cover
Contact Name
Eustalia Wigunawati
Contact Email
jurnalselaras.bkfkipuki2023@gmail.com
Phone
+6281388239811
Journal Mail Official
jurnalselaras.bkfkipuki2023@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.fkipuki.org/index.php/selaras/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan
ISSN : 26210606     EISSN : 26210614     DOI : https://doi.org/10.51212/sel.v5i1.76
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan adalah jurnal ilmiah yang fokus pada kajian bimbingan dan konseling serta psikologi pendidikan.
Articles 13 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN KARTU KARIR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS X IPS 2 SMA N 1 PLERET Artha Prima Bagaskara; Ulfa Danni Rosada
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2021): November
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.799 KB) | DOI: 10.51212/sel.v4i2.63

Abstract

Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengetahui pengembangan layanan bimbingan kelompok dengan media permainan kartu karir untuk perencanaan karir siswa serta untuk mengetahui kelayakan setelah dilakukan penilaian hasil uji validasi ahli media, ahli materi, dan ahli layanan terhadap media permainan kartu karir untuk perencanaan karir siswa X IPS 2 SMA N 1 Pleret. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tahapan penelitian dan pengembangan R&D. Hasil dari penelitian menghasilkan sebuah produk berupa media kartu karir untuk perencanaan karir. Dengan hasil penilaian dari ahli media mendapat skor 81,25 dengan kategori sangat baik, hasil penilaian dari ahli materi mendapat skor 83,33 dengan kategori sangat baik, dan hasil penilaian dari ahli layanan mendapat skor 94,44 dengan kategori sangat baik. Perolehan nilai rata-rata 86,34 yang termasuk dalam kategori Sangat Baik. Dari hasil penilaian tersebut disimpulkan bahwa media kartu karir untuk perencanaan karir dapat menunjang layanan guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan pemahaman pentingnya perencanaan karir siswa.
GAMBARAN GAYA HIDUP REMAJA YANG SENANG MENGUNJUNGI KAFE DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI Jenifer Fransiska Ndraha; Renatha Ernawati; Eustalia Wigunawati
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2021): November
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.008 KB) | DOI: 10.51212/sel.v4i2.66

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengetahui gambaran gaya hidup remaja yang senang mengunjungi kafe dan gambaran pembentukan identitas diri remaja tersebut. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik insidental dan sampel penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 13 – 22 tahun yang senang mengunjungi kafe sebelum adanya pandemi Covid-19 baik untuk makan dan minum, bertemu teman, mengerjakan tugas, memanfaatkaan fasilitas wifi atau untuk berfoto, dan berdomisili di Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan skala gaya hidup mengunjungi kafe dan skala pembentukan identitas diri yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan data sampel penelitian, diperoleh responden sebanyak 154 responden dengan jumlah 36 responden laki-laki dan 118 responden perempuan. Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Untuk membuat kategori pada data interval menggunakan persentil 25 dan persentil 75, dan untuk membuat kategori untuk data nominal menggunakan rata-rata. Hasil penelitian ini menggambarkan kebenaran adanya fenomena gaya hidup mengunjungi kafe dikalangan remaja berdasarkan data yang diperoleh didominasi oleh remaja dengan gaya hidup pada kategori sedang dengan jumlah 146 responden pada data hipotetik dan 82 orang secara empiris dan diperkuat dengan adanya gaya hidup remaja pada kategori tinggi sebanyak 34 orang responden. Hasil penlitian ini juga menggambarkan status identitas diri remaja tersebut sebagian besar responden menunjukan sudah berada pada status achievement dengan jumlah 151 orang responden. Data penelitian yang menunjukkan remaja didominasi oleh status identity achievement tersebut menggambarkan bahwa remaja-remaja tersebut sudah dapat menemukan identitas diri dan hal ini juga berarti tidak semua remaja masih dalam fase pencarian identitas.
PERAN LAYANAN INFORMASI KARIER TERHADAP PEMILIHAN KARIER MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Kania Adyastri; Renatha Ernawati; Eustalia Wigunawati
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2021): November
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.82 KB) | DOI: 10.51212/sel.v4i2.67

Abstract

Mahasiswa sebelum memilih karier sering kali dihadapkan dengan berbagai kebingungan. Tak jarang banyak mahasiswa yang sudah memilih jurusan merasa tidak cocok dengan dirinya. Salah satu yang mempengaruhi hal tersebut adalah kurangnya informasi karier sebelum pemilihan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran layanan informasi terhadap pemilihan karier mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan skala informasi karier dan skala pemilihan karier. Adapun responden penelitian ini adalah 102 mahasiswa FKIP UKI. Berdasarkan hasil instrumen terlihat bahwa ada korelasi sedang antara layanan informasi karier dengan pemilihan karier dan layanan informasi karier berperan positif. Hasil tersebut didapat dari uji hipotesis product moment Pearsonsebesar 0,518 dan hasil analisis regresi sederhana sebesar 0,000. Adapun persentasenya pengaruhnya sebesar 26,8%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat peran yang positif dan korelasi yang sedang antara layanan informasi karir dengan pilihan karir mahasiswa Fakultas Keijaran dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN KETERAMPILAN BERSOSIALISASI PADA WANITA BEKERJA YANG SUDAH MENIKAH Ag. Krisna Indah Marheni
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2021): November
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.417 KB) | DOI: 10.51212/sel.v4i2.68

Abstract

Topik penelitian ini yaitu Psychological Well-Being dan keterampilan bersosialisasi pada Wanita bekerja yang sudah menikah. Tujuan penelitian mengetahui: 1)hubungan psychological well-being dan keterampilan bersosialisasi; 2)seberapa baik psychological well-being; 3)seberapa baik keterampilan bersosialisasi pada Wanita bekerja yang sudah menikah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskripstif kuantitatif dengan teknik korelasi. Subjek penelitian yaitu Wanita bekerja yang sudah menikah, sejumlah 66 orang. Hipotesis penelitiani; (Ha) ada hubungan yang positif dan signifikan antara psychological well-being dan keterampilan bersosialisasi pada Wanita bekerja yang sudah menikah; (Ho) tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara psychological well-being dan keterampilan bersosialisasi pada wanita bekerja yang sudah menikah. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner psychological well-being yang berjumlah 51 item dan keterampilan bersosialisasi sebanyak 42 item. Koefisien reliabilitas instrument dianalisis dengan menggunakan Teknik Alfa Cronbach yang disesuaikan dengan kriteria Guilford. Hasil perhitungan kuesioner psychological well-being diperoleh koefisien senilai 0.92 dan pada kuesioner keterampilan bersosialisasi sebesar 0.90. Hasil analisis uji hipotesis penelitian menunjukan nilai probabilitas 0.000<0.01, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara psychological well-being dengan keterampilan bersosialisasi pada Wanita bekerja yang sudah menikah. Nilai korelasi penelitian ini sebesar 0.67, artinya ada hubungan positif antara psychological well-being dan keterampilan bersosialisasi. Hasil penelitian juga menunjukan; 40.9% individu memiliki psychological well-being pada kategori sangat baik, 40,9% baik, 18.2% cukup baik, dan 0% tidak baik dan sangat tidak baik. Hasil penelitian juga menunjukan 48,4% individu memiliki keterampilan bersosialisasi pada kategori sangat baik, 44% baik, 7.6% cukup baik, dan 0% tidak ada individu dalam kategori tidak baik dan sangat tidak baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan, semakin baik psychological well-being maka semakin baik juga keterampilan bersosialisasi pada wanita bekerja yang sudah menikah. Hal ini sangat penting bagi wan ita bekerja yangs udah menikah agar terus dapat memelihara psychological well-being dan meningkatkan keterampilan bersosialisasinya agar terus mampu menjadi pribadi yang sehat-bahagia dan keluarga yang harmonis.
PENGARUH KOMUNIKASI BAGI KESEHATAN MENTAL ANAK Anggelica Anggelica; Chontina Siahaan
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2021): November
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.024 KB) | DOI: 10.51212/sel.v4i2.71

Abstract

The formation of children's character is very important to note from an early age. In the formation of a child's character, the main role that shapes the identity of the child is the family. One way to shape the character of the child is through communication. Family communication is communication that occurs within the family, by interacting with one another and involving all family members as well as a forum for taking and developing values ​​that can be used as a guide in character building. Communication in the family has several types, for example, communication does not only include two people who are conversing, but communication also includes behavior. The pattern of communication formed in a family will have an impact on family members, especially on the mental health of the family. Family communication is both positive and negative. If family communication is positive and educational, then the impact that will be given to the child will be positive. Vice versa, if family communication is negative or toxic, then the impact that will be given to the child will be negative, even disturbing the child's mental health. Poor mental health, especially from an early age, can lead to more serious behavioral disorders due to lack of mental and emotional stability, and can also interfere with the child's social life. For this reason, in family communication, each family member must pay attention to each other when communicating, so that what is communicated becomes a positive use and begins to pay attention to mental health among family members from an early age.
MEDIA SOSIAL BAGI PENERIMAAN DIRI, HARGA DIRI DAN KEBAHAGIAAN REMAJA: APAKAH AKAN MERUSAK ATAU MEMBANGUN? Mariagoretti Sinta Meilana
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2021): November
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.257 KB) | DOI: 10.51212/sel.v4i2.72

Abstract

Technological advances in the are of emergence of social media inadvertently shape the pattern of human socialization. Youth show who they are and there is a sense of openness in expressing themselves on social media. Social media users are widely presented on the appearance of ideal self-presentation and this has the potential to harm adolescent self-esteem. Methods: Literary Studies e-Journal obtained through seven electronic databases SocarXIV, Press/New Harbinger Publication, Pijar Psychology, Google Scholar, Springer Link, Science Direct, and SAGE Journals. The search was limited to English and Indonesian articles published since 2011. Results: There were three main findings identified in social media for self-acceptance, and destructive adolescent self-esteem and happiness, e.g. (1)Unacceptance (2)Low Self Esteem, (3)Unhappy. There are three main findings identified in social media for self-acceptance, self-esteem ad contructive adolescent happiness, e.g. (1) Self-Acceptance, (2)Self Esteem, (3)Happiness. Conclusion: Based on this literature riview, that social media for self-acceptance, self-esteem, and happiness of adolescent has the most damaging effects compared to those that builid self-acceptance, self-esteem, and happiness of adolescents.
Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Bimbingan Belajar Secara Daring di Masa Pandemi Agus Arswimba; Maria Margaretha Sri Hastuti
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.368 KB) | DOI: 10.51212/sel.v5i1.76

Abstract

Orphanage children are vulnerable people, we are required to improve their quality of life. The purpose of this study was to determine the effectiveness of online tutoring to increase learning motivation of Santa Maria Boro orphanage children. The methodology that will be used is Classroom Action Research. Benefits This research can be a reference or add insight related to online learning motivation guidance for orphans. The results of this study are learning motivation guidance can increase learning motivation from the initial condition of 118,321 then it rose in cycle 1 to 120,750 then rose again in cycle 2 to 121,893, but the increase was not significant. The reason for the increase is not significant because the internet network is difficult and the devices to support group guidance services are very inadequate. Keywords: orphanage children, learning motivation, online tutoring
EFFECTIVENESS OF GROUP COUNSELING SERVICES WITH A MUHASABAH APPROACH IN REDUCING STUDENTS ACADEMIC PROCRASTINATION AT SMA NEGERI 1 LINTAU BUO Hariyati; Ardimen; Silvianetri
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2021): November
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.839 KB) | DOI: 10.51212/sel.v4i2.77

Abstract

The background of this research was most of students at SMA Negeri 1 Lintau Buo postponed their academic assignments even though counselors had done many efforts in counseling but the result was not significant. Therefore, it needed a new approach to overcome those problems. This research aims to investigate the effectiveness of group counseling services with a muhasabah approach to reduce students academic procrastination at SMA Negeri 1 Lintau Buo in 2020/2021 academic year. The design of this research was quasi-experimental with one group pretest and posttest design. The population of this research was the eleventh grade students of SMA N 1 Lintau Buo in 2020/2021 academic year. The samples were chosen by simple random sampling. The sample was XI IPS 4. Then, 20 students were divided into 2 groups; 10 students as the experimental class and 10 students as the control class. The instruments used to get the data were questionnaire of procrastination. T-test independent sample and N-Gain analysis were used to analyze the data. The results of the research showed that the students academic procrastination decreased after implementing muhasabah approach, but this approach is not effective to reduce students academic procrastination significantly based on N-Gain analysis. In conclusion, the muhasabah approach is effective in reducing students academic procrastination. The results of the research showed that the students academic procrastination decreased after implementing muhasabah approach, but this approach is not effective to reduce students academic procrastination significantly based on N-Gain analysis. In conclusion, the muhasabah approach is effective in reducing students academic procrastination. The results of the research showed that the students academic procrastination decreased after implementing muhasabah approach, but this approach is not effective to reduce students academic procrastination significantly based on N-Gain analysis. In conclusion, the muhasabah approach is effective in reducing students academic procrastination.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING Tanti Ardianti; Fijriani; Diah Mariana
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.617 KB) | DOI: 10.51212/sel.v5i1.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seberapa besar pengaruh model pembelajaran quantum (quantum teaching) terhadap hasil belajar siswa di SMK Jayawisata 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi antar variabel penelitian. Variabel penelitian ini terdiri dari dua, yaitu: Model Pembelajaran Quantum (Quantum Teaching) merupakan variabel bebas dan Hasil Belajar Siswa merupakan variabel terikat. Melalui metode pembelajaran Quantum Teaching yang diterapkan pada proses pembelajaran kewirausahaan diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran quantum teaching terhadap hasil belajar siswa.
KOMPARASI GAMBARAN PERILAKU PROSOSIAL DAN IDENTITAS ETNIS SISWA BERSUKU JAWA DAN SUNDA DI JAKARTA, BOGOR, DEPOK, DAN BEKASI Flovloni Mirzanadya; Renatha Ernawati; Eustalia Wigunawati
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.416 KB) | DOI: 10.51212/sel.v5i1.169

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the comparison of prosocial behavior and ethnic identity between students of Sundanese descent and students of Javanese descent in the Greater Jakarta area. This research uses a descriptive quantitative method with a comparative research design. The research sample is the students of class X and XI of Javanese and Sundanese ethnicity in Jakarta, Bogor, Depok, and Bekasi area, totaling 102 students of Javanese ethnicity and 85 students of Sundanese ethnicity. The data collection technique used the MEIM Prosocial Behavior Scale and Ethnic Identity Scale which was adapted from Phinney (1992) and has been translated by a licensed translator in the field of language. The results showed that there was no significant difference between the prosocial behavior of Javanese and Sundanese students in the Jakarta, Bogor, Depok, and Bekasi,area because the resulting significance value was 0.277> 0.05. So that it can be interpreted that the two ethnic groups have prosocial behavior, where the values of society in both ethnicities prioritize mutual cooperation and are able to respect others. Even so, there are significant differences in indicators of prosocial behavior where Javanese students excel in the indicator of sharing with anyone, while Sundanese students excel in the indicator of treating others with courtesy. The results of the ethnic identity research shows that there is no significant difference between the ethnic identities of Javanese and Sundanese students in the Greater Jakarta area because the resulting significance value is 0.245> 0.05. It can be interpreted that the two ethnic groups are able to live their identity well.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi perilaku prososial dan identitas enis antara siswa keturunan suku Sunda dan siswa keturunan suku Jawa di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi,. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian adalah komparasi. Sampel penelitian merupakan siswa kelas X dan XI bersuku Jawa dan Sunda di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, yang berjumlah 102 siswa bersuku Jawa dan 85 siswa bersuku Sunda. Teknik pengambilan data menggunakan Skala Perilaku Prososial dan Skala Identitas Etnis MEIM yang diadaptasi dari Phinney (1992) dan telah dialihbahasakan oleh penerjemah yang berlisensi di bidang bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku prososial siswa bersuku Jawa dan Sunda di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi,, oleh karena nilai signifikansi yang dihasilkan 0,277>0,05. Sehingga dapat dimaknai bahwa kedua etnis memiliki perilaku prososial, di mana pada nilai-nilai masyarakat pada kedua etnis mengedepankan hidup gotong-royong dan mampu menghormati orang lain. Meski begitu terdapat perbedaan yang menonjol dari indikator perilaku prososial di mana siswa Jawa unggul dalam indikator berbagi dengan siapapun, sedangkan siswa Sunda unggul dalam indikator memperlakukan orang lain dengan santun. Adapun hasil penelitian identitas etnis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara identitas etnis siswa bersuku Jawa dan Sunda di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi,, oleh karena nilai signifikansi yang dihasilkan 0,245>0,05. Dapat dimaknai bahwa kedua etnis mampu menghayati identitas dirinya dengan baik.  

Page 1 of 2 | Total Record : 13