cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2017): November 2017" : 33 Documents clear
Pengaruh Suhu Pengeringan dan Pregelatinisasi Parutan Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) terhadap Mutu Organoleptik “Kue Adee” Gusryan Muhardiansyah; Novi Safriani; Nida El Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.871 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.1216

Abstract

ABSTRAK. Penggunaan bahan baku ubi kayu segar dalam pembuatan kue adee kurang efektif karena harus melakukan pemarutan terlebih dahulu setiap kali pembuatan sehingga memperpanjang waktu pembuatan kue adee. Untuk mengurangi waktu pembuatan kue adee, perlu dilakukan modifikasi terhadap bahan baku ubi kayu segar, yaitu dengan cara pregelatinisasi dan mengeringkan ubi kayu parut. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama yaitu suhu pengeringan (S) yang terdiri atas 3 taraf yaitu S1 = 60oC, S2 = 70oC, dan S3 = 80oC. Faktor kedua yaitu pregelatinisasi parutan ubi (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1 = tanpa pregelatinisasi, P2 = pregelatinisasi suhu 60oC dan P3 = pregelatinisasi 70oC. Kombinasi perlakuan dalam penelitian ini adalah 3 x 3 = 9 dengan menggunakan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan berpengaruh sangat nyata terhadap hedonik tekstur. Nilai hedonik tekstur kue adee tertinggi 3,67 (suka) diperoleh pada suhu 70oC. Perlakuan pregelatinisasi berpengaruh sangat nyata terhadap hedonik warna dan hedonik tekstur. Nilai hedonik warna dan tekstur meningkat pada pregelatinisasi suhu 60oC. Interaksi suhu pengeringan dan pregelatinisasi berpengaruh nyata terhadap hedonik tekstur serta berpengaruh tidak nyata terhadap hedonik warna, aroma, dan rasa. Kue adee perlakuan terbaik berdasarkan uji organoleptik diperoleh pada perlakuan pregelatinisasi 60oC dan suhu pengeringan 70oC.
Efek Penggunaan Campuran Tepung Kulit Pisang Fermentasi, Bungkil Kelapa, dan Minyak Sawit Terhadap Bobot dan Persentase Organ Saluran Pencernaan dan Sirkulasi Itik Peking Humaira Asra; Zulfan Zulfan; Muhammad Daud
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5376

Abstract

Abstrak.    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan campuran tepung kulit pisang fermentasi,   bungkil kelapa,  minyak sawit, dan  feed supplement sebagai substitusi sebagian ransum komersil terhadap bobot dan persentase organ pencernaan dan sirkulasi itik peking.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Univeritas Syiah Kuala, tanggal  22 Februari‒19 April 2017.  Penelitian ini menggunakan 96 ekor anak itik peking (Day Old Duck).   Rancangan yang digunakan adalah  Rancangan Acak Kelompok dengan Subsampel (Randomized Block Design with Subsampling) terdiri dari 4 perlakuan, 4 kelompok, dan 2 subsampling.  Tiap kelompok merupakan unit percobaan,  masing-masing terdiri dari enam ekor itik.  Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + minyak sawit +  feed supplement sebanyak masing-masing 0% (P1),  4+2,5+0,5+1% (P2),  8+5+1+1% (P3),  dan 12+7,5+1,5+1% (P4).  Parameter yang diamati meliputi berat dan persentase organ pencernaan  (crop, gizzard, usus, hati, pancreas) dan organ sirkulasi (jantung, limpa, dan darah).  Hasil  penelitian memperlihatkan campuran tepung kulit pisang fermentasi sebanyak 12% ditambah bungkil kelapa 7,5%,  minyak kelapa 1,5%,  dan feed supplement  1%  dapat digunakan untuk mensubstitusi ransum komersil itik peking sampai 22%  selama periode pemeliharaan 3‒8 minggu tanpa berpengaruh nyata (P0,05) terhadap bobot dan persentase organ pencernaan dan sirkulasi itik peking. (Effect of  Inclusion of  Fermented  Banana Peel Meal to the Weights and Percentages of  Digestion and Circulatory Organs of  Peking Ducks)  Abstract.   The aim of present study was to determine effect of  inclusion of fermented banana  peel meal + coconut meal + coconut oil + feed supplement as partial substitution of  duck commercial diet  to the weights and percentages of  digestion and circulatory organs of peking ducks.  The study was conducted in Field Laboratory of Animal Husbandry,  Livestock Department,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University,  February 22  until April 19, 2017.   As many as 96 peking DOD were used in this study.  The study was performed into randomized block design with subsamples (RBD with subsamples),  consisted of  4 treatments,   4  blocks,  and 2 subsamples.  Each group was an experimental unit, each consisting of six ducks.  The treatment was the inclusion of  fermented banana peel meal + coconut meal + coconut oil + feed supplement with the level of  0% (P1),  4+2,5+0,5+1% (P2),  8+5+1+1% (P3),  and 12+7,5+1,5+1% (P4), respectively.   The parameters observed were the weights and percentages of digestion organs (crop, gizzard, intestine,  liver, pancreas,) and circulatory organs  of  peking ducks.  The results of study showed that inclusion of  up to 12% fermented banana peel + 7,5% coconut meal + 1% coconut oil + 1% feed supplement as partial substitution of  commercial diet did not significantly (P0.05) affect on  the weights and percentages  of  digestion and circulatory organs of peking ducks.    
Studi Potensi Buah Kurma (Phoenix dactylifera L), Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Perubahan karakterisitk Susu Acidophillus Sarlini Martha; Yurliasni Yurliasni; Yusdar Zakaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5367

Abstract

Abstrak.  Kualitas susu fermentasi sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan mikroba, kadar air, proses pengolahan, suhu dan lama penyimpanan. Variasi dan fluktuasi suhu pada saat penyimpanan dapat mempengaruhi mutu baik secara fisik, kimia dan mikrobiologi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan lama penyimpanan yang berbeda pada susu Acidophillus yang ditambah buah kurma. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A (suhu) terdiri dari A1=5 °C, A2=10 °C. Faktor B (lama penyimpanan) terdiri B1=0 hari, B2=14 hari, B3=28 hari, B4=42 hari dan dianalisis meliputi viabilitas L. acidophillus, nilai pH, kadar asam laktat, sineresis, dan kadar protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P0.01) terhadap viabilitas L. acidophillus, nilai pH, kadar asam laktat dan kadar protein, akan tetapi pada sineresis tidak terdapat pengaruh yang nyata.  Disimpulkan bahwa lama penyimpanan dapat mengakibatkan pertumbuhan L. acidophillus tidak stabil dan terjadinya perubahan karakteristik fisik susu Acidophillus.Study of dates Potensil (Phoenix dactylifera L), Temperature and Storage Length on Change of Acidophillus milk CharacteristicsAbstract. The quality of fermented milk is strongly influenced by the growth of microbes, moisture content, processing, temperature and storage time. Variations and fluctuations in temperature during storage may affect the quality of both physical, chemical and microbiological. The study aimed to study the effect of temperature and different storage time on Acidophillus milk plus dates.This research uses Completely Randomized Design (RAL) of factorial pattern consisting of 2 factors ie factor A (temperature) consisting of A1 = 5 °C, A2 = 10 °C. Factor B (storage duration) consisted of B1 = 0 days, B2 = 14 days, B3 = 28 days, B4 = 42 days and analyzed including viability of L. acidophillus, pH value, lactic acid level, syneresis, and protein content.The results showed that storage duration had significant effect (P 0.01) on the viability of L. acidophillus, pH value, lactic acid level and protein content, but there was no significant effect on sineresis. It was concluded that long storage may lead to unstable growth of L. acidophillus and the change in physical characteristics of Acidophilus milk.
Pengaruh Pemberian Tepung Kulit Pisang ( Musa sp) Sebagai Substirusi Sebagian Ransum Komersil Terhadap Efisisensi Ekonomis Pemeliharaan Itik Peking Sri Wahyuni; Cut Aida Fitri; Zulfan Zulfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5249

Abstract

Abstrak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil periode finisher dengan tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + minyak sawit  + feed supplement terhadap efisiensi ekonomis pemeliharaan itik peking.   Penelitian dilakukan  di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP),  Program Studi Perternakan,  Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala tanggal 22 Februari‒19 April 2017.   Penelitian menggunakan 100 ekor anak itik peking  produksi PT  Charoen Pokphand, Medan.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK),  terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kelompok.   Tiap kelompok merupakan unit percobaan,  masing-masing terdiri dari lima ekor itik.  Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian tepung kulit pisang fermentasi sebanyak 0, 4, 8, dan 12%.   Hasil penelitian memperlihatkan substitusi ransum komersil dengan tepung kulit pisang fermentasi + bungkil kelapa + minyak sawit  + feed supplement selama periode finisher menurunkan biaya ransum dan menaikkan IOFC dan total income.   Ransum komersil paling layak dan menguntungkan jika disubstitusi dengan 8% tepung kulit pisang fermentasi + 5% bungkil kelapa + 1% minyak sawit + 1%  feed supplement selama periode finisher.  Kata Kunci:  itik, income, kulit pisang fermentasi    Effect of  Feeding Fermented Banana (Musa sp) Peel Meal as Partial Substitution of Commercial Diet to Economic Efficiency of Raising Peking DucksAbstract.    The aim of present study was to determine effect of substitution commercial diet with fermented banana peel meal + coconut meal + coconut oil to economic efficiency of raising duck during grower/finisher period.     The study was conducted in Field Laboratory of  Animal Husbandry,  Livestock Department,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University,  February  22 until April 19, 2017.The study used 100 Peking DOD  males, produced by  PT  Charoen Pokphand, Medan.   The study was performed into block randomized design with subsamples,  consisting of  4 treatments and 4  blocks. Each block was an experimental unit, each consisting of  five ducks.   The treatment was  inclusion  of  fermented banana peel meal as many as 0% (P1), 4(P2), 8% (P3), and 12% (P4),   respectively.   Results of study showed that  inclusion of  fermented banana peel meal  + coconut meal + coconut oil as partial substitution of  commercial duck  diet during grower/finisher periode  reduced cost and increased IOFC as well as total income. It was suggested that the best level of substitution of  finisher commercial  diet was 8% fermented banana peel meal + 5% coconut meal + 1% coconut meal + 1% feed supplement.Key words:  duck,  banana peel, fermentation, income  
Kajian Pembuatan Es Krim Berbahan Dasar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dan Santan Kelapa Weza Hafidhitama; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Yanti Meldasari Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.82 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.1525

Abstract

Abstrak. Es krim merupakan jajanan yang digemari sehingga memiliki segmen pasar yang luas. Namun tidak semua orang bisa mengomsumsi es krim yang berasal dari susu karena tidak suka dengan aromanya atau menderita alergi susu. Salah satu solusinya yaitu pembuatan es krim nabati, yang pada penelitian ini digunakan bahan nabati berupa ubi jalar ungu dan santan kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembuatan es krim berbahan baku pati ubi jalar dan santan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan faktor yang dikaji adalah jumlah skim (persentase kapasitas serap air) (K) yang terdiri dari 5 taraf, yaitu jumlah skim 200 % (K1), jumlah skim 400 % (K2), jumlah skim 600 % (K3), jumlah skim 800 % (K4) dan jumlah skim 1000 % (K5). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan yaitu over run, kecepatan leleh, organoleptik (warna, teksturdan kecepatan leleh), serta analisis lemak, total antosianin, protein dan total mikroba pada sampel dengan perlakuan terbaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah skim berpengaruh sangat signifikan terhadap over run dan kecepatan leleh, dimana es krim memiliki over run berkisar 15,9 – 49,0 % dan kecepatan lelehnya 13,0 – 28,5 menit. Pada uji organoleptik, jumlah skim berpengaruh sangatnyata terhadap warna dan kecepatan leleh, dimana es krim memiliki warna berkisar dari ungu muda sampai ungu tua serta kecepatan lelehnya berkisar dari cepat sampai lambat. Berdasarkan uji Friedman, diperoleh es krim dengan perlakuan terbaik yaitu perlakuan jumlah skim 800 % (K4). Es krim dengan perlakuan terbaik memiliki kada protein 3,9 %, total antosianin 111,47 mg/L, lemak 7,2 % dan total mikroba 2 sel/ml. Kata kunci : Es Krim, Santan, Pasta Ubi Jalar, Kapasitas Serap Air, Over Run, Kecepatan Leleh
Evaluasi Kualitas Nutrisi Jerami Padi yang Difermentasi Menggunakan Saus Burger Pakan (SBP) Syam Shiddiq; Yunasri Usman; Sitti Wajizah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5591

Abstract

ABSTRAKJerami padi memiliki kualitas yang rendah, hal ini karena jerami padi memiliki kadar protein kasar rendah dan serat kasar yang tinggi serta lignin dan silika tinggi, mineral, kecernaan dan palatabilitas yang rendah. Peningkatan daya guna jerami padi untuk dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maka perlu dilakukan perbaikan kualitas nutrisi pakan dan kecernaannya. Sebagai limbah tanaman tua, jerami padi mengalami lignifikasi lanjut yang menyebabkan terjadinya ikatan kompleks antara lignin, selulosa dan hemiselulosa yang disebut lignoselulosa (Eun et al., 2006). Pengolahan jerami dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: amoniasi, fermentasi dan gabungan amoniasi dan fermentasi (amofer). Pengolahan jerami padi dengan cara fermentasi adalah pengolahan yang dilakukan secara biologi dengan penambahan mikroba yang bekerja secara anaerob. Proses fermentasi biasanya menggunakan mikroba aktif yang berfungsi untuk mempercepat proses penguraian bahan dan meningkatkan nilai nutrisi bahan, salah satunya dengan menggunakan Saus Burger Pakan (SBP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas nutrisi jerami padi yang difermentasi dengan Saus Burger Pakan, yang meliputi bahan kering, serat kasar, protein kasar dan kadar abu.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Syah Kuala, yang dilakukan  pada bulan April 2017 sampai dengan bulan Juni 2017. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jerami padi dan Saus Burger Pakan (SBP) dengan penambahan 5% molases, tepung sagu 3% dan 0,1% urea secara homogen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan JP0  merupakan kontrol tanpa SBP (0% SBP), perlakuan JP1 (2% SBP), perlakuan JP2 (3% SBP) dan JP3 (4% SBP). Parameter yang diamati adalah persentase bahan kering, serat kasar, protein kasar dan abu dengan menggunakan metode analisis proksimat. Data yang diperoleh ditabulasi, kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam/Analysis of Variance (ANOVA) yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diuji. Apabila terdapat pengaruh perlakuan, maka akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test/DMRT) (Steel dan Torrie, 1998).Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan Saus Burger Pakan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap persentase bahan kering dan serat kasar serta terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan Saus Burger Pakan, sedangkan terhadap persentase protein dan abu memperlihatkan tidak adanya pengaruh nyata (P0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Saus Burger Pakan dalam jerami padi  sampai dengan 4% belum optimal, hal ini dikarenakan aktivitas mikroba dalam proses fermentasi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan nutrisi dari substrat itu sendiri maupun nutrisi yang ditambahkan ke dalam media fermentasi sehingga dalam pemenuhan nutrisi untuk pertumbuhannya masih kurang. Penggunaan Saus Burger Pakan untuk peningkatan kualitas jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia belum efesien ditinjau dari persentase bahan kering, serat kasar dan abu yang masih tinggi, sedangkan persentase protein kasarnya masih cenderung rendah. 
Pengaruh Substitusi Pakan Organik dan Komersil Terhadap Kualitas Telur Ayam Crossbreeding (Jantan Kamaras dan Betina ALPU) Dian Silvia; Muhammad Aman Yaman; Yunasri Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5359

Abstract

Abstrak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh substitusi pakan organik dan komersil terhadap kualitas telur yang dihasilkan dari crossbreeding ayam jantan Kamaras dan betina ALPU. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP),  Program Studi Peternakan,  Fakultas Pertanian,  Universitas Syiah Kuala,  Darussalam,  Banda Aceh dan penetasan telur dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Produksi Ternak Unggas,  Program Studi Peternakan,  Fakultas Pertanian,  Universitas Syiah Kuala, tanggal 12 Februari hingga 19 Mei 2017. Penelitian menggunakan 24 ekor betina ALPU,  produksi LLP Unsyiah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RaL),  terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, masing – masing terdiri dari dua ekor ayam betina ALPU. Perlakuan yang  dicobakan adalah pemberian substitusi pakan organik dan komersil yang terdiri dari 18% protein dan 2800 kcal energi, 20% protein dan 2800 kcal energi, 18% protein dan 2900 kcal energi, 16% protein dan 3000 kcal energi. Parameter yang diamati meliputi  berat telur, fertilitas telur, daya tetas telur, sex rasio, berat badan DOC. Data aspek teknis dianalisis dengan Analysis of  Variance (ANOVA), jika didapatkan hasil yang berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (Steel danTorrie, 1993). Hasil penelitian memperlihatkan substitusi pakan organik dan komersil meningkatkan fertilitas telur dan pertambahan berat badan DOC umur 1 minggu. diberikan imbangan protein 16% dan energi 3000 kcal memiliki fertilitas dan pertambahan berat badan DOC yang baik.The Effect of Organic and Commercial Feed Substituion on The Quality of Crossbreeding Chicken Eggs (Male Kamaras and Female ALPU)Abstract. The purpose of this study was to observe the effect of organic and commercial feed substitution on egg quality resulting from crossbreeding male Kamaras and female ALPU. The study was conducted in FieldLaboratory of  Animal Husbandry, Department of Animal Science,  Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, and egg hatchery conducted at the Laboratory of Poultry Production Science and Technology, Livestock StudyProgram, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University . Since February 12 until May 19, 2017. The study used 24 female of ALPU, produced by LLP Unsyiah. The design used was Completely Randomized Design (RAL),consisting of 4 treatments and 3 replications, each consisting of two female ALPU. The experimental treatmentswere organic and commercial feed substitution consisting of 18% protein and 2800 kcal of energy, 20% proteinand 2800 kcal of energy, 18% protein and 2900 kcal of energy, 16% protein and 3000 kcal of energy. Parameters observed included egg weight, egg fertility, egg hatchability, sex ratio, body weight DOC. Technical as pect data were analyzed with Analysis of  Variance (ANOVA), if the results were significantly different, then continued with Duncan Multiple Range Test (Steel and Terry, 1993). The results showed that organic and commercial feed substitution increased egg fertility and weight gain of 1 week old DOC. It was concluded that feeding  a protein balance of 16% and 3000 kcal of energy has good fertility and weight gain DOC. 
Performans Rumput Setaria (Setaria spahcelata) yang Diberi Mikoriza Arbuskula dengan Level Berbeda Cut Purnama; Mira Delima; Asril Asril
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5208

Abstract

Abstrak.  Suatu penelitian tentang efektivitas mikoriza arbuskula terhadap performans rumput  setaria (Setaria sphacelata) telah dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) yang terletak di Jalan Utama Gampong Rukoh dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala mulai dari bulan Februari 2017 hingga April 2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui performans rumput setaria yang diberi mikoriza arbuskula. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan L0 adalah perlakuan kontrol/tanpa pemberian mikoriza arbuskula, perlakuan L1 adalah perlakuan dengan pemberian 5 gr mikoriza arbuskula per rumpun, perlakuan L2 adalah perlakuan dengan pemberian 10 gr mikoriza arbuskula per rumpun, sedangkan  perlakuan L3 adalah perlakuan dengan pemberian 15 gr mikoriza arbuskula per rumpun. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, berat segar akar dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mikoriza arbuskula tidak berpengaruh (P0,05)  terhadap tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, berat segar akar dan berat kering akar.The Performance of Setaria sphacelata on Different Level of Arbuscular Mycorrhizal Abstract. A reaserch concerning effectivity ofarbuscular mycorrhizal applied on setaria (Setaria sphacelata) grass was conducted at Field Laboratory Peternakan (LLP) located on Utama Street Gampong Rukoh andat Nutritional Science dan Feed Technology Laboratory,Department of Animal Husbandry Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University from February to April 2017. The objective of this research was to find setaria grass performance applied with arbuscular mycorrhizal. Completely Randomized Design was used in this research with 4 treatments (L0 = control/0 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps, L1 = 5 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps, L2 = 10 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps, and L3 = 15 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps. Plant height, leaf width, number of tillers, fresh root weight and dry root weight were the parameter determined. The statistical analisisindicated that there was no significant effect (P0.05) caused by treatments on plant height, leaf width, number of tillers, fresh root weight and dry rootweight. The results revealed that all level of arbuscular mycorrhizal applied showed no effectiveness on setaria grass performance. Abstract. A reaserch concerning effectivity ofarbuscular mycorrhizal applied on setaria (Setaria sphacelata) grass was conducted at Field Laboratory Peternakan (LLP) located on Utama Street Gampong Rukoh andat Nutritional Science dan Feed Technology Laboratory,Department of Animal Husbandry Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University from February to April 2017. The objective of this research was to find setaria grass performance applied with arbuscular mycorrhizal. Completely Randomized Design was used in this research with 4 treatments (L0 = control/0 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps, L1 = 5 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps, L2 = 10 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps, and L3 = 15 gr arbuscular mycorrhizal applied per clumps. Plant height, leaf width, number of tillers, fresh root weight and dry root weight were the parameter determined. The statistical analisisindicated that there was no significant effect (P0.05) caused by treatments on plant height, leaf width, number of tillers, fresh root weight and dry rootweight. The results revealed that all level of arbuscular mycorrhizal applied showed no effectiveness on setaria grass performance.
Analisi Produksi dan Pendapatan Petani Padi Sawah yang Menggunakan Pupuk Hayati Cair di Blang Cut Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar syukran syukran; ismayani ismayani; Fajri Jakfar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.171 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5553

Abstract

Abstrak. Hasil produksi padi sawah yang rendah diakibatkan oleh kerusakan tanah, kerusakan tanah disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia secara terus – menerus. Produksi tersebut mengakibatkan menurunnya pendapatan petani padi sawah. Terdapat inovasi terbaru mengenai cara pemupukan untuk membantu penyuburan tanah. Salah satu inovasi tersebut adalah pupuk hayati cair, penggunaan pupuk hayati cair dapat menurunkan penggunaan pupuk kimia sehingga dapat menurunkan biaya pemupukan kimia. Pengimplementasian pupuk ini dapat meningkatkan hasil produksi padi sawah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa besar penurunan biaya pemupukan kimia saat menggunakan pupuk hayati cair serta untuk mengetahui peningkatan pendapatan petani padi sawah setelah menggunakan pupuk hayati cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pupuk hayati cair dapat menekan biaya pemupukan kimia serta dapat meningkatkan hasil produksi padi dan pendapatan petani padi sawah.ANALYSIS OF PRODUCTION AND REVENUES OF PADDY FARMERS WHO USE LIQUIDE BIO - FERTILIZER IN VILLAGE BLANG CUT SUBDISTRICT SUKA MAKMUR DISTRICT ACEH BESARAbstract.Low production of paddy caused by defective soil. Devective soil caused by using chemical fertilizer continously. Low production of paddy caused decreasing income of paddy farmers. There was innovation about how to aid and fertilize the defective soil. One of the innovation is liquid bio-fertilizer. Application of liquid bio-fertilizers could provide less using chemical fertilizers. With the result that reduce chemical fertilizer oprational cost. Liquid bio-fertilizer not only fixing contexture of soil but also increasing production of paddy. Hence, this research purpose to show the magnitude of reducing chemical fertilizer oprasional costs along with using liquid bio- fertilizer and to find out the increasing of paddy farmers income afterwards. The result showed that by using liquid bio-fertilizer had reduced the cost of using chemical fertilizers, increased production, and increasing the income of paddy farmers. 
Kajian Keseragaman Kualitas Pengeringan Cabai Merah dengan Menggunakan Alat Pengering Tipe Hohenheim Edi Saputra; Mustaqimah Mustaqimah; Diswandi Nurba
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.197 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5451

Abstract

Hasil penelitian pengeringan cabai merah menunjukkan bahwa pada perlakuan tanpa blansir terdapat suhu rata-rata dalam ruang alat pengering pada hari pertama yaitu sebesar 54°C dan pada hari kedua yaitu sebesar 46,6°C,sedangkan suhu rata-rata pada perlakuan diblansir yaitu sebesar 58,6°C. Kelembaban relatif rata-rata dala ruang alat pengering pada perlakuan tanpa blansir pada hari pertama yaitu sebesar 40,2% dan kelembaban relatif rata-rata pada hari kedua yaitu sebesar 51%, sedangkan kelembaban relatif rata-rata pada perlakuan di blansir yaitu sebesar 35,7%. Kadar air akhir pada cabai merah kering dengan perlakuan tanpa blansir yaitu =9,84%, =10,50%, =10,06%, =9,84%,=10,28% dan =9,62%. Sedangkan Kadar air akhir pada cabai merah kering dengan perlakuan diblansir yaitu =9,74%, =9,74%, =10,36%, =10,15%,=9,74% dan =9,53%. Kandungan vitamin C didapat pada cabai merah kering dengan perlakuan tanpa blansir yaitu =39,33%, =43%, =45,6%, =44,93%,=41,27% dan =37,73%. Sedangkan kandungan vitamin C akhir pada cabai merah kering dengan perlakuan diblansir yaitu =34,13%, =37,4%,=40,8%, =38,87%,=36,07% dan =33,36%.Uji organoleptik Cabai merah kering menunjukkan bahwa panelis lebih banyak menyukai dengan perlakuan diblansir.Study The Uniformity Of Drying Quality Of Red Peppers Using Hohenheim Type DryersAbstract. From the results of red pepper cultivation research showed that on treatment without blancing there is average temperature in the dryer room on the first day that is equal to 54%°C and on the second day that is equal to 46,6°C, while the average temperature at the blancing treatment that is equal to 58,6°C. The average relative humidity in the drying chamber on the bluffing treatment on the first day is 40,2% and the average relative humidity on the second day is 51%, while the average relative humidity at the blancing treatment is 35,7%. The final water content of dried red pepper with bluff treatment is P1 = 9,84%, P2=10,50%, P3=10,06%, P4=9,84%, P5=10,28% and P6=9,62%. While the final water content of dried red pepper with blancing treatment is P1=9,74%, P2=9,74%, P3=10,36%, P4=10,15%, P5=9,74% and P6=9.53%. The content of vitamin C was found in dry red chilli with the treatment without blancing that is P1=39,33%, P2=43%, P3=45,6%, P4=44,93%, P5=41,27% and P6=37,73%. While the final vitamin C content of dried red pepper with blancing treatment is P1=34,13%, P2=37,4%, P3=40,8%, P4=38,87%, P5=36,07% and P6=33.36%. The red pepper organoleptic test showed that the panelists preferred the treatment in blancing.

Page 1 of 4 | Total Record : 33