cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 202 Documents
Pengaruh Mendengarkan Musik terhadap Memori pada Mahasiswa Subandrio, Dhea Mariella; Kuswandari, Nanda Alifia; Rahayu, Nanda Putri; Salsabila, Natasya Hanum; Dihandrijayanti, Salsabila; Lestari, Laila Indra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p492-503

Abstract

Memory is the process of storing, processing, remembering and retrieving information with a range of short-term to long-term memory. Everyone has various ways and styles of learning, one of the most common learning styles used by students is studying while listening to music. This study aims to determine the performance of memory in students of the State University of Malang in the activity of reading a text while listening to music from various genres, such as pop music and classical music. This study took 60 participants from the State University of Malang by setting exclusion criteria in the form of participants who were not students from the chemistry or pharmacy departments. This study used a single factor and between-subject design research method with random assignment into three groups. The random assignment process was carried out by directly randomizing participants into level groups, the implementation of the experiment was not carried out classically, participants were divided back into small groups of 4-5 people in each group. The results showed that there was no significant difference in listening to music on memory in students in the music group, both popular and classical, against the research conducted by the group. AbstrakMemori adalah proses dalam menyimpan, memproses, mengingat dan mengambil informasi dengan jangkauan ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Dalam proses kegiatan belajar setiap individu memiliki berbagai macam cara dan gaya dalam belajarnya, salah satu cara gaya belajar yang paling sering dilakukan oleh para mahasiswa adalah belajar sambil mendengarkan musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja memori pada mahasiswa Universitas Negeri Malang pada kegiatan membaca sebuah teks sambil mendengarkan musik dari berbagai genre, seperti musik pop dan musik klasik. Penelitian ini mengambil partisipan sebanyak 60 orang mahasiswa/i Universitas Negeri Malang dengan menetapkan kriteria eksklusi berupa partisipan bukanlah mahasiswa yang berasal dari rumpun departemen kimia maupun farmasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian single factor dan between-subject design dengan random assignment ke dalam ketiga kelompok. Proses random assignment dilakukan dengan mengacak secara langsung partisipan ke dalam kelompok level, pelaksanaan eksperimen tidak dilakukan secara klasikal, partisipan dibagi kembali ke dalam kelompok-kelompok kecil berisi 4-5 orang di masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam mendengarkan musik terhadap memori pada mahasiswa pada kelompok musik baik dari populer maupun klasik terhadap penelitian yang dilakukan oleh kelompok.
Validitas Konstruk Alat Ukur College Academic Self-efficacy Scale pada Mahasiswa Musyafirah, Tiara Dewi; Tira, Usagi Alifa; Rosalia, Vinka; Fajriyah, Zahyrina Akhsanti; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p504-510

Abstract

Academic self-efficacy refers to an individual's ability to engage in learning activities to achieve academic goals. Measuring academic self-efficacy among students is necessary to gain an overview of the self-efficacy they possess and to identify appropriate intervention steps to support academic success. There are several instruments for measuring academic self-efficacy, one of which is the College Academic Self-Efficacy Scale (CASES). This instrument was adapted into Indonesian in 2022, but its measurement has been limited to content validity. This study aims to re-examine the construct validity of the adapted CASES measure to determine whether each factor aligns with the cultural context. The testing will be conducted through a quantitative research design. The sampling technique will use purposive sampling with a total sample of 116 respondents, who are active students at universities in Indonesia. Data analysis will utilize the JASP application to perform Confirmatory Factor Analysis (CFA). Psychometric results indicate that the adapted CASES has not achieved a fit model. This suggests that the CASES measure still needs further development. AbstrakEfikasi diri akademik adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk menjalankan aktivitas belajar untuk mencapai tujuan akademik. Pengukuran terkait efikasi akademik di kalangan mahasiswa diperlukan agar membantu melihat gambaran efikasi akademik yang dimiliki mahasiswa serta untuk mengindentifikasi langkah intervensi yang tepat dalam menunjang keberhasilan akademik. Terdapat beberapa instrumen untuk pengukuran academic self-esteem, salah satunya College Academic Self-Efficacy Scale (CASES). Instrumen tersebut telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia pada tahun 2022, namun masih terbatas pada pengukuran validitas isi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali validitas konstruk dari alat ukur CASES yang telah diadaptasi agar diketahui setiap faktor yang ada sesuai konteks budaya. Pengujian dilakukan melalui desain penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 116 responden yang merupakan mahasiswa aktif di universitas di Indonesia. Analisis data menggunakan aplikasi JASP untuk melakukan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil psikometri menunjukkan bahwa CASES yang telah diadaptasi belum mendaptkan model yang fit. Hal ini menunjukkan bahwa alat ukur CASES masih perlu untuk dikembangkan lebih lanjut.
Efek Musik Klasik terhadap Working Memory: Studi Eksperimen pada Mahasiswa di Malang Raya Windraguri, Hajarotul Annisa; Subagyo, Syafiga Nafis Mufarrohah; Arum, Adinda Ajeng Puspa; Arsyad, Dhanendra Abdillah; Setiawan, Salik Dharma; Lestari, Laila Indra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p511-518

Abstract

Working memory is an interesting thing to study, especially among students because it can support lecture activities, such as storing information and remembering lecture material. This study aims to examine the effect of classical music, namely Mozart K448 on working memory in college students. The method of this research is experimental using between-subject design. The number of participants in this study was 61, with 29 participants being the experimental group and 32 participants being the control group. The research procedure involved the use of randomization to reduce individual differences in each group or as a control technique in this experiment. To measure working memory, the researcher utilized the Coglab application. The results of this study showed that classical music had no significant effect on working memory performance in university students. The study also identified several factors that may have influenced the results of the experiment, such as the room temperature, the venue, and the participants' music preferences that have shifted to classical music, which could be confounding variables in the study. AbstrakWorking memory termasuk hal yang menarik diteliti khusus pada kalangan mahasiswa karena dapat menunjang aktivitas perkuliahan, seperti menyimpan informasi dan mengingat materi perkuliahan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh musik klasik, yaitu Mozart Sonata K448 terhadap working memory pada mahasiswa. Metode dari penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan between subject design. Jumlah partisipan penelitian ini sebanyak 61, dengan 29 partisipan menjadi kelompok eksperimen dan 32 partisipan sebagai kelompok kontrol. Prosedur penelitian melibatkan penggunaan randomisasi untuk mengurangi perbedaan individu pada setiap kelompok atau sebagai teknik kontrol dalam eksperimen ini. Untuk mengukur working memory, peneliti menggunaan aplikasi Coglab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yaitu musik klasik tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja working memory pada mahasiswa. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen, seperti suhu ruangan, tempat pelaksanaan eksperimen, dan preferensi musik partisipan yang sudah bergeser sehingga musik klasik kurang diminati, dimana hal tersebut dapat menjadi variabel perancu dalam penelitian.
Perkembangan Bahasa dan Kemampuan Sosial pada Anak Speech Delay Heryanti, Amanda Putri; Yahman, Femas Arifin; Hermawati, Zahra Putri; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p530-538

Abstract

Children with speech delay disorders have difficulty expressing their language orally. This can cause difficulties for children to socialize and adapt to their environment. This research was carried out with the aim of exploring language development and social skills in speech delayed children. Literature review is the method used in writing this article. Based on the results of research conducted, results were obtained which showed that language development in speech delayed children tended to have less than perfect pronunciation of certain words and only responded to stimuli with non-verbal responses. The social skills of children who suffer from speech delays will have difficulty adapting to people in their immediate circle, especially in communicating. Factors that cause speech delay include the number of languages spoken, economic and social factors in the family, use of gadgets, and genetic factors. The handling strategies that can be carried out include guiding the child to speak in correct and appropriate language which is done repeatedly, paying attention to the words the child says when speaking, correcting his speech if the child makes mistakes in pronunciation, carrying out oral stimulation, and using the storytelling method as a stimulus to provoke children to talk. AbstrakAnak dengan gangguan speech delay memiliki kesulitan untuk menyatakan bahasanya secara lisan. Hal tersebut dapat menimbulkan kesulitan yang dialami anak untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Dilaksanakannya penelitian ini dengan tujuan untuk mengeksplorasi perkembangan bahasa dan kemampuan sosial pada anak speech delay. Literature review menjadi metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini. Bersumber pada hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa perkembangan bahasa pada anak speech delay cenderung memiliki pengucapan kata-kata tertentu yang kurang sempurna dan hanya merespon stimulus dengan respon non-verbal. Kemampuan sosial pada anak yang mengidap terlambat berbicara akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan orang-orang di lingkup terdekatnya khususnya dalam berkomunikasi. Faktor penyebab speech delay meliputi banyaknya bahasa yang digunakan, faktor ekonomi dan sosial keluarganya, penggunaan gadget, dan faktor genetik. Adapun strategi penanganan yang bisa dilakukan diantaranya menuntun anak untuk berbicara dengan bahasa yang benar dan tepat yang dilakukan berulang kali, memperhatikan kata yang diucapkan anak ketika berbicara, mengoreksi ucapannya jika anak mengalami kekeliruan dalam penyebutan, melakukan stimulasi oral, dan menggunakan metode bercerita sebagai stimulus untuk memancing anak berbicara.
Penyusunan Instrumen Tes Prestasi Mata Pelajaran Matematika Pada Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Wanesti, Nabilah Silvania; Setiawan, Roni; Sabaro, Rosyida Maya; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p539-544

Abstract

Academic achievement tests are important instruments to measure a person's academic success. The purpose of this study was to determine the development of mathematics achievement tests for grade V elementary school. The respondents of this study were fifth-grade students of public elementary schools in Malang City. The data analysis method was carried out by conducting distractor analysis on the Jamovi 2.4.11 program to assess the question items and the performance of wrong and correct answers in multiple-choice questions. The reliability test was carried out by reliability analysis with Cronbach's ???? scale in the Jamovi 2.4.11 program. The validity evidence through expert judgment by 3 grade 5 elementary school teachers in Malang City. The results of this study indicate that the characteristics of the mathematics test in the category of item difficulty levels in percentage terms are dominant, and the items of the triggers are quite effective. The reliability of the instrument developed has a high level based on Cronbach's analysis of 0.74 and McDonalds analysis of 0.75. AbstrakTes prestasi akademik menjadi instrumen penting untuk mengukur keberhasilan akademik seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan tes prestasi matematika kelas V SD. Responden dari penelitian ini adalah 92 siswa kelas lima sekolah dasar (SD) negeri di Kota Malang. Metode analisis data dilakukan dengan melakukan distractor analysis pada program Jamovi 2.4.11 untuk menilai aitem soal dan kinerja jawaban yang salah dan benar dalam soal pilihan ganda. Uji reliabilitas dilakukan dengan analisis reliabilitas dengan skala Cronbach’s ???? pada program Jamovi 2.4.11. Bukti validitas melalui expert judgement oleh 3 orang guru SD kelas 5 di Kota Malang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik tes Matematika pada kategori tingkat kesulitan butir dalam persentase adalah dominan butir pengecoh cukup efektif. Reliabilitas instrumen yang dikembangkan memiliki tingkat yang tinggi berdasarkan pada analisis Cronbach sebesar 0,74 dan analisis McDonalds sebesar 0,75.
Pentingnya Peran Lingkungan dalam Perkembangan Sosioemosional pada Anak Usia Middle Childhood Purba, Julia; Sharon, Sofia Ruth; Al Faza, Rajendra Ahmad Dhafin; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p545-553

Abstract

The socio-emotional development of children in middle childhood is a crucial stage influenced by family, school, and peer environments. During this period, children begin to show significant improvements in social and emotional abilities and start to understand more complex social concepts such as friendship, conflict, and cooperation. This study aims to explore how various environmental aspects affect the socio-emotional maturity of children during this stage. Through a literature review of various research sources from the past ten years (2014-2024), it was found that secure attachment with parents, especially fathers, plays a significant role in the development of a child's self-esteem. A positive school environment and good relationships between students and teachers support better self-regulation and self-concept, while conflicts with teachers can disrupt a child's self-regulation. Reciprocal friendships among peers contribute to increased self-esteem and empathy. A supportive home environment and positive parenting also play a role in the consistent development of empathy. The conclusion of this study underscores the importance of positive relationships and consistent support from parents, teachers, and peers in shaping the socio-emotional development of children during middle childhood. AbstrakPerkembangan sosioemosional anak usia kanak-kanak menengah merupakan tahap penting yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan teman sebaya. Pada tahap ini, anak-anak mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan sosial dan emosional, serta mulai memahami konsep sosial yang lebih kompleks seperti persahabatan, konflik, dan kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai aspek lingkungan mempengaruhi kematangan sosio emosional anak pada periode ini. Melalui tinjauan literatur dari berbagai sumber penelitian dalam sepuluh tahun terakhir (2014-2024), ditemukan bahwa keterikatan yang aman dengan orang tua, terutama ayah, berperan besar dalam perkembangan self-esteem anak. Lingkungan sekolah yang positif dan hubungan yang baik antara siswa dan guru mendukung regulasi diri dan konsep diri yang lebih baik, sementara konflik dengan guru dapat mengganggu regulasi diri anak. Teman sebaya yang memiliki hubungan persahabatan timbal balik berkontribusi pada peningkatan self-esteem dan empati. Lingkungan rumah yang mendukung dan pengasuhan positif juga berperan dalam perkembangan empati yang konsisten. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya hubungan yang positif dan dukungan konsisten dari orang tua, guru, dan teman sebaya dalam membentuk perkembangan sosioemosional anak pada masa kanak-kanak menengah.
Efektivitas Pelatihan Self Talk untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang Sahrainda, Anindyfa; Putri, Chariesma Amelia; Laurent, Cindy Hersyera; Ramadhani, Putri Adisty; Azhari, Rafifah Indra; Rahmi, Yaumul
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p554-562

Abstract

This study aims to determine the effect of self-talk training on self-confidence of psychology students at State University of Malang. This study used experimental research methods with a quantitative approach. The design used in this study was a pretest-posttest control group design using a questionnaire as a data collection tool. The subjects in this study were 104 participants who were psychology students at State University of Malang in semester 2 and 4. The research was conducted offline at the Faculty of Psychology, State University of Malang. Data were obtained by conducting pretests and posttests using a self-confidence scale. Data analysis used in this research is Mann-Whitney U Test. The results showed that there was a difference in self-confidence in the group given self-talk training (KE) with the untreated group (KK) with a significance level value of 0.003 (p <0.05). This means that there is an effect of self-talk on student self-confidence. Thus, self-talk training is effective for increasing the self-confidence of psychology students at State University of Malang. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan self talk terhadap kepercayaan diri mahasiswa psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpulan data. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 104 partisipan yang merupakan mahasiswa psikologi Universitas Negeri Malang semester 2 dan 4. Penelitian dilakukan secara luring di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Data diperoleh dengan melakukan pretest dan posttest menggunakan skala kepercayaan diri. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata (mean) kepercayaan diri pada kelompok yang diberi pelatihan self talk (KE) dengan kelompok yang tidak diberi perlakuan (KK) dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0,003 (p<0,05). Hal ini berarti terdapat pengaruh self talk terhadap kepercayaan diri mahasiswa. Sehingga, pelatihan self talk efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa psikologi Universitas Negeri Malang.
Analisis Keterampilan Komunikasi Interpesonal Siswa SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang Maizura, Nining; Indreswari, Henny; Eva, Nur
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p563-570

Abstract

Interpersonal communication skills are important skills that support student success in both social and academic aspects. This study was motivated by students' low communication skills, which can hinder effective interaction and collaboration in various contexts. The purpose of this study was to describe the level of students' interpersonal communication skills and provide development recommendations based on the research findings. This research used descriptive quantitative method with 176 students of SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang as subjects. The research instrument was an adoption of a previously developed instrument, referring to Devito's interpersonal communication theory. The results showed that the majority of students had interpersonal communication skills in the low category, indicating an urgent need for the development of these skills through targeted interventions. In conclusion, improving students' interpersonal communication skills can be done through guidance and counseling programs based on effective communication training, peer counseling, and technology integration in the learning process. This study recommends the importance of collaboration between counselors, teachers, and parents in creating an environment that supports the development of communication skills. Further studies are recommended to explore specific factors that influence student communication to strengthen the effectiveness of future interventions. AbstrakKemampuan komunikasi interpersonal merupakan keterampilan penting yang mendukung keberhasilan siswa baik dalam aspek sosial maupun akademik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan komunikasi siswa, yang dapat menghambat interaksi efektif dan kolaborasi dalam berbagai konteks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan komunikasi interpersonal siswa dan memberikan rekomendasi pengembangan berdasarkan temuan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 176 siswa SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang. Instrumen penelitian merupakan adopsi dari instrumen yang dikembangkan sebelumnya, merujuk pada teori komunikasi interpersonal Devito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan komunikasi interpersonal pada kategori rendah, yang mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk pengembangan keterampilan ini melalui intervensi yang terarah. Kesimpulannya, peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal siswa dapat dilakukan melalui program bimbingan dan konseling berbasis pelatihan komunikasi efektif, peer counseling, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan keterampilan komunikasi. Studi lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi komunikasi siswa guna memperkuat efektivitas intervensi di masa mendatang.
Hubungan Self-efficacy dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Kencono, Sekar Lintang; Napitupulu, Zefanya Angelique; Abqori, Ahmad Zaka; Fatiha, Shallaisya Ainnur; Vardia , Melly Amalia
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p571-579

Abstract

Academic achievement stated as one of the indicators of study success. One of the factors that influence academic achievement is self-efficacy. Self-efficacy is a psychological aspect that exists within individuals to succeed. High and low self-efficacy can be related to individual achievement or success. The aim of this study is to determine the relationship between self-efficacy and academic achievement in students, specifically students at the State University of Malang. This study uses a quantitative approach with correlational research methods. The sampling technique used was simple random sampling with a total of 165 participants involved. The instrument used was The Academic Self-efficacy Scale (TASES) developed by Sagone & Caroli (2014) which has been adapted. From the correlation coefficient test using SPSS 25, r=0.291 was obtained with a significance value of 0.000 (p>0.05). The results of this study indicate that there is a positive relationship with a weak degree of relationship between self-efficacy and learning achievement. AbstrakPrestasi akademik dinayatakan sebagai salah satu indikator keberhasilan studi. Salah satu faktor yang memengaruhi prestasi akademik adalah self-efficacy. Self-efficacy merupakan aspek psikologis yang ada dalam diri individu untuk berhasil. Tinggi rendahnya self-efficacy dapat berhubungan dengan prestasi atau keberhasilan individu. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan self-efficacy dengan prestasi akademik pada mahasiswa, secara khusus mahasiswa Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan total partisipan yang terlibat sebanyak 165 orang. Instrumen yang digunakan adalah The Academic Self-efficacy Scale (TASES) yang dikembangkan oleh Sagone & Caroli (2014) yang telah diadaptasi. Dari uji koefisien korelasi menggunakan SPSS 25, diperoleh r=0,624 dengan nilai signifikansi 0.000 (p>0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dengan derajat hubungan yang lemah antara self-efficacy dan prestasi belajar.
Efek Latar Lingkungan Belajar terhadap Capaian Akademik Matematika Siswa Sekolah Dasar Rizky, Maulana; Kinanthi, Puan Sayidina Massayu; Aziz, Rafi Raihan; Ramdhaniyya; Rahmi, Yaumul
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p580-590

Abstract

Based on PISA 2022 data, as many as 82% of participating countries, including Indonesia, experienced a decline in mathematics competency scores. In Indonesia, around 71% of students do not achieve minimum competency in mathematics, and 81.67% of elementary school students have below-average mathematical problem-solving abilities. One of the factors that hinders student learning achievement is boredom. Previous research has shown that creating a new and interactive learning environment can reduce boredom. Therefore, this study aims to identify the effectiveness of indoor and outdoor learning environments on elementary school students' academic achievement in mathematics. This study uses an experimental quantitative design with a two-group matched independent measure approach to compare the two learning environments, namely indoor and outdoor environments. The results showed no significant difference between indoor and outdoor learning environments on students' academic achievement. Statistical analysis produced a t value of 0.307 and a Sig value (2-tailed) of 0.760 (p> 0.05), which means that both learning environments have the same effect on students' academic achievement in mathematics. These findings indicate that the learning environment, both indoor and outdoor, does not significantly affect elementary school students' learning outcomes in mathematics. AbstrakBerdasarkan data PISA 2022, sebanyak 82% negara peserta, termasuk Indonesia, mengalami penurunan skor kompetensi matematika. Di Indonesia, sekitar 71% siswa tidak mencapai kompetensi minimum dalam matematika, dan 81,67%, siswa SD memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis di bawah rata-rata. Salah satu faktor yang menghambat capaian belajar siswa adalah kebosanan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan belajar baru dan interaktif dapat mengurangi kebosanan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas lingkungan belajar indoor dan outdoor terhadap capaian akademik matematika siswa SD. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimental dengan pendekatan two-group matched independent measure untuk membandingkan antara lingkungan indoor dan outdoor. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara lingkungan belajar indoor dan outdoor terhadap capaian akademik siswa. Analisis statistik menghasilkan nilai t sebesar 0.307 dan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.760 (p > 0.05), yang berarti kedua lingkungan belajar memiliki efek yang sama terhadap capaian akademik matematika siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan belajar, baik indoor maupun outdoor tidak secara signifikan mempengaruhi hasil belajar siswa SD dalam mata pelajaran matematika.