cover
Contact Name
Dwi Bhakti Indri M
Contact Email
indrimdwibhakti@gmail.com
Phone
+6281330541008
Journal Mail Official
aulada.ikhac@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Lt. 1 Jl. Tirtowening Bendungan Jati Pacet Mojokerto
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak
ISSN : -     EISSN : 26561638     DOI : https://doi.org/10.31538/aulada
AULADA adalah jurnal yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel hasil diskusi, pemikiran dan penelitian dalam bidang pendidikan dan perkembangan anak khususnya usia dini. Jurnal AULADA diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu Semester Ganjil dan Genap.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2019): PIAUD" : 6 Documents clear
Efektifitas Cinema Therapy untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Korban Perceraian Orang Tua Salis Khoiriyati; Eka Rizki Amalia
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 1 No 2 (2019): PIAUD
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.58 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v1i2.211

Abstract

This study aims to find out how effective cinema therapy is to increase parents' trust. in this study, subjects were given intervention by showing several films that had a storyline that was almost the same as the subject's life. in the film there is a motivation that there is nothing to worry about from parents' divorce. In addition, psychoeducation is also given to families who care for children who are victims of divorce
IMPROVING THE EARLY CHILDHOOD LANGUAGE SKILLS THROUGH SINGING ACTIVITY Eka Rizki Amalia; Hasana Hasana
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 1 No 2 (2019): PIAUD
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.463 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v1i2.242

Abstract

During the children’s development, they will encounter a stage called the golden age. This stage is the most vital stage in children’s improvement since they will develop and grow quickly. This stage is the establishment for creating psychological, motoric, socio-emotional, religious, moral and language capacities. As to improvement of youngsters' language skills, it will be ideal on the off chance that it is led with incitement from the encompassing both from the guardians or family and the teachers. This literature study talks about the significance of directing and fostering the youngsters' language abilities from early childhood and exercises that can bolster the incitement procedure of early children’s language skills. The result of the literature review demonstrate that childrens’ language skills must be coordinated and supported since early childhood. An individual's language skills demonstrate his insight in communicating certain words and sentences normally and absolutely. For early childhood, the best stimulation is given by singing activities. Singing activities cannot be isolated from social relations, both with the surrounding, society, friends, and family. By singing activities, children will be acquainted with how to regard others, to place themselves in another condition, and train their capacity to communicate.
PENGARUH PERAN GURU DAN SERVICE LEARNING TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DI KELOMPOK BERMAIN AL HASANAH DESA SAJEN KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO Luluil Maknuun
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 1 No 2 (2019): PIAUD
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.124 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v1i2.334

Abstract

ABSTRAK Pendidikan karakter adalah nyawa dari pendidikan untuk generasi muda. Jila selama ini anak hanya dibebani dengan tugas yang diberikan guru untuk menjadi idola seperti yang dibayangkan pihak luar, pada pendidikan karakter peserta didik dididik untuk menjadi dirinya sendiri dalam keserasian dengan orang lain, lingkungan dan masa depan bangsa. Pendidikan karakter adalah sejatinya melalui pemahaman konsep, aplikasi dan refleksi serta penyaturagaan hakikat diri sebagai manusia cerdas dan otonom yang mampu untuk berbuat yang terbaik untuk diinya sendiri, lingkungan, bangsa dan agama. Guru merupakan model yang akan diserap peserta didik, untuk itu dibutuhkan metode pembelajaran penyatuan antara pengetahuan, refleksi dan amalan. Demikian kuatnya pengaruh guru dibutuhkan orientasi baru guru dalam mendidik karakter yaitu kemampuan pemberdayaan dan pembangunan masyarakat. Guru harus memahami, dapat menarik manfaat langsung dan sekaligus mampu mengembangkan struktur baru dalam masyarakat yang akan memberikan makna langsung bagi peserta didik. Pembangunan masyarakat bagi anak usia dini adalah keterlibatan langsung anak pada kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat dibawah kerjasama antara guru dengan masyarakat secara berkesinambungan.
Peran Guru RA sebagai Pembimbing Tiyas Syarifatul Hilmy; Dwi Bhakti Indri M
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 1 No 2 (2019): PIAUD
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/aulada.v1i2.553

Abstract

Anak adalah pilar bangsa, masa depan negara ini sangat ditentukan oleh masa depan anak-anak kita, yang pada 10-20 tahun lagi akan menjadi pemimpin di negri ini. Jika anak-anak tersebut berkembang dengan baik, maka mereka akan tumbuh dengan tingkah laku dan karakter yang baik. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Karena proses belajar-mengajar mengandung serangkaian perbuatan pendidik/guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar-mengajar ini memiliki arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif.Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan menanamkan sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.Tugas dan fungsi guru diatur dalam Undang Undang No. 20 Tahun 2003 dan Undang Undang No. 14 Tahun 2005 bahwa peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai dan pengevaluasi dari peserta didik. Metode mengajar dengan pembelajaran sama dengan kemampuan dalam menggunakan metode pembelajaran, memberi pengertian tidak hanya dengan kata-kata saja sama dengan berkata dengan berbuat, tidak terikat dengan satu teks book sama dengan seorang guru harus intelek, dan lain-lain. Peranan guru meliputi banyak hal, yaitu guru dapat berperan sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan belajar, peren-cana pembelajaran, supervisor, motivator, dan sebagai evaluator.Guru yang baik adalah guru yang memiliki karakteristik kepribadian. Dalam arti sederhana, kepribadian ini bersifat hakiki individu yang mencerminkan pada sikap dan perbuatannya yang membedakan dirinya dengan yang lain. Mc Leod (1989) mengartikan kepribadian sebagai sifat khas yang dimiliki seseorang. Dalam hal ini, kata lain yang sangat dekat artinya dengan kepribadian adalah karakter dan identitas.
Telaah Perilaku Salah Suai dalam Pendidikan Islam Anak Usia Dini Annisa Rahmilah Bakri; Nining Syarifah; Dwi Bhakti Indri M
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 1 No 2 (2019): PIAUD
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/aulada.v1i2.554

Abstract

Pada saat sekarang ini masyarakat dibuat kaget kan merosotnya nilai – nilai kemanusiaan yang saat ini telah hilang. Seyogyanya anak – anak yang merupakan generasi penerus bangsa masa depannya telah direnggut oleh perilaku orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Media yang seharusnya digunakan untuk komunikasi justru di salah gunakanleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Terjadinya penyimpangan perikaku pada ada karena kurangnya komunikasi yang baik dengan orang tua, kurangnya pengawasan yang diberikan kepada anak, sehingga anak menjadi mudah terpengaruh dengan dunia luar tanpa pengawasan orang tua. Untuk menghindari semua hal tersebut diperlukan terjalinnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak,sehingga orang tua dapat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh anak dan apa saja yang di rasakan oleh anak, terlebih lagi di era digital sekarang ini. Kondisi lingkungan dan juga orang tua sangat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Setelah semua hal itu menjadi satu bisa di pastikan bahwa akan mengurangiperilaku menyimpang pada anak. Apa lagi dengan anak – anak usia dini yang masih mudah untuk dipengaruhi, maka dari itu sangat diperlukan pengawasan – pengawasan dari pendidik maupun orang tua dalam mendidik anak, karena anak usia dini adalah imitasi terbaik, anak – anak akan sangat mudah meniru apa saja yang dilakukan oleh orang yang berada di sekitarnya apalagi hal tersebut adalah orang tuanya sendiri maka juga anak akan lebih mudah meniru. Maka dari itu orang tua perlu untuk menjaga sikap di dihadapan anak agar tidak terjadi perilaku menyimpang pada anak dan perkembangannya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DI SD NEGERI BABATAN V SURABAYA Rezki Nurma Fitria
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 1 No 2 (2019): PIAUD
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/aulada.v1i2.555

Abstract

Pendidikan Inklusif adalah pemberian kesempatan yang sama kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk memperoleh pendidikan di sekolah reguler. Fokus dalam penelitian ini adalah (1) Implementasi pendidikan inklusif di SD Negeri Babatan V Surabaya, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi pendidikan inklusif di SD Negeri Babatan V Surabaya, dan (3) Upaya sekolah dalam menindaklanjuti pendidikan inklusif di SD Negeri Babatan V Surabaya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan penelitian menggunakan studi kasus. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) wawancara terstruktur, (2) observasi partisipasi pasif, dan (3) studi dokumentasi. Teknik untuk keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Teknik keabsahan data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Hasil penelitian di lapangan mengenai implementasi pendidikan inklusif di SD Negeri Babatan V Surabaya dapat dijelaskan sebagai berikut (1) Implementasi pendidikan inklusif SD Negeri Babatan V Surabaya dengan melibatkan Guru Pendamping Khusus (GPK), terdapat 3 ruang kelas untuk ABK yang terdiri dari: kelas regular, kelas motivasi, dan kelas khusus, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi pendidikan inklusif SD Negeri Babatan V Surabaya adalah kurangnya motivasi guru untuk memodifikasi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan ABK, (3) Tindak lanjut dari implementasi pendidikan inklusif SD Negeri Babatan V Surabaya adalah kepala sekolah dengan melibatkan seluruh stakeholder sekolah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman untuk semua peserta didik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6