Articles
BELAJAR DALAM MAIYAH RELEGI
Tantiani, Farah Farida
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (25.583 KB)
Maiyah Rebo Legi (Maiyah Relegi) adalah kegiatan Maiyah di Malang yang diadakan setiap malam Rebo legi. Kegiatan ini bagian dari kegiatan Maiyah yang digagas keluarga Emha Ainun Nadjib di Jombang. Kegiatan Maiyah sendiri berlangsung di berbagai wilayah Indonesia, terutama di pulau Jawa yang rutin diadakan sebulan sekali. Berbeda dengan kegiatan Maiyah di daerah lain, Maiyah Relegi sejak awal tidak pernah menyandarkan pada tokoh tertentu, sehingga setiap kegiatan diskusinya Maiyah Relegi selalu dihadiri undangan yang berbeda-beda, tergantung pada topik yang dijadikan bahan diskusi. Hal lain yang juga berbeda dari Maiyah lain, Maiyah Relegi memiliki partisipan utama mahasiswa. Kehadiran mahasiswa berdiskusi di malam hari yang bukan akhir pekan di Maiyah Relegi, merupakan respon yang positif karena mahasiswa mau berperan aktif melibatkan diri untuk membatu mencari solusi bagi masyarakat. Dengan adanya partisipasi aktif tersebut, Maiyah Relegi menjadi proses belajar bagi mahasiswa selain di bangku kuliah. Oleh karena itu, sebagai penelitian awal digali mengenai kegiatan Maiyah Relegi, terutama proses belajar yang terjadi di kegiatan Maiyah Relegi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui proses wawancara dengan penganggas Maiyah Relegi dan melalui observasi dalam kegiatan Maiyah. Hasil penelitian bahwa Maiyah Relegi sebagai proses belajar mahasiswa, ternyata Maiyah Relegi menerapkan prinsip-prinsip belajar efektif bagi partisipannya.Kata Kunci: maiyah relegi, mahasiswa, proses belajar
Pola Komunikasi Antara Sekolah Dan Orangtua Siswa Berkebutuhan Khusus (SBK) Di Sekolah Inklusi
Tantiani, Farah Farida
‎‎‎TAZKIYA: Journal of Psychology Vol 3, No 2 (2015): TAZKIYA Journal of Psychology
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.164 KB)
|
DOI: 10.15408/tazkiya.v20i2.9175
Since 2009, inclusive school programs were established in many schools in Indonesia, from pre-school to higher education. Inclusive school is school who accommodate students with various ability and character due to common right to study. Meaning students with special needs may be students of regular school and study the same material as other students. Challenges emerge for school and students' parents, particularly parents of students with special needs. These challenges have been overcome by effective communication done by school and parents of students with special needs. Knowledge of how to communicate effectively and communication method is needed by school and parents, thus the same aim can be reached to help students with special needs develop optimally at inclusive school. DOI: 10.15408/tazkiya.v20i2.9175
Intensitas Penggunaan Gawai Dan Keterampilan Komunikasi Interpersonal
Adinda Ulfa Permatasari;
Farah Farida Tantiani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikostudia.v8i2.3044
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gawai dengan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa SMAN 1 Kedungadem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek yang digunakan sejumlah 122 siswa kelas X - XII di SMAN 1 Kedungadem. Instrumen penelitian terdiri dari 25 aitem skala intensitas penggunaan gawai dengan reliabilitas 0,780 dan 48 aitem skala keterampilan komunikasi interpersonal dengan reliabilitas 0,928. Jenis analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan teknik analisis product moment pearson dengan diperoleh koefisien korelasi (rxy = -0,190) yang signifikan (p = 0,036 ≤ 0,05), maka disimpulkan H1 diterima H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan intensitas penggunaan gawai dengan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa.
Belajar dalam Maiyah Relegi
Farah Farida Tantiani
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.404 KB)
Maiyah Rebo Legi (Maiyah Relegi) adalah kegiatan Maiyah di Malang yang diadakan setiap malam Rebo legi. Kegiatan ini bagian dari kegiatan Maiyah yang digagas keluarga Emha Ainun Nadjib di Jombang. Kegiatan Maiyah sendiri berlangsung di berbagai wilayah Indonesia, terutama di pulau Jawa yang rutin diadakan sebulan sekali. Berbeda dengan kegiatan Maiyah di daerah lain, Maiyah Relegi sejak awal tidak pernah menyandarkan pada tokoh tertentu, sehingga setiap kegiatan diskusinya Maiyah Relegi selalu dihadiri undangan yang berbeda-beda, tergantung pada topik yang dijadikan bahan diskusi. Hal lain yang juga berbeda dari Maiyah lain, Maiyah Relegi memiliki partisipan utama mahasiswa. Kehadiran mahasiswa berdiskusi di malam hari yang bukan akhir pekan di Maiyah Relegi, merupakan respon yang positif karena mahasiswa mau berperan aktif melibatkan diri untuk membatu mencari solusi bagi masyarakat. Dengan adanya partisipasi aktif tersebut, Maiyah Relegi menjadi proses belajar bagi mahasiswa selain di bangku kuliah. Oleh karena itu, sebagai penelitian awal digali mengenai kegiatan Maiyah Relegi, terutama proses belajar yang terjadi di kegiatan Maiyah Relegi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui proses wawancara dengan penganggas Maiyah Relegi dan melalui observasi dalam kegiatan Maiyah. Hasil penelitian bahwa Maiyah Relegi sebagai proses belajar mahasiswa, ternyata Maiyah Relegi menerapkan prinsip-prinsip belajar efektif bagi partisipannya.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v1i12016p071
Kesesakan dan kesejahteraan psikologis pada remaja di pondok pesantren
Achmad Muhammad Danyalin;
Farah Farida Tantiani
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.003
Kesejahteraan psikologis pada remaja menjadi hal penting dalam proses perkembangan akibat adanya pengaruh pola interaksi keluarga, teman, serta lingkungannya. Pada remaja yang tinggal di pondok pesantren, tingkat kepadatan lingkungan (densitas) yang tinggi dapat menimbulkan kesesakan yang berpotensi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesesakan terhadap kesejahteraan psikologis remaja di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan populasi remaja berusia 15-17 tahun yang tinggal di Pondok Pesantren X. Partisipan penelitian berjumlah 135 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari dua skala, yaitu: skala kesejahteraan psikologis (α = 0,547 hingga 0,810) dan skala kesesakan (α = 0,830). Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesakan tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis remaja di Pondok Pesantren X. Faktor yang terindikasi mempengaruhi hasil penelitian ini adalah usia dan tingkat ekonomi partisipan.
Upaya Peningkatan Baseline Body Acceptance Melalui Gerakan Say No to Body Shaming di Kalangan Pelajar Kota Mojokerto
Sendhi Tristanti Puspitasari;
Farah Farida Tantiani;
Anggaunita kiranantika;
Ludi Wishnu Wardhana
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/plakat.v1i2.2872
Bullyingatau pelecehan verbal di kalangan pelajar semakin sering terjadi. Body shaming adalah perilaku mengkritik atau mengomentari fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang negatif. Standar ideal yang ada kemudian memengaruhi citra tubuh dan penerimaan tubuh dalam masyarakat, terutama remaja. Pelatihan ini menggunakan pendekatan ellicitive yang mengutamakan proses interaktif antara fasilitator dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan skill dengan peserta multi dimensi. Kegiatan pelatihan dan pengembangan pengetahuan melalui perempuan yang telah bergabung dalam komunitas yang berjumlah sekitar 5 (lima) komunitas dengan jumlah sekitar 8-20 orang per komunitas. Dalam kuesioner yang terkait dengan body acceptance baseline menunjukkan bahwa hanya sebesar 15% responden menjawab benar di mana memberikan gambaran penilaian positif dan penerimaan terhadap tubuh dan dirinya sendiri. Kemudian sebesar 85% responden menjawab salah terkait pernyataan kuesioner body acceptance baseline, sehingga jawaban responden didominasi oleh jawaban di mana memberikan penilaian negatif terkait gambaran penilaian dan penerimaan terhadap tubuh dan dirinya sendiri. Maka Gerakan Say No to Body Shaming di Kalangan Pelajar Kota Mojokerto perlu dilakukan sebagai salah satu upaya penerimaan tubuh dan sebuah dorongan dalam penyelesaian masalah terkait body image. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui beberapa manfaat yang diperoleh dari peserta setelah mengikuti serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mereka mendapatkan pemahaman dan pengetahuan baru tentang apa itu body shaming dan dampak negatif yang muncul akibat body shaming, sehingga pelajar mulai memahami pentingnya menghindari bullying, dan dapat menekan dan mengurangi jumlah pelaku serta korban bullying terutama body shaming, serta meningkatkan penilaian diri remaja ke arah positif.
SELF-EFFICACY DAN SELF-REGULATED LEARNING PADA SANTRIWATI
Adhelia Rochmatika;
Nur Eva;
Farah Farida Tantiani
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36269/psyche.v3i2.362
ABSTRACTThis study aims to determine the relationship between self-efficacy and self-regulated learning on women students. This research is quantitative research and used simple regression statistical analytic method with a descriptive design. The population of this study was 128 women students. Data retrieval is done by simple random sampling technique. There were 83 students as research subjects. There are two instruments used in this study to collect data, the scale of self-efficacy has reliability of 0.979 and the self-regulated scale has reliability of 0.894. The results of this study show that (1) most women students have high self-efficacy, (2) most women students have high self-regulated learning (3) there is a significant effect between self-efficacy on self-regulated learning on women students (F = 35,654, R2 = 0.306, p <0.05). So self-efficacy gives an effect of 30.6% on self-regulated learning, while the remaining 69.4% is used by other variables that are not approved, such as, the social environment. The implication of this research is to maintain self-efficacy by increasing the strengths of women students in to solve self-regulated learning problems ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran self-efficacy santriwati (2) gambaran self-regulated learning santriwati (3) gambaran pengaruh self-efficacy terhadap self-regulated learning pada santriwati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan analisis statistik regresi sederhana. Populasi penelitian ini berjumlah 128 santri, dan pengambilan data menggunakan teknik simple random sampling. Kemudian didapatkan 83 santri sebagai subjek penelitian. Terdapat dua instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (a) skala self-efficacy dengan reliabilitas 0.979 (b) skala self-regulated dengan reliabilitas 0.894. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebagian besar santriwati memiliki self-efficacy tinggi, (2) sebagian besar santriwati memiliki self-regulated learning tinggi (3) ada pengaruh yang signifikan self-efficacy terhadap self-reulated learning pada santriwati (F = 35.654, R2 = 0.306, p < 0.05). Jadi self-efficacy memberikan pengaruh sebesar 30.6% terhadap self-regulated learning, sedangkan sisa 69.4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti, seperti, lingkungan sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah mempertahankan self-efficacy pada santriwati dengan mengoptimalkan kelebihan yang dimiliki santriwati dalam menyelesaikan berbagai persoalan self- regulated learning.
KONTRAK PSIKOLOGIS KARYAWAN HR CENTER PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA WITEL JATIM SELATAN
Andayani, Sri;
Tutut Chusniyah;
Farah Farida Tantiani;
Nur Eva
JRMSI - Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/JRMSI.013.2.07
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui isi kontrak psikologis di unit HR center sebagai langkah pencegahan timbulnya masalah, khususnya pada proses transformasi. Pendekatan pengukuran kontrak psikologis dalam penelitian ini adalah pendekatan content oriented.Pendekatan ini dilakukan karena sebelumnya belum pernah dilakukan pengukuran kontrak psikologis di unit HR center pada PT Telekomunikasi Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pengambilan subjek secara purposive dan menggunakan wawancara dan observasi sebagai teknik pengambilan data. Hasil penelitian ini adalah gambaran isi kontrak psikologis di unit HR center PT Telkom Witel Jatim Selatan sebagai berikut: (1) Harapan yang pantas diterima karyawan dari perusahaan termasuk dalam monetary reward dan non monetary reward. Sedangkan harapan yang diberikan kepada perusahaan termasuk dalam non monetary reward. (2) Harapan yang pantas diterima perusahaan dari karyawan termasuk dalam non monetary reward. Sedangkan harapan yang diberikan kepada perusahaan termasuk dalam monetary reward.
Peer support dan career decision making self-efficacy pada mahasiswa tingkat akhir di Malang
Jihan Ikrima;
Farah Farida Tantiani
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26555/jptp.v4i2.24517
Mahasiswa tingkat akhir seringkali memiliki Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) yang cenderung rendah. Sementara CDMSE penting bagi mahasiswa, khususnya di tingkat akhir karena dapat berpengaruh terhadap kepercayaan diri individu dalam mencapai karirnya di masa depan. Salah satu faktor yang dianggap memiliki kaitan dengan CDMSE adalah Peer Support. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara peer support dan CDMSE pada mahasiswa tingkat akhir di Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 401 mahasiswa tingkat akhir di Kota/Kabupaten Malang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik nonprobability sampling yaitu incidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala peer support yang terdiri dari 17 item (α=0,896) dan skala career decision making self-efficacy menggunakan Career Decision Making Self Efficacy-Short Form terdiri dari 25 item (α=0,945). Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peer support dengan seluruh dimensi CDMSE pada mahasiswa tingkat akhir, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi peer support maka akan semakin tinggi CDMSE pada mahasiswa tingkat akhir, begitu pula sebaliknya.
PSIKOEDUKASI PARENTING SELF-EFFICACY BAGI ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Ayu Hapsari;
Yudi Tri Harsono;
Farah Farida Tantiani;
Arum Sekar;
Elwin Dewi Nurhazizah
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.877 KB)
|
DOI: 10.29303/jppm.v5i2.3091
Memiliki anak berkebutuhan khusus membawa dampak bagi orang tua. Hal ini disebabkan karena perkembangan anak berkebutuhan khusus tentu berbeda dengan tahap perkembangan di mana anak tersebut memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga memengaruhi praktik parenting atau pola pengasuhan yang dilakukan orangtua. Parenting self-efficacy menjadi pembeda atas keberhasilan orang tua dalam mengasuh anak. Parenting self-efficacy sendiri diterjemahkan sebagai sebuah komponen kognitif dalam kompetensi pengasuhan (parenting) yang menunjukkan persepsi orang tua mengenai kompetensi yang dimilikinya dalam menjalankan perannya sebagai orang tua dan kemampuan untuk mempengaruhi perilaku dan perkembangan anak secara positif. Tujuan diadakannya pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman atau psikoedukasi kepada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus mengenai pentingnya parenting self efficacy dalam upaya meningkatkan keterlibatan orang tua dan mempebesar kemungkinan keberhasilan treatment yang dijalani oleh anak. Dari psikoedukasi yang telah diberikan, diharapkan orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengetahui bagaimana dampak positif parenting self-efficacy orang tua terhadap kemajuan dan keberhasilan treatment anak.