cover
Contact Name
Venny Patricia
Contact Email
jomlr@poltekkesbanten.ac.id
Phone
+6281367723320
Journal Mail Official
jomlr@poltekkesbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Syech Nawawi Al Bantani No.12, Kelurahan Banjarsari Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Tangerang, Banten 15121
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Medical Laboratory Research
ISSN : -     EISSN : 29642892     DOI : 10.36743
Core Subject : Health, Science,
Journal of Medical Laboratory Research is a scientific journal published by Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have achieved in the area of medical laboratory sciences. This Journal particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of medical laboratory areas. It covers the parasitology, bacteriology, virology, hematology, clinical chemistry, toxicology, food and drink chemistry, and any sciences that cover sciences of medical laboratory area.
Articles 43 Documents
Identifikasi Proteinuria Dengan Kejadian Pre Eklamsia Berat (PEB) Pada Ibu Hamil Di RSUD DR. Dradjat Prawiranegara Iim Halimatussadiah; Hadits Lissentiya Armal; Ranti Dwi Astriani; Venny Patricia
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklamsia berat (PEB) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi dandapat menyebabkan morbiditas serta mortalitas ibu dan janin. Salah satu indikator klinis utama dari preeklamsiaadalah proteinuria, yang menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal akibat hipertensi dalam kehamilan. Deteksi dini proteinuria sangat penting dalam pencegahan komplikasi preeklamsia berat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar proteinuria dengan kejadian preeklamsia berat (PEB) pada ibu hamil di RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasionalanalitik dengan desain cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis 108 ibu hamil, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pemeriksaan proteinuria dilakukan menggunakan metode carik celup, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian: Sebanyak 46 dari 108 responden mengalami PEB. Proteinuria berat (+++) ditemukan pada kelompok PEB sebanyak 3 responden dengan persentase (7%). Sebagian besar kasus PEB terjadi pada kelompok usia 25 – 40 tahun dengan persentase (59%) dan pada usia >40 tahun dengan persentase (33%). Kesimpulan: Pemeriksaan proteinuria dapat menjadi indikator penting dalam deteksi dini preeklamsia berat dan perlu diintegrasikan secara rutin dalam pelayanan antenatal.
Identifikasi Bakteri Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) di RSUD Kabupaten Tangerang Venny; Ahmad Yani; Hamtini; Nelly Puspandari; Dewi Lokida
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik tidak luput dari penggunaan yang tidak rasional. ESBL adalah enzim yang dapat menghidrolisis dan menonaktifkan antibiotik β-laktam spektrum luas, seperti penisilin (ampisilin dan amoksisilin), sefalosporin generasi ketiga (cefotaxime, ceftazidime, dan ceftriaxone), dan monobactam (aztreonam). Enterobacteriaceae, seperti Escherichia coli, Klebsiella, Salmonella merupakan bakteri yang mendominasi ESBL. Di Indonesia, prevalensi infeksi bakteri penghasil ESBL mencapai 65%. Peneliti bermaksud memberikan informasi kepada rumah sakit tentang keberadaan ESBL agar pihak rumah sakit dapat mengambil tindakan untuk mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak rasional dengan memberikan informasi tentang ESBL yang dihasilkan oleh bakteri E.coli yang terdapat di RSUD Tangerang. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium, untuk uji resistensi dan molekuler untuk skrining ESBL. Hasil penelitian ini menemukan 5 isolat ESBL yang dikonfirmasi secara fenotipe dengan metode double-disk diffusion test (DDST), dan secara genetik ditemukan 2 isolat yang memiliki gen TEM dan SHV dari 5 isolat E. coli yang berasal dari pasien dengan ESBL, berjenis kelamin laki-laki dan orang) dan perempuan (1 orang), dari bangsal ICU (3 orang) dan ruang Dahlia (2 orang). Lima isolat tersebut berasal dari sampel jaringan (3 buah), feses (1 buah), dan pus (1 buah).
The Identifikasi Jamur Malassezia furfur pada Kulit Petugas Kebersihan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang Istiana Annisa; Rani Jusnita; Manis Prihati; Ida Lindawati; Many Flora
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pityriasis versicolor is a superficial fungal infection caused by Malassezia furfur and is commonly found in tropical regions characterized by high temperatures and humidity. Sanitation workers at landfill sites are among the occupational groups at risk of developing fungal skin infections due to exposure to moist and unhygienic environmental conditions. This study aimed to identify the presence of Malassezia furfur in skin scrapings collected from sanitation workers at the Rawa Kucing Landfill, Tangerang City. This study employed a descriptive research design with a laboratory approach. A total of 15 skin scraping samples were collected using a purposive sampling technique from sanitation workers who exhibited skin lesions and complained of itching. Fungal identification was carried out through macroscopic examination using Sabouraud Dextrose Agar (SDA) medium and microscopic examination using Lactophenol Cotton Blue (LPCB) staining. The results showed that 6 samples (40%) were positively identified as containing Malassezia furfur, while 9 samples (60%) tested negative. Positive fungal isolates were characterized by creamy yellow colonies, round in shape with a smooth, shiny to wrinkled texture, and microscopic features consisting of clustered oval spores and short hyphae. It can be concluded that Malassezia furfur was present in the skin scrapings of sanitation workers at the Rawa Kucing Landfill, Tangerang City.