cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023): Maret" : 6 Documents clear
Peningkatan Kemampuan Menulis Poster dengan Model ‘Resik’ Bermedia ‘Gadis’ Siswa Kelas VIIID SMPN 2 Mataram 2008/2009 Bambang Youiswanto Nurul Huda
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2727

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar, penilaian sikap, aktivitas guru dan siswa, dan respon siswa pada pembelajaran menulis poster menggunakan Resik bermedia ‘Gadis’. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK), meliputi rencana tindakan, pelaksanaan dan pengamatan tindakan, dan refleksi tindakan melalui dua siklus. Jenis data yang dikumpulkan adalah kualitatif dan kuantitatif yang bersumber dari guru dan siswa. Hasil analisis setiap siklus, hasil belajar siswa yang tuntas siklus I sebanyak 28 atau 70% sedangkan siklus II sebanyak 36 atau 90%. Nilai rata-rata siswa siklus I adalah 82 sedangkan siklus II adalah 86. Hasil penilaian sikap, siswa yang tuntas siklus I sebanyak 18 atau 45% sedangkan siklus II sebanyak 30 atau 75%. Nilai rata-rata siswa siklus I adalah 74 sedangkan siklus II adalah 79. Siswa yang dinyatakan tuntas atau memperoleh predikat A dan B atau kualifikasi sangat baik dan baik pada siklus I berjumlah 18 atau 45% sedangkan siklus II berjumlah 30 atau 75%. Hasil observasi aktivitas guru positif muncul pada siklus I sebanyak 15 atau 94,5% sedangkan siklus II 18 atau 100%. Hasil observasi aktivitas siswa yang positif siklus I sebanyak 8 atau 73,4% sedangkan siklus II sebanyak 10 atau 100%, Hasil respon siswa yang positif pada siklus I sebanyak 4 atau 50% sedangkan siklus II sebanyak 8 atau 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis poster menggunakan model ‘Resik’ bermedia ‘Gadis’ pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 2 Mataram 2008/2009 berjalan dengan baik
Sistem Penamaan Pepadu dalam Permainan Tradisional Peresean Masyarakat Sasak di Lombok Masdarul Amni; Burhan Burhan; Khairul Paridi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2728

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah sistem penamaan pepadu dalam permainan tradisional peresean pada masyarakat sasak di Lombok. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan bagaimana sistem penamaan pepadu dalam permainan tadisional peresean pada masyarakat sasak di Lombok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini berupa nama-nama pepadu dalam permainan peresean ketika bertarung di lapangan. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode simak dengan teknik catat, metode cakap (wawancara) dengan tehnik pancing dan tehnik cakap semuka, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode padan intralingual dan padan ekstralingual. Hasil dalam penelitian ini (1)penamaan pepadu berdasarkan sifat khas secara fisik. (2), penamaan berdasatkan tempat asal. (3)penamaan dengan tokoh fiktif. (4), penamaan dengan tokoh legenda. (5), penamaan dengan nama benda Abstract The problem discussed in this study is how is the pepadu naming system in the traditional Peresean game in the Sasak community in Lombok. The aim of this research is to explain how the pepadu naming system is used in traditional peresean games in the Sasak community in Lombok. The type of research used in this research is descriptive qualitative. The object of this research is the unified names in the game peresean when fighting in the field. The data collection methods and techniques used were the listening method with the note-taking technique, the conversational method (interview) with the fishing line and the face-to-face technique, while the data analysis method used was the intralingual equivalent and the extralingual equivalent method. The results in this study (1) naming cohesive based on its physical characteristics. (2), naming based on the place of origin. (3) naming with fictitious characters. (4), naming with legendary figures. (5), naming with the name of the object..
Peningkatan Hasil Belajar Menulis Puisi dengan Teknik Model Definisi Media Gambar Siswa Kelas VIIIF SMPN 1 Mataram Tahun 2008/2009 Eka Sutirta
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2729

Abstract

Abstrak Permasalahan utama yang dihadapi siswa kelas VIII F SMPN 1 Mataram 2008/2009 dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah rendahnya hasil belajar menulis puisi. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar menulis puisi saat prasiklus. Dari 43 siswa yang mendapat nilai 75 ke atas hanya 19 siswa atau 44% yang tuntas. Penyebabnya adalah teknik pembelajaran yang kurangnya latihan menulis, perasaan malu, dan kurang motivasi. Penerapan teknik model definisi dan penggunaan media gambar pada saat pembelajaran menulis puisi merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar menulis puisi siswa. Dengan diterapkannya model ini, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran serta peningkatan hasil belajar menulis puisi. Pada siklus I, aktivitas guru mendapatkan skor aktivitas sebanyak 35, aktivtas siswa mendapatkan skor aktivitas sebanyak 30, dan nilai hasil belajar dari 43 siswa ternyata 40 siswa mendapat nilai 75 ke atas atau sebanyak 93% dan terdapat 3 siswa yang mendapat nilai kurang dari 75 atau sebanyak 7% saja. Hal ini menunjukkan bahwa siklus I ini telah mengalami ketuntasan belajar. Pada siklus II, aktivitas guru mendapatkan skor aktivitas sebanyak 38, aktivitas siswa mendapatkan skor aktivitas sebanyak 38, dan nilai hasil belajar dari 43 siswa ternyata kesemuanya mendapat nilai 75 ke atas atau sebanyak 100%, maka PTK yang dilakukan dianggap telah mencapai target penelitian. Dengan demikian, pembelajaran menulis puisi dengan teknik model definisi media gambar siswa kelas VIII F SMPN 1 Mataram tahun 2008/2009 dapat meningkatkan hasil belajar menulis puisi. Absract The main problem faced by class VIII F students of SMPN 1 Mataram 2008/2009 in learning Indonesian was the low achievement in learning to write poetry. This can be seen from the results of learning to write poetry during pre-cycle. Of the 43 students who scored 75 and above, only 19 students or 44% completed. The causes are learning techniques that lack writing practice, feelings of embarrassment, and lack of motivation. The application of the definition model technique and the use of media images when learning to write poetry is an alternative to improve the learning outcomes of students' poetry writing. With the implementation of this model, the results of the study showed an increase in the activity of teachers and students in learning and an increase in the learning outcomes of writing poetry. In cycle I, teacher activities get an activity score of 35, student activities get an activity score of 30, and the learning outcomes of 43 students turn out to be 40 students score 75 and above or as much as 93% and there are 3 students who score less than 75 or as much as 7%. This shows that the first cycle has experienced mastery learning. In cycle II, teacher activities get an activity score of 38, student activities get an activity score of 38, and the learning outcomes of 43 students all get a score of 75 and above or as much as 100%, then the PTK carried out is considered to have reached the research target. Thus, learning to write poetry using the image media definition model technique for class VIII F students of SMPN 1 Mataram in 2008/2009 can improve learning outcomes in writing poetry
Metafora Dalam Kumpulan Puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum Karya Kahlil Gibran Haliza Haliza; Johan Mahyudi; Mahmudi Efendi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2761

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan Metafora yang terdapat dalam kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu bagaimana penggunaan metafora dalam kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metafora dalam kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif yaitu penelitian yang tidak melakukan atau mengadakan perhitungan dengan objek penelitian kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah metode dokumentasi dan metode simak. Metode analisis data yang di gunakan adalah deskriptif. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa Metafora yang telah di temukan pada kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum berjumlah 82 data di antaranya yaitu metafora antropomorfis berjumlah 26 data, metafora hewan berjumlah 10 data, metafora dari abstrak ke konkret berjumlah 31 data, dan metafora sinestesia berjumlah 15 data
Kemampuan Mengonversi Teks Hikayat Menjadi Cerita Pendek Siswa Kelas X SMAN 4 Kota Biam Nurrahmawati Nurrahmawati; Mahsun Mahsun; Johan Mahyudi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2763

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan mengonversi teks hikayat menjadi cerita pendek pada siswa kelas X SMAN 4 Kota Bima. Berkaitan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan mengonversi teks hikayat menjadi cerita pendek pada siswa kelas X SMAN 4 Kota Bima subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 4 Kota Bima .Objek penelitian dalam penelitian ini adalah cerita pendek yang ditulis oleh siswa dari hasil konversi teks hikayat yang diberikan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tekni tes berupa kemampuan siswa dalam mengonversi teks hikayat menjadi cerita pendek. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan dalam mengonversi siswa paling tinggi terlihat pada aspek penggunaan bahasa dengan perolehan nilai rata-rata 77,8. Sedangkan kemampuan mengonversi siswa paling rendah terlihat pada aspek makna dengan perolehan nilai rata-rata 59. Pada aspek makna tersebut siswa masih kurang mampu untuk mempertahankan makna yang terkandung dalam hikayat. Siswa masih belum bisa menentukan makna-makna hikayat untuk dikembangkan dalam cerita pendek yang mereka tulis. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat ketuntasan belajar siswa dalam mengonversi tergolong rendah jika dilihat dari persentase ketuntasan klasikal sebesar 50%.
Register Pedagang Pasar Raya Amahami Kota Bima Imam Mauluddin; Syamsinas Syamsinas; Burhanuddin Burhanuddin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2764

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan bentuk register pedagang Pasar Raya Amahami Kota Bima, (2) mendeskripsikan pemakaian register pada pedagang Pasar Raya Amahami Kota Bima. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah bentuk lingual yang mengandung register pedagang Pasar Raya Amahami Kota Bima yakni satuan bahasa berupa kata dan frasa. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini bersumber dari tuturan pedagang kepada pembeli saat berkomunikasi dalam transaksi jual beli di Pasar Raya Amahami Kota Bima. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi/metode simak dan metode cakap. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode padan intralingual dan padan ekstralingual. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal dan formal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk register pedagang Pasar Raya Amahami Kota Bima yakni bentuk generik dan bentuk spesifik berupa kata dan frasa. Pemakaian register tersebut digunakan oleh komunitas pedagang Pasar Raya Amahami Kota Bima.

Page 1 of 1 | Total Record : 6