cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 171 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019)" : 171 Documents clear
Pemanfaatan Youtube untuk Pembelajaran Fisika dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Laboratorium Siswa Thomas Tris Triantoa; Hartono Hartono; Isa Akhlis
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Fisika sangat identik dengan penyelidikan fenomena alam. Mempelajari fisika sebaiknyatidak hanya melalui teori saja, namun juga melalui praktik di laboratorium (praktikum). Penelitian inimemanfaakan media sosial Youtube untuk share media video pembelajaran (materi dan kegiatanpraktikum) berbasis guided inquiry. Tujuan penelitian adalah pembuatan media Youtube Channel“Laboratorium Fisika” berbasis guieded inquiry untuk meningkatkan pemahaman konsep danketerampilan laboratorium siswa. Hal ini didasarkan pada kurangnya keterampilan laboratorium siswa,sehingga dalam pembelajaran mereka tidak dapat mencapai tujuan belajar dengan maksimal. Metodepenelitian mengggunakan Research and Development untuk pembuatan media Youtube Channel“Laboratorium Fisika” dan Quasi Experimental Design dengan metode PreTest and PostTest GroupDesign untuk mengetahui peningkatan pemahaman konse siswa dan keterampilan laboratorium siswa.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dan didapat satu kelas yaitu kelas XIIPA 1 SMA N 2 Semarang. Selanjutnya dilakukan pengambilan data menggunakan angket dan soal yangtelah divalidasi. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji N-Gain dan uji t berpasangan.Hasil penelitian menunjukkan telah berhasil dibuat Youtube Channel “Laboratorium Fisika” berbasisguided inquiry dengan kriteria “Sangat Layak” dengan penilaian 91%, serta sudah memenuhi kriteriavideo pembelajaran berbasis guided inquiry. Pembelajaran dengan media tersebut juga dapatmeningkatkan pemahaman konsep dengan Nilai N-Gain 0,4 dengan kriteria “Sedang” dan keterampilanlaboratorium dengan Nilai N-Gain 0,7 dengan kriteria “Sedang”.
Desain Bahan Ajar Berbasis Koneksi Matematis Isep Badrussalam Wanasima; Liana Dwi Utami
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, karena matematika memiliki keterkaitandengan disiplin ilmu lainnya. Kemampuan mengaitkan konsep-konsep matematika baik dengan antar konsep matematika, maupun dengan bidang lainnya disebut kemampuan koneksi matematis. Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan yang penting dan esensial yang harus dikuasai oleh siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa diantaranya adalah dengan ditemukannya learning obstacle yang bersifat epistimologis. Hal inilah yang dijadikan pertimbangan oleh guru dalam pengembangan desain didaktis. Desain didaktis memiliki peranan penting dalam pembelajaran, sehingga harus disusun sebaik mungkin agar mampu meminimalisir learning obstacle. Selain itu, peranan guru dalam pembelajaran pun sangat penting. Guru harus mampu memberikan intervensi dalam pembelajaran, baik intervensi didaktis dengan menyajikan situasi didaktis yang berkaitan dengan materi, maupun intervensi pedagogis. Sehingga siswa dapat mengoptimalkan kemampuan koneksi matematisnya.
Kajian Literatur Strategi Belajar Metakognisi dalam Belajar Instrumen Musik Riyan Hidayatullah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ini bertujuan untuk melakukan melakukan melakukan penelurusan tentang strategi pemnelajaran metakognisi dalam pembelajaran musik. Strategi ini memungkinkan seorang pembelajar musik memaksimalkan pengaturan diri dalam menyusun perencanaan, memonitor dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis literatur dan referensi yang relevan berdasarkan penggunaan metakognisi dalam pembelajaran musik. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan pemetaan yang komprehensif dan refleksi terhadap pembelajaran musik yang umum terjadi di Indonesia. Hasilnya, metakognisi menekankan pada pengaturan diri dalam belajar untuk mengambil sebuah keputusan, merefleksikan tujuan belajar, latihan secara intensif, memecahkan masalah dan mencatat setiap kemajuan dalam belajar musik. Kesimpulannya, metakognisi merupakan kemampuan belajar tingkat tinggi yang menuntut kemandirian dan masih memerlukan guru. Kemampuan mengorganisasi waktu dan materi latihan menjadi faktor penentu dalam pembelajaran musik. Strategi ini dapat diterapkan pada pembelajaran individu dan ansambel untuk setiap instrumen musik.
Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Menyelesaikan Masalah Soal Cerita Rizki Ahid Nurhasanah; S B Waluya; Iqbal Kharisudin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data pendahuluan mengenai kemampuan komunikasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 36 peserta didik dari kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Lasem. Pengumpulan data terdiri dari tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis dilakukan untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis dan wawancara dilakukan untuk memperoleh data lebih mendalam dari peserta didik mengenai kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas XI masih rendah. 4 peserta didik atau 11% dari jumlah perserta didik mampu menyelesaikan soal cerita menggunakan 4 indikator kemampuan komunikasi matematis, 6 peserta didik atau 17% dari jumlah peserta didik dapat menyelesaikan soal cerita menggunakan 3 indikator kemampuan komunikasi matematis, 12 peserta didik atau 33% dari jumlah perserta didik mampu menyelesaikan soal cerita menggunakan 2 indikator kemampuan komunikasi matematis, 8 atau 22% dari jumlah peserta didik menyelesaikan soal cerita menggunakan 1 indikator kemampuan komunikasi matematis, dan 6 peserta didik atau 17% dari jumlah peserta didik yang belum dapat menyelesaikan soal cerita sesuai indikator kemampuan komunikasi matematis.
Optimalisasi Peran Akademika Prodi S-2 Pendidikan Dasar dalam Menyiapkan Big Data Akreditasi Unggul S Sarwi; A Anggraini; W A Azizah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu wujud upaya adalah melakukan evaluasi diri bertujuan menentukan kekurangan dan keunggulan prodi S2 Pendidikan Dasar. Melalui penelitian ini ditujukan untuk menghimpun big data dalam upaya menyiapkan akreditasi pada periode tahun 2021. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan dan memaknai data dan informasi serta merancang program unggulan dalam upaya untuk memajukan atmosfer akademika prodi S2 Pendidikan Dasar Pascasarjana UNNES. Subjek penelitian adalah civitas akademika yang terkait dengan pengelolaan Program Studi S2 Pendidikan Dasar, mulai dari mahasiswa, sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan dosen) yang ditentukan secara purposive sampling. Alat pengumpul data adalah kuesioner tertutup dan terbuka, lembaga observasi dan studi dokumen, serta panduan wawancara. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dan analisis kualitatif. Hasil penelitian meliputi pendataan prestasi dosen, mahasiswa, serta peran tenaga kependidikan prodi S2 Pendidikan Dasar untuk menyiapkan big data akreditasi unggul pada masa yang akan datang. Sebagian besar mahasiswa S-2 Pendidikan Dasar Unnes memperoleh predikat dengan pujian, namun sebagian besar masih menempuh durasi belajar di atas 2 tahun. Untuk itulah perlu kerjasama semua pihak agar durasi belajar maksimal 2 tahun.
Peran Media Massa dan Wanita dalam Olahraga Woodball S. M. Fernanda Iragraha; Soegiyanto Soegiyanto; Hari Setijono; Sugiharto Sugiharto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial yang unik dan adaptif. Munculnya era revolusi industri 4.0 dan era society atau masyarakat 5.0 membuat setiap bangsa harus menyiapkan sumber daya manusianya. Sumber daya manusia (SDM) yang disiapkan bukan saja dalam bidang pendidikan, olahraga, dan idustri tetapi hendaknya negara hadir untuk segera mundukung pembentukan dan pengembangan sumber daya manusia yang kompleks. Olahraga memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Pentingnya peran olahraga dalam kehidupan, tetap membutuhkan peran media massa sebagai pengorbitnya. Media massa sebagai teks yang merepresentasikan makna, baik makna yang berasal dari realitas empiris maupun yang diciptakan oleh media. Keterlibatan wanita dalam olahraga saat ini memiliki peran yang lebih tinggi. Hal ini dibuktikan dengan semakin luasnya kesempatan wanita dalam kegiatan-kegiatan yang dulunya lebih didominasi oleh kaum pria. Wanita adalah bagian dari sekelompok masyarakat, sehingga sudah selayaknya wanita dijadikan objek yang penting dan pantas dilibatkan dalam olahraga apapun, seperti olahraga woodball. Bahkan dalam perhelatan Olimpiade, saat ini setiap negara diwajibkan mengirim satu atlet wanitanya untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut. Untuk mengatasi permasalahan gender dalam dunia olahraga,media massa memiliki peranan yang sangat penting untuk menjembatani ketimpangan berpikir yang ada selama ini dan olahraga woodball dapat menjadi jembatan bagi para wanita untuk aktif terlibat dan berprestasi dalam dunia olahraga.
Higher Order Thinking Skills (HOTS): Kemampuan Memecahkan Masalah, Berpikir Kritis dan Kreatif dalam Pendidikan Seni untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0 pada Era Society 5.0 Samsul Alam
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Society 5.0 muncul sebagai antisipasi terhadap tren global yang diakibatkan oleh munculnya Revolusi Industri 4.0 yang telah melahirkan berbagai macam inovasi dalam dunia industri dan masyarakat. Society 5.0 merupakan era di mana masyarakat menjadi penyeimbang antara ruang maya dan ruang nyata.Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis dan kreatif dalam pendidikan seni untuk menghadapi revolusi industri 4.0 pada era society 5.0. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan yaitu menggunakan berbagai sumber rujukan baik yag berasal dari hasil penelitian maupun hasil pemikiran penulis lainnya. Pendidikan seni harus mempersiapkan pembelajarn agar peserta didik siap dan mampu beradaptasi dengan masa depan. Peserta didik harus diajarkan cara berpikir analitis, kritis dan kreatif yang disebut Higher Order Thinking Skills. Aneka model pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan nalar kritis yaitu discovery learning, project based learning, problem based learning dan inquiry learning. Penggunaan HOTS agar merasakan langsung dunia nyata supaya mengenal berbagai permasalahan yang kompleks seperti lingkungan hidup, kesehatan, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan.
Supervisi Tiga Tahap Penggunaan Laboratorium IPA Strategi Praktikum Bersama Dosen, Guru dan Siswa Santiani Santiani; Endah Peniati; Ani Rusilowati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pelaksanaan praktikum IPA di SMA s NU Palangka Raya dengan tiga tahap. Tahap pertama pra observasi dengan hasil rekomendasi kepala sekolah dan guru untuk pelaksanaan praktikum dan pengelolaan laboratorium IPA. Tahap kedua kegiatan observasi meliputi kegiatan supervisi yang diawali dengan kegiatan penataan laboratorium yang menghasilkan laboratorium IPA yang dapat digunakan untuk praktikum. Kegiatan praktikum dimulai dengan perencanaan dengan menyusun RPP praktikum yang melibatkan guru dengan kinerja perencanaan guru yang meningkat dari siklus satu ke siklus kedua. Kegiatan supervisi pelaksanaan praktikum yang diobservasi oleh peneliti menunjukan bahwa ada peningkatan kinerja guru dari praktikum pertama ke praktikum kedua. Tahap ketiga adalah wawancara pasca supervisi kepada tiga orang guru IPA dengan kesimpulan sangat terbantu dengan kegiatan ini dan mengharapkan mendapatkan pendampingan pengelolaan dan penggunaan laboratorium IPA secara berkelanjutan.
Digital Pedagogy sebagai Pendekatan Pembelajaran di Era Industri 4.0 Septi Purfitasari; Masrukhi Masrukhi; Titi Prihatin; Sungkowo Edy Mulyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi industri 4.0 ditandai dengan maraknya pemanfaatan teknologi di berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Data Pustekkom Kemendikbud menunjukkan kesenjangan antara guru dan siswa dalam penggunaan teknologi dan hanya 40% guru non TIK yang siap dengan teknologi. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran lebih dimaknai secara dangkal sebatas penggunaan alat atau media, misalnya power point, internet, dan ebook. Penggunaan teknologi lebih dimanfaatkan untuk transfer of knowledge bukan transfer of values. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual mengenai digital pedagogy sebagai alternatif solusi dalam pembelajaran era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital pedagogy merupakan pendekatan yang tidak sekedar berbasis pada keterampilan guru menggunakan teknologi namun bagaimana guru sebagai fasilitator memanfaatkan teknologi untuk membangun kemampuan berpikir sekaligus mengembangkan aspek afektif siswa. Pembelajaran terpusat pada siswa dan pemanfaatan teknologi digunakan untuk menumbuhkan suasana belajar yang dinamis, bersifat inquiri dan siswa mengamati kemudian mengkonstruksi realitas yang ada. Hal ini akan membangun sikap kritis, rasa ingin tahu, empati, dan mengupayakan solusi atas realitas sehingga bukan sekedar membangun pengetahuan namun juga kecerdasan sosial. Dapat disimpulkan bahwa digital pedagogy dapat menjadi alternatif solusi pada pembelajaran era digital yang bertujuan menghasilkan generasi muda yang kritis, adaptif, dan memiliki kecerdasan sosial dalam menghadapi tuntutan era industri 4.0.
Transformasi Pendidikan Tinggi di Era Disrupsi (Dampak dan Konsekuensi Inovasi) Siti Fitriana
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dampak disrupsi ini sudah merambah ke semua aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan tinggi.Akibat pengaruh era disrupsi, anak-anak muda Indonesia ditengarai telah kehilangan identitas.Sementara itu menunjukkan bahwa posisi bangsa ini makin tertinggal dari bangsa-bangsa lain dalam kompetisi global terutama dalam hal pendidikan.Oleh karena itu perguruan tinggi, sebagai salah satu lembaga pendidikan, membutuhkan transformasi untuk mendukung mahasiswanya dalam pembentukan identitas.Perguruan tinggi diharapkan mampu mencari jalan keluar dan bersama-sama masyarakat menggalang upaya untuk menyelesaikan persoalan bangsa.Disamping itu juga diharapkan perguruan tinggi dapat meningkatkan mutu akademiknya ditengah keterbatasan sumber daya yang ada.Pendidikan tinggi diharapkan mampu menjadi ujung tombak terhadap perubahan bangsa sebenarnya sudah berlangsung sejak lama.Perguruan tinggi memerlukan otonomi dan independensi untuk dapat memulihkan perannya dan terlibat secara langsung sebagai agent of change dalam perubahan masyarakat. Memposisikan sebuah perguruan tinggi pada barisan perguruan tinggi-perguruan tinggi terbaik memerlukan perubahan yang fundamental sehingga mampu bersaing.Selanjutnya dikatakan bahwa tantangannya sebagai institusi, sebagai komunitas yang kompleks, adalah belajar bagaimana bekerjasama untuk menyediakan lingkungan dimana perubahan seperti itu tidak dianggap sebagai ancaman, tetapi sebagai peluang yang menantang dan menyenangkan untuk terlibat dalam aktivitas utama di universitas, yaitu belajar.Sebuah perguruan tinggi harus memiliki strategiyang unggul.Untuk mewujudkannya perlu dilakukan transformasi kelembagaan yang lebih kompleks dari sekadar pengembangan organisasi.Perguruan tinggi merupakan lembaga yang dibangun dengan komunitas akademik yang bersifat kolegial, dan menjunjung tinggi academic value untuk mencerdaskan bangsa. Ini yang membedakannya dengan organisasi lain. Melakukan perubahan fundamental untuk dapat menghasilkan nilai-nilai akademik, sosial, dan ekonomi merupakan kata kunci dalam transformasi pendidikan di perguruan tinggi. Salah satu contoh konsekuensi inovasi dalam pendidikan adalah pemanfaatan sarana teknokogi informasi dalam bidang pendidikan.Beberapa perguruan tinggi yang berdomisili didaerah terpencil juga belum mampu memanfaatkan program pendidikan jarak jauh padahal saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan. Adanya program SPADA yang ditawarkan pemerintah, sistem hybrid learning untuk mahasiswa PPG juga mengalami kendala.