cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 202 Documents
Pengaruh Aroma Kopi terhadap Working Memory pada Mahasiswa Annisa Permata Elgasari; Muhammad Ferdyansyah; Rosyida Maya Sabaro; Siti Ahmada Fa’ida; Sofia Rahma Salsabila Khairunisa; Laila Indra Lestari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i82024p358-366

Abstract

Working memory enables students to absorb new information and actively combine it with prior knowledge. Working memory is intimately related to students’ academic abilities and high-level cognitive processes. The purpose of this study is to determine how coffee fragrance affects working memory. This survey included 62 students from Malang City, aged 18 to 25. The experimental research design employed a between-subjects design. Each partition was randomly assigned to one of two treatment groups: experimental or control (coffee aroma versus no coffee fragrance). The results of this investigation revealed no significant difference in accuracy between the experimental and control groups (p = 0.455; t = -0.752). As a result, we may conclude that the aroma of coffee has no substantial influence on students' working memory. Subsequent analysis indicated that there was no statistically significant difference in reaction time (RT) between the experimental group exposed to coffee aroma and the control group (p = 0.677; t = 0.420). These findings suggest that coffee aroma does not exert a significant influence on working memory performance among university students. AbstrakWorking memory menjadikan mahasiswa secara aktif memproses informasi baru dan mampu menggabungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada. Bagi mahasiswa, working memory sangat berkaitan erat dengan kemampuan akademik hingga pemrosesan kogntiif tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh aroma kopi terhadap working memory. Partisipan penelitian ini adalah mahasiswa di Kota Malang yang berjumlah 62 orang dengan rentang usia 18–25 tahun. Desain penelitian eksperimen menggunakan between-subject design. Setiap partisipan ditugaskan secara acak pada salah satu dari dua kelompok perlakuan, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (aroma kopi vs. tanpa aroma kopi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada akurasi antara kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0.455 ; t=-0.752). Selanjutnya, hasil analisis juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada waktu reaksi (RT) antara kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0,677 ; t = 0,420). Dengan demikian, aroma kopi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap working memory pada mahasiswa.
Efektivitas Green Advertising terhadap Purchase Intention pada Green Cosmetic Product Cindyviera Zuriel Questania; Khoyimatus Sa’adha; Shuhaima; Reval Furqon Nugraha; Yaumul Rahmi
Flourishing Journal Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i82024p367-374

Abstract

Today, the need for skin care and make-up is a concern for women. Therefore, marketers in the cosmetics industry are using different ways to attract buyers, one of which is the technique of green advertising. This study was conducted to determine whether green advertising influences purchase intention for Love Beauty and Planet products. This research is an experimental study with a two-group design. In this study, the experimental group was exposed to green advertising while the control group was not exposed to green advertising. The results of the assumption test showed that the data were not normally distributed, so the researchers used the non-parametric Mann-Whitney U test to test the hypothesis. The results of the hypothesis test show that green advertising affects purchase intention for Love Beauty and Planet products, which is consistent with previous studies. This study proves that green advertising effectively increases consumers' purchase intention for Love Beauty and Planet products. It means that when consumers are exposed to advertisements that highlight the green theme of a product (such as Love Beauty and Planet), they tend to be more interested in buying the product. AbstrakSaat ini, kebutuhan akan skincare dan make up menjadi perhatian para wanita. Sehingga para pelaku industri kosmetik melakukan berbagai cara untuk menarik minat pembelinya, salah satunya adalah teknik pengiklanan dengan green advertising. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah green advertising memiliki pengaruh pada purchase intention untuk produk Love Beauty and Planet. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen desain dua kelompok. Pada penelitian ini kelompok eksperimen diberikan paparan berupa green advertising sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberikan green advertising. Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga peneliti menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney U untuk menguji hipotesis. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa green advertising berpengaruh terhadap purchase intention pada produk kosmetik Love Beauty and Planet. Penelitian ini membuktikan bahwa green advertising efektif dalam meningkatkan purchase intention terhadap produk Love Beauty and Planet. Hal ini berarti ketika konsumen dihadapkan pada iklan yang mengangkat tema green (ramah lingkungan) dari suatu produk (seperti Love Beauty and Planet), mereka cenderung lebih tertarik untuk membeli produk tersebut.
Menelusuri Penyebab, Dampak, dan Solusi dalam kasus Pseudocyesis: Sebuah Tinjauan Literatur Fadilah, Moza A.; Erdenwarmansyah, Renandry P. P.; Saputri, Rizkyta S.; Lestari, Laila I.
Flourishing Journal Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i92024p439-448

Abstract

Pseudocyesis or false pregnancy is a condition where a woman feels all the symptoms of pregnancy, but there is no fetus in the uterus. The research aimed to understand the rare phenomenon of pseudocyesis that occurs in the community, starting from factors, impacts, and prevention and treatment solutions. The method used in this research is literature review and uses secondary data from previous studies. Data was obtained from journal portals such as Google Scholar and Sage Journal with the keywords “Pseudocyesis” and “Pregnancy”. The author used journals from 2001 to 2024. Many factors including psychological factors, endocrinological disorders, and social culture can influence. The impacts experienced by women with pseudocyesis include physical, social, medical, emotional and psychological impacts. Solutions that can be provided are conducting physical examinations on women, conducting consultations, and seeking professional assistance related to interventions that can help, as well as providing understanding to those closest to providing dukungan to women. The implication of this study is that women are expected to pay more attention to their health and keep away from conditions that trigger excessive stress. The closest environment, especially spouses and families, can provide dukungan for a better prognosis. AbstrakPseudocyesis atau kehamilan semu merupakan kondisi dimana wanita merasakan semua gejala kehamilan, namun tidak terdapat janin di dalam rahim. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memahami fenomena langka pseudocyesis yang terjadi di masyarakat mulai dari faktor, dampak, solusi pencegahan, serta penanganannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review atau kajian literatur, dan memakai data sekunder dari penelitian sebelumnya. Data didapat dari portal jurnal seperti Google Scholar dan Sage Journal dengan kata kunci “pseudocyesis” dan “kehamilan”. Penulis menggunakan jurnal dalam rentang waktu 2001 hingga 2024. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pseudocyesis merupakan kondisi yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya faktor psikologis, gangguan endokrinologi dan sosial budaya. Dampak yang dialami oleh wanita dengan pseudocyesis meliputi dampak fisik, sosial, medis, emosi dan psikologis. Solusi yang dapat diberikan yaitu melakukan pemeriksaan fisik pada wanita, melakukan konsultasi, serta mencari bantuan profesional terkait dengan intervensi yang dapat membantu, serta memberikan pemahaman kepada orang-orang terdekat agar memberikan dukungan kepada wanita. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan wanita lebih memperhatikan kesehatannya dan menjaga terhindar dari kondisi yang memicu stres berlebih. Lingkungan terdekat terutama pasangan dan keluarga dapat memberikan dukungan untuk prognosis yang lebih baik.
Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa yang Memiliki Orang Tua Tiri Adhin, Tectona Prasetya; Rahmanda, Meisyahira Risma; Sari, Marta Anggun Puspita; Edy, Dewi Fatmasari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p519-529

Abstract

In the family, the close relationship between children and parents is an important aspect that can affect a person's psychological well-being. However, the arrival of stepparents may bring changes in the order of family life so that it will affect the psychological well-being of the person. This study aims to explore and understand aspects of psychological well-being that arise in college students who have stepparents. The method used is a qualitative research method with a phenomenological approach. There were four participants in the study. Data collection was conducted through semi-structured interview techniques. Meanwhile, data analysis techniques use thematic analysis. The results revealed significant findings related to psychological well-being in students who have stepparents. Each participant expressed a positive view of themselves, determined life decisions independently, but admitted his closeness to stepparents. In addition, their life goals are influenced by values, and they have a different picture of the ideal place to live. The findings provide an in-depth understanding of college students' experiences with stepparents and their implications for their psychological well- being. Abstrak Dalam keluarga, hubungan kedekatan antara anak dan orang tua merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang. Namun, kedatangan orang tua tiri mungkin akan membawa perubahan dalam tatanan kehidupan keluarga sehingga akan berpengaruh pada kesejahteran psikologis orang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami aspek kesejahteraan psikologis yang muncul pada mahasiswa yang memiliki orang tua tiri. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Terdapat empat partisipan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara semi terstruktur. Sementara, teknik analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil yang ditemukan yaitu mengungkap temuan signifikan terkait kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang memiliki orang tua tiri. Setiap partisipan mengekspresikan pandangan positif terhadap diri mereka sendiri, menentukan keputusan hidup secara mandiri, tetapi mengakui ketidakdekatannya dengan orang tua tiri. Selain itu, tujuan hidup mereka dipengaruhi oleh nilai-nilai, dan mereka memiliki gambaran tempat tinggal ideal yang berbeda. Temuan ini memberikan pemahaman mendalam tentang pengalaman mahasiswa dengan orang tua tiri dan implikasinya terhadap kesejahteraan psikologis mereka.
Hubungan Antara Penerimaan Diri dengan Kecenderungan Narsistik Perempuan Dewasa Awal Pengguna TikTok Putri, Dylla Kartika Ayu; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i92024p430-438

Abstract

The use of social media, especially TikTok, can have negative impacts on its users, such as the emergence of narcissistic tendencies. One factor contributing to the emergence of narcissistic tendencies is the lack of self-acceptance in individuals. Individuals in early adulthood are among the most active users of TikTok. At this stage, individuals explore various things to form their self-integration. One of the ways to explore oneself is through social media. The purpose of this study is to explore the relationship between self-acceptance and narcissistic tendencies among young adult women who use TikTok. The participants in this study were young adult women aged 20 to 40 who were selected using an accidental sampling method. In this study, a total of 156 participants were involved. The results of this study showed that there was a correlation or relationship between self-acceptance and narcissistic tendencies among young adult women who use TikTok (r = -0.269; p < .001). The strength of the relationship is weak and the direction is negative, indicating that the higher the self-acceptance, the lower the narcissistic tendencies. AbstrakPenggunaan media sosial khususnya TikTok dapat memiliki dampak negatif pagi penggunanya, seperti munculnya kecenderungan narsistik. Salah satu faktor dari munculnya kecenderungan narsistik adalah kurangnya penerimaan diri yang dimiliki individu. Individu pada tahap dewasa awal merupakan salah satu pengguna aktif TikTok. Pada tahapan ini, individu mencoba mengeksplorasi berbagai hal untuk membentuk integrasi dirinya. Eksplorasi diri yang dilakukan salah satunya melalui media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan penerimaan diri dengan kecenderungan narsistik perempuan dewasa awal pengguna TikTok. Partisipan dalam penelitian ini adalah perempuan dewasa awal berusia antara 20 hingga 40 tahun yang dipilih dengan menggunakan metode sampling aksidental. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 156 partisipan yang terlibat. Penelitian ini menunjukkan hasil terdapat korelasi atau hubungan penerimaan diri dengan kecenderungan narsistik pada perempuan dewasa awal pengguna TikTok (r = -0,269; p < .001). Tingkat hubungannya lemah dan arahnya negatif meenunjukkan semakin tinggi penerimaan diri maka semakin rendah kecenderungan narsistik.
Gambaran Hubungan Parasosial Pembaca Dewasa Awal dengan Karakter Fiksi dalam Webtoon Wiweka, Charisma Septian; Syavitri, Risya Meidhina; Samodra , Wisnu
Flourishing Journal Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i92024p386-411

Abstract

Early adults with age range of 18-40 y.o., are included in Erikson's psychosocial stage with the task of intimacy versus isolation. This means individuals must be able to build intimate relationships or become socially isolated. Intimate relationships formed may take a different form than usual. One is the way individuals form types of parasocial relationships, with fictional characters in some cases. On the other hand, there is one media that is developing rapidly and is famous for the nature and depiction of its fictional characters, namely webtoon. Departing from this phenomenon, this research aims to explore the description of the parasocial relationships of early adult readers with fictional characters in webtoons. The method used is a qualitative research method with a phenomenological approach model. Data collection was carried out using semi-structured interviews and data was analyzed using thematic analysis techniques. Based on the analysis of data that has been collected, results show that parasocial relationships of early adult readers with fictional characters in webtoons are manifested in two different types: romantic and non-romantic parasocial relationships. These parasocial relationships are also formed in affective, behavioral, cognitive and decisional manifestations, with characteristics of one-way relationship and having parasocial paradox. AbstrakIndividu dewasa awal, dengan rentang usia 18-40 tahun, termasuk dalam tahap psikososial oleh Erikson sebagai tahap perkembangan dengan tugas intimacy versus isolation. Hal ini berarti individu harus bisa membangun hubungan intim atau menjadi terisolasi secara sosial. Seiring berubahnya zaman, hubungan intim yang dibentuk dalam masa dewasa awal ini bisa jadi berbentuk berbeda daripada umumnya. Salah satunya adalah cara individu dewasa awal membentuk jenis hubungan parasosial, dengan karakter fiksi pada beberapa kasus. Di sisi lain, pada dekade terakhir terdapat satu media yang sedang berkembang pesat dan terkenal dengan sifat dan penggambaran karakter fiksinya, yaitu media webtoon. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi gambaran hubungan parasosial pembaca dewasa awal dengan karakter fiksi di dalam webtoon. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan model pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur dan data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Berdasarkan analisis data yang sudah dikumpulkan, didapatkan hasil bahwa hubungan parasosial pembaca dewasa awal dengan karakter fiksi di webtoon terwujud dalam dua jenis hubungan yang berbeda, yaitu hubungan parasosial romantis dan non-romantis. Hubungan parasosial tersebut juga terbentuk dalam manifestasi afeksi, perilaku, kognitif, serta desisional, dengan karakteristik hubungan satu arah dan memiliki paradoks parasosial.
Hubungan Stigma Afiliasi dan Kualitas Hidup Pengasuh Anak Gangguan Spektrum Autisme Masyithah, Izza Ulya; Bisri, Moh.
Flourishing Journal Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i92024p412-429

Abstract

Autism spectrum disorder is a neurological and developmental disorder that affects an individual's ability to behave and perform social interaction, learning and communication. Autism spectrum disorder cases not only affect the individual but also affect family life. The quality of life of caregivers of children with autism spectrum disorders is not only faced with the level of the child's autism disorder but also the negative social attitudes of society, which in this case is affiliate stigma. This study aims to determine the relationship between affiliate stigma and the quality of life of caregivers of children with autism spectrum disorders. The research method used is a quantitative method with a correlational research design. The population of this research is the community of caregivers of autistic children in Malang City with 42 community members participating. The results of this study found that there was a significant relationship between affiliate stigma and the quality of life of caregivers of children with autism spectrum disorders and it was negatively correlated a coefficient of -0.536. This shows that the lower the level of stigmatization of belonging, the higher the level of quality of life. AbstrakGangguan spektrum autisme merupakan gangguan neurologis dan perkembangan yang mempengaruhi kemampuan individu untuk berperilaku serta melakukan interaksi sosial, belajar dan komunikasi. Kasus gangguan spektrum autism tidak hanya mempengaruhi individu melainkan juga mempengaruhi kehidupan keluarga. Kualitas hidup pengasuh anak dengan gangguan spektrum autism tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat gangguan autisme anak, tetapi juga sikap sosial negatif masyarakat yang dalam hal ini adalah stigma afiliasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stigma afiliasi dan kualitas hidup pengasuh anak gangguan spektrum autisme. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian ini yakni komunitas para pengasuh anak autis di Kota Malang dengan jumlah responden yang berpartisipasi sebanyak 42 anggota komunitas. Hasil penelitian ini ditemukan terdapat hubungan yang signifikan antara stigma afiliasi dan kualitas hidup pengasuh anak gangguan spektrum autisme serta berkorelasi secara negatif dengan koefisien -0,536. Hal ini menunjukkan semakin rendah tingkat stigma afiliasi maka akan semakin tinggi tingkat kualitas hidup.
Gambaran Strategi Koping pada Guru Pendamping Khusus Hanani, Media; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 4 No. 9 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i92024p449-469

Abstract

The comparison of the number of shadow teachers to children with special needs is still far from ideal. This causes pressure on shadow teachers because of the increasing number of tasks carried out which has an impact on decreasing performance, so that an appropriate strategy is needed to manage this pressure. Therefore, this study was conducted with the aim of seeing a picture of the coping strategies used by shadow teachers. This study is a qualitative study with a case study approach. The participants in this study were shadow teachers in Pekalongan City. The data collection technique used in this study was a semi-structured in-depth interview. The data analysis method used was thematic data analysis. While the data validity method in this study used participant check data validity. The results of the study found that coping strategies focused on problem solving were more widely used in dealing with stress while solving the source of the problems experienced. Meanwhile, emotional-focused coping strategies were also used side by side with problem-focused coping to help manage negative emotions from the stress experienced to help determine more effective problem-solving actions. AbstrakPerbandingan jumlah guru pendamping khusus dengan anak berkebutuhan khusus masih jauh dari ideal. Hal tersebut menimbulkan tekanan bagi guru pendamping khusus karena semakin banyaknya tugas yang dilakukan hingga berdampak pada menurunnya kinerja, sehingga diperlukan strategi yang sesuai dalam mengelola tekanan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat gambaran strategi koping yang digunakan pada guru pendamping khusus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan penelitian ini merupakan guru pendamping khusus di Kota Pekalongan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam semi terstruktur. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah analisis data tematik. Sedangkan metode validitas data dalam penelitian ini menggunakan validitas data cek partisipan. Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan bahwa strategi koping berfokus penyelesaian masalah lebih banyak digunakan dalam mengatasi tekanan sekaligus menyelesaikan sumber permasalahan yang dialami. Sementara strategi koping berfokus emosi juga digunakan berdampingan dengan koping berfokus penyelesaian masalah untuk membantu mengelola emosi negatif dari tekanan yang dialami sehingga membantu menentukan tindakan penyelesaian masalah secara lebih efektif.
Pengaruh Mobile Game Bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) terhadap Atensi Gamers Vinanda, Ailsa Nabila Putri; Miranda, Aurelia; Diva, Dinda Aina Salsabila; Ahmadi, Diva Amara Nagea; Kemalleka, Marco; Lestari, Laila Indra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p470-480

Abstract

Attention is a fundamental cognitive process in the function of human anatomy, namely the brain. The mobile game industry continues to evolve both in terms of users and product variants. The activity of playing mobile games in the Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) genre, such as Mobile Legends, is considered to require players to pay more attention when playing, for example in developing effective strategies to win the game. This study aims to determine the differences in attention between gamers and non-gamers. This study uses an experimental method with a between-subject research design and involves 60 participants consisting of 30 MOBA gamers as the control group and 30 non-gamers MOBA as the experimental group. The participants' attention was measured using an attention level measuring tool in the CogLab application version 2.0. The results of the study conducted through the independent samples t-test showed that there was a significant difference in attention between gamers and non-gamers with a significance value of p = 0.039. so the conclusion is that the level of attention in gamer participants as the control group showed higher results than non-gamer participants as the experimental group. AbstrakAtensi merupakan proses kognitif fundamental pada fungsi anatomi manusia, yaitu otak. Industri mobile game terus berevolusi baik dari sisi pengguna maupun varian produknya. Aktivitas bermain mobile game bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), seperti Mobile Legends dianggap menuntut para pemainnya untuk memberikan atensi lebih ketika bermain misalnya dalam menyusun strategi yang efektif untuk bisa memenangkan permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan atensi pada gamers dan non gamers. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian between-subject serta melibatkan 60 partisipan yang terdiri dari 30 gamers MOBA sebagai kelompok kontrol dan 30 non-gamers MOBA sebagai kelompok eksperimen. Adapun atensi partisipan diukur menggunakan alat ukur tingkat atensi pada aplikasi CogLab versi 2.0. Hasil penelitian yang dilakukan melalui uji independent samples t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan atas atensi pada gamers dan non gamers dengan nilai signifikansi p = 0.039. sehingga kesimpulannya adalah tingkat atensi pada partisipan gamers sebagai kelompok kontrol menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibanding partisipan non gamers sebagai kelompok eksperimen.
Pengelolaan Cfa pada Instrumen Skala Body Appreciation Scale (Bas-2) Menggunakan Software Lisrel Sholikhah, Nikmatus; Nirwana, Nila Turkhudus; Sakha, Nisrina Nabila; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p481-491

Abstract

Body appreciation is a concept that refers to the appreciation or positive regard an individual has for their own body. Understanding body perception plays a crucial role as it can shape an individual’s self-concept. Individuals with good body appreciation are often linked to better well-being. Developing instruments related to body appreciation in a cultural context is essential, as it allows for measuring body appreciation within a specific culture. The aim of this study is to examine the construct validity of the Body Appreciation Scale (BAS-2) instrument. This research is a quantitative study using the Confirmatory Factor Analysis (CFA) measurement model. Participants in this study were college students aged 18–25 years from across Indonesia. The initial CFA results indicated that some models were not a good fit, prompting modifications to achieve a model that meets the fit criteria. After achieving an overall data fit, further validity and reliability tests showed that the convergent validity was not met. Thus, the BAS-2 instrument in this study needs to be retested in future research. AbstrakBody appreciation merupakan konsep yang merujuk pada penghargaan atau apresiasi yang seseorang miliki terhadap tubuhnya sendiri. Pemahaman terhadap persepsi tubuh memberi peranan penting karena hal ini dapat membentuk konsep diri bagi individu. Individu dengan body appreciation yang baik cenderung berhubungan dengan well-being. Pengembangan instrumen terkait body appreciation dalam konteks budaya diperlukan sebab hal ini dapat menjadi upaya pengukuran body appreciation dalam suatu budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari instrumen body appreciation scale (BAS-2). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan model pengukuran Confirmatory Factor Analysis (CFA). Partisipan pada penelitian ini merupakan mahasiswa berusia 18 – 25 tahun di seluruh Indonesia. Hasil CFA awal yang terdapat beberapa model yang tidak fit, lalu dilakukan modifikasi agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan kriteria sehingga mendapatkan hasil keseluruhan data fit. Pada pengelolaan hasil fit setelah di uji validitas dan reliabilitas ternyata pada validitas konvergennya tidak terpenuhi. Sehingga instrument BAS-2 pada penelitian ini perlu diuji kembali dengan penelitian selanjutnya.