ini berupa video dari youtuber Jepang pada akun chanel Hikakin TV dalam media Youtube. Tulisan ini menggunakan pendekatan secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, para youtuber Jepang menggunakan ryuukougo dan wakamono kotoba dalam tuturan. Ryuukougo dan wakamono kotoba yang sering digunakan dalam bentuk adjektiva, verba dan adverbial. Pola pembentukkan wakamono kotoba ditemukan dalam bentuk proses pemendekkan di tengah dan di akhir kata, perubahan bunyi pada kata, peminjaman kosakata bahasa asing dan penambahan -i pada sebuah kata sehingga mengubah kelas kata tersebut menjadi kelas adjektiva.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARANGAN DESKRIPSI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SIANGAN Ida Ayu Made Wedasuwari Ida Ayu; Ni Kadek Meini Ariyanthi; I Nyoman Artika Adhikara
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.262 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i1.2092

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaparkan kesalahan berbahasa pada karangan deskripsi siswa kelas V SD Negeri 2 Siangan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini yaitu karangan deskripsi siswa dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini yaitu terdapat kesalahan berbahasa dalam penulisan huruf kapital, tanda baca, kata depan dan pemilihan diksi.
GENDER ISSUES IN MARY NORTON’S NOVEL ENTITLED “THE BORROWERS” : A LITERATURE REVIEW Luh Riskayani; Ni Komang Arie Suwastini; Luh Gede Eka Wahyuni
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 2 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.261 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i2.2103

Abstract

Feminist literary criticism has been focused on the marginalization of women in literary texts and the efforts to deconstruct patriarchy through counter texts, such as Mary Norton’s The Borrowers. This paper aims to review previous studies and expert opinions on Norton’s The Borrowers, especially the arguments in the form of feminist literary criticism. This study employed George’s (2008) model of literature review to review articles employing feminist literary criticism in "The Borrowers." The articles were gathered from books, academic journals, and previous studies on Norton’s The Borrowers. The review reveals that the novel depicted a feminine and masculine environment, constructing biased gender roles and labor division that triggered efforts to gain emancipation and independence in the female character. Telling about miniature family who survived by “borrowing” items from a human, The Borrower is centered towards the young female who deconstructed the traditional binary oppositions concerning the work division and spatial division between males and females. Besides, The Borrowers also presented women’s marginalization, women’s struggles, and gender identity. Such revelation might be useful to extend the fight for gender equity, especially for the children as the target readers. Abstrak Kritik sastra feminis telah difokuskan pada marginalisasi perempuan dalam teks sastra dan upaya untuk mendekonstruksi patriarki melalui teks tandingan, seperti The Borrowers karya Mary Norton. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kajian-kajian terdahulu dan pendapat para ahli tentang The Borrowers karya Norton, khususnya argumentasi-argumentasi berupa kritik sastra feminis. Penelitian ini menggunakan model literature review George (2008) untuk mengkaji artikel-artikel yang menggunakan kritik sastra feminis dalam "The Borrowers". Artikel dikumpulkan dari buku, jurnal akademik, dan studi sebelumnya tentang The Borrowers dari Norton. Tinjauan terdahulu mengungkapkan bahwa The Borrowers menggambarkan lingkungan feminin dan maskulin, membangun peran gender yang bias dan pembagian kerja yang memicu gerakan emansipasi dan kemandirian dalam karakter wanita. Menceritakan tentang keluarga mini yang bertahan hidup lewat “meminjam” barang dari manusia, The Borrower berpusat pada perempuan muda yang mendekonstruksi oposisi biner tradisional mengenai pembagian kerja dan pembagian ruang antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, The Borrowers juga menampilkan marginalisasi perempuan, perjuangan perempuan, dan identitas gender. Penceritaan tersebut dapat berguna untuk perpanjangan perjuangan kesetaraan gender terutama bagi anak-anak sebagai target pembaca.
KATA GANTI ALLAH DALAM AL-QUR’AN TERJEMAHAN BAHASA JEPANG: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK : Bahasa Indonesia Feby Dwi Fitriyani; Ely Triasih Rahayu; Hartati Hartati
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 2 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.655 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i2.2104

Abstract

The purpose of this research was to analyse the form and meanings of personal pronoun of Allah and the social factors behind the use of the said surah. The type is descriptive qualitative research. From all of ayat there found 60 data. The analysis result show that for the first personal pronoun of Allah is Ware. Second personal pronoun of Allah are Anata. For third personal pronoun of Allah are Arraa, Shu, Kare, Waga, and Okata. The conclusion of this research is there are 7 (seven) form personal pronoun of Allah. The personal pronoun of Allah being used in Al-Kahfi has a purpose: respect to God, The different name's God with the other God's in Japanese culture and to show nature of God. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna kata ganti Allah dalam surat Al-Kahfi Al-Qur’an terjemahan bahasa Jepang dan faktor sosial yang melatarbelakangi penggunaan kata ganti Allah tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Dari 110 ayat yang terdapat dalam surat Al-Kahfi ditemukan sebanyak 66 data. Hasil penelitian menunjukkan kata ganti yang digunakan untuk merujuk pada Allah sebagai kata ganti orang pertama, yaitu Ware. Sedangkan bentuk yang merujuk pada Allah sebagai kata ganti orang kedua, yaitu Anata. Kemudian bentuk yang merujuk pada Allah sebagai kata ganti orang ketiga, yaitu Arraa, Shu, Kare, Okata dan Waga. Berdasarkan analisis tersebut, dapat simpulkan bahwa kata ganti Allah ada tujuh bentuk yaitu: Ware, Shu, Kare, Arraa, Waga, Anata dan Okata. Selanjutnya tujuan dari penggunaan kata ganti Allah, yaitu: sebagai bentuk hormat kepada Tuhan, sebagai pembeda dengan nama Tuhan dari agama lain di Jepang dan untuk menunjukkan sifat yang dimiliki oleh Tuhan.
PANDANGAN HIDUP WANITA JAWA DALAM NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Arif Setiawan
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 2 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.892 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i2.2305

Abstract

This study aims to describe a Javanese woman's view of life which consists of (1) human relationship with God, (2) relationship with fellow human beings, and (3) relationship with oneself. This study uses a qualitative descriptive method, the approach used in this study is the sociology of literature. The source of the research data is the novel ‘Midah si Manis Bergigi Emas’ by Pramoedya Ananta Toer. The data in this study are in the form of story units and quotes in the novel that show the Javanese women's view of life. Data collection techniques are (a) read carefully and repeatedly, (b) identify, (c) record or code, (d) check or select, and (e) enter data. According to Miles and Huberman, the data analysis used in this study includes (a) data reduction, (b) data presentation, (c) conclusion drawing. The results of the study show (1) human relationships with God include eling (remember), pracaya (believe), mituhu (obedient or obedient to Him), (2) human relationships with fellow humans include wedi (fear), isin (shame), and shy (polite respect for superiors or strangers), and (3) human relations with oneself such as nerimo (accepting). Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pandangan hidup wanita Jawa yang terdiri dari (1) hubungan manusia dengan Tuhan, (2) hubungan dengan sesama manusia, dan (3) hubungan dengan diri sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra. Sumber data penelitian berupa novel Midah si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer. Data dalam penelitian berupa satuan cerita dan kutipan-kutipan dalam novel yang menunjukkan pandangan hidup wanita Jawa. Teknik pengumpulan data, yaitu (a) membaca secara cermat dan berulang-ulang, (b) mengidentifikasi, (c) mencatat atau memberi kode, (d) memeriksa atau menyeleksi, dan (e) memasukan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menurut Miles dan Huberman yang meliputi (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan (1) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi eling (ingat), pracaya (percaya), mituhu (patuh atau taat kepada-Nya), (2) hubungan manusia dengan sesama manusia meliputi wedi (takut), isin (malu), dan sungkan (rasa hormat yang sopan terhadap atasan atau sesama yang belum dikenal), dan (3) hubungan manusia dengan diri sendiri seperti nerimo (menerima).
PENGARUH LAGU DEWASA “HATI YANG KAU SAKITI” TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3 TAHUN Syifa Nurul Rifdah; Diajeng Oktavianingrum
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.432 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i1.2309

Abstract

Proses pemerolehan bahasa yang dilakukan oleh seorang anak tidak semerta-merta mendapatkannya secara instan. Bahasa yang diperoleh oleh seorang bisa di dapatkan melalui berbagai cara, di antaranya melalaui lingkungan keluarga, menyimak sebuah lagu baik lagu anak-anak maupun lagu dewasa. Namun, di zaman sekarang lagu-lagu dewasa sangat berpengaruh terhadap pemerolehan bahasa anak. Berbagai teori yang yang dapat menjadi penunjangnya adalah teori behavioristik, dan teori kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pengaruh Lagu Dewasa “Hati Yang Kau Sakiti” Terhadap Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 Tahun. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang Menekankan pada pemahaman berupa masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas, holitis, komplek dan rinci. Penelitian ini bersifat deskriptif, artinya peneliti harus mendeskripsikan suatu objek yang bersifat naratif. Subjek penelitian ini adalah anak berusia 3 tahun yang Bernama Amanda Mutiara. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan teknik simak. Peneliti menggunakan teknik ini dengan cara menyimak ujaran-ujaran yang dituturkan oleh subjek setelah mendengarkan lagu dewasa yang diberikan oleh peneliti. Objek penelitian ini adalah tuturan yang diujarkan oleh subjek. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa lagu dewasa sangat berpengaruh pada pemerolehan bahasa anak. Salah satunya yaitu pada lagu dari penyanyi Rosa dengan judul lagu “Hati Yang Kau Sakiti” karena di zaman sekarang lagu tersebut sedang buming dan disukai oleh berbagai kalangan.
THE INTERPERSONAL FUNCTIONS OF JOE BIDEN’S CAMPAIGN SPEECH TRANSCRIPT: A SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTICS APPROACH Brillianta, Cintania; Ni Luh Putu , Setiarini
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 2 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.946 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i2.2663

Abstract

Abstract This research reports the types of interpersonal function, the mood types, and the types of modality in Joe Biden’s Campaign Event Speech Transcript on November 1, 2020, Philadelphia. The data source is Joe Biden’s Campaign Event Speech Transcript on November 1, 2020, in Philadelphia. The data are in the forms of clauses reflecting the interpersonal functions, mood types, and types of modality of Joe Biden’s Campaign Event Speech Transcript on November 1, 2020, in Philadelphia. The research method is a descriptive qualitative method. The finding of the research shows that interpersonal functions are used in the Joe Biden’s Campaign Event Speech Transcript. The types of mood realized in the data are categorized as declarative mood and interrogative mood. The declarative mood with a total of 54 from 57 overall data. The interrogative mood with a total of 3 from 57 overall data. Furthermore, 18 types of modality were found. 10 types of modality categorized into low level, four data use can, five data use have to, and one data use doesn't. 6 types of modality categorized in the medium level, three data use would and will. 2 types of modality categorized into high level, one data use can’t and need.   Abstrak  Penelitian ini melaporkan jenis-jenis fungsi interpersonal, tipe mood, dan jenis-jenis modalitas dalam Transkrip Pidato Acara Kampanye Joe Biden pada 1 November 2020, Philadelphia. Sumber data dalam penelitian ini adalah Transkrip Pidato Acara Kampanye Joe Biden pada tanggal 1 November 2020 di Philadelphia. Data penelitian ini berupa klausa yang mencerminkan fungsi interpersonal, tipe mood, dan tipe modalitas Transkrip ///Pidato Acara Kampanye Joe Biden pada 1 November 2020 di Philadelphia. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fungsi interpersonal digunakan dalam Transkrip Pidato Acara Kampanye Joe Biden pada 1 November 2020 di Philadelphia. Sedangkan tipe mood yang diwujudkan dalam data dikategorikan sebagai mood deklaratif dan mood interogatif. Suasana deklaratif dengan total 54 data dari 57 data keseluruhan. Suasana interogatif dengan total 3 dari 57 data keseluruhan. Selanjutnya ditemukan 18 jenis modalitas. Ada 10 jenis modalitas yang dikategorikan ke dalam level rendah, empat penggunaan data can, lima penggunaan data have to, dan satu penggunaan data doesn’t. Ada 6 jenis modalitas yang dikategorikan dalam tingkat sedang, tiga data menggunakan would dan will. Terakhir, ada 2 jenis modalitas yang masuk dalam kategori tingkat tinggi, salah satunya penggunaan data can’t dan need.  
ANALYSIS ON DIFFICULTIES OF EFL STUDENTS’ ARGUMENTATIVE PARAGRAPH WRITING Vonny Purnama
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 2 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.297 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i2.2839

Abstract

In learning foreign language, writing skill is considered as the most difficult skill to be mastered by the English Foreign Learners (EFL) students. However, this skill is very needed to be learned by the higher education students. Therefore, this study aims to find out the difficulties of English Foreign Learners (EFL) students in argumentative writing. The data source of this study was the taken from the students’ argumentative writings. They were required to make an argumentative writing with certain topic. The theories writing and argumentative writing were used in this study and the result of the previous researcher in the same area was also used as the literature review. The finding shows that the difficulties of the students are in their linguistic used and critical thinking. In terms of linguistic difficulties, there were found the lack of word formation, punctuation, structure, tenses, and developing the content. Based on the findings, the lecturers should find a proper strategy in guiding the students to be able to improve their skill in argumentative writing skill.
The USE OF BALINESE FABLE STORYTELLING TO IMPROVE STUDENTS’ SPEAKING SKILL OF EIGHT GRADE STUDENTS OF SMPN 3 SUKAWATI IN ACADEMIC YEAR 2019/2020 Putu Ayu Paramita Dharmayanti; Kadek Putri Gyani; I Nengah -Astawa; I Ketut Wardana
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.985 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i1.3044

Abstract

Speaking is an important skill because it is assumed that it is how speakers deliver thoughts and feeling. The results of the pre-test showed that most of the students in VIII H of SMPN 3 Sukawati in academic year 2019/2020 faced problem in speaking. In addition, they had difficulty in grammar, pronunciation, fluency, vocabulary and comprehension. Moreover, the objective of this study was to know whether or not speaking skill of the eighth grade students of SMPN 3 Sukawati in academic year 2019/2020 can be improved through Balinese fable storytelling. Thus, to achieve the objective of the study, the researcher conducted a class room action research. The research was done in two cycles and each cycle consisted of two sessions. The research instruments were given in order to collect the data needed. The data were analyzed by comparing the results of the pre-test and post-test which showed there were significant improvements of the subjects’ mean score from the pre-test to post-test. As supporting data, the questionnaire was also administered at the end of the last cycle and the results showed the students’ positive responses on the implementations of Balinese fable storytelling to improve speaking skill. Based on the results of pre-test, post-test and questionnaire, it could be concluded that speaking skill of the eighth grade students of SMPN 3 Sukawati in academic year 2019/2020 can be improved through Balinese fable storytelling.

Page 10 of 15 | Total Record : 149