cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jiif@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Department of Physics Universitas Padjadjaran Jl Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika
ISSN : 25490516     EISSN : 25497014     DOI : http://dx.doi.org/10.24198/jiif
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) is a scientific journal that contains research results covering theoretical, simulation and modeling studies, experiments, engineering and exploration in the field of Physics and its Applications.
Articles 181 Documents
Microzonation of Cisarua District using Horizontal Vertical Spectral Ratio Erlangga Ibrahim Fattah
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.325 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v5i2.31533

Abstract

The Bandung region is part of the framework of the Indonesian tectonic system, namely the tectonic plate meeting zone, where the Indo Autralia plate is infiltrated under the Eurasian plate in a convergent manner. The subduction process produces an effect in the form of an active fault geological structure in the Bandung area. One of these active faults is the Lembang Fault, which has a length of ± 29 kilometers and a shear acceleration of 3 to 5.5 millimeters per year. The microtremor measurement method is a passive geophysical method that utilizes natural subsurface vibrations so that it can provide dominant frequency data and amplification factors for soil layers. Based on the results of seismic susceptibility research using microtremor measurements using the HVSR method in the Lembang Fault zone in Cisarua Sub-District, it can be seen that the distribution of the dominant frequency values tends to be influenced by lithology and topography. In the research area, it is known to have a dominant frequency value that varies due to the different types of lithological units. In general, the dominant frequency ranges from 1-3 Hz because it is dominated by tuff sand and tuff pumice, and areas composed of volcanic breccias have a dominant frequency value between 3-6 Hz. Meanwhile, the amplification factor value will be influenced by rock deformation and weathering. The area that has a very high amplification factor value is in the southeast of the study area with an A0 value greater than 5. This indicates that the area is composed of a layer of thick and not dense tuff sand.
Analisis Kesuburan Tanah dan Residu Pemupukan pada Tanah dengan Menggunakan Metode Kemagnetan Batuan Restu Almiati; Eleonora Agustin
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.566 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.14414

Abstract

Unsur yang selalu ada dalam tanah adalah unsur besi (Fe) yang merupakan salah satu unsur magnetik. Ukuran tanah tersebut memiliki unsur magnetik ditunjukkan dengan nilai suseptibilitas magnetik. Suseptibilitas magnetik merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam metode kemagnetan batuan. Dalam penelitian ini akan dilihat perubahan nilai suseptibilitas magnetik dan variasi sifat mineral magnetik dalam tanah (XRD dan SEM-EDX) serta parameter lainnya meliputi pH, konduktivitas dan struktur tanah. Hal ini dapat memberikan informasi mengenai kesuburan tanah dikhususkan tanah lahan sawah yang dianggap sudah terdegradasi, jika dibandingkan dengan tanah hutan yang dianggap subur dan alami.Dari penelitian ini dapat dikatakan bahwa tanah hutan masih subur dan alami karena didominasi mineral magnetik magnetite (Fe3O4), pH netral, konduktivitas cukup besar dan berstruktur remah. Sedangkan tanah dari sawah dapat dikatakan sudah terdegradasi karena didominasi mineral magnetik pyrhotite (Fe7S8) yang diduga dari pemupukan dan titanohaematite (Fe2O3-FeTiO3) yang diduga menyebabkan tanah menjadi sangat basa. Selain itu pH tanah sawah netral cenderung basa, konduktivitas kecil dan struktur tanahnya remah. Adanya unsur Na dan Ca pada tanah sawah diduga merupakan sisa dari pemupukan.Kata kunci: kemagnetan batuan, suseptibilitas magnetik, mineral magnetik, kesuburan tanah.
Rancang Bangun Alat Deteksi Tanah Longsor Berbasis IoT dengan NodeMCU ESP8266 dan MPU6050 Rosa Mega Utama; Imam Sucahyo; Meta Yantidewi
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.035 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i2.40054

Abstract

Tanah longsor adalah suatu proses geologi yang disebabkan oleh adanya perpindahan masa batuan maupun tanah. Secara umum tanah longsor disebabkan oleh kondisi geografis berupa pegunungan dan lereng serta curah hujan tinggi sehingga menyebabkan tanah menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat deteksi tanah longsor dengan menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler dan MPU6050 sebagai sensor sehingga mampu mendeteksi percepatan bumi pada sumbu x, y, dan z dan kemiringan tanah. Alat deteksi tanah longsor ini berbasis Internet of Thing (IoT) sehinggga memungkinkan percepatan bumi dan kemiringan tanah dapat dipantau secara real-time. Alat ini dihubungkan dengan aplikasi yang dibuat menggunakan layanan cloud pada real-time database firebase dan MIT APP Inventor untuk membangun aplikasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alat dan aplikasi deteksi tanah longsor dapat bekerja sesuai dengan rancangan yaitu dapat menampilkan percepatan pergerakan dan kemiringan tanah secara real-time dan dapat menyampaikan status kondisi yaitu aman, wapada dan awas  dengan rata-rata error sebesar 0,419%.
Pembuatan Komposit Katoda Karbon Berpori-Sulfur dari Eceng Gondok otong Nurhilal
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.457 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v5i1.27820

Abstract

Eceng gondok merupakan gulma yang mengandung lignoselulosa yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon berpori. Karbon berpori bisa dimanfaatkan dalam banyak aplikasi salah satunya adalah untuk komposit katoda pada baterai. Dalam komposit katoda, karbon berpori berperan sebagai matrik untuk meningkatkan kontak elektrik dengan bahan aktif baterai. Oleh karenanya matrik tersebut harus memiliki konduktivitas yang tinggi. Dalam aplikasi baterai litium sulfur karbon berpori digunakan untuk matrik sulfur yang memiliki konduktivitas yang rendah. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan karbon berpori dari limbah eceng gondok dengan suhu karbonisasi 400 dan aktivator KOH 30%. Selanjutnya karbon berpori digunakan untuk komposit katoda sulphur/karbon pada baterai litium sulfur. Komposit dibuat dengan perbandingan karbon berpori dan sulfur 1:3, yang di panaskan pada suhu 155 selama 15 jam, serta di-anneling pada suhu 300 selama 0,5 jam. Hasil pengujian menunjukkan luas permukaan karbon berpori sebesar 62,53 /g, total volume 0,054 cc/g, konduktivitas sebesar 2,403 x 102 S/m, dan kandungan sulfur pada komposit sebesar 7,6%.
Uji Keakuratan Data GFS menggunakan Model WRF-ARW pada Siklon Tropis Flamboyan Rahmatia Dewi Ariyanti; Fatimah Mega Sugihartati; Winda Retharanita; Paulus Agus Winarso
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.634 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i2.23149

Abstract

Siklon Tropis dapat menyebabkan cuaca buruk berupa angin kencang, gelombang tinggimaupun hujan lebat. Keberadaan siklon tropis dapat diprakirakan menggunakan data GlobalForecast System (GFS) yang diolah dengan model Weather Research Forcasting-Advance Research WRF (WRF -ARW). Uji keakuratan data GFSperlu dilakukan salah satunya terhadapsiklon tropis Flamboyan agar dapat digunakan sebagai acuan dalam memprediksi keberadaan siklon tropis kedepannya. Hasil analisis tanggal 28 April 2018 pukul 12.00 UTC menunjukkan nilai suhu permukaan laut (SPL) di sekitar wilayah pembentukan siklon tropis bernilai 29 – 30oC dan terjadi penurunan tekanan permukaan mencapai 1000 mb pada tanggal 29 April 2018 00.00 UTC. Kelembaban udara bernilai 80 – 100% pada lapisan 850 mb, lapisan 700 mb bernilai 70 - 100% dan lapisan 500 mb bernilai 60 – 90%. Streamline lapisan 925 mb menunjukkan adanya pusaran angin searah jarum jam yang mengindikasikan adanya siklon tropis. Vortisitas dan divergensi lapisan 850 mb bernilai negatif 20 – 60 x10-5s-1 dan negatif 15 – 30 x10-5s-1 serta lapisan 500 mb bernilai negatif 20 – 50 x10-5s-1 dan negatif 15 – 25 x 10-5s-1. Suhu puncak awan di wilayah siklon tropis kurang dari -40oC mengindikasikan adanya awan Cumulonimbus. Hal tersebut sesuai dengan syarat pertumbuhan siklon tropis sehingga data GFS dinyatakan akurat dalam memprediksi kehadiran siklon tropis Flamboyan.
Uji Filtrasi Model Polutan Methylen Blue Menggunakan Membran Kulit Telur Fitri Fitrilawati; Yasmin Fauziah, Gita Maulida; Norman Syakir
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.511 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i1.37883

Abstract

Membran filtrasi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk pengolahan air limbah dengan prinsip pemisahan dan pemurnian air. Pada makalah ini dilaporkan hasil uji filtrasi model polutan Methylene Blue (MB) menggunakan membran sel telur (ES, Eggshell) yang diperoleh dari cangkang telur yang direndam dalam larutan asam asetat.  Pada uji filtrasi, 5 mg/L larutan MB dilewatkan membran dengan bantuan tekanan sebesar 3,4 atm. Hasil uji berupa volume permeat yang mengalir melalui membran dan penurunan konsentrasi permeat dibandingkan dengan konsentrasi MB awal. Konsentrasi permeat hasil filtrasi ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis melalui pengukuran penurunan absorbansi. Hasil pengujian menunjukkan molekul MB dapat dipisahkan dari air dengan menggunakan tiga lembar membran ES dengan nilai permeabilitas 3,64x10ˉ⁵ darcy dan nilai koefisien rejeksi rata-rata sebesar 30,6% .
Sistem Monitor Sinyal Partial Discharge (PD) Online Berbasis Teknologi Field Programmable Gate Array (FPGA) Untuk Kabel Listrik Tegangan Tinggi Menggunakan Pembangkit Pulsa Pico Sebagai PD Simulator Emilliano Emilliano
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.92 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i2.28298

Abstract

Makalah ini berkontribusi untuk merancang sistem akuisisi data berkecepatan tinggi yang menggabungkan Teknologi FPGA komersial (ML405) dengan ADC dalam PIC mikrokontroler 16F877A yang memiliki resolusi 8 bit, resolusi pengambilan sampel 20 MS / s. Alat ini telah dikembangkan dan berhasil diuji di laboratorium. Sistem ini memungkinkan pengukuran dan penghitungan langsung sinyal transien dari generator pulsa Pico sebagai simulator sinyal Partial Discharge di lokasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah metode konvensional sistem deteksi Online Partial Discharge tidak dapat mendeteksi sinyal Partial Discharge lebih dari 5 Km dari gardu induk. Penelitian ini mengembangkan metode sistem deteksi Partial Discharge yang tidak konvensional dengan menggunakan sensor probe magnetik untuk mendeteksi sinyal Partial Discharge kabel bawah tanah Tegangan Tinggi (kabel XLPE – Cross Linked Polyethylene Insulation) dari atas tanah dengan jarak tak terbatas. Keuntungan dari sistem ini adalah dapat dengan mudah digunakan dan menghitung sinyal Partial Discharge tanpa menggunakan osiloskop dan Komputer. Dalam pelaksanaan tes di laboratorium untuk rangkaian deteksi, ditunjukkan bahwa ia dapat mendeteksi sejumlah impuls dari Simulator Partial Discharge yang menggunakan Pembangkit Pulsa Pico dengan cukup akurat. Konsep ini akan digunakan di masa depan untuk mendeteksi sinyal Partial Discharge yang sesungguhnya yang dihasilkan oleh kabel bawah tanah berdaya tinggi di lapangan. Kata kunci: Deteksi Partial Discharge, Teknologi FPGA, Kabel XLPE, Kabel Bawah Tanah Tegangan Tinggi, Pembangkit Pulsa Pico, Sistem Monitor Sinyal PD, PIC Mikrokontroller
Desain Sistem Kontrol Laju Aliran Massa Sprayer Menggunakan Pulse Width Modulation Muhammad Adam Alfath; Bambang Joko Suroto
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.291 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i1.20621

Abstract

Telah dibuat sistem kontroler laju aliran massa dari sprayer menggunakan metode pulse width modulation. PWM digunakan sebagai sinyal kontrol solenoid valve dimana didapatkan hasil bahwa pengaturan nilai frekuensi dan duty cycle untuk aktuator dapat mengendalikan keluaran aliran massa sprayer secara presisi. Dalam percobaan didapatkan bahwa perubahan duty cycle untuk frekuensi tetap berbanding lurus terhadap laju aliran massa output sprayer dengan koefisien determinasi R2=1,00
Fabrikasi Sel Surya Tersensitisasi Dye dengan ZnO Nanorod sebagai Fotoanoda dan Material Spiro sebagai Hole Transport Material (HTM) Afifah Nurida; Ayunita Chintia; Sheila Sakkyananda; Annisa Aprilia; Tuti Susilawati; Cukup Mulyana; Lusi Safriani
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.937 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.11195

Abstract

Dalam penelitian ini, kombinasi antara oksida logam ZnO nanorod dan TiO2 mesopori telah berhasil digunakan sebagai fotoanoda pada sel surya tersensitisasi warna. Selain itu, untuk meningkatkan difusi muatan di dalam sel, digunakan spiro-TPD (N,N’- Bis-(3-methylphenyl)-N,N’-bis(phenyl)-9,9’-spirobifluorene) sebagai lapisan penghantar hole (HTM-hole transport material). Lapisan tipis ZnO dengan/tanpa aluminium (ZnO:Al seed layer (0 wt%, 0,5 wt% dan 1 wt%)) digunakan sebagai seed layer (lapisan penumbuh) dan dideposisikan di atas substrat FTO menggunakan teknik spin coating. Kemudian, ZnO nanorod ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al seed layer menggunakan metode self-assembly dengan merendam FTO/ZnO:Al dalam larutan prekursor pada suhu 100°C selama 150 menit menggunakan oven elektrik. ZnO nanorod yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, dan hasil pengukurannya memperlihatkan bahwa  ZnO nanorod yang ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al (0,5 wt%) memiliki diameter rata – rata yang terkecil sebesar 123 nm dan estimasi panjang sekitar 1,11 μm. Hasil spektrum XRD memperlihatkan bahwa seluruh sampel ZnO nanorod memiliki struktur heksagonal wurtzite dengan orientasi bidang hkl (002), dan memiliki ukuran bulir sekitar 15-25 nm. Kombinasi ZnO nanorod dan TiO2 mesopori digunakan sebagai fotoanoda pada DSSC dengan struktur FTO/ZnO:Al/ZnO nanorod/TiO2/ruthenizer 535-bis TBA-dye/Spiro-TPD/ mosalit/Pt/FTO.  Efisiensi tertinggi yang berhasil dicapai adalah 0,46% di bawah penyinaran 30 mW/cm2 dengan menggunakan ZnO:Al seed layer (0,5 wt%).
Pemanfaatan Eceng Gondok sebagai Adsorben Pb Asetat otong Nurhilal
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.604 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i1.26150

Abstract

Eceng gondok (EG) merupakan jenis tanaman yang tumbuh dengan cepat dan dianggap sebagai gulma. EG mengandung sekitar 70% lignoselulosa yang bisa dimanfaatkan untuk bahan arang aktif. Pada penelitian ini EG telah dibuat sebagai arang aktif melalui proses karbonisasi pada temperatur 400oC dan aktivasi dengan aktivator ZnCl2 30%. Karakterisasi yang dilakukan yaitu uji proksimasi dan uji luas permukaan dengan metode BET. Arang aktif yang dihasilkan digunakan sebagai adsorben larutan Pb asetat buatan. Dari hasil pengujian proksimasi diperoleh kadar karbon terikat 37,79 %. Morfologi arang aktif setelah diaktivasi memiliki volume pori sebesar 0,055 cc/g dan luas permukaan spesifik sebesar104,32 m2/g. Pengukuran adsorben limbah Pb asetat dilakukan dengan mencampurkan arang aktif ke dalam larutan Pb asetat dengan variasi konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, dan 12 ppm. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan konsentrasi larutan Pb asetat mengalami pengurangan setelah dicampurkan dengan arang aktif. Pada arang aktif 0,5 gram penurunan terbesar terjadi pada konsentrasi limbah Pb asetat 12 ppm dengan waktu kontak selama 20 menit, konsentrasi larutan Pb asetat berkurang menjadi 0,59 ppm dengan persentase larutan Pb asetat yang terserap sebesar 23,75 %. Sementara pada arang aktif 0,8 gram penurunan terbesar terjadi pada konsentrasi limbah Pb asetat 12 ppm dengan waktu kontak selama 30 menit, konsentrasi larutan Pb asetat berkurang menjadi 0,73 ppm dengan persentase larutan Pb asetat yang terserap sebesar 27,69 %.

Page 3 of 19 | Total Record : 181