cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 171 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019)" : 171 Documents clear
Represi dan Representasi Perempuan Jawa dalam Serat Piwulang Yusro Edy Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks Wulang Putri merupakan teks yang ditulis dalam bentuk tembang macapat yang berisi tuntunan hidup bagi wanita yang hidup di lingkungan keraton Jawa khususnya pada abad 19. Perempuan Jawa pada abad 19 mengalami banyak tekanan (represi) dan terpinggirkan (marginalisasi). Tetapi disisi lain perempuan Jawa memiliki perlawanan yang halus dalam melindungi haknya. Penelitian ini menjelaskan bagaimana eksistensi perempuan pada masa teksteks Serat Wulang Putri yang ditulis oleh seorang wanita Jawa pada kurun waktu kurang lebih satu abad yang lalu dan ajaran yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan makro sastra yang sejajar dengan pendekatan strukturalisme genetik. Kajian strukturalisme genetik difokuskan pada kajian intrinsik karya sastra, latar belakang kehidupan sosial pengarang, dan latar belakang sosial dan sejarah yang ikut mengondisikan terciptanya karya sastra. Hasil penelitian teks Wulang Putri menunjukkan bahwa ajaran yang disampaikan oleh pengarang lebih menekankan pada usaha pembentukkan kepribadian wanita secara ideal untuk menyikapi situasi dan zaman yang tidak memihak pada kepentingan wanita. Teks Wulang Putri dibuat oleh raja atau kerabat raja yang menempatkan perempuan sebagai komoditas kekuasaan. Representasi muncul pada teks Wulang Putri itu sendiri yang ditulis oleh Nyi Adisara yang juga merupakan seorang perempuan dengan menunjukkan bahwa perempuan dapat melakukan perlawanan dengan cara yang sopan dan halus.
Aktivitas dan Model Pembelajaran Seni Rupa Sanggar Lukis Boodee Tengaran Kabupaten Semarang Jimin Budiyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bejudul “ Aktivitas dan Model Pembelajaran Seni Rupa Sanggar Lukis Boodee Tengaran Kabupaten Semarang” memfokuskan pada permasalahan teknik bimbingan menggambar, melukis, kaligrafi dan batik lukis. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan dan mengalisis model pembelajaran menggambar, melukis, kaligrafi dan batik lukis. Langkah-langkah yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi. Lokasi penelitian Sanggar Lukis Boodee Tengaran dan sebagian SD atau MI di wilayah Salatiga serta Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan interaksi dan interpretasi analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diberikan terhadap para murid merupakan inovasi teknik yang mengutamakan performen, sehingga banyak murid yang tertarik untuk membuat karya.
Kemampuan Literasi Matematika Siswa dengan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project dengan pendekatan RME Kiki Komalia; S B Waluya; Tri Sri Noor Asih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam artikel ini akan diberikan beberapa konsep mengenai kemampuan literasi matematika, model pembelajaran Missouri Mathematics Project dan RME pada pembelajaran matematika. Kemampuan Literasi Matematika merupakan sebuah pengetahuan untuk mengetahui dan menerapkan dasar matematika dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat tujuh komponen kemampuan literasi matematika diantarannya kemampuan individu untuk mengkomunikasikan masalahan yang dihadapi, kemampuan individu untuk mematematikakan suatu fenomena, kemampuan menyajikan kembali suatu objek atau permasalahan matematika yang ada dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan penalaran dalam matematika, kemampuan menggunakan strategi pemecahan masalah , kemampuan menggunakan simbol, bahasa formal, dan bahasa teknis dalam proses pemecahan masalah, serta kemampuan menggunakan alat-alat matematika. Model pembelajaran yang dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa adalah model pembelajaran Missouri Mathematics Project. Model pembelajaran Missouri Mathematics Project merupakan salah satu model pembelajaran matematika yang dirancang untuk menggabungkan kemandirian dan kerja sama antar kelompok yang dapat melatih siswa menjadi mandiri dalam menyelesaikan permasalahan, dan dapat berpikir kreatif dalam menyelesaikan permasalahan matematika. RME adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan literasi matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project dimana siswa dapat belajar matematika berdasarkan kegiatan yang mereka alami dalam kehidupan sehari – hari sehingga siswa memiliki kesempatan besar untuk membangun pengetahuan mereka sendiri
Analisis Kemampuan koneksi matematis ditinjau dari SelfEfficacy Siswa Kelas VII Pokok Bahasan Geometri Krisno Budi Prasetyo; Y L Sukestiyarno; A Nur Cahyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan materi matematika hingga saat ini masih menjadi permasalahan siswa sulit memahami pembelajaran. Hal ini membuat kepercayaan diri untuk mengekplorasikan kemampuannya menjadi terhambat sehingga siswa tidak mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Pembelajaran matematika pada kurikulum 2013 diharapkan mampu membuat siswa memahami konsep, mengaitkan antarkonsep, mengaplikasikan konsep,akurat, efesien dan tepat dalam pemecahan masalah. Dalam tujuan tersebut mengaitkan antarkonsep merupakan kemampuan koneksi matematis. Tujuan koneksi matematis menurut NCTM ialah memperluas wawasan pengetahuan siswa, memandang matematika sebagai keseluruhan yang satu padu bukan sebagai materi yang berdiri sendiri dan mengenal relevansi dan manfaat matematika baik disekolah maupun diluar sekolah. Upaya meningkatkan koneksi matematis diperlukan kemampuan diri untuk mewujudkannya, hal tersebut sesuai dengan kemampuan self-efficacy. Self-efficacy ialah penilaian seseorang bahwa ia mampu melakukan tindakan mengenai persoalan yang dihadapinya. Terdapat tiga dimensi self-efficacy yaitu magnitude, strength dan generality.Geometri merupakan cabang ilmu pengetahuan yang berkenan dengan pengukuran. Dalam materi geometri ini akan dianalisis kemampuan koneksi siswa ditinjau dengan kemampuan self-efficacy.
Eksplorasi Etnomatematika Bangunan Kota Lama di Kota Semarang Larasati Tiara Medyasari; Zaenuri Zaenuri; Nuriana Rachmani Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis etnomatematika bentuk-bentuk bangunan kota lama di kota Semarang. Jenis penelitian yaitu penelitian eksplorasi. Objek penelitian adalah etnomatematika bentuk bangunan kota lama di kota Semarang. Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai bangunan yang terdapat di kota lama seperti seperti Gereja Blenduk, Taman Srigunting, MARBA, Jiwasraya, dan Spiegel, Taman Garuda, Soesmans Kantoor, dan Rumah Akar memiliki relasi dengan matematika, seperti konsep-konsep bidang datar (persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, dan trapesium); konsep-konsep bangun ruang (tabung, balok, dan bola), konsep garis, perbandingan, trigonometri, bahkan transformasi geometri.
Profesionalisme Guru Pendidikan Jasmani SD Di Kota Semarang dalam Era Revolusi Industri 4.0 Liska Sukiyandari
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan professionalisme Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Dasar di kota Semarang dalam era Revolusi Industri 4.0. penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini Dilakukan melalui tahapan: studi pendahuluan penentuan latar penelitian yang terdiri dari tempat dan waktu penelitian. Pengambilan data melalui tahapan pra lapangan, tahap lapangan. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu membaca, menyimak, menelaah, menafsirkan, mengklarifikasikan serta data-data yang diperoleh untuk menentukan kesimpulan analisis akhir dimana peneliti membandingkan data yang diperoleh dengan teori yang relevan selanjutnya berdasarkan analisis dapat ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian berdasarkan data yang ada guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan sudah cukup baik dalam kajian profesionalisme. Ada beberapa guru yang belum maksimal tapi dengan adanya pelatihan dapat ditingkatkan profesionalisme guru tersebut. Simpulan dari penelitian ini adalah profesionalisme guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan harus ditingkatkan melalui (1) Mengadakan pengawasan dan kedisiplinan (2) Penyediaan sarana yang memadai (3) Mengadakan rapat (4) Penataran (5) Seminar (6) Workshop(7) Mengadakan kunjungan guru-guru antar sekolah (8) Mengadakan riset atau percobaan. Diharapkan dengan penelitian ini Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siap menghadapi tantangan pada Revolusi Industri 4.0.
Problematika Pengajaran Bahasa Jepang Kemampuan Berbicara menuju Revolusi Industri 4.0 Lispridona Diner
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Jepang pada era sekarang semakin diminati oleh pengguna industri. Bahasa Jepang di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes fokus pada bidang pendidikan. Namun menuju revolusi Industri 4.0 membutuhkan bahasa Jepang yang memiliki kemampuan berbicara. Saat ini bahasa Jepang di prodi Pendidikan bahasa Jepang pada mata kuliah kemampuan berbicara belum memiliki buku teks. Selama ini materi kemampuan berbicara mengacu pada materi pola kalimat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah apa saja yang terjadi pada berbicara bahasa Jepang. Apa yang akan perlukan oleh pembelajar dan pengajar bahasa Jepang pada mata kuliah kemampuan berbicara. Metode penelitian yang digunakan adalah angket dan wawancara. Hasil yang diperoleh adalah 80% pembelajar bahasa Jepang memerlukan materi menuju revolusi industri, 86% memerlukan buku sebagai panduan dalam belajar bahasa Jepang kemampuan berbicara, 90% pembelajar bahasa Jepang memerlukan bahan ajar dalam belajar bahasa Jepang kemampuan berbicara. Disisi lain, pengajar bahasa Jepang mata kuliah kemampuan berbicara mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi karena belum ada model pengajaran yang pakem. Dan mengalami kesulitan dalam menyiapkan bahan ajar mata kuliah kemampuan berbicara
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis pada Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Modul Komik Etnomatematika Lukmanul Hakima; Sukestiyarno Sukestiyarno; Nur Karomah Dwidayantia
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Penalaran Matematis (KPM) merupakan berpikir melalui masalah matematika secara logis untuk mencapai suatu penyelesaian. Hal ini memengaruhi kemampuan untuk memilih apa yang penting dalam penyelesaian masalah dan menjelaskan atau menentukan penyelesaian masalah. Meskipun KPM sangat penting dimiliki oleh siswa, namun siswa belum mengerti sepenihnya jika permasalahan yang diberikan membutuhkan penalaran sehingga siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu altrnatif model pembelajaran dipandang sebagai suatu pembelajaran yang dapat mengembangkan sikap dan keterampilan siswa dalam menghadapi permasalahan yang diberikan, terutama yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan adalah Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Salah satu media yang dapat dikaitkan dengan masalah matematika secara logis yaitu modul komik etnomatematika. Selain dapat menyajikan masalah matematika secara logis, modul komik etnomatematika juga dipandang mampu meningkatkan cinta budaya, kerana pada hakekatnya matematika merupakan teknologi simbolis yang tumbuh pada keterampilan atau aktifitas lingkungan yang bersifat budaya, sehinga matematika seseorang dipengaruhi oleh latar budayanya. Budaya akan memengaruhi perilaku individu dan mempunyai peran yang besar pada perkembangan penalaran individual termasuk dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran PBL berbantuan modul komik etnomatematika terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana lebih menekankan pada aspek pengukuran secara objektif.
Pengaruh Oral Feedback pada Pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Luluk Ulfa Chasania; Kartono Kartono; Iqbal Kharisudina
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika itu merupakan ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dari berbagai ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Salah satu dari lima kompetensi dalam pembelajaran matematika yang ditetapkan oleh NCTM (2000) adalah problem solving (Pemecahan Masalah). Pemecahan masalah matematis merupakan suatu aktivitas kognitif yang kompleks, sebagai proses untuk mengatasi suatu masalah yang ditemui dan untuk menyelesaikannya diperlukan sejumlah strategi. Hasil survey dari The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Untuk mengatasi rendahnya kemampuan pemecahan masalah guna mendapatkan hasil maksimal dari belajar matematika siswa serta menumbuhkan sikap positif terhadap proses belajarnya, yakni persoalan feedback (umpan balik) dalam pembelajaran. Oral feedback (umpan balik lisan) memegang peranan penting didalamnya untuk menanggapi hasil kerja siswa atau memberikan informasi lebih lanjut terhadap kesalahan yang dilakukan oleh siswa di dalam pembelajaran berbasis masalah, sehingga dapat meningkatkan pencapaian kemampuan pemecahan masalah dengan tujuan mengurangi kesalahan yang sama pada tugas selanjutnya. Berdasarkan hasil beberapa survey dan penelitian, pemberian Oral feedback (umpan balik lisan) memberikan pengaruh positif dapat mencapai kemampuan pemecahan masalah matematika.
Peran DAPIC Problem Solving Process dalam PBL pada Pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa berdasarkan Adversity Quotient L W Paramita; S B Waluya; Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran matematika dalam Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menegah salah satunya adalah memiliki kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil studi PISA 2015 yang berisi soal-soal pemecahan masalah, Indonesia menduduki peringkat 62 dari 70 negara dalam bidang matematika dengan skor di bawah rata-rata OECD. Hal ini menunjukkan kemampuan pemecahan masalah masih rendah. PBL (Problem Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah juga dapat didukung dengan langkah pemecahan masalah, yaitu DAPIC problem solving process yang berisi tentang bagaimana siswa menentukan suatu masalah (define), menilai seberapa besar masalah yang ada (asses), merencanakan menyelesaikan masalah yang diberikan (plan), menerapkan rumus yang diperoleh guna menyelesiakan masalah (implement), dan mengomunikasikan hasil yang diperoleh (communicate). Siswa memiliki sikap dan kemampuan yang beragam ketika dihadapkan pada soal pemecahan masalah hal ini berkaitan dengan adversity quotient (AQ) yang merupakan kemampuan siswa dalam bertahan menghadapi kesulitan belajar dan cara mengatasinya di kelas. Oleh karena itu, uraian kajian artikel konseptual ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran DAPIC problem solving process dalam PBL berdasarkan adversity quotient pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.