cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jiif@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Department of Physics Universitas Padjadjaran Jl Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika
ISSN : 25490516     EISSN : 25497014     DOI : http://dx.doi.org/10.24198/jiif
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) is a scientific journal that contains research results covering theoretical, simulation and modeling studies, experiments, engineering and exploration in the field of Physics and its Applications.
Articles 181 Documents
Study of Chemical Structure and Electrical Properties of Nitrogen-Doped Activated Carbon from Candlenut Shell (Aleurites Moluccana) Sahrul Hidayat; Sarifah Mudaim; Risdiana -
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.677 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i2.41015

Abstract

Li-Sulfur batteries have a high theoretical energy density of 1300 Ah/kg which is about 3 times of commercial lithium ion batteries today. It has several problem in application, especially low electrical conductivity (5x10-30 S/cm) and the swelled volume  during the charge/discharge process due to the formation of polysulfide. The solution of this problem is binded the Sulfur particles in porous carbon host. Binder Carbon/Sulfur will increase electrical conductivity while preventing swell the volume of Sulfur during the charge/discharge. In this paper, the nitrogen doped of activated carbon from candlenut shell was investigated for host material of carbon. The chemical structure and electrical conductivity of activated carbon doped nitrogen was studied. The synthesis of activated carbon was carried out by the pyrolysis process at 700°C and then activated by impregnation process for 24 hours using KOH as activator. The pyrolysis process is followed by nitrogen doped using NH3 as a source of nitrogen. The weight ratio of carbon and NH3 is 1:3 using 10% and 25% of NH3 concentrations. The sample was then heated in a furnace at 850°C for 3 hours. The results of BET characterization can be determined the surface area of activated carbon from candlenut shell around 681 m2/g. The process of nitrogen doping of activated carbon has been carried out successfully proved by the presence of C-N functional groups through FTIR analysis. Based on the results of SEM-EDX analysis, the nitrogen content in activated carbon is around 0.52% and 0.34% for NH3 concentration of 25% and 10% respectively. The electrical conductivity of nitrogen doped activated carbon is around 2,31 x 102 S/cm and 2,03 x 102 S/cm for NH3 concentration of 25% and 10% respectively.
Peningkatan Laju Disolusi dan Kelarutan Gliklazid menggunakan Teknik Nano-Confined Coamorphus (NCCA) dari Kokristal ke Keadaan Koamorf Dolih Gozali; Taofik Rusdinana; Aris Purwanto
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.235 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v5i1.32219

Abstract

Gliklazid salah satu obat hipoglikemik generasi kedua golongan sulfonilurea yang digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2, yang memiliki kelarutan dalam air yang sangat rendah. Salah satu cara untuk meningkatkannya menggunakan metode kokristal dan menggunakan mikrosfer silika mesopori (MSM) yang memiliki luas permukaan besar untuk membentuk obat gliklazid amorf dan koamorf, meningkatkan profil disolusi suatu senyawa dengan meningkatkan luas permukaan kontak antara gliklazid dan media disolusi yang digunakan.Pemilihan koformer dilakukan dengancarain silico, energy yangmenunjukkan ikatan paling kecil dipilih sebagai koformernya, selanjutnya kokristal dibuat dengan cara solvent evaporator pada rasio (1:1, 2:1, 1:2). Pembuatan MSM digunakan natrium silika (Na2SiO3) yang berubah menjadi silika (SiO2) dengan metode high pressure homogenize,digunakan tween 80 dan span 80 sebagai surfaktan untuk pembentuk emulsi. Pemilihan koformer dengan cara in silico,menunjukkan interaksi gliklazid-nikotinamid yang menghasilkan energi ikatan paling kecil (E = -2,38 kkal/mol). Material mesopori diperoleh volume pori 0,332 cm3/g, diameter pori 8,9 nm, luas permukaan 155,478 m2/g dan ukuran partikel 0,993 µm. Hasil kelarutan dan disolusi kokristal, gliklazid amorf dan sistem NCA terjadi peningkatan yang signifikan. Pemilihan koformer dengan carain silicoyang paling bagus adalah nikotinamid. Kokristal, amorf dan sistem NCA dengan metode yang digunakan dapat meningkatkan kelarutan dan profil disolusi. Kenaikan kelarutan sistem NCA media aquades naik 2,3 kali, media HCL pH 1,2 naik 2,7 kali dan media dapar fosfat pH 6,8 naik 1,6 kali dari gliklazid murni
Pengaruh Laju Aliran Udara Terhadap Konsentrasi Gas Mampu Bakar dan Daya Gasifikasi Otong Nurhilal; Ferry Faizal; Harry Poetra
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.806 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i2.22600

Abstract

Pada penelitian ini telah dianalisa CH4, CO dan H2 sebagai unsur dominan pada gas hasil gasifikasi dari sekam padi dan bonggol jagung. Tipe gasifikator yang digunakan adalah tipe updraft dengan udara sebagai medium gasifikasi dengan variasi laju udara 1-5 m/s. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sensor MQ2, MQ4 dan MQ8. Banyaknya bahan biomassa yang digunakan untuk 1 kali proses gasifikasi adalah 1 kg. Berdasarkan data hasil pengukuran temperatur gasifikasi tertinggi mencapai 866 ˚C dengan laju aliran udara 4,8 m/s. Untuk nilai konsentrasi rata-rata CH4, CO dan H2  tertinggi untuk bonggol masing masing adalah 3791,4 ppm, 8959,4 ppm, dan 8267,1 ppm dengan laju aliran udara 5m/s. Untuk sekam padi diperoleh nilai rata-rata konsentrasi masing-masing adalah 6728 ppm 7497 ppm, dan 7617 ppm pada 3 m/s. Nilai daya terbesar untuk bonggol jagung adalah 11,6 kW pada laju aliran 5 m/s dan  sekam padi adalah 2,51 kW pada laju aliran 3 m/s.
Studi Sifat Elektronik Pyrochlore Nd2Ir2O7 Menggunakan DFT Nurannisa Wahyuni; Rahma Hi Manrulu; Irwan Ramli
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.112 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i1.36533

Abstract

Pyrochlore adalah mineral yang akan mengeluarkan api berwarna hijau apabila dibakar dan memiliki struktur kubus. Pyrochlore memiliki banyak jenis salah satunya pyrochlore yang disintetiskan dengan senyawa lantanida. Pyrochlore lantanida ini memiliki Metal Insulator Transition (MIT) yang berbeda berdasarkan senyawa lantanidanya yang juga memiliki sifat elektronik yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat elektonik pyrochlore Nd2Ir2O7,  sifat elektonik pyrochlore Nd2Ir2O7 diketahui dengan cara menganalisis dan menghitung Electronic Band Structure dan Density of State (DOS) menggunakan metode komputasi Density Functional Theory (DFT) yang diimplementasikan pada perangkat lunak Quantum Espresso. Perhitungan dilakukan dengan energycut-off wave function (ecutwfc=50 Ry) dan K-Point optimal 4x4x4, dimana hasil perhitungan tersebut diperoleh electronic bands structure yang menunjukkan bahwa tidak terdapat band gap atau zero band gap pada Nd2Ir2O7,. Pada perhitungan telah melibatkan efek Hubbard dan spin orbit Coupling tetapi belum melibatkan struktur spin. Sedangkan perhitungan DOS terdapat tingkat energi yang melewati energi Fermi
Korelasi Sinyal Gelombang P Dalam Penentuan “Keluarga” Gempabumi I Putu Dedy Pratama; Agus Marsono
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.277 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i2.27411

Abstract

Pengelompokan gempabumi didasarkan pada hubungan antargempabumi yang satu dengan gempabumi yang lain yang dinyatakan sebagai bentuk ”keluarga” gempabumi. Hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam korelasi sinyal gempabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokan kejadian gempabumi menggunakan metode kemiripan sinyal dengan korelasi silang. Berdasarkan kejadian gempabumi outer rise Sumatera dalam rentang waktu 2011-2013 diperoleh data 69 gempabumi dari Global CMT. Penulis menggunakan data sinyal format full SEED dari webdc BMKG. Terdapat dua gempabumi yang tidak memiliki rekaman sinyal dan tiga sinyal gempabumi yang tidak memiliki rekaman gelombang P pada repository gempabumi BMKG. Penentuan batasan gempabumi dependent   didasarkan pada hasil normalisasi korelasi silang antargempabumi. Penentuan “keluarga” dibuat menggunakan dendrogram yang dihitung dengan metrik Chebysev. Semakin tinggi korelasi berarti semakin dekat hubungan “keluarga” atau dalam dendrogram dinyatakan dalam kedekatan dengan titik pertemuan antarcabang. Pembagian temporal untuk korelasi sinyal wilayah outer rise Sumatera menunjukkan hasil yang acak untuk setiap cluster, sedangkan pembagian spasial menunjukkan hasil yang cenderung menunjukkan pengelompokan gempabumi.  Pembagian sinyal secara mekanisme fokus menunjukkan hasil yang baik dimana mampu mengelompokan sinyal berdasarkan mekanisme fokusnya. Secara keseluruhan identifikasi kemiripan sinyal dengan korelasi silang dapat digunakan dalam menentukan gempabumi dependent . .
Rancang Bangun Sistem Buoy Menggunakan Sistem Komunikasi Long Range untuk Pengamatan Wilayah Pesisir Satria Mitra Utama; Achmad Maulana Rafi; Justinus Ristoadi, Hariyanto
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.527 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i1.20623

Abstract

Indonesia adalah negara maritim dengan wilayah perairan yang luas. Wilayah perairan yang luas menyebabkan observasi maritim menjadi terhambat. Selama ini aktivitas observasi masih dilakukan dengan bantuan kapal, sehingga membutuhkan biaya yang tinggi dan dan tidak efisian. Padahal parameter kelautan seperti suhu laut bermanfaat bagi kegiatan manusia dibidang keselamatan transportarsi maupun kepentingan ilmiah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga pemerintah bertugas melakukan observasi maritime parameter suhu laut. Data suhu laut didapatkan dari citra satelit dan permodelan Ocean Forecasting System (OFS) BMKG dikarenakan keterbatasan alat dan biaya untuk melakukan pengamatan secara langsung. Makalah ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dengan merancang sistem Buoy yang dapat beroperasi dengan mudah dan efisien. Komponen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa sensor waterproof  DS18B20, mikrokontroler ATmega328P dan sistem komunikasi Long Range (LoRa). Data pengamatan Buoy dikirimkan secara realtime. Sistem komunikasi LoRa menunjukan mampu untuk mengirimkan data hingga jangkauan 2 Km dengan kondisi tanpa ada penghalang. Data pengamatan lalu ditampilkan pada sistem antarmuka
Pengaturan Lampu Lalulintas Berbasis Fuzzy Logic Setianto Setianto; Liu Kin Men; Bambang Mukti Wibawa; Darmawan Hidayat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.674 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12795

Abstract

Lampu lalulintas memegang peranan penting dalam pengaturan kelancaran lalulintas. Sistem pengendalian lampu lalulintas yang baik akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan kepadatan arus lalulintas pada jalur yang diatur. Dengan penerapan logika fuzzy, hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan. Permasalahan utama dalam perancangan dan pembuatan modul sistem peralatan pengaturan lampu lalulintas berbasis fuzzy logic ini, adalah perangkat keras tambahan yang terdiri dari : sensor, OpAmp, ADC 0809, Interfacing PPI 8255, Driver, Relay dan Lampu lalulintas (LL). Sedangkan sebagai dasar pengendalian dari sistem yang dijalankan, digunakan algoritma logika fuzzy. Hasilnya, dengan pengendali berbasis fuzzy waktu tunggu rata-rata lebih pendek sebesar 5% dibandingkan menggunakan pengendali konvensional. Kinerja sistem juga mencapai 72% lebih tinggi.Kata Kunci : Lalulintas, Pengaturan, Fuzzy Logic
Analisis Proksimat Karbon Kulit Kemiri (Aleurites moluccana) dengan Variasi Suhu Karbonisasi Sarifah Mudaim
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.417 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v5i2.35056

Abstract

Kulit kemiri merupakan salah satu komoditas yang banyak tumbuh di Indonesia dan mengalami kemajuan produksi yang pesat. Kulit kemiri merupakan limbah organik yang memiliki tekstur keras dan kandungan karbon yang tinggi. Sebagian besar kulit kemiri digunakan sebagai bahan bakar dan hanya sebagian kecil yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon. Kulit kemiri memiliki sifat fisik dan kimia yang baik sebagai bahan baku karbon. Karbon aktif merupakan salah satu fasa karbon yang dapat diaplikasikan untuk berbagai aplikasi. Dalam makalah ini, kami melaporkan sintesis dan karakterisasi karbon dari kulit kemiri untuk mendapatkan karbon berkualitas tinggi dengan mengontrol suhu sintesis. Dalam produksi karbon, kami menggunakan variasi suhu karbonisasi sebesar 300, 400, 500, 600 dan 700oC. Analisis proksimat dilakukan untuk mengetahui kandungan volatile matter, kandungan abu dan kandungan karbon terikat. Analisis pengaruh suhu pemanasan terhadap kualitas karbon dari tempurung kemiri menghasilkan karbon tertinggi pada sampel dengan suhu 700C, menghasilkan karbon dengan kadar air 5,32%, kadar abu 9,4%, volatile matter 12,76%, dan karbon tetap 72,5%.kata kunci: Kulit Kemiri, Karbon, Suhu, Sampah Organik, Analisis Proksimat
Analisis Thermodinamika dan Exergi pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sistem Double flash yang menggunakan Interstage Heating FAISAL NUR HAKIM
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.166 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i1.26142

Abstract

Interstage heating merupakan suatu konsep pengembangan yang dilakukan pada pembangkit listrik sistem double flash, pada paper ini dilakukan analisis termodinamika terhadap model pemangkit double flash yang menggunakan interstage heating  (Superheating, Reheating dan Mixture-heating) dengan parameter tinjauan adalah daya output dan exergi. Analisi termodinamika khususnya daya output dilakukan dengan meninjau pembangkit secara keseluruhan, sedangkan analisis exergi difokuskan pada bagian heat exchanger yang digunakan untuk interstage heating. Pada penelitian ini dilakukan variasi temperatur reservoir (180oC – 220oC) dengan temperatur dead steate adalah 25oC. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa interstage heating dapat menjadi konsep yang konstruktif atau destruktif, konstruktif untuk tipe reheating dan mixture heating karena mengalami kenaikan daya output dan exergi, destruktif untuk tipe superheating karena mengalami penurunan daya output dan exergi, konstruktif dan destruktif ini dititik beratkan penyebabnya pada proses transfer panas yang terjadi di heat exchanger, secara keseluruhan tipe interstage heating terbaik adalah tipe mixture heating dengan kenaikan daya output rata-rata sebesar 7.6% dan exergi rata-rata sebesar 1.1% saat dibandingkan dengan sistem double flash.Kata kunci: Double flash, Interstage Heating, Daya, Exergi
Penentuan Variabilitas Awan Menggunakan Satelit Himawari-8 Di Bandara Tunggulwulung sebagai Dampak Fenomena Siklon Tropis Cempaka Desnaeni Hastuti; Prasetyo Umar Firdianto; Yanuar Henry
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1720.428 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i2.19715

Abstract

Pada tanggal 27 November 2017 jam 19.00 WIB terjadi fenomena Siklon Tropis Cempaka di Perairan Selatan Jawa. Fenomena tersebut disebabkan oleh anomali dan kenaikan suhu permukaan laut yang cukup signifikan di wilayah tersebut sehingga memicu transfer energi yang besar dalam interaksi laut dan atmosfer. Akibatnya terjadi perubahan cuaca terutama kondisi awan yang dapat mengganggu kegiatan penerbangan di Bandara Tunggulwulung, Cilacap Jawa Tengah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh fenomena tersebut terhadap wilayah Pulau Jawa. Data yang digunakan adalah reanalisis suhu permukaan laut dari AVHRR-NOAA, Satelit Himawari-8 Kanal IR, data Radiosonde dan Sinoptik dari Stasiun Meteorologi Cilacap, data Streamline dari BoM, dan data curah hujan Satelit GSMAP selama periode Siklon Tropis Cempaka. Metode yang digunakan adalah teknik Dvorak, teknik HCAI, dan komposit pemetaan secara spasial dan temporal. Dapat diketahui bahwa suhu permukaan laut pada saat itu lebih 28,4 oC dengan anomalinya sebesar lebih dari 0,2 oC. Intensitas Siklon Tropis yang terjadi mencapai T-Number 2,5, kecepatan maksimum di sekitar Siklon ± 35 knot,  dan pusat tekanan rendah mencapai 997 mb. Terdapat daerah konvektif kuat disekitar wilayah Siklon dan sangat mempengaruhi sistem cuaca yang terjadi. Sirkulasi udara tertarik ke arah pusat Siklon dan kondisi atmosfer cukup labil. Selain itu, kecepatan angin permukaan mengalami peningkatan hingga mencapai 14 knot sehingga mengakibatkan terjadinya fenomena banjir. Curah hujan yang terjadi di Selatan Pulau Jawa mencapai lebih dari 200 mm/hari.

Page 9 of 19 | Total Record : 181