cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022)" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF BONEKA WAYANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK AL WA’YI MALANG Anugrahani Putri Prameswari; Sudjiono Sudjiono; Mohammad Bisri
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.014 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p1-7

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to develop puppet dolls educational tools and to know the improvement in fine motor skills of early childhood.Development of puppet dolls educational game tools using the Borg & Gall 1983 model in Sugiono (2006). Using descriptive, evaluative and experimental research methods. This study used a quasi-experimental method with the design of one group pretest-posttest design. The subjects in this study were 25 boys and girls in the age range of 5-6 years. The instruments used in this study were observation guidelines and treatment guidelines.The results of average the game tool media validation are 88.44%, which means that the media of this educational game tool is very feasible to use. From the technical analysis, the paired sample t-test test used shows the results of sig. (2-tailed) of 0.000 <0.05. thus it can be concluded that Ho is rejected or puppet dolls educative educational tools can improve the fine motor skills of early childhood at Al Wa’Yi Kindergarten in Malang.As well as suggestions for further researchers, among others: (1) control the time of implementation, (2) provide media with a larger size, (3) add subjects on a broader scale. Keywords: : fine motor skills, puppet dolls, educational tools, early childhood. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat permainan edukatif boneka wayang dan mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini. Pengembangan alat permainan edukatif Boneka Wayang menggunakan model Borg&Gall 1983 dalam Sugiono (2006). Menggunakan metode penelitian deskriptif, evaluatif dan eksperimental. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 25 anak berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dalam rentang usia 5-6 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman observasi dan panduan perlakuan.Hasil validasi ahli media alat permainan didapatkan rata-rata uji coba kelayakan sebesar 88,44% yang artinya sangat media alat permainan edukasi ini sangat layak untuk digunakan. Dari teknis analisis uji paired sample t-test yang digunakan menunjukkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak atau alat permainan edukatif boneka wayang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini di TK Al Wa’Yi Malang. Adapun saran bagi pengguna untuk mempelajari buku panduan yang telah dikembangkan. Serta saran bagi peneliti selanjutnya antara lain: (1) mengontrol waktu pelaksanaan, (2) menyediakan media dengan ukuran yang lebih besar, (3) menambah subjek dengan skala yang lebih luas Kata kunci: kemampuan motorik halus, alat permainan edukatif boneka wayang, anak usia dini
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN SMALL GROUP ORAL LANGUAGE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI Deangga Mayang Sari; Farah Farida
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.959 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p8-16

Abstract

Abstract: This study was conducted to determine the development of language proficiency of early childhood and the influence of small group oral language learning methods to the language proficiency of early childhood at Pos Paud Rosalia Malang. This study uses a quasi-experimental research design, with one-group pretest-posttest design. The instrument used was a questionnaire language skills of early childhood 4-5 years, while the small group oral language learning modules used to provide treatment. All members of the population of 27 pupils used as research subjects . The data obtained, were analyzed using test of Paired Samples T-Test. The results showed that the Sig. (2-tailed) was 0.000 <0.05. It can be concluded that there is influence of small group oral language learning methods to increase language proficiency in early childhood. Future studies are expected to conduct further research with different techniques of oral language, research designs as well as wider number of subjects. Keywords: early childhood, small group oral language learning method, language proficiency. Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan kemampuan berbahasa anak usia dini dan pengaruh metode pembelajaran small group oral language terhadap kemampuan berbahasa anak usia dini di POS PAUD Rosalia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen-semu, dengan desain one-group pretest-postest design. Instrumen yang digunakan adalah angket kemampuan berbahasa anak usia dini 4-5 tahun, sedangkan modul pembelajaran small group oral language digunakan untuk memberikan perlakuan. Semua anggota populasi sebanyak 27 murid dijadikan subjek penelitian. Data yang diperoleh, dinalisis menggunakan uji beda Paired Sampels T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran small group oral language terhadap peningkatan kemampuan berbahasa pada anak usia dini. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan dengan teknik oral language yang berbeda, desain penelitian yang berbeda serta jumlah subjek yang lebih luas Kata kunci: anak usia dini, metode pembelajaran small group oral language, kemampuan berbahasa anak usia dini
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN KONFORMITAS KELOMPOK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA KOTA BLITAR Ikma Ni’ma Qoni’; Imanuel Hitipeuw
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.785 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p17-23

Abstract

Abstract: This study used a quantitative research with descriptive and correlation method. The subject of this research were 57 teenagers who was 16-18 years, who smokes and still undergoing school education in the city of Blitar. The subject is selected used purposive incidental sampling technique. The instruments of this study were the scale of peer support, group conformity scale, and the scale of smoking behavior. The test of hypothesis is used product moment correlation analysis and multiple correlation analysis techniques. The results showed that: (1) adolescense smokers have high peer support, (2) adolescense smokers have high group conformity, (3) the smoking behavior in adolescense in the city of Blitar is included in the category of high, (4) there is a positive correlation between the peers support and smoking behavior, (5) there is a positive correlation between group conformity and smoking behavior, (6) there is a correlation between peers support and group conformity toward adolescence smoking behavior in city of Blitar. Keywords: peers support, group conformity, smoking behavior. Abstrak: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Subjek dalam penelitian berjumlah 57 remaja pada usia 16-18 tahun yang merokok dan masih dalam masa pendidikan di Kota Blitar. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive incidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan teman sebaya, skala konformitas kelompok, dan skala perilaku merokok. Uji hipotesis menggunakan analisis korelasi product moment, dan analisis korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) remaja perokok memiliki dukungan teman sebaya yang tinggi, (2) remaja perokok memiliki konformitas kelompok yang tinggi, (3) perilaku merokok pada remaja di Kota Blitar termasuk kategori tinggi, (4) terdapat hubungan positif antara dukungan teman sebaya dan perilaku merokok,(5) terdapat hubungan positif antara konformitas kelompok dan perilaku merokok, (6) terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya dan konformitas kelompok dengan perilaku merokok pada remaja di Kota Blitar Kata kunci dukungan teman sebaya, konformitas kelompok, perilaku merokok
EFEKTIVITAS BERMAIN MENGGUNAKAN MEDIA TALI-TEMALI PRAMUKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN YANG RENDAH PADA SISWA TK B Muhammad Ikhsan; Sri Weni Utami; Farah Farida Tantiani
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i12022p24-31

Abstract

Abstract: This research was conducted to determine the scout rigging effectiveness to improve low early writing skill among kindergarten student grade B. The location of this research was in TK ABA 5 Malang City. This research use the pre-test-post-test experimental design. There were 8 kindergarten students grade B with low early writing skill involve to this research. The instrument of this research is the early writing skill test consist of 13 items with a reliability index of 0,432, the test was developed independently by researcher. The treatment of this research was given according the guidance of play with scout rigging media. The paired sample t-test result show that the value of sig. (2-tailed) score is 0,000 < 0,05. There was an increase in the early writing skill as much as 22.40% after the treatment to play with scout rigging media was given. The increase make the child more flexible to hold the pencil and the child also more able to coordinate between their eyes and fingers while writing. The conclusion is there is an increase in the early writing skill after the treatment to play with scout rigging media was given Keywords: early writing skill, play with scout rigging media, kindergarten student grade B. Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas bermain menggunakan media tali-temali pramuka untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan yang rendah pada siswa TK B. Lokasi pelaksanaan penelitian ini berada di TK ABA 5 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen psikologi dengan desain pre-test-post-test design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi TK B sejumlah 8 orang yang telah dinyatakan memiliki kemampuan menulis permulaan rendah melalui tes kemampuan menulis permulaan. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes kemampuan menulis permulaan yang dikembangkan sendiri oleh peneliti berjumlah 13 soal dengan indeks reliabilitas sebesar 0.432. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini dilakukan sesuai dengan panduan bermain menggunakan media tali-temali yang dikembangkan oleh peneliti dan telah divalidasi oleh ahli. Uji beda yang digunakan adalah uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan skor antara sebelum dan sudah diberikan perlakuan bermain menggunakan media tali-temali pramuka. Hasil uji beda paired sample t-test menunjukan bahwa nilai sig. (2-tailed) yang dihasilkan adalah 0,000 < 0,05. Terjadi peningkatan kemampuan menulis permulaan sebesar 22.40% setelah diberikan perlakuan bermain menggunakan media tali-temali pramuka. Peningkatan yang terjadi membuat anak lebih mampu memegang pensil dengan luwes dan mampu melakukan koordinasi antara mata dan jari saat menulis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menulis permulaan setelah diberikan perlakuan bermain menggunakan media tali-temali pramuka Kata kunci tali-temali pramuka, kemampuan menulis permulaan, siswa TK B
WECHSLER ADULT INTELLIGENCE SCALE Nazira Dyah Maharani; Nur Azizah Maulidyah A.R; Nurul Azizah Maghfiroh; Nur Eva
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.906 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p32-37

Abstract

Abstract: Measurement of psychological attributes in the form of intelligence or personality is still the most important thing in psychological tests. One of the initial problems that underlie the development of psychological tests is how to identify people who are mentally retarded. Psychological test tools can not be separated from its function which is to measure the psychological condition of the individual. The emergence of intelligence test tools, one of which is the Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) which is used to obtain IQ for adolescents who have above average functions and also determine cognitive function for adults. The method used by the author in this article is a literature study used to find data Keywords: WAIS; Weschler; Intelligence; Adult. Abstrak: Pengukuran atribut psikologis berupa intelegensi atau kepribadian masih menjadi hal yang paling utama dalam tes psikologi. Salah satu masalah awal yang mendasari tumbuhnya tes-tes psikologi adalah bagaimana cara mengidentifikasi orang yang mengalami keterbelakangan mental. Alat tes psikologi tidak lepas dari fungsinya yang dimana untuk mengukur kondisi psikologis dari individu. Munculnya alat tes intelegensi yang salah satunya adalah Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) yang digunakan digunakan untuk memperoleh IQ bagi remaja yang memiliki fungsi di atas rata-rata dan juga menentukan fungsi kognitif bagi orang dewasa. Metode yang digunakan oleh penulis di dalam artikel ini merupakan studi literatur yang digunakan untuk mencari data Kata kunci WAIS; Weschler; Intelegensi; Dewasa
LITERATURE REVIEW: PENGAPLIKASIAN 16 PERSONALITY FACTOR DALAM REKRUTMEN Ajeng Eka; Nur Eva
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.925 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p38-42

Abstract

Abstract: A company or organization in recruiting prospective employees must choose employees who have the same goals as the company and choose prospective employees who have good performance in the company. In a previous study entitled to conclude that employee performance is influenced by positive attitudes and personality of employees by 32.99% while 67.01% is caused by other factors not examined. This shows that there is a positive influence of attitude and personality on employee performance. For this reason, it is necessary to hold a personality test to predict employee performance in the future. One of the personality tests, namely the 16 personality factor test, is a personality test developed by Raymond Cattell. This test is composed of 16 structured personality factors. So that researchers will examine whether the application of 16 PF has valid results in employee recruitment and explain how 16 PF can predict personality. In researchers using the literature review method from this study it is stated that 16 PF can predict personality to choose prospective employees in the company appropriately Keywords: recruitment, personality, 16 PF, performance, employees. Abstrak: Suatu perusahaan atau organisasi dalam melakukan rekrutmen calon karyawan haruslah memilih karyawan yang memiliki tujuan yang sama dengan perusahan dan memilih calon karyawan yang memiliki kinerja yang baik dalam perusahaan tersebut. Pada Penelitian sebelumnya berjudul menyimpulkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh sikap dan kepribadian positif pegawai sebesar 32,99 % Sedangkan 67,01 % disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dari sikap dan kepribadian terhadap kinerja karyawan.Untuk itu perlu diadakan tes kepribadian guna memprediksi kinerja karyawan di masa depan. Salah satu tes kepribadian yaitu tes 16 personality factor merupakan tes kepribadian yang dikembangkan oleh Raymond Cattell. Tes ini disusun 16 faktor kepribadian yang terstruktur. Sehingga peneliti akan mengkaji apakah pengaplikasian 16 PF memiliki hasil valid dalam rekrutmen karyawan dan menjelaskan bagaimana 16 PF dapat memprediksi kepribadian. Dalam peneliti menggunakan metode literature review dari penelitian ini dinyatakan bahwa 16 PF dapat memprediksi kepribadian untuk memilih calon karyawan yang di perusahaan dengan tepat. Kata kunci rekrutmen, kepribadiaan, 16 PF , karyawan
MANAGEMENT STYLE DIAGNOSTIC TEST (MSDT) Bestarindra Ramadhania Pertiwi; Chaska Fayza Setyawan; Dhiya Fauziyyah Sudirman; Diah Puspita Sari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.587 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p43-52

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengemukakan review sistematis dari hasil penelitian mengenai alat ukur pada MSDT (Management Style Diagnostic Test). Alat tes psikologi berfungsi sebagai pengungkap aspek psikologis individu. MSDT merupakan salah satu tes yang mengukur gaya kepemimpinan individu yang didasarkan oleh tiga dimensi yang ditemukan oleh W.J Reddin atau Bill Reddin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa efektif penggunaan alat ukur MSDT di masa kini. Pencarian beberapa artikel ini menggunakan akses pencarian internet dari database Google scholar pada kurun waktu 1975 hingga tahun 2020 dengan kata tes psikologi, MSDT, tes kepemimpinan. Berdasarkan hasil penelaah tersebut dapat diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Hasil dari 5 penelitian tersebut menunjukkan bahwa alat ukur MSDT masih memiliki keefektifan dalam mengukur gaya kepribadian dalam kepemimpinan Kata kunci: tes psikologi, MSDT, tes kepemimpinan
TES KEPRIBADIAN BERBASIS ONLINE UNTUK MENENTUKAN PENEMPATAN PADA KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR 16 PF Alfina Pramelia Wulandari; Alwiyah Salsabila; Amanda Widya Putri; Alfina Nur Azri
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.289 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p53-58

Abstract

Abstrak: Artikel ini disusun untuk mengetahui bagaimana tes kepribadian berbasis online yaitu dengan menggunakan alat tes 16PF dalam menentukan penempatan pada karyawan. Tes 16PF termasuk dalam tes kepribadian yang berlandaskan teori Big Five Personality. Tes ini juga termasuk ukuran komprehensif dari kepribadian normal yang terbukti efektif sebagai penilaian mendalam berdasarkan kebutuhan yang diperlukan. Alasan memilih topik tersebut dikarenakan peran karyawan sangat penting dalam sebuah perusahaan. Kinerja karyawan tergantung pada posisi penempatan karyawan tersebut. Jika karyawan ditempatkan pada suatu posisi kerja yang sesuai dengan kepribadiannya maka karyawan tersebut akan menunjukkan kepuasan dalam bekerja dan memiliki potensi kerja yang baik. Namun sebaliknya, jika karyawan tidak ditempatkan di jabatan yang sesuai dengan kepribadiannya maka karyawan tidak dapat mengeluarkan potensi yang dimiliki secara maksimal sehingga dapat membuat karyawan memiliki motivasi dan produktivitas kerja yang rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Literature review yaitu proses meninjau penelitian yang telah ada sebelumnya tentang suatu topik tertentu. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah seorang karyawan yang akan ditempatkan di suatu pekerjaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat tes 16PF dapat digunakan untuk menempatkan karyawan pada suatu jabatan berdasarkan kepribadiannya. Kehadiran tes 16PF juga tidak menghilangkan peran psikolog untuk melakukan penempatan karyawan, hanya saja alat tes 16PF lebih mudah digunakan dan mengurangi kecenderungan adanya human error. Kata kunci: kepribadian, karyawan, tes 16PF
PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN ALAT TES DISC: SEBUAH LITERATURE REVIEW Alifia Damara Nurochim; Allivia Ayu Wardani; Anatasya Rafelinda Putri
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.565 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p59-63

Abstract

Abstract: Personality is something that is inherent in all humans, making individuals unique and different from each other. Through personality we can predict an individual's behaviour, be able to adjust interactions with other people, and be able to determine what kind of character a person has in daily life. A personality is often abstract and difficult to understand, let alone predict. Through the development of psychological practice, a personality can be studied and measured through assessment. Personality assessment is a test to measure an individual's personality traits. Tests can be in the form of written tests or administered through interviews to measure the relevant cognitive and emotional traits. One such test is the DISC personality assessment, founded by Dr. William Moulton Marston in 1928. The personality dimensions measured consist of the personality functions of Dominance (dominant trait), Influence (nature of influencing others), steadiness (stability) and compliance (critical nature). This research was conducted to add to the body of literature regarding personality assessments and personality theories in the field of psychology. The research method used is in the form of a literature review sourced from several relevant scientific articles. In its application, the DISC test is now widely used as an instrument in recruitment in the human resources sector, which allows the characteristics of employees to be known, so that employers are able to hire people who would have good interactions with each other and fit within the workplace. Keywords: DISC, Personality Assessment, Personality Test, Psychological Test, Employee Recruitment Test. Abstrak: Kepribadian adalah hal yang melekat pada diri manusia, menjadikan suatu individu unik dan berbeda dengan yang lain. Melalui kepribadian, kita bisa memprediksi perilaku seseorang tentang suatu hal, mampu menyesuaikan interaksi dengan orang lain, serta dapat menentukan karakter seperti apakah kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kepribadian seseorang seringkali bersifat abstrak dan sulit untuk dimengerti apalagi diprediksi. Seiring berkembangnya kajian ilmu psikologi, kepribadian seseorang dapat dipelajari, diketahui, dan diukur melalui sebuah asesmen kepribadian. Asesmen kepribadian adalah tes yang digunakan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat dilakukan secara tertulis, proyektif, atau wawancara teradministrasi untuk mengukur kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Salah satu jenisnya adalah asesmen kepribadian DISC yang ditemukan oleh Dr. William Moulton Marston pada tahun 1928. Demensi kepribadian yang diukur terdiri dari fungsi kepribadian Dominant (sifat dominan/kuasa), Influence (sifat mempengaruhi orang lain), Steadiness (kestabilan), dan Compliance (sifat pemikir/kritis). Penelitian ini dilakukan untuk menambah studi literatur mengenai jenis-jenis asesmen kepribadian serta teori-teori kepribadian dalam bidang psikologi. Metode penelitian yang digunakan adalah berupa literature review yang bersumber dari beberapa artikel ilmiah yang relevan. Dalam penerapannya, tes DISC ini banyak digunakan sebagai salah satu instrumen dalam perekrutan di dunia kerja sehingga dapat diketahui karakteristik dari masing-masing karyawan agar dapat terjalin suatu interaksi yang baik dan menjadi pertimbangan untuk penempatan karyawan di dalam perusahaan Kata kunci: DISC, Asesmen Kepribadian, Tes Kepribadian, Tes Psikologi, Tes Rekruitmen Karyawan
STUDI LITERATUR : ANALISIS PEMANFAATAN TES WAIS DALAM DIAGNOSIS ASESMEN KLINIS Agustina Nur Rahmah; Aas Nurasiah; Aliyah Ardhana Riswari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.323 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i12022p64-69

Abstract

Abstract: Intelligence in general is a general ability to acquire skills that contain various components, to reveal individual abilities, intelligence test instruments are usually used. One example of an intelligence test, is the WAIS test (Wechsler Adult Intelligence Scale). The WAIS test is presented individually and requires special skills for its presentation. The purpose of this literature study is to determine the use of the Wais test tool in the diagnosis of clinical assessment because Wais has superior competence in assessing individual cognitive abilities. We raised this topic because the advantages of the WAIS test are not only measuring the level of intelligence, but also being a diagnostic tool for clinical assessments. WAIS capabilities can be used to measure individual intelligence, neuropsychological, psychological assessment, and other diagnostic functions. The research method used in this research is literature study. Literature study is a synonym for literature review, literature review, theoretical basis, theoretical study, and literature review. The data used in this study is secondary data, the data of this research comes from the results of previous studies that have been published through journal articles, books, and continuous references to the research topic. In this literature study, it was found that the use of the Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) test for clinical diagnosis includes, namely, being used to see indications of disease in psychiatric patients, screening for Alzheimer's Dementia (AD), a tool to see comparisons between people with beta thalassemia minor. with normal people, and as a test for trichotillomania Keywords: Intelligence, WAIS, Clinical Assessment. Abstrak: Intelegensi secara umum merupakan suatu kemampuan umum untuk memperoleh kecakapan yang mengandung berbagai macam komponen, untuk mengungkapkan kemampuan individu biasanya digunakan instrumen tes intelegensi. Salah satu contoh tes intelegensi, adalah tes WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale). Tes WAIS disajikan secara individual dan membutuhkan kemampuan khusus untuk penyajiannya. Tujuan dari studi literatur ini adalah mengetahui pemanfaatan alat tes wais dalam diagnosis asesmen klinis karena Wais memiliki kompetensi dalam menilai kemampuan kognitif individu yang sangat unggul. Kami mengangkat topik ini karena keunggulan dari tes WAIS tidak hanya mengukur tingkat kecerdasan saja, tetapi juga menjadi alat diagnosis bagi asesmen klinis. Kemampuan WAIS dapat digunakan untuk mengukur kecerdasan individu, neuropsikologis, asesmen psikologi, dan fungsi diagnostik lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Studi pustaka merupakan sinonim dari kajian pustaka, tinjauan pustaka, landasan teori, kajian teoritis, dan telaah pustaka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, data-data penelitian ini berasal dari hasil-hasil dari penelitian sebelumnya yang sudah di publish melalui artikel jurnal, buku, dan rujukan yang berkesinambungan dengan topik penelitian. Dalam studi literatur ini didapatkan hasil bahwa pemanfaatan tes Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) untuk diagnosa klinis diantaranya yaitu, digunakan untuk melihat indikasi penyakit pada pasien psikiatri,, skrining adanya Alzheimer's Dementia (AD) , alat untuk melihat perbandingan antara orang dengan thalasemia beta minor dengan orang yang normal, dan sebagai alat untuk mengetes dari gangguan trikotilomania Kata kunci: Intelegensi, WAIS, Diagnosis Asesmen Klinis

Page 1 of 1 | Total Record : 10