cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 318 Documents
Hubungan Self-efficacy dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Kencono, Sekar Lintang; Napitupulu, Zefanya Angelique; Abqori, Ahmad Zaka; Fatiha, Shallaisya Ainnur; Vardia , Melly Amalia
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p571-579

Abstract

Academic achievement stated as one of the indicators of study success. One of the factors that influence academic achievement is self-efficacy. Self-efficacy is a psychological aspect that exists within individuals to succeed. High and low self-efficacy can be related to individual achievement or success. The aim of this study is to determine the relationship between self-efficacy and academic achievement in students, specifically students at the State University of Malang. This study uses a quantitative approach with correlational research methods. The sampling technique used was simple random sampling with a total of 165 participants involved. The instrument used was The Academic Self-efficacy Scale (TASES) developed by Sagone & Caroli (2014) which has been adapted. From the correlation coefficient test using SPSS 25, r=0.291 was obtained with a significance value of 0.000 (p>0.05). The results of this study indicate that there is a positive relationship with a weak degree of relationship between self-efficacy and learning achievement. AbstrakPrestasi akademik dinayatakan sebagai salah satu indikator keberhasilan studi. Salah satu faktor yang memengaruhi prestasi akademik adalah self-efficacy. Self-efficacy merupakan aspek psikologis yang ada dalam diri individu untuk berhasil. Tinggi rendahnya self-efficacy dapat berhubungan dengan prestasi atau keberhasilan individu. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan self-efficacy dengan prestasi akademik pada mahasiswa, secara khusus mahasiswa Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan total partisipan yang terlibat sebanyak 165 orang. Instrumen yang digunakan adalah The Academic Self-efficacy Scale (TASES) yang dikembangkan oleh Sagone & Caroli (2014) yang telah diadaptasi. Dari uji koefisien korelasi menggunakan SPSS 25, diperoleh r=0,624 dengan nilai signifikansi 0.000 (p>0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dengan derajat hubungan yang lemah antara self-efficacy dan prestasi belajar.
Efek Latar Lingkungan Belajar terhadap Capaian Akademik Matematika Siswa Sekolah Dasar Rizky, Maulana; Kinanthi, Puan Sayidina Massayu; Aziz, Rafi Raihan; Ramdhaniyya; Rahmi, Yaumul
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p580-590

Abstract

Based on PISA 2022 data, as many as 82% of participating countries, including Indonesia, experienced a decline in mathematics competency scores. In Indonesia, around 71% of students do not achieve minimum competency in mathematics, and 81.67% of elementary school students have below-average mathematical problem-solving abilities. One of the factors that hinders student learning achievement is boredom. Previous research has shown that creating a new and interactive learning environment can reduce boredom. Therefore, this study aims to identify the effectiveness of indoor and outdoor learning environments on elementary school students' academic achievement in mathematics. This study uses an experimental quantitative design with a two-group matched independent measure approach to compare the two learning environments, namely indoor and outdoor environments. The results showed no significant difference between indoor and outdoor learning environments on students' academic achievement. Statistical analysis produced a t value of 0.307 and a Sig value (2-tailed) of 0.760 (p> 0.05), which means that both learning environments have the same effect on students' academic achievement in mathematics. These findings indicate that the learning environment, both indoor and outdoor, does not significantly affect elementary school students' learning outcomes in mathematics. AbstrakBerdasarkan data PISA 2022, sebanyak 82% negara peserta, termasuk Indonesia, mengalami penurunan skor kompetensi matematika. Di Indonesia, sekitar 71% siswa tidak mencapai kompetensi minimum dalam matematika, dan 81,67%, siswa SD memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis di bawah rata-rata. Salah satu faktor yang menghambat capaian belajar siswa adalah kebosanan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan belajar baru dan interaktif dapat mengurangi kebosanan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas lingkungan belajar indoor dan outdoor terhadap capaian akademik matematika siswa SD. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimental dengan pendekatan two-group matched independent measure untuk membandingkan antara lingkungan indoor dan outdoor. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara lingkungan belajar indoor dan outdoor terhadap capaian akademik siswa. Analisis statistik menghasilkan nilai t sebesar 0.307 dan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.760 (p > 0.05), yang berarti kedua lingkungan belajar memiliki efek yang sama terhadap capaian akademik matematika siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan belajar, baik indoor maupun outdoor tidak secara signifikan mempengaruhi hasil belajar siswa SD dalam mata pelajaran matematika.
From Empty Nest to New Beginnings: Kehidupan yang Memuaskan bagi Orang Tua Paruh Baya Aurilio, Fraditya Lexcy; Heryanti, Amanda Putri; Danish, Aqila Permata Amara; Alayubi, Muhammad Sifa; Masruroh, Noviana Dawil; Masfufah, Ulfa
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p591-604

Abstract

This study aims to explore the experiences of middle-aged parents who face the empty nest phase when their children leave home. The method used in this research is through a qualitative approach with online interviews with participants who fit the research criteria, namely aged 40 to 65 years. The results showed that the empty nest phase is often accompanied by feelings of loss and loneliness but also provides opportunities to achieve new life satisfaction. This study identifies the challenges faced by parents in adjusting to changing roles and responsibilities, as well as the psychological impacts that arise, such as empty nest syndrome. The findings are expected to provide insights and solutions for middle-aged parents in dealing with this life transition, so that they can achieve a more fulfilling life after being left behind by their children. As such, this study contributes to the understanding of the psychological impact of the empty nest phase, as well as the importance of providing social support, positive activities, and a good state of spirituality in overcoming these challenges. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman orang tua paruh baya yang menghadapi fase empty nest ketika anak-anak mereka meninggalkan rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara dalam jaringan terhadap partisipan yang sesuai dengan kriteria penelitian yakni berusia 40 hingga 65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase empty nest seringkali disertai dengan perasaan kehilangan dan kesepian, namun juga memberikan peluang untuk mencapai kepuasan hidup yang baru. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi orang tua dalam menyesuaikan diri dengan perubahan peran dan tanggung jawab, serta dampak psikologis yang muncul, seperti sindrom kekosongan sarang atau disebut dengan empty nest syndrome. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan solusi bagi orang tua paruh baya dalam menghadapi transisi kehidupan ini, sehingga mereka dapat mencapai kehidupan yang lebih memuaskan setelah ditinggal oleh anak-anak mereka. Penelitian ini juga menemukan pemahaman tentang pentingnya memberikan dukungan sosial, dan mengikuti kegiatan yang positif, serta kondisi spiritualitas yang baik dalam mengatasi tantangan pada fase tersebut.
Psychological Well Being pada Ibu Pekerja Pabrik Rokok di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Rahayuningtyas, Hesti; Langit, Salma Aulia Sekar; Zahra, Alifia; Avezahra, Mutia Husna
Flourishing Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i12025p35-47

Abstract

A working mother has greater responsibilities because of her role as a mother for her children as well as the role of the wife and the responsibility as a worker. Therefore, we wanted to examine the level of Psychological Well-Being in cigarette factory workers. The characteristics used in this study are working mothers who are at least 25 years old, have children at most 10 years old and also work in factories. This research was conducted in Pakisaji District, Malang Regency. This research method is a qualitative method with a case study approach and involves 3 participants who were selected using the purposive sampling method. The data collection techniques carried out are interviews and observations with data processing techniques, namely thematic analysis. The results of the study showed that factory workers' mothers were able to balance their roles as mothers and workers despite facing several challenges such as work pressure and household responsibilities. AbstrakSeorang ibu yang bekerja memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena perannya sebagai ibu untuk anak-anaknya serta peran istri dan juga tanggung jawab sebagai pekerja. Oleh karena itu, kami ingin meneliti tingkat Psychological Well Being pada ibu pekerja pabrik rokok. Karakteristik yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu pekerja yang berusia minimal 25 tahun, memiliki anak maksimal berumur 10 tahun dan juga bekerja di pabrik. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan melibatkan 3 partisipan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dan juga observasi dengan teknik pengolahan data yaitu analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu pekerja pabrik dapat menyeimbangkan peran mereka sebagai ibu dan pekerja meskipun menghadapi beberapa tantangan seperti tekanan kerja dan tanggung jawab rumah tangga. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwasannya psychological well-being pada ibu pekerja pabrik rokok sudah terpenuhi dengan beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu dukungan sosial yang kuat dari keluarga dan teman, kemampuan mengelola waktu dengan baik, dan memiliki tujuan hidup yang jelas.
Studi Fenomenologi: Gambaran Kemandirian pada Orang Lanjut Usia dalam Melakukan Activity Daily Living (ADL) di Kota Malang Astini, Ni Komang Widi; Erdenwarmansyah, Renandry Putri Pamungkas; Ardhita, Salsalbila Rizkita Putri; Avezahra, Mutia Husna
Flourishing Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i12025p1-20

Abstract

This research is motivated by the increasing elderly population in Indonesia, reaching 11.75% in 2023. Many elderly face limitations in performing daily activities (Activity Daily Living/ADL). This study aims to describe the independence of the elderly in carrying out ADLs in Malang City, particularly those still working. This study employs a qualitative method with a phenomenological approach. The sampling was conducted using a purposive sampling technique based on the following criteria: (1) participants are elderly individuals aged 60 years or older; (2) they are still employed, regardless of job type; and (3) they are capable of communication for interview purposes. The total sample consists of three respondents. Data were collected through in-depth interviews and supplemented with secondary data. The analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing with verification. The findings revealed that all participants independently performed their daily activities, showed good emotional independence, and held principles influenced by upbringing and past experiences. Participants also displayed independence in decision-making, involving family discussions. This research highlights the importance of family support in fostering elderly independence. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah lansia di Indonesia yang mencapai 11,75% pada tahun 2023. Banyak lansia menghadapi keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari (Activity Daily Living). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemandirian lansia dalam menjalankan ADL di Kota Malang, terutama pada lansia yang masih bekerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria: 1) Lansia berusia di atas 60 tahun; 2) masih bekerja (tidak ada ketentuan pekerjaan); 3) lansia masih mampu diajak berkomunikasi untuk diwawancarai, dengan jumlah sampel sejumlah tiga responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan menggunakan data sekunder. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri, memiliki kemandirian emosional yang baik, serta prinsip hidup yang dipengaruhi oleh pola asuh dan pengalaman masa lalu. Kemandirian partisipan juga terlihat dalam pengambilan keputusan yang melibatkan diskusi keluarga. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam mendukung kemandirian lansia.
Peran Workplace Well-Being dalam Meningkatkan Work Engagement pada Karyawan Di PT X Siswantoro, Gigo Bimby; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i12025p21-34

Abstract

Work engagement is an important aspect that employees should possess, as it is one of the factors that can make a company productive. PT X is a growing cigarette distribution company. PT X has significant development potential due to the increasing number of tobacco product users. Therefore, the work engagement of employees is crucial to support productivity at PT X. Workplace well-being is a predictor of work engagement. Thus, this study aims to examine the role of workplace well-being in enhancing work engagement among employees at PT X. This research uses a quantitative method with purposive non-random sampling as the sampling technique. A total of 65 participants, all employees of PT X, were involved in this study. The research instruments used include the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) to measure work engagement and the Workplace Well-being Questionnaire (WWQ) to measure workplace well-being. The results show that workplace well-being plays a role in increasing work engagement among employees at PT X, contributing 42.1%. This finding can provide valuable insights for the company to improve employee work engagement through workplace well-being. AbstrakWork engagement merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh karyawan. Sebab salah satu hal yang dapat membuat perusahaan menjadi produktif salah satunya karena work engagement karyawan. PT X merupakan salah satu perusahaan distribusi rokok yang sedang berkembang. PT X memiliki banyak potensi pengembangan perusahaan dikarenakan adanya peningkatan pengguna produk hasil tembakau. Sehingga perlunya work engagement yang dimiliki karyawan untuk mendukung produktivitas bagi PT X. Workplace well-being ditemukan menjadi prediktor dari work engagement. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran workplace well-being dalam meningkatakan work engagement pada karyawan PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel ialah purposive non-random sampling. Total partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebesar 65 partisipan yang merupakan karyawan PT X. Instrumen penelitian yang digunakan berupa Utrecht Work Engagement Scale (UWES) untuk mengukur variabel work engagement dan Workplace Well-being Questionnaire (WWQ) untuk mengukur variabel workplace well-being. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran workplace well-being dalam meningkatkan work engagement pada karyawan di PT X, dengan kontribusi yang diberikan sebesar 42,1%. Sehingga hal ini dapat menjadi masukan bagi perusahaan untuk dapat meningkatkan work engagement karyawan melalui workplace well-being.
Validitas dan Reliabilitas Skala Kesepian Harwanto, Aditya Putra; Putri, Seilla Selviana; Yulingga, Sevina Dwi; Asfari, Nur Amin Barokah
Flourishing Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i12025p48-57

Abstract

New students often face adaptation challenges that can lead to loneliness, which can affect psychological well-being and academic achievement. This study aims to develop a valid and reliable loneliness measurement scale specific to freshmen, based on the previous theory of loneliness by Russell (1978). The approach used a 5-point Likert scale with participants totaling 99 freshmen selected using a purposive sampling method. The validation process involved content validity testing by experts using Aiken's V and construct validity analysis through Confirmatory Factor Analysis (CFA). The validity test results showed Aiken's V ≥ 0.91 and model fit with indicators of RMSEA = 0.075, CFI = 0.923, and TLI = 0.914. The reliability of the scale calculated using Cronbach Alpha was 0.950, indicating excellent internal consistency. Of the initial 27 items, 20 items were retained after psychometric testing. This instrument contributes to the development of psychological measurement tools to support more targeted interventions to reduce loneliness in freshmen. AbstrakMahasiswa baru acap kali menghadapi tantangan adaptasi yang dapat memunculkan rasa kesepian, kondisi tersebut dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis dan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan skala pengukuran kesepian yang valid dan reliabel yang spesifik untuk mahasiswa baru, berdasarkan teori kesepian terdahulu oleh Russell (1978). Pendekatan ini menggunakan skala Likert 5 poin dengan partisipan berjumlah 99 mahasiswa baru yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Proses validasi melibatkan uji validitas isi oleh ahli menggunakan Aiken’s V dan analisis validitas konstruk melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil uji validitas menunjukkan Aiken’s V ≥ 0,91 dan model fit dengan indikator RMSEA = 0,075, CFI= 0,923, dan TLI = 0,914. Reliabilitas skala dihitung menggunakan Cronbach Alpha sebesar 0,950, menunjukkan konsistensi internal yang sangat baik. Dari 27 item awal, 20 item dipertahankan setelah uji psikometrik. Instrumen ini berkontribusi pada pengembangan alat ukur psikologi untuk mendukung intervensi yang lebih terarah dalam mengurangi kesepian pada mahasiswa baru.
Online Support Communities untuk Anak dengan Keluarga Broken Home: Studi Fenomenologi Sakina, Rahma Lailatus; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i42025p192-198

Abstract

Children from broken homes are those who come from disharmonious and unstable family environments, which can lead to various psychological impacts such as emotional distress and a sense of insecurity. Therefore, social support is necessary as a platform for these individuals to cope with their broken home situations. Social support is crucial for helping individuals understand themselves and solve their problems with the assistance or presence of others. An online support community serves as one form of social support that children from broken homes can utilize. This study employs a qualitative phenomenological research method. Data were collected through interviews with three informants who came from broken home families. The findings reveal that online support communities play a significant role in providing emotional support and information for children affected by broken homes. However, one of the challenges identified is the lack of physical closeness among members, which limits the expression of certain forms of physical affection or direct support. AbstrakAnak dari keluarga broken home adalah mereka yang berasal dari lingkungan keluarga yang tidak harmonis dan tidak stabil, yang dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis seperti tekanan emosional dan rasa tidak aman. Oleh karena itu, dukungan sosial diperlukan sebagai wadah bagi individu tersebut untuk menghadapi situasi broken home yang mereka alami. Dukungan sosial sangat penting untuk membantu individu memahami diri sendiri dan menyelesaikan permasalahan dengan bantuan atau kehadiran orang lain. Komunitas dukungan daring (online support community) menjadi salah satu bentuk dukungan sosial yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan tiga informan yang berasal dari keluarga broken home. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunitas dukungan daring berperan penting dalam memberikan dukungan emosional dan informasi bagi anak-anak yang terdampak broken home. Namun, salah satu tantangan yang ditemukan adalah kurangnya kedekatan fisik antaranggota, yang membatasi ekspresi atau bantuan nyata secara langsung.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Tenaga Kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kota X Miranda, Aurelia; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i42025p199-211

Abstract

This study aims to provide a comprehensive understanding of the psychological well-being of healthcare workers in the X City Correctional Institution. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach; the interviews used are semi-structured and conducted with five participants who have worked for more than 5 years. The study is guided by Ryff's six dimensions of psychological well-being. Thematic data analysis and member checks ensure validity. The results of the analysis show that optimal psychological well-being of health workers is reflected in a positive attitude towards themselves and their work, opportunities for self-development, meaning of work, and harmonious relationships. Conversely, suboptimal psychological well-being is characterized by negative views, job discomfort, limited development opportunities, career ambiguity, poor interpersonal relationships, lack of autonomy, and difficulty managing patient burden and interactions. In conclusion, the psychological well-being of health workers in correctional institutions is influenced by the complex interaction of individual characteristics, work environment, self-development, interpersonal relationships, training programs, and adequate resource support. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kota X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan lima partisipan yang telah bekerja lebih dari 5 tahun. Penelitian ini berpedoman pada enam dimensi kesejahteraan psikologis Ryff. Analisis data dengan analisis tematik dan member check memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan yang optimal tercermin dari sikap positif terhadap diri dan pekerjaan, peluang pengembangan diri, makna kerja, serta hubungan harmonis. Sebaliknya, kesejahteraan psikologis yang kurang optimal ditandai dengan pandangan negatif, ketidaknyamanan kerja, kesempatan pengembangan terbatas, ketidakjelasan karir, hubungan interpersonal buruk, kurangnya otonomi, kesulitan mengelola beban, dan interaksi pasien. Dapat disimpulkan bahwa Kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di lembaga pemasyarakatan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara karakteristik individu, lingkungan kerja, peluang pengembangan diri, hubungan interpersonal, serta program pelatihan dan dukungan sumber daya yang memadai. Faktor-faktor tersebut secara kolektif berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di lembaga pemasyarakatan.
Mendampingi atau Mengontrol? Peran Mediasi Orang Tua terhadap Cyberbullying Remaja Marvianto, Ramadhan Dwi; Santhoso, Fauzan Heru; Purwanto, Budi
Flourishing Journal Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i42025p212-223

Abstract

The increasing number of internet and social media users, in addition to bringing positive impacts, it brings negative impacts, one of which is the phenomenon of cyberbullying. Cyberbullying is an act of verbal or non-verbal violence committed through social media. The cause of cyberbullying through mass media occurs for several reasons, one of which is the role of parents in supervising their children's interactions in cyberspace. Parental mediation in assisting their children surfing in cyberspace can be divided into three, namely: Restrictive Mediation, Evaluative Mediation, and Co-using. The purpose of this study is to see the role of each mediation on student cyberbullying behavior. Two scales, namely the parental mediation scale and the cyberbullying behavior scale, were used to collect research data. Data was collected through an online survey of 329 high school students in Yogyakarta city. Latent score analysis was conducted using the Structural Equation Modeling method. The results showed that restrictive mediation has a positive role, and evaluative mediation has a significant negative role on cyberbullying behavior. Meanwhile, co-using mediation does not play a significant role. AbstrakSemakin banyaknya pengguna internet dan media sosial, selain membawa dampak positif, hal ini membawa dampak negatif, salah satunya yaitu fenomena cyberbullying (perundungan). Cyberbullying adalah tindakan kekerasan secara verbal maupun nonverbal yang dilakukan melalui media sosial. Penyebab cyberbullying melalui media massa salah satu diantaranya adalah peran orang tua dalam mengawasi anaknya berinteraksi di dunia maya. Mediasi orang tua dalam mendampingi putra putrinya berselancar di dunia maya dibedakan menjadi tiga, yaitu: Mediasi pembatasan (Restrictive Mediation), Mediasi evaluatif (Evaluative Mediation), dan Penggunaan bersama (Co using). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peran masing-masing mediasi terhadap perilaku cyberbullying siswa. Dua skala yaitu skala mediasi orang tua dan skala perilaku cyberbullying digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Data dikumpulkan melalui survei online kepada 329 siswa SMA di kota Yogyakarta. Analisis skor laten dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi pembatasan (restrictive mediation) mempunyai peran positif dan mediasi evaluatif (evaluative mediation) memiliki peran negatif yang signifikan terhadap perilaku cyberbullying sedangkan, mediasi penggunaan bersama (co-using mediation) tidak memberikan peranan yang signifikan.