Jurnal Osadhawedyah bidang Medis dan Kesehatan
Jurnal Osadhawedyah merupakan publikasi ilmiah yang menerima setiap tulisan dibidang medis dan kesehatan baik berupa artikel hasil penelitian, artikel review, literature, atau artikel laporan lapangan (research report, field report).
Articles
96 Documents
ASUHAN KEBIDANAN DENGAN PARTUS PRESIPITATUS DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KEBIDANAN DI PMB “N” KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2023
Rosmayanti, Dea;
Juaeriah , Ryka;
Suaidah , Neng
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Partus presipitatus merupakan dilatasi fase aktif ≥ 5 cm/jam (primipara), pada multipara ≥ 10 cm/jam atau persalinan yang lebih pendek dari 3 jam, menurut data di PMB “N” dari 40 ibu bersalin, 10 ibu bersalin (25%) mengalami partus presipitatus. Pada asuhan kehamilan ibu di perkenalkan dengan pemanfaatan teknologi informasi berupa aplikasi penghitung kontraksi. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif dengan partus presipitatus dan pemanfaatan teknologi informasi dalam kebidanan. Metode penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif melalui studi kasus, dengan cara melakukan pengkajian data subjektif, objektif, rekam medik, dan wawancara menentukan analisa masalah dan penatalaksanaan. Subjek penelitian adalah Ny.”F”dengan G3P2A0. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kehamilan ibu berjalan dengan normal dan Ny. “F” mendapatkan pengetahuan tambahan berupa aplikasi penghitung kontraksi untuk mendeteksi kontraksi uterus sehingga Ny. “F” datang ke PMB “N” dalam keadaan sudah pembukaan fase aktif, proses persalinan ibu mengalami partus presipitatus dimulai dari datangnya ibu ke PMB “N” pembukaan 6 cm- pembukaan lengkap dengan kurun waktu ≤ 30 menit, masa nifas ibu berjalan dengan baik tanpa ada komplikasi, dan BBL berjalan dengan normal. Kesimpulan studi kasus asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “F” berjalan dengan normal. Saran studi kasus yaitu teknologi informasi dalam kebidanan sangatlah perlu supaya memudahkan pasien untuk mendeteksi kontraksi uterus sehingga ibu yang akan bersalin tidak menunggu lama menuju proses persalinan, dan berguna sebagai provider bidan dalam memberikan asuhan tidak terlalu lama terhadap ibu yang akan bersalin.
ASUHAN SENAM HAMIL DAN MASSAGE COUNTERPRESSURE PADA NY”I” UNTUK MENGATASI SAKIT PINGGANG PADA TRIMESTER III DI PKM “B” KABUPATEN BANDUNG BARAT
Siti Lutfiah WFA;
Sri Maryati;
Iim Maryati
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehamilan merupakan proses yang dialami oleh setiap wanita sebelum melahirkan dan memiliki anak. Pada masa kehamilan sering kali terjadi ketidaknyamanan yang sering mengganggu kegiatan ibu, diantaranya yaitu sakit pinggang. Menurut survey di PKM "B" dari 1.966 ibu hamil di trimester III atau sekitar 35% dari mereka mengeluhkan rasa tidak nyaman akibat sakit pinggang. Salah satu cara untuk mengurangi sakit pinggang yaitu dengan melakukan senam hamil dan massage counterpressure menjelang persalinan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan pada Ny. "I" dengan mempraktikan senam hamil dan melakukan asuhan massage counterpressure terhadap pengurangan sakit pinggang. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus yang dilakukan pada Ny. "I" G2P1A0 dimulai dari usia kehamilan 36 minggu sampai dengan ibu menggunakan kontrasepsi. Subjek penelitian yaitu Ny. "I" yang mengalami ketidaknyamanan sakit pinggang pada kehamilan trimester III. Hasil studi kasus yaitu setelah mempraktikan senam hamil 3-4 kali dalam seminggu selama ±15 menit saat kehamilan dan massase counterpressure saat persalinan, intensitas nyeri pinggang yang ibu rasakan berkurang, sedangkan untuk masa nifas dan masa bayi baru lahir dalam keadaan normal. Kesimpulan dari studi kasus ini yaitu senam hamil dan massage counterpressure efektif dalam mengurangi sakit pinggang pada Ny. "I". Saran dari studi kasus ini adalah asuhan senam hamil dan massage counterpressure bisa diberikan pada ibu hamil trimester III yang mengalami ketidaknyamanan sakit pinggang.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN BICARA PADA ANAK MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN
Suwanto;
Syaiful, Yuanita;
Widianti , Liya
Jurnal Osadhawedyah Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kurangnya sumber informasi dalam menstimulasi kemampuan bicara pada anak yang mengalami speech delay menyebabkan ibu tidak menerima informasi secara lengkap. Penanganan speech delay menggunakan pendidikan kesehatan dengan metode audio visual. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode audio visual terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam menstimulasi kemampuan bicara dan bahasa pada anak yang mengalami speech delay. Metode penelitian menggunakan quasy eksperimental dengan pendekatan control group pretest-posttest. Pengambilan sampling dari populasi 94 orang menggunakan purposive sampling. Sampel sebanyak 16 responden pada tiap kelompok perlakuan dan kelompok kontrol di Poli Tumbuh Kembang Anak RS Grha Husada. Variabel independennya yaitu pendidikan kesehatan dengan metode audiovisual, sedangkan variabel dependen yaitu pengetahuan dan sikap ibu. Instrument penelitiannya SAP, audio visual, kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisa data penelitian menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan SPSS 16.0. Hasil Uji Wilcoxon Sign Rank Test pendidikan kesehatan dengan metode media audio visual terhadap pengetahuan ibu kelompok perlakuan menunjukkan nilai p=0,002 (p value < 0,05) dan sikap ibu menunjukan nilai p = 0,008 (p value < 0,05), yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam menstimulasi kemampuan bicara dan bahasa pada anak mengalami speech delay. Pendidikan kesehatan dengan metode audio visual berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam menstimulasi indera pendengaran dan penglihatan, sehingga menambah informasi dan pengetahuan ibu. Hasil penelitian dengan media audio visual ini dapat digunakan pihak Rumah Sakit dalam pelaksanaan kegiatan Pendidikan Kesehatan.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY “S” G4P3A0 GRAVIDA 36 MINGGU DENGAN KETIDAKNYAMANAN NYERI KRAM KAKI DI PMB “P” CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI
Latifah, Irma;
Oktri , Yosi;
Purwanti
Jurnal Osadhawedyah Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nyeri kram kaki merupakan salah satu keluhan ketidaknyamanan yang sering terjadi pada kehamilan trimester III dan dapat diatasi dengan rendam air hangat. Rendam air hangat berfungsi untuk melancarkan pembuluh darah sehingga dapat meredakan nyeri dengan mengurangi ketegangan, menurunkan kontraksi otot, meningkatkan aliran darah daerah persendian dan meningkatkan rasa nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas nyeri setelah pemberian rendam air hangat pada nyeri kram kaki di trimester III, Metode penelitian adalah dengan wawancara, observasi dan penatalaksanaan asuhan. Subjek penelitian Ny.”S” yang mengalami nyeri kram kaki kehamilan trimester III dan diberikan intervensi rendam air hangat, rendam kaki air hangat dilakukan pada suhu 37ºC-39ºC dan dilakukan selama 20 menit sampai 30 menit selama 5 hari untuk menurunkan intensitas nyeri. Hasil studi kasus yaitu asuhan rendam air hangat pada kram kaki selama ± 1 minggu diberikan secara rutin 2x dalam sehari dengan durasi ±30 menit dan suhu air 37oC, Kesimpulan studi kasus yaitu setelah dilakukan pemberian rendam air hangat pada kaki ibu lebih rileks dan intensitas nyeri berkurang.
PENERAPAN TERAPI DZIKIR TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI BANGSAL LAVENDER RSUD IR. SOEKARNO KABUPATEN SUKOHARJO
Puspaningrum, Putri Pertiwi;
Hartutik , Sri;
Ika Prastiwi , Yohana;
Asifah , Maya
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang; Lansia atau Lanjut Usia merupakan periode akhir dari seluruh rentang kehidupan yang identik dengan perubahan yang bersifat menurun. Penyakit yang sering diderita oleh lansia meliputi jenis penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus. Penatalaksanaan diabetes dapat dilakukan secara fisik, psikologis dan spiritual. Salah satu penatalaksanaan diabetes secara spiritual adalah berdzikir dan berdoa. Tujuan; Mengetahui hasil penerapan terapi dzikir terhadap kadar gula darah sewaktu pada lansia dengan diabetes mellitus di Bangsal Lavender RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo. Metode; Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus, yang dilakukan pada 2 responden dengan diabetes mellitus selama 3 hari dengan durasi 25 menit untuk setiap perlakuan. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi glucometer, SOP terapi dzikir, SOP pemeriksaan kadar gula darah dan lembar observasi kadar gula darah. Jenis analisa data yang digunakan dalam enelitian ini menggunakan metode observasi. Hasil; Setelah dilakukan penerapan terapi dzikir selama 3 hari dengan durasi 25 menit dalam satu kali perlakuan, diperoleh hasil adanya penurunan kadar gula darah sewaku pada masing-masing responden. Kadar gula darah pada responden 1 sebelum dilakukan terapi dzikir diperoleh nilai 263 mg/dl, setelah dilakukan terapi dzikir menjadi 146 mg/dl. Sedangkan pada responden 2 diperoleh nilai kadar gula darah sebelum dilakukan terapi dzikir adalah 211 mg/dl dan setelah dilakukan terapi dzikir turun menjadi 102 mg/dl. Kesimpulan; Terapi dzikir berpengaruh terhadap perubahan kadar gula darah sewaktu pada lansia dengan diabetes mellitus.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIC TERHADAP NYERI KEPALA PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Fitriana;
Hartutik , Sri;
Sutarto , Agus
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Nyeri Kepala merupakan keluhan yang umum dijumpai. Hampir semua orang pernah mengalami nyeri kepala. Pada lebih dari 95% kasus, nyeri kepala bersifat primer dan dihubungkan dengan ketegangan otot ataumigren. Pada 5% kasus, nyeri kepala disebabkan oleh sakit sekunder termasuk diantaranya adalah stroke. Nyeri kepala pada stroke bersifat mendadak, dengan intensitas yang berat, dan disertai gejala/tanda gangguan saraf yang lain. Relaksasi autogenik membantu individu untuk dapat mengendalikan beberapa fungsi tubuh seperti tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah. Tujuan: Mengetahui hasil implementasi pemberian teknik relaksasi autogenic terhadap penurunan nyeri kepala pada Lansia penderita Hipertensi. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan dengan 2 reponden dengan penerapan sebanyak 6 kali dalam waktu sekitar 15-20 menit selama 7 hari menggunakan instrumen NRS. Hasil: Adanya pengaruh terapi autogenic terhadap nyeri kepala lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signiifikan terhadap penurunan nyeri kepala pada lansia dengan hipertensi sebelum dan setelah diberikan terapi autogenic.
PENERAPAN RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI IBU POST SEKTIO CAESAREA DI RSUD KABUPATEN KARANGANYAR
Amalia Sholekhah, Avifah;
Mustikasari, Irma;
Yuningsih, Dwi
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang; Persalinan adalah kejadian fisiologis normal untuk melahirkan bayi. Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan mengeluarkan bayi melalui insisi pada dinding abdomen dan uterus untuk menyelamatkan ibu dan bayi atas beberapa indikasi medis seperti gawat janin, persalinan lama, plasenta previa, mal presentase janin atau letak litang, panggul sempit, prolaps tali pusat dan preeklamsi. Tujuan; Mengetahui adanya penurunan intensitas nyeri setelah pemberian terapi relaksasi benson pada ibu post seksio caesarea. Metode; Jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode experimen. Hasil; Skala nyeri sebelum dilakukan relaksasi benson pada responden termasuk dalam kategori nyeri berat. Skala nyeri setelah dilakukan relaksasi benson pada responden termasuk dalam kategori nyeri ringan. Kesimpulan; Hasil setelah diberikan intervensi selama 3 hari dapat ditarik kesimpulan bahwa relaksasi benson dapat menurunkan nyeri ibu post Sektio Caesarea di RSUD Kabupaten Karanganyar.
PENERAPAN ROM AKTIF ASISTIF SPHERICAL GRIP TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATAS DENGAN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD KARANGANYAR
Khakimah, Siti;
Husain , Fida’;
Listyorini , Dewi
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang; Prevalensi World Health Organization (WHO) tahun 2022, terdapat 12.224.551 kasus terbaru setiap tahun dan 101.474.558 individu yang hidup saat ini pernah mengalami stroke. Angka kematian akibat stroke sebanyak 6.552.724 orang. Pada penderita stroke upaya rehabilitatif salah satunya yaitu Range Of Motion bentuk rehabilitasi yang diberikan pada pasien stroke. Tujuan; Mengetahui hasil implementasi penerapan ROM Aktif Asistif Spherical Grip terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas dengan stroke non hemoragik di RSUD Karanganyar. Metode; penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang menggunakan studi kasus. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dimana sehari dilakukan 2 kali perlakuan. Hasil; Sebelum implementasi ROM Aktif Asistif Spherical Grip dilakukan pengecekan skala kekuatan otot memiliki hasil skala 3, pada hari pertama responden Tn. S memiliki skala kekuatan begitu juga untuk Tn.M. Setelah implemetasi ROM Aktif Asistif Spherical Grip pada hari terakhir Tn. S dan Tn. M memiliki hasil yang cenderung meningkat yaitu skala kekuatan otot 4. Kesimpulan; Terdapat perkembangan dan peningkatan skala kekuatan otot antara sebelum dan sesudah implementasi ROM Aktif Asistif Spherical Grip pada 2 responden dengan diagnosa stroke non hemoragik dibangsal Mawar 1 RSUD Karanganyar.
PEMBERIAN ART DRAWING THERAPY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HALUSINASI DI RSJD DR. ARIF ZAINUDIN
Yohana, Nabilla;
Wijaya Gati , Norman;
Suyatno
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang; Jumlah pasien skizofrenia di RSJD dr. Arif Zainudin sebanyak 603, sedangkan jumlah pasien Halusinasi sebanyak 3.694 pasien. Seiring bertambahnya jumlah gangguan jiwa skizofrenia dengan halusinasi, maka perlunya penatalaksanaan untuk mengontrol tingkat keparahan pada masalah halusinasi salah satunya seperti memiliki rasa cemas. Kecemasan pada pasien halusinasi yaitu ditandai dengan ketakutan yang mendalam dan berkelanjutan sehingga terjadi gangguan dalam menilai kenyataan, kepribadian penuh, dan perilaku. Art Drawing Therapy merupakan sebuah teknik terapi yang menggunakan media seni berupa kombinasi alat gambar, warna yang dimana untuk mengeksplorasi sebuah perasaan dengan maksud seseorang dapat mengekspresikan perasaannya. Bagi pasien Art Drawing merupakan sebuah bentuk komunikasi dari alam bawah sadarnya, berdasarkan visualisasi atau simbol-simbol yang muncul, akan terdapat image yang merupakan simbolisasi dari ekspresi bawah sadar pasien membawa perubahan bagi kesehatan mental, maka dari itu sangat efektif untuk menurunkan gejala pada pasien gangguan jiwa yang mengalami kecemasan. Tujuan; Untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien gangguan jiwa khususnya skizofrenia dengan halusinasi. Metode; Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan one grup pre-test dan post-test design. Terapi ini dilakukan selama 3 hari dengan durasi waktu 45 menit dengan jumlah responden 2 responden. Instrumen menggunakan skala berdasarkan perhitungan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil; Tingkat kecemasan yang dilakukan oleh 2 responden, sebelum dilakukan penerapan Art Drawing Therapy menunjukkan tingkat cemas berat dan cemas sedang, kemudian tingkat kecemasan setelah dilakukan penerapan yaitu pada cemas ringan dan cemas sedang. Terdapat perbedaan perkembangan tingkat kecemasan pada kedua responden baik sebelum dan sesudah dilakukannya penerapan. Kesimpulan; Terdapat perbedaan perkembangan sebelum dan sesudah dilakukannya penerapan Art Drawing Therapy pada tingkat kecemasan pasien skizofrenia dengan halusinasi.
PENERAPAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK MENDENGARKAN MUSIK DALAM PENGALIHAN HALUSINASI
Saputri, Santi;
Susilowati, Tri;
Purnomo, Luluk
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Berdasarkan data Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019, penderita gangguan jiwa berjumlah 34.571 orang dari 33.264.339. Berdasarkan data yang diperoleh dari RS Jiwa Daerah Surakarta pada bulan Desember 2020 bahwa prevalensi pasien yang dirawat ada 5.669 klien rawat inap salah satu masalah dari gangguan jiwa yang menjadi penyebab terbesar di bawa ke rumah sakit adalah halusinasi dengan data 3.654 klien. Terapi musik digunakan untuk berbagai kondisi gangguan jiwa, gangguan sensorik mengatasi kecemasan, menigkatkan kondisi belajar. Terapi musik memiliki gelombang alfa, stimulus yang berasal dari musik akan membentuk gelombang alfa yang akan merangsang zat serotonin yang akan diubah menjadi hormon melatonin yang dapat memberikan perasaan relaks dan juga menurunkan depresi yang dirasakan seseorang Tujuan: Mengetahui hasil implementasi efektifitas terapi aktiftas kelompok mendengarkan music terhadap pengalihan halusinasi. Metode: penelitian penerapan yang menggunakan desain pre-experimental design dengan one grup pre-test dan post-test design. Dengan teknik total sampling, dengan jumlah responden 2 responden. Penerapan dilakukan pada responden selama 7 hari. Terapi aktivitas kelompok mendengarkan musik dapat dilakukan 1 kali setiap harinya. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuisioner AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale). Hasil: Hasil penerapan terapi aktivitas kelompok musik terhadap pengalihan mengalami penurunan tingkat halusinasi. Pada responden I mengalami penurunan dari skor 15 menjadi 8 sedangkan responden II mengalami penurunan dari 16 menjadi 9. Kesimpulan: Terapi aktivitas kelompok mendengarkan musik dapat menurunkan tingkat halusinasi pada pasien halusinasi di RSJD dr Arif Zainudin Surakarta.