cover
Contact Name
Bintis Ti'anatud Diniati
Contact Email
bintis.t.diniati@gmail.com
Phone
+6281515530818
Journal Mail Official
jeps-febi@uinsatu.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayor Sujadi Timur No.46 Tulungagung 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS)
ISSN : -     EISSN : 27757897     DOI : 10.21274
Core Subject : Economy,
FOCUS Journal Economic and Policy Studies: Focuses on broad economic topics, including regional and political economics, industrial economics, development economics, labor economics, international trade, and monetary and banking economics. The articles that published in this journal are research articles and elaborate the development of economic modeling and economic policy analysis. SCOPE Journal Economic and Policy Studies: The Journal of Economic and Policy Studies are journals that contain some articles covering research results, policy analysis, and opinions related to the economy which is currently developing both nationally and internationally.
Articles 59 Documents
Analisis Pengaruh Upah Minimum, Pengangguran, Investasi, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan PDRB Per Kapita, terhadap Ketimpangan Distribusi Pendapatan (Gini Ratio) di 12 Provinsi pada Tahun 2019-2023 Rohmah, Wiji Rahayu Maratus Saidah; Alwi, Muhammad Daffa Ruddin; Vidianto, Marchelino
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 6 No. 1 (2025): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v6i01.11033

Abstract

Ketimpangan pendapatan masih menjadi persoalan serius dalam pembangunan ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dibarengi dengan pemerataan hasil pembangunan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan simultan terhadap enam variabel yang dianalisis dalam satu model panel yang jarang ditemukan dalam studi sebelumnya dengan fokus beberapa wilayah saja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model regresi data panel dengan metode Generalized Least Squares di Eviews 12, berdasarkan data sekunder dari 12 provinsi Indonesia selama periode 2018-2023. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum, Pengangguran, Investasi, Jumlah Penduduk, dan PDRB Per Kapita Terhadap Ketimpangan Distribusi Pendapatan (Gini Ratio). Hasil uji F menunjukkan bahwa seluruh bariabel independen secara simultan memengaruhi ketimpangan pendapatan. Hasil uji T menunjukkan bahwa Upah Minimum dan Jumlah Penduduk berpengaruh positif signifikan, pengangguran tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan Investasi, IPM dan PDRB Per Kapita berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan pemerataan pendapatan antarwilayah.
Pengaruh Suku Bunga, Impor, Inflasi, dan Kurs Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia Tahun 2020-2024 Wati, Nadila Kurnia; Wahyuni, Linda; Ardiansyah, Muhamad Firnanda Nova; Erhan, Wildanis Sururi; Affandi, Muhammad Idris; Hasan, Bahrul
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 6 No. 1 (2025): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v6i01.11060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami adanya pengaruh suku bunga, impor, inflasi, dan nilai tukar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia pada tahun 2020 hingga 2024. Data sekunder yang digunakan adalah Yahoo Finance, Portal Satu Data Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia (BI), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis Regresi Linier Berganda dilakukan dengan menerapkan perangkat lunak Eviews 12, dengan menerapakan uji asumsi klasik (autokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas). Selain itu, uji t, uji f, dan koefisien determinasi akan digunakan dalam pengujian hipotesis. Penelitian ini memperoleh hasil yang mengindikasikan bahwa suku bunga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap IHSG, dan variabel impor juga memberikan kontribusi terhadap IHSG. Nilai tukar memiliki efek negatif dan signifikan terhadap IHSG, tetapi variabel inflasi tidak memiliki pengaruh terhadap IHSG.
Analisis Pengaruh Jumlah Angkatan Kerja, Investasi, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Produk Domestik Regional Bruto, Dan Upah Minimum Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Barat Tahun 2022-2023 Zul Ardiva, Brenda Aprilla; Hidayatullah, Siti Sintya; Enggarosa, Evita Wafa; Ain, Nur Sabrina Nadatul; Najih, Abdul Ilah
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 6 No. 1 (2025): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v6i01.11061

Abstract

Dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari 27 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022 sampai dengan tahun 2023, penelitian ini akan menganalisis hubungan antara tingkat pengangguran terbuka dengan faktor-faktor seperti investasi, jumlah penduduk, produk regional bruto, upah minimum, indeks pembangunan manusia, dan pekerja. Dalam penelitian ini, Eviews 12 digunakan untuk analisis data panel. Tidak terdapat pengaruh jumlah tenaga kerja, investasi, jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia, atau upah minimum terhadap tingkat pengangguran terbuka, tetapi PDRB memiliki pengaruh yang besar dan negatif, menurut penelitian ini. Terdapat pengaruh simultan sebesar 98,84% dari parameter-parameter berikut: Investasi, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, PDRB, Upah Minimum, dan Jumlah Pekerja. Faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model tersebut menyumbang sisanya sebesar 1,16%.
Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, Pengangguran Terbuka Terhadap Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur Tahun 2021-2024 Dewi, U., Galuh Siti; Lestari, Yunita; Sholikah, Nadia Lailatus; Rahmadani, Rifai
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 6 No. 1 (2025): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v6i01.11176

Abstract

Studi ini mengkaji dampak jumlah penduduk, pertumbuhan PDB, IPM, dan pengangguran terbuka Provinsi Jawa Timur terhadap kemiskinan dari tahun 2021 hingga 2024. Uji Chow dan Hausman, yang mendukung Model Efek Tetap, dan analisis regresi data panel di 38 kabupaten/kota merupakan teknik kuantitatif. Menurut penelitian ini, empat faktor terpisah memengaruhi kemiskinan pada saat yang bersamaan. Sementara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran terbuka memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik, jumlah penduduk dan IPM tidak. Temuan ini menunjukkan bahwa penanggulangan kemiskinan memerlukan pendekatan penciptaan lapangan kerja yang inklusif dan pembangunan daerah yang adil di samping penguatan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi. Studi ini diharapkan dapat membantu menciptakan inisiatif penanggulangan kemiskinan regional yang berkelanjutan dan berbasis bukti.
Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Tingkat Suku Bunga, Inflasi Dan Neraca Perdagangan Terhadap Nilai Tukar (Kurs) Indonesia Ramadhani, Oktaviani Putri; Aprilia, Tasa Putri; Marsanda, Alya Monica Dwi; Angellita, Natasya Fibri
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 6 No. 2 (2025): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v6i2.11872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah uang beredar, tingkat suku bunga BI Rate, inflasi, dan neraca perdagangan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan menerapkan analisis regresi linier berganda sebagai metode analisis data. Data penelitian berupa data sekunder runtut waktu bulanan selama periode 2020–2024 dengan total 60 observasi yang bersumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Satu Data Indonesia. Tahapan analisis meliputi statistik deskriptif, pengujian hipotesis klasik, uji simultan menggunakan uji F, uji parsial melalui uji t, serta pengukuran koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan jumlah uang beredar, suku bunga, inflasi, dan neraca perdagangan berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Secara parsial hanya jumlah uang beredar yang berpengaruh positif dan signifikan, yang menandakan bahwa peningkatan likuiditas domestik cenderung menyebabkan pelemahan nilai rupiah akibat meningkatnya permintaan valuta asing. Sementara itu, tingkat suku bunga, inflasi, dan neraca perdagangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara individual. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen dalam model mampu menjelaskan sebesar 73,4% variasi nilai tukar, sementara sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar yang melingkupi penelitian.Temuan ini memperkuat bukti empiris mengenai dominasi faktor moneter, secara spesifik jumlah uang yang beredar, dalam mempengaruhi nilai tukar rupiah di Indonesia.
Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Cadangan Devisa dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Nilai Tukar Rupiah Rohman, Ahmad Labibur; Rahmatullah, Moh Shofil; Alexander, Boby; Wardhana, Muchamad Riesky Mario Arya
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 6 No. 2 (2025): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v6i2.11876

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh variabel inflasi, suku bunga, cadangan devisa, serta jumlah uang beredar terhadap nilai tukar Rupiah, guna memverifikasi Teori Kuantitas Uang di konteks ekonomi Indonesia. Pendekatan kuantitatif asosiatif diterapkan dengan data sekunder runtun waktu sebanyak 60 observasi, yang diolah melalui regresi linear berganda. Hasil analisis empiris mengindikasikan bahwa secara bersama-sama, variabel makroekonomi tersebut memengaruhi nilai tukar secara kuat, dengan kemampuan model menjelaskan hingga 96,6 persen variasi. Secara khusus, cadangan devisa dan jumlah uang beredar menunjukkan pengaruh positif serta signifikan, yang menegaskan bahwa peningkatan likuiditas cenderung melemahkan nilai tukar. Di sisi lain, inflasi dan suku bunga terbukti tidak signifikan, mencerminkan respons pasar yang lemah terhadap kebijakan jangka pendek semacam itu. Studi ini menyumbang bukti empiris bahwa faktor moneter fundamental berbasis volume uang lebih dominan daripada suku bunga dalam memengaruhi kurs. Oleh karena itu, regulator disarankan mengutamakan pengendalian ketat jumlah uang beredar dalam strategi stabilisasi nilai tukar, ketimbang hanya mengandalkan penyesuaian suku bunga acuan.
Analisis Suku Bunga, Jumlah Uang Beredar, dan IHSG Terhadap Inflasi di Indonesia Aliah, Siti Himatul; Farahdiba, Faizah Devin; Madhu, Madhu
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 6 No. 2 (2025): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v6i2.11877

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara mendalam mengenai seberapa besar pengaruh variabel moneter seperti Suku Bunga Bl (Bl Rate), Jumlah Uang Beredar (JUB), dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhadap tingkat inflasi di Indonesia Data yang digunakan merupakan data time series dari tahun 2019-2024, yang dikumpulkan dari sumber-sumber resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Bank Indonesia (BI), dan Investing.com. Isu inflasi adalah tantangan ekonomi makro yang berkelanjutan di mana kenaikan harga berpotensi memicu ketidakpastian. Analisis regresi linear berganda di lakukan melalui uji statistik menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara simultan memiliki peran signifikan terhadap fluktuasi inflasi. Saat dianalisis parsial, hanya Suku Bunga dan IHSG yang terbukti berpengaruh nyata Suku Bunga menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga merupakan langkah kebijakan efektif dalam meredam permintaan agregat. Sebaliknya, IHSG memiliki pengaruh positif dan signifikan yang didukung oleh prinsip wealth effect yang mendorong peningkatan konsumsi. Jumlah Uang Beredar tidak signifikan, karena sebagi an besar dana masyarakat lebih diarahkan ke produk-produk moneter dibandingkan mengalir ke transaksi riil. Berdasarkan data dan pengujian yang dilakukan, hasil ini memberikan konfirmasi penting tentang peran IHSG sebagai salah satu faktor pendorong inflasi. Ketiga variabel independen mampu menjelaskan perubahan inflasi sebesar 19%.
Pengaruh Transaksi Non Tunai, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar dan Cadangan Devisa Terhadap Inflasi Sasmita, Nitis; Jacinda, Inez; Salsa, Shella Dea Putri; Rahmadhani, Vellhany Bunga
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 6 No. 2 (2025): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v6i2.11933

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Transaksi Non Tunai, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar, dan Cadangan Devisa terhadap Inflasi di Indonesia selama periode Januari 2020 hingga Desember 2024. Data yang digunakan adalah data time series bulanan (N=60), diolah menggunakan metode Regresi Linear Berganda dan perangkat lunak statistik untuk menguji asumsi klasik, serta hipotesis serentak (Uji F) dan individual (Uji t). Hasil studi menunjukkan bahwa keempat variabel independen secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap Inflasi. Namun, secara parsial, hanya Nilai Tukar yang berkontribusi positif dan signifikan, menegaskan bahwa depresiasi Rupiah (melalui jalur biaya eksternal) merupakan mekanisme transmisi inflasi yang paling dominan di Indonesia. Sementara itu, Transaksi Non Tunai, Jumlah Uang Beredar, dan Cadangan Devisa didapati tidak memiliki hubungan signifikan secara individual. Secara keseluruhan, Inflasi di Indonesia periode ini dipengaruhi secara signifikan oleh kombinasi faktor moneter, dengan temuan parsial yang menyoroti dominasi Nilai Tukar, sementara variabel Transaksi Non Tunai, Jumlah Uang Beredar, dan Cadangan Devisa tidak terindikasi berpengaruh signifikan.
Pengaruh Bi Rate, Inflasi, Nilai Tukar, Ekspor, Jumlah Uang Beredar Terhadap Cadangan Devisa Di Indonesia Saputra, Jacksen; Arsyadinata, Aldrin; Pratama, Mochammad Wahyu; Al Fauzhan, Shanityo Salman
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 6 No. 2 (2025): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v6i2.11938

Abstract

ABSTRACT This study examines the impact of the BI rate, inflation, exchange rate, exports, and money supply on Indonesia’s foreign exchange reserves from 2019 to 2024. Using a quantitative approach with multiple linear regression on monthly time-series data from Bank Indonesia, BPS, and the Ministry of Trade, the findings show that the BI rate has no significant effect, while inflation exerts a significant negative influence on foreign exchange reserves.. In contrast, the exchange rate, exports, and money supply show positive and significant effects on foreign exchange reserves, highlighting the crucial role of external sector performance and domestic liquidity in supporting reserve accumulation. Collectively, the five independent variables account for 88.5% of the variation in foreign exchange reserves, with the remaining 11.5% explained by factors beyond the model.. These findings emphasize the importance of coordinated macroeconomic policies to maintain inflation stability, strengthen the exchange rate, promote exports, and effectively manage liquidity in order to sustain Indonesia’s foreign exchange reserves and support overall macroeconomic stability. ABSTRAK Studi ini meneliti dampak BI Rate, nilai tukar, inflasi, ekspor, dan jumlah uang beredar terhadap cadangan devisa Indonesia pada periode 2019–2024 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui regresi linear berganda. Studi ini menggunakan data runtut waktu bulanan yang bersumber dari Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik. Studi ini membuktikan bahwa BI Rate tidak berdampak signifikan terhadap cadangan devisa secara parsial, sementara inflasi berpengaruh negatif dan signifikan. Sebaliknya, nilai tukar, ekspor, dan jumlah uang beredar terbukti berdampak signifikan positif. Kelima variabel tersebut mampu menjelaskan 88,5% variasi cadangan devisa Secara simultan, sedangkan 11,5% dipengaruhi faktor dari luar model. Hasil studi ini menunjukkan pentingnya kebijakan makroekonomi yang terintegrasi untuk menjaga stabilitas cadangan devisa dan perekonomian nasional.