cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jiif@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Department of Physics Universitas Padjadjaran Jl Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika
ISSN : 25490516     EISSN : 25497014     DOI : http://dx.doi.org/10.24198/jiif
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) is a scientific journal that contains research results covering theoretical, simulation and modeling studies, experiments, engineering and exploration in the field of Physics and its Applications.
Articles 181 Documents
Sintesis dan Karakterisasi Dye Sinsitized Solar Cell (DSSC) dengan Sensitizer Antosianin dari Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa) Rafika Andari
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.764 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12334

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kemampuan Dye Sensitized Solar Cell pada kaca konduktif ITO dengan sensitizer dari bunga rosela (Hibiscus sabdariffa). Konstruksi sel surya yang digunakan adalah sistem sandwich. Elektroda lawan-grafit diletakkan di atas lapisan TiO2–pewarna bunga rosela dengan elektrolit terletak di antara kedua elektroda tersebut. Karakterisasi sel surya dilakukan dengan analisis serapan elektronik pada bunga rosella, Scanning Electron Microscopy (SEM), difraksi sinar X, serapan inframerah, dan pengukuran potensial sel surya. Panjang gelombang maksimum pada bunga rosela sebesar 553 nm. Hasil analisis menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan morfologi permukaan lapis tipis TiO2 pada perbesaran 20.000x. Pada difraktrogram lapis tipis TiO2 menunjukkan intensitas pola difraksi cukup tinggi dengan puncak utama pada 2θ yaitu 25,2610 (100); 47,820  (200);  37,560  (004); 53,660 (105) dan  54,840 (211) sebagai kristal anatase dengan ukuran kristal sebesar 43,76 nm. Sel-sel ini diuji dengan penyinaran menggunakan cahaya matahari dan lampu halogen 150 Watt pada jarak 30 cm masing-masing menghasilkan harga efisiensi sebesar 0,52% dengan arus 0,28 mA, tegangan 238,2 mV serta 0,49 % dengan 0,09 mA dan tegangan 171,5 mV. Kata kunci : Dye Sensitized Solar Cell (DSSC), TiO2, antosianin, rosella (Hibiscus sabdariffa)
Rancang Bangun Alat Monitoring Pasang Surut Air Laut Berbasis IoT dengan NodeMCU ESP8266 dan HC-SR04 Ria Dwi Agustin; Imam Sucahyo; Meta Yantidewi
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.769 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i2.40345

Abstract

Peristiwa pasang surut air laut yaitu proses naik turunnya air laut secara periodik yang disebabkan perbedaan gravitasi dari pergantian posisi antara matahari, bulan relatif terhadap satu titik pada permukaan bumi. Fenomena pasang surut penting untuk dikaji guna menunjang kehidupan manusia, seperti dalam hal transportasi, dan mitigasi bencana. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk membuat alat monitoring pasang surut air laut berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan NodeMCU ESP8266 dan HC-SR04 sebagai sensor pengukur ketinggian air. Alat ini dihubungkan dengan web ThingSpeak sebagai platform IoT dengan API terbuka yang berguna sebagai server basis data sehingga dapat diakses secara realtime. Selain itu data hasil pengukuran juga disimpan pada micro SD card sehingga data dapat diakses secara offline. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa alat monitoring pasang surut air laut dapat bekerja dengan baik dengan rata – rata eror sebesar 1,263%.Kata kunci: pasang surut air laut, Internet of Things (IoT), ThingSpeak, micro SD card
Pembuatan Prototipe Instalasi Uji Meter Air Elektronik Tipe Vertikal Metode Gravimetrik dan Pengaruh Kekeruhan terhadap Akurasi Pengukuran Dudi Adi Firmansyah
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.376 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v5i1.31297

Abstract

Meter air merupakan alat ukur yang digunakan untuk menunjukan jumlah volume air atau laju alir dari fluida yang dialirkan melalui saluran pipa. Agar dapat menunjukan hasil pengukuran yang akurat, meter air harus dikalibrasi dengan memenuhi semua kondisi yang dipersyaratkan, termasuk di dalamnya kondisi air uji yang digunakan di dalam instalasi uji. Sesuai dengan Rekomendasi OIML R 49-2, air uji tersebut harus memenuhi persyaratan air minum, tidak mengandung bahan yang dapat merusak meter air dan berbahaya bagi manusia. Salah satu parameter kualitas air yang dapat merusak meter air adalah tingkat kekeruhan. Untuk menguji parameter kekeruhan, prototipe instalasi uji dibuat agar dapat mengukur kekeruhan dan  mengalirkan air uji secara vertikal menuju meter air lalu air keluarannya ditimbang pada suhu tertentu untuk diubah menjadi volume dan dibandingkan dengan volume dari meter air. Prototipe ini menggunakan berbagai sensor dan hasil kalibrasinya menunjukan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi yaitu sensor loadcell 99,8% dan 99,9%; sensor volume 95,4% dan 93,6%; sensor suhu 96,3% dan 95,9%; dan sensor kekeruhan dengan tingkat kesalahan 0,5% dan RSD 3,3%. Hasil pengujian pada meter air digital tipe vertikal menunjukan peningkatan tingkat kesalahan dari 0,5% menjadi 3,0% dan 4,7% pada saat kekeruhan dinaikan dari 17,1 NTU (air bersih) menjadi 36,9 NTU dan 95,6 NTU melalui penambahan tanah pada air uji. Efek kekeruhan lebih terlihat saat menggunakan densitas hidrometer, peningkatan tingkat kesalahan dari 0,9% menjadi 4,5% dan 7,2% teramati.
Karakteristik Lapisan Batas Atmosfer Saat Kejadian Hujan Lebat Di Bandara Sukarno-Hatta Rendi Lucky Hartanto; Prasetyo Umar Firdianto; Ahmad Fadlan
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.336 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i2.23151

Abstract

Pada tanggal 5 Februari 2018 jam 17.00 WIB terjadi hujan lebat di Sekitar Bandara Soekarno-Hatta dengan jumlah curah hujan mencapai 70 milimeter/hari. Adanya kejadian tersebut menyebabkan kondisi udara tidak stabil dan turbulen di sekitar runway yang berkaitan langsung dengan lapisan batas atmosfer. Sehingga dapat mengganggu aktivitas penerbangan pada waktu itu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lapisan batas atmosfer saat kejadian tersebut. Data yang digunakan adalah data pengamatan udara atas (Radiosonde) dan udara permukaan (Sinoptik) Stasiun Meteorologi Cengkareng (96749),  model HYSPLIT dengan resolusi spasial 0.5ox 0.5o dan resolusi temporal tiap 3 jam dari  National Oceanic and Atmospheric Administration, Streamline, dan Satelit Himawari-8 kanal Infrared. Metode yang digunakan adalah dengan menentukan nilai ketinggian lapisan batas atmosfer, Richardson Number(Ri), Turbulence Kinetic Energy (TKE) dan intensitas Turbulen saat kejadian dibandingkan dengan normalnya. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa ketinggian lapisan batas atmosfer mencapai 2,15 kilometer, Nilai Ri mencapai -0.37, dan TKE mencapai 4,12 m2/s2 dengan intensitas Turbulen kuat. Selain itu, analisis indek Radiosonde menunjukkan kondisi udara yang cukup labil. Terdeteksi awan konvektif tebal di sekitar wilayah kejadian dengan suhu puncak awan mencapai -72oC.
Analisis Morfologi dan Struktur Karbon Aktif Kulit Salak Wedi dengan Aktivator Bertingkat Aprillia Dwi Ardianti; Pelangi Eka Yuwita, M. Ivan Ariful Fathoni
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.588 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i1.37720

Abstract

Karbon aktif merupakan bahan material yang berpotensi untuk dijadikan elektroda pada superkapasitor karena memiliki densitas energi yang lebih tinggi daripada baterai dan sel bahan bakar serta densitas daya yang lebih tinggi daripada kapasitor konvensional.  Telah ada penelitian sebelumnya membuat karbon aktif dari tempurung kelapa dengan aktivator ZnCl2 menghasilkan karbon aktif dengan hasil luas permukaan spesifik yang besar dalam pembuatan elektroda superkapasitor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan karbon aktif dari kulit salak wedi dengan variasi aktivator bertingkat ZnCl2 dan KOH. Karakteristik sifat fisis karbon aktif kulit salak wedi dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk melihat morfologi serbuk karbon aktif kulit salak. Pengujian menggunakan Difraksi sinar-X (XRD) untuk melihat struktur karbon aktif kulit salak yang berpotensi untuk dijadikan elektroda pada superkapasitorKata kunci: Karbon aktif, Salak, Aktivasi ZnCl2 dan KOH
Karakteristik Calcium Carbonat (CaCO3) pada Cangkang Kerang Tiram (Crassosstrea Gigas) sebagai Material Baku Thermochemical Energy Storage (TCES) Nova Kafrita; Nazarudin Nazarudin
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.657 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i2.24914

Abstract

Material baku untuk proses Thermochemical energy storage (TCES) yang selama ini berasal dari bahan tambang yaitu CaCO3. CaCO3 bisa didapatkan dari cangkang organisme laut. Pada makalah ini bertujuan mengkaji pada temperatur berapa cangkang kerang tiram dapat menghasilkan CaCO3 yang dapat digunakan sebagai  bahan baku Thermochemical energy storage (TCES) dan jenis mineral CaCO3.  Sampel Cangkang kerang tiram (Crassosstrea gigas) disintering pada suhu      selama 5 jam menggunakan Furnace. Produk sintering kemudian dikarakterisasi dengan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan suhu sintering akan menguraikan senyawa CaCO3.  Cangkang kerang tiram yang dapat menghasilkan CaCO3 tampa adanya senyawa lain yaitu cangkang kerang tiram yang dikalsinasi pada temperatur   Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa cangkang kerang tiram yang dikalsinasi pada suhu  berpotensi sebagai material baku Thermochemical energy storage (TCES).
Pemodelan Gerak Orbit Planet secara Komputasi Menggunakan Matlab Arif Bagus Prakoso; Himawan Adityas; Mutahhari Nurhaqi, Setianto
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.161 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i1.20622

Abstract

Hukum Kepler menyebutkan bahwa bentuk lintasan planet pada umumnyaberbentuk elips dengan eksentrisitas tertentu. Studi ini berfokus pada pembandingan dan penggunaan metode komputasi pada planet dan hasilnya. Metode yang lebih baik digunakan untuk variasi kecepatan dan pemodelan gerak planet. Dari dua metode yang digunakan; Euler dan Runge-Kutta orde 4; diperoleh metode Runge-Kutta lebih baik dalam hal kecepatan dan keakuratan. Step optimal diperoleh dengan besar 0.002. Orbit planet Terrestrial berhasil dimodelkan dan variasi kecepatan bumi yang memenuhi hukum Kepler berada dalam rentang 1.0π - 2.0π AU / tahun.
Sifat Optik dan Struktur Kristal Material Perovskite yang Disintesis dari Baterai Bekas Mobil Ayi Bahtiar; Nabila Asy Syifa; Euis Siti Nurazizah; Lusi Safriani
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.989 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12466

Abstract

Sel-surya berbahan aktif material perovskite telah banyak menarik perhatian banyak peneliti, karena mampu menghasilkan efisiensi di atas 20%, mendekati sel-surya komersial Silikon. Namun, material timbal halida (PbI2) sebagai material utama pembentuk material perovskite CH3NH3PbI3,harganya masih cukup mahal, sehingga menjadi kendala untuk dapat digunakan sebagai material aktif sel-surya, jika sel-surya diproduksi secara massal. Diperlukan sumber material lain yang tersedia melimpah, murah dan mudah dalam pemrosesannya untuk membuat material PbI2. Sebagai alternatif, sumber material timbal untuk membuat material timbal iodida (PbI2) yang tersedia melimpah adalah baterai mobil. Material elektroda dari baterai mobil terdiri dari timbal sebagai katoda dan timbal dioksida sebagai anoda. Material-material tersebut berupa bubuk sehingga mudah untuk disintesis menjadi PbI2 melalui reaksi kimia sederhana. Keberhasilan mensintesis material PbI2 dari material bekas elektroda mobil menjadi kunci bagi pengembangan sel-surya perovskite yang berbiaya murah.    Telah dilakukan sintesis PbI2 dari elektroda bekas baterai mobil melalui reaksi kimia. Hasil pengukuran EDS menunjukkan bahwa PbI2 hasil sintesis memiliki kemurnian 95% dan memiliki komposisi atomik yang lebih baik daripada produk komersial. Spektra UV-Vis dan XRD dari film PbI2 hasil sintesis memiliki karakteristik yang sama dengan produk komersial, sehingga hasil sintesis ini dapat dijadikan sebagai material perovskite CH3NH3PbI3 untuk sel-surya. Material perovskite yang dispin-coating di atas lapisan titanium dioksida memperlihatkan struktur kristal perovskite. Hasil riset ini menunjukkan bahwa material elektroda baterai bekas mobil dapat dijadikan sebagai material aktif sel-surya perovskite yang murah, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah baterai bekas melalui pemanfaatan timbal menjadi material perovskite yang bernilai tinggi.
Analisis Kondisi Atmosfer Saat Kejadian Hujan Lebat dan Angin Kencang di Probolinggo Berdasarkan Citra Satelit dan Citra Radar Nur Habib Muzaki; Estri Diniyati; Rizaldo Raditya Pratama; Aditya Mulya
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1557.397 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v5i2.31333

Abstract

Fenomena cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang melanda empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada tanggal 3 Januari 2020 pukul 17.00 WIB. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, kejadian hujan lebat disertai angin kencang ini mengakibatkan sebanyak 204 rumah warga mengalami kerusakan. Penelitian ini menggunakan data pengindraan jauh berupa Radar C-Band dan Satelit Himawari-8 serta data renalisis Copernicus ECMWF. Data diolah menjadi peta spasial dan grafik yang kemudian di analisis secara deskriptif. Hasil analisis data radar menunjukan bahwa nilai reflektivitas maksimum mencapai 43 dBZ serta kecepatan angin yang mencapai 13.57 m/s dengan curah hujan sebesar 15.83 mm/jam pada pukul 10.00 WIB. Berdasarkan analisis Satelite Himawari-8 suhu puncak awan mencapai –73.1oC serta data labilitas atmosfer yang menunjukan bahwa kondisi atmosfer labil  dimana hal ini dapat mengindikasikan peluang terjadinya hujan lebat disertai angin kencang. Nilai vortisitas pada lapisan 1000 mb – 500 mb bernilai negatif dan nilai kelembapan berkisar antara 85% - 90% serta nilai anomali suhu permukaan laut yang positif dan adanya windshear mengakibatkan konvergensi massa udara yang dapat memicu adanya pertumbuhan awan konvektif sebagai penyebab kejadian hujan lebat serta angin kencang di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.Kata kunci: Hujan Lebat, Angin Kencang, Himawari-8, Radar C-Band
Simulasi Two Way Coupled Boundary Fluid Structure Interaction (FSI) dengan Metode Elemen Hingga Widya Andriani, Setianto
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.854 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i1.26164

Abstract

Fluid-Structure Interaction (FSI) merupakan interaksi antara benda padat yang terendam di dalam fluida atau dikelilingi oleh fluida. Dalam hal ini terdapat dua bidang penyelesaian yaitu bidang fluida dan bidang struktural. Salah satu jenis FSI adalah Two-Way Coupled Boundary, yaitu penyelesaian dilakukan secara terpisah untuk aliran fluida dan deformasi struktural, kemudian terjadi pertukaran informasi antar penyelesaian. Pada fenomena FSI, keadaan aliran fluida laminar akan menyebabkan terjadinya deformasi pada pelat. Pada penelitian ini, dilakukan simulasi dengan Metode Elemen Hingga untuk fluida Propylene Glycol dan test-plate Alumunium Alloy untuk melihat fenomena FSI yang ditandai dengan adanya nilai strain sebagai respon terhadap waktu. Model yang digunakan pada simulasi disesuaikan dengan eksperimen. Nilai strain hasil perbandingan simulasi dan eksperimen pada keadaan settling time menunjukkan bahwa 3 dari 6 nilai strain memiliki perbedaan paling kecil yaitu sebesar 44%, 15% dan 20%. Sedangkan untuk spesifikasi respon, diketahui bahwa peak time hasil simulasi lebih baik dari eksperimen, namun overshoot respon simulasi lebih tinggi dari eksperimen.

Page 6 of 19 | Total Record : 181