cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jiif@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Department of Physics Universitas Padjadjaran Jl Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika
ISSN : 25490516     EISSN : 25497014     DOI : http://dx.doi.org/10.24198/jiif
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) is a scientific journal that contains research results covering theoretical, simulation and modeling studies, experiments, engineering and exploration in the field of Physics and its Applications.
Articles 181 Documents
Rancang Bangun Gasifikator dengan Bahan Bakar Sekam Padi Otong Nurhilal; Sri Suryaningsih; Setianto, Dadan Husni M
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.733 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i1.20549

Abstract

Telah dirancang gasifikator dengan diameter 13,97 cm dan tinggi 60,1 cm. Perancangan ini didasarkan pada asumsi kebutuhan energi sebesar 3,6 MJ, efisiensi 17 % dan bahan bakar sekam padi dengan densitas 125 kg/m3. Kinerja gasifikator ditentukan oleh parameter laju gasifikasi khusus dan hilang tekan. Berdasarkan hasil pengujian dari proses gasifikasi untuk 0,8 kg sekam padi dengan variasi suplai udara sebagai medium gasifikasi diperoleh nilai  laju gasifikasi khusus terbesar sebesar 5,329 kg/m2 jam dan nilai hilang tekan terkecil sebesar 565,293 kg/m.s2 pada tegangan blower 225 Volt.
Sintesis Kristal Tunggal Perovskite MAPbBr3 Menggunakan Metode Inverse Temperature Crystallization untuk Aplikasi Fotodetektor Sinar-X Rossyaila Matsna Muslimawati; Ayi Bahtiar
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.081 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i1.36280

Abstract

Metilamonium timbal tri-bromid (MAPbBr3) merupakan material perovskite logam halida yang umum untuk digunakan untuk aplikasi fotodetektor sinar-X. Namun, material ini memiliki resistivitas yang tinggi dikarenakan densitas cacat kristal yang besar yang diakibatkan oleh bentuknya yang polikristal. Oleh karena itu, material perovskite logam halida dibuat dalam bentuk kristal tunggal untuk menghasilkan densitas cacat kristal yang rendah sehingga mampu meningkatkan nilai mobilitas dan lifetime muatan pembawa. Masalah lain dalam pembuatan kristal tunggal perovskite MAPbBr3 adalah ukuran dimensi kristal yang kecil, yaitu kurang dari 1 cm2, sehingga kurang cocok untuk aplikasi fotodetektor dalam konfigurasi flat-panel. Dalam penelitian ini, dilakukan sintesis kristal perovskite MAPbBr3 menggunakan metode Inverse Temperature Crystallization (ITC). Prekursor larutan MAPbBr3 dibuat dengan variasi rasio molar MABr:PbBr2 dan volume larutan prekursor. Pada metode ITC, laju kenaikan suhu divariasikan untuk mengontrol laju penumbuhan kristal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran atau dimensi kristal yang disintesis dengan metode ITC ditentukan oleh laju kenaikan suhu. Semakin lambat laju kenaikan suhu, semakin besar ukuran kristal yang dihasilkan. Ukuran kristal MAPbBr3 terbesar yang telah berhasil dibuat dengan metode ITC adalah  yang dibuat dengan rasio MABr: PbBr2 (1,25:1) dengan laju kenaikan suhu /8 jam untuk volume larutan prekursor 3 mL. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa kristal perovskite MAPbBr3 berbentuk kubik dengan konstanta kisi 5,99 Å. Puncak-puncak difraksi bidang kristal yang dihasilkan adalah (100), (200), (300) dan (400), yang menunjukan bahwa kristal MAPbBr3 berbentuk kristal tunggal, dengan orientasi bidang kristal dalam sumbu-x.
Effect of Drying Temperature on the Mechanical Properties of Binderless Fiberboard from Bagasse: Study of Flexural and Tensile Strength Numan Luthfi; Xiulun Wang; Koji Kito; Sunardi Sunardi
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.032 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i2.28412

Abstract

Sugarcane remains to be one of the largest cash crops in the world. Despite its economic benefits, a large amount of bagasse generated from extraction processing ends up as an environmental issue. The utilization of bagasse as fiberboard is introduced as an alternative waste management. However, nowadays, fiberboard is commonly produced by adding chemical adhesive, such as Urea-formaldehyde resin, which is harmful to living things. The current research was conducted to study and produce environmentally friendly fiberboard by relying only on lignocellulose due to hydrogen bond formation. The methods used consisted of cutting, soaking, refining, concentration determination, and forming with various drying temperatures of 110ºC, 130ºC, 150ºC, 170ºC, and 190ºC. Characterizations of flexural and tensile strength were carried out to investigate the feasibility of fiberboard based on the standard of JIS A 5905 (2003). The calculations show that the increase in drying temperature from 110ºC to 190ºC increased the flexural and tensile fracture stress by 24.12-36.87 MPa and 12.89-19.77 MPa respectively with both maximum values obtained by fiberboard 190ºC. By considering the density and moisture content of fiberboards which ranged from 1.0210-1.0164 g/cm3 and 6.19-4.19% respectively, the results indicate that only fiberboard 110ºC, 130ºC, and 150ºC meet the standard of JIS A 5905 (2003) for high-density fiberboard (HDF) with type of S20 and S25. HDF has applications for exterior siding, interior wall, paneling, and household furniture.
Analisis Pendekatan Empiris PGA (Peak Ground Acceleration) Pulau Bali Menggunakan Metode Donovan, MC. Guirre dan M.V. Mickey Emi Ulfiana; Said A. Rumy; Rian Pratama; Puji Ariy
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.015 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i2.19730

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai percepatan tanah maksimum atau Peak Ground Acceleration (PGA) adalah faktor lokal yang dapat berupa keadaan geologi atau karakteristik suatu wilayah. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan nilai PGA pada suatu wilayah terkait perbedaan karakteristik geologi. Nilai PGA pada umumnya didapatkan dari hasil observasi rekaman akselerograf, namun dikarenakan keterbatasan alat akselerograf pada suatu wilayah, maka perhitungan PGA dilakukan dengan pendekatan empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rumus empiris Donovan, Mc. Guirre, dan M.V. Mickey terhadap kecocokan nilai PGA pulau Bali berdasarkan peta guncangan tanah, baik berupa Shakemap maupun peta Seismic Hazard pulau Bali. Penelitian menggunakan 738 data parameter gempa bumi dari katalog BMKG dan USGS pada rentang waktu Januari 1963 hingga Oktober 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan dua metode empiris lainnya, metode empiris Donovan adalah pendekatan empiris paling baik yang dapat digunakan untuk menghitung nilai PGA di Pulau Bali.
Rancang Bangun Wireless Elektrokardiogram (EKG) Rara Amita Putri; Jajat Yuda Mindara; Sri Suryaningsih
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.713 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10906

Abstract

Jantung adalah bagian dari tubuh manusia yang memiliki aktivitas listrik atau dikenal dengan bioelektrik. Aktivitas kelistrikan jantung dapat direkam. Aktivitas jantung akan menghasilkan suatu gelombang EKG yang terdiri dari gelombang P, kompleks gelombang QRS, dan gelombang T. Perekaman aktivitas jantung dapat dimanfaatkan untuk menganalisa bagaimana karakteristik dari jantung. Perekaman aktivitas jantung ini dikenal dengan istilah elektrokardiogram (EKG). EKG yang banyak digunakan saat ini berupa EKG dengan pengiriman data menggunakan kabel. Penggunaan kabel membatasi jarak pengaksesan hasil rekaman EKG. Untuk jarak yang lebih jauh, EKG yang menggunakan kabel harus menambah panjang kabel yang berarti menambah biaya produksi EKG. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun suatu sistem perangkat keras dan perangkat lunak untuk perekaman detak jantung dengan sistem wireless. Pembuatan sistem dilakukan dengan menggunakan elektroda tembaga sebagai penyadap detak jantung. Hasil sadapan tersebut dimasukkan pada rangkaian pengondisi sinyal dan diolah agar bisa dikirimkan melalui wireless dengan sistem modulasi – demodulasi. Hasil perekaman ditampilkan dalam komputer menggunakan perangkat lunak dan dilakukan sesuai dengan gelombang EKG yang diinginkan dalam radius 1 m2.
Pengaruh Tekanan Pembriketan Terhadap Karakteristik Mekanik Dan Karakteristik Pembakaran Pada Briket Campuran Sekam Padi Dan Bonggol Jagung SRI SURYANINGSIH
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.717 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i1.26140

Abstract

Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif lebih effisien dengan cara dikonversi dalam bentuk  padatan berupa briket. Untuk memenuhi standar pemasaran briket harus memiliki kualitas yang baik dari segi ketahanan dan pembakaran, karena itu penting untuk membuat briket lokal dari arang sekam padi dan bonggol jagung yang memiliki kekuatan mekanis dan karakteristik pembakaran yang baik yang setara dengan standar briket nasional.  Proses pembuatan briket diawali dengan pengumpulan arang sekam padi dan bonggol jagung yang kemudian dihancurkan sampai ukuran tertentu untuk kemudian dicampur dengan perekat berupa tapioka seberat6 % dari berat bahan briket. Komposisi yang digunakan adalah 50% arang sekam padi dan 50% arang bonggol jagung. Variasi tekanan yang digunakan pada pembuatan  briket, adalah 15 kg / cm2, 35 kg / cm2, 55 kg / cm2 dan 75 kg / cm2. Briket yang terbentuk kemudian diuji dengan uji kuat tekan dan uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tekanan pada pembuatan briket akan menaikan nilai kekuatan mekanik dan memperlambat waktu pembakaran, namun penambahan tekanan mencapai titik maksimal pada nilai 75 kg/cm2 , sebesar 0,28 kg/cm2 dan lama waktu pembakaran adalah 129 menit dengan laju pembakaran adalah 0,3488 g/menit. Kata Kunci : Sekam Padi, Bongkol Jagung, Tekanan Pembriketan, Laju Pembakaran
Charge-Discharge Model Superkapasitor RGO dalam Sistem Elektrolit KCl Diyan Unmu Dzujah; Vika Marcelina; Norman Syakir; Ayi Bahtiar; F Fitrilawati
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.084 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15407

Abstract

Reduced Graphene Oxide (RGO) memiliki potensi aplikasi sebagai elektroda superkapasitor. Dalam penelitian ini dikaji karakteristik charge-discharge dari sistem superkapasitor RGO yang menggunakan larutan KCl sebagai elektrolit. Film tipis Graphene Oxide (GO) dibuat dengan teknik solution casting di atas substrat glass/ITO dari dispersi GO dalam akuades dengan konsentrasi 1 mg/ml. Untuk mendapatkan film RGO maka film GO yang telah dibuat direduksi secara termal di atas hotplate pada suhu 200C selama 1 jam untuk mengurangi kadar oksigen pada film tersebut. Model superkapasitor terdiri dari film RGO sebagai working electrode dan platina sebagai counter electrode, serta larutan KCL dengan konsentrasi 1 Molar sebagai elektrolit. Pengujian charge-discharge dilakukan pada berbagai macam arus discharge.
Identifikasi Zona Akuifer Menggunakan Metode Resistivitas-DC di Daerah Kipas Lava Pegunungan Malabar Kabupaten Bandung Jawa-Barat Asep Harja; Berliana Ayu Aprilia; Kusnahadi Susanto, Dini Fitriani
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.351 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v7i1.43216

Abstract

Daerah Haruman memiliki kondisi air yang cukup melimpah saat musim hujan maupun musim kemarau yang ditandai dengan perkebunan yang cukup subur. Maka dari itu, dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi zona akuifer berdasarkan persebaran nilai resistivitas batuan. Selain itu, untuk melihat kemenerusan akuifer dilakukan pengukuran saat musim hujan. Metode yang digunakan adalah metode resistivitas DC dengan konfigurasi Schlumberger. Hasil penelitian telah menunjukkan terdapat tiga lapisan di daerah penelitian, yaitu lapisan akuiklud, akuifer, dan akuifug. Lapisan yang memiliki nilai resistivitas rendah dibawah 20 Ωm yang diidentifikasikan sebagai lapisan akuiklud. Lapisan ini mampu menyimpan air tetapi tidak dapat meloloskan air. Lapisan batuan dengan nilai resistivitas pada rentang 20 Ωm – 100 Ωm merupakan kelompok batuan resistivitas menengah yang diidentifikasikan sebagai akuifer yang bersifat permeable. Lapisan batuan yang memiliki nilai resistivitas di atas 100 Ωm diindikasikan sebagai batuan breksi vulkanik yang bersifat akuifug atau tidak dapat menyimpan maupun meloloskan air (impermeable). Dengan tidak adanya lapisan akuifug di atas lapisan akuifer, maka diperkirakan akuifer pada daerah penelitan merupakan akuifer dangkal yang bersifat bebas (Unconfined Aquifer) dengan kedalaman kurang dari 40 meter. Kata kunci: metode geolistrik, resistivitas, akuifer
Kinerja Metode Elektroflotasi pada Pengolahan Air Limbah Pewarna Tekstil Dispersi Haryono ST, MT
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.276 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v5i2.33108

Abstract

Air limbah tekstil mengandung berbagai jenis senyawa polutan yang bersifat racun, dapat terdekomposisi menjadi senyawa karsinogenik dan mutagenik, dan sulit terurai secara alami. Oleh karena itu, pembuangan air limbah tekstil di atas batas maksimal baku mutu ke lingkungan akan menimbulkan banyak dampak negatif terhadap ekosistem di lingkungan. Industri tekstil memanfaatkan sekitar 2/3 total produk pewarna. Dan pada proses produksi tekstil, sekitar 10-15% dari penggunaa zat warna tersebut terbuang sebagai air limbah. Zat warna dispersi merupakan salah satu jenis pewarna sintetik yang relatif luas dimanfaat di industri tekstil, khususnya pada produksi tekstil jenis poliester dan poliamida. Zat warna dispersi tersebut bersifat tidak larut dalam air dan memiliki ketahanan kimia relatif tinggi. Salah satu metode yang sesuai diterapkan untuk mengolah air limbah pewarna tekstil dispersi tersebut adalah elektroflotasi. Elektroflotasi bekerja dengan prinsip dasar sebagai sel elektrolisis. Kinerja elektroflotasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah beda potensial listrik dan lama waktu elektroflotasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh beda potensial listrik dan lama proses terhadap kinerja metode elektroflotasi pada pengolahan air limbah pewarna tekstil dispersi. Pada penelitian ini, kinerja elektroflotasi diukur berdasarkan kemampuan metode tersebut dalam menurunkan nilai COD (Chemical Oxygen Demand) dan tingkat warna dari air limbah tekstil yang diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi elektroflotasi terbaik dicapai pada penggunaan beda potensial listrik sebesar 12 V dan waktu elektroflotasi selama 60 menit. Pada kondisi elektroflotasi terbaik tersebut, nilai COD dan tingkat warna dari air limbah tekstil dapat diturunkan dengan derajat pembuangan berturut-turut sebesar 88,9% dan 93,3%.
Investigasi Experimental Konduktivitas Panas pada Berbagai Logam Sri Wuryanti; Purwinda Iriani
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.286 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.14467

Abstract

Teknologi material dibutuhkan untuk meningkatkan performance suatu alat, terutama alat-alat mekanik dan listrik. Salah satu penerapannya yakni pada HE, pipa-pipa distribusi uap, furnace, tangki pemanas dan sebagainya. Nilai konduktivitas yang kecil biasanya digunakan untuk bahan isolator, sedangkan nilai  yang besar untuk konduktor. Konduktivitas panas pada setiap material mempunyai nilai yang berbeda-beda dan pada umumnya bahan padat lebih tinggi daripada cairan. Jumlah laju perpindahan panas mempunyai nilai yang  tinggi, apabila  nilai konduktivitas panasnya besar. Untuk dapat mengukur nilai konduktivitas panas diperlukan alat pengukuran yang representatif dan disini akan dibuat rangkaian peralatan yang terdiri dari Joulemeter, thermometer digital dan powersupply. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai konduktivitas panas untuk alumunium 74,829 W/m oC sampai 160,348 W/m oC, baja 61,862 W/m oC sampai 83,987 W/m oC, besi 64,619 W/m oC sampai 85,924 W/m oC, untuk besi tempa  41,143 W/m oC sampai 74,253 W/m oC dan seng 57,094  W/m oC sampai 80,289 W/m oC.

Page 8 of 19 | Total Record : 181