cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021" : 13 Documents clear
Pengaruh Pemberian Kotoran Kambing dan Biochar terhadap Ketersediaan Hara Makro N, P, K Inceptisol Sarbaina Sarbaina; Zuraida Zuraida; Munawar Khalil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.923 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16987

Abstract

Abstrak. Inceptisol merupakan tanah yang baru berkembang biasanya mempunyai tekstur yang beragam dari kasar hingga halus, tergantung tingkat kelapukan bahan induknya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran kambing dan biochar sekam padi terhadap perubahan beberapa sifat kimia InceptisolRancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. sehingga jumlah keseluruhnya adalah 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran kambing dan biochar sekam padi berpengaruh sangat nyata terhadap pH tanah pada 30 dan 45 HSI, C-organik tanah pada 30 HSI, P tersedia serta K-dd tanah pada 30 dan 45 HSI sedangkan pemberian kotoran kambing dan biochar sekam padi berpengaruh nyata terhadap N total tanah pada 30 dan 45 HSI. Pengaruh pemberian kotoran kambing dan biochar sekam padi terhadap pH tanah, N-total tanah, P-tersedia dan K-dd pada masa inkubasi 30 hari lebih tinggi dibandingkan pada masa inkubasi 45 hari dan untuk C-organik tanah pemberian kotoran kambing dan biochar sekam padi pada masa inkubasi 45 HSI lebih tinggi dibandingkan dengan pada masa 30 HSI.perlakuan yang terbaik terhadap karakteristik kimia tanah Inceptisol dijumpai pada perlakuan pupuk cair kotoran kambing + biochar.(The Effect of  Goat and Biochar Gross on the Availability of Macro N, P, K Inceptisol)Abstract. Inceptisol is a newly developed land, usually has a texturewhich vary from coarse to fine. in this case depending on the level of weathering of the material parent The purpose of this study was to determine the effect of giving feces goat and rice husk biochar against changes in several chemical properties of Inceptisol. The experimental design used was a non-completely randomized design (CRD) factorial with 8 treatments and 3 replications. so the total is 24 experimental unit. The results showed that the administration of goat manure and rice husk biocharThe cutting of goat manure and rice husk biochar has a very significant effect on pHSoils at 30 and 45 HSI, C-organic soils at 30 HSI, P available at 30 and 45 HSI as well Soil K-dd at 30 at and 45 HSI while giving goat manure and biochar Rice husk significantly affected the total N soil at 30 and 45 HSI.  giving goat manure and rice husk biochar to soil pH, soil N-total P available and K-dd at the incubation period of 30 days was higher than at the incubation period 45 days and for C-organic soil, giving goat manure and rice husk biochar to the soil The incubation period of 45 DIC was higher than that of the 30 HSI treatment The best soil chemical characteristics of Inceptisol were found in the Caiz fertilizer treatment goat manure + biochar.
Pengaruh Suhu dan Waktu Pemanggangan Terhadap Mutu Fisik, Kimia dan Organoleptik Pada Biskuit Ubi Jalar Ungu Erwin Bahrein; Bahlina Mohd. Nur; Eva Murlida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.055 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.17006

Abstract

Biskuit ubi jalar ungu merupakan salah satu produk diversifikasi pangan lokal yang memiliki potensi sumber daya alam khususnya pemanfaatan ubi jalar ungu. Penggunaan tepung lokal akan menghasilkan biskuit dengan karakteristik berbeda dari biskuit yang berbahan dasar tepung terigu sehingga penggunaan biskuit dengan suhu dan waktu pemanggangan yang berbeda akan mempengaruhi karakteristik yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pemanggangan terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik serta sekaligus sebagai olahan makanan yang memiliki nilai fungsional. Hasil penelitian menunjukkan faktor suhu dan waktu pemanggangan biskuit ubi jalar ungu berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, tekstur, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar serat kasar dan kadar karbohidrat. Perlakuan terbaik dihasilkan pada suhu pemanggangan 150°C dan waktu pemanggangan 10 menit dengan kadar air 2,86%, kadar lemak 5,54%, dan kadar karbohidrat 88,85%. Sedangkan perlakuan terbaik pada uji hedonik didapatkan pada suhu pemanggangan 150°C dan waktu pemanggangan 10 menit dengan aroma 3,29 (netral), warna 3,14 (netral), dan rasa 3,27 (netral). Hal ini diduga karena panelis cenderung lebih menyukai aroma yang tidak coklat, warna yang lebih khas dan rasa yang tidak pahit.Effect of Baking Temperature and Time on The Quality of Physical, Chemical, and Organoleptic in Purple Sweet Potato BiscuitsPurple sweet potato biscuits are one of the diversified local food products with natural resource potential, especially the use of purple sweet potatoes. The use of local flour will produce biscuits with different characteristics from biscuits made from wheat flour so that the use of biscuits with different baking temperatures and times will affect the resulting characteristics. This study aims to determine the effect of temperature and roasting time on physicochemical and organoleptic characteristics and food processing that has functional value. The results showed that the temperature and roasting time of purple sweet potato biscuits significantly affected the color, taste, texture, moisture content, ash content, fat content, crude fiber content, and carbohydrate content. The best treatment was produced at a roasting temperature of 150 °C and 10 minutes roasting time with a water content of 2.86%, a fat content of 5.54%, and a carbohydrate content of 88.85%. At the same time, the best treatment in the hedonic test was obtained at a roasting temperature of 150 ° C and baking time of 10 minutes with an aroma of 3.29 (neutral), color 3.14 (neutral), and taste 3.27 (neutral). This is presumably because the panelists tended to prefer non-brown scents, a more distinctive color, and a less bitter taste.
Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Kandang Terhadap Serapan Hara Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) pada Ultisol Juliani Anata Lubis; Fikrinda Fikrinda; Hifnalisa Hifnalisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.848 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16989

Abstract

Pemanfaatan fungi mikoriza arbuskular (FMA) dan pupuk kandang merupakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas tanaman pada ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FMA dan pupuk kandang terhadap serapan hara N, P, K. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 x 3 dengan 4 kelompok. Faktor yang dicobakan adalah FMA dan pupuk kandang kambing. Faktor pertama adalah FMA (Fungi Mikoriza Arbuskula)  dengan 2 taraf yaitu: M0 : Tanpa FMA dan M1 Aplikasi FMA: 20 g/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk kandang yang terdiri dari 3 taraf yaitu: P0 : tanpa pupuk kandang, P1 : 50 g /polibag pupuk kandang, P2 : 100 g /polibag pupuk kandang. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan N sangat nyata dipengaruhi oleh FMA, namun tidak nyata oleh perlakuan pupuk kandang dan interaksi FMA dan pupuk kandang, serapan P sangat nyata dipengaruhi oleh FMA, namun tidak nyata oleh perlakuan pupuk kandang dan interaksi FMA dan pupuk kandang serta serapan K sangat nyata dipengaruhi oleh FMA, namun tidak nyata oleh perlakuan pupuk kandang dan interaksi FMA dan pupuk kandang. Inokulalasi FMA dengan pemberian 100 g/polibag pupuk kandang kambing memberikan pengaruh terbaik terhadap perbaikan serapan hara kacang hijau pada ultisol.
Pemanfaatan Kompos Ampas Tebu dan Biochar Terhadap Perbaikan Sifat Kimia Tanah Sawah, Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Sanbei Muhammad Yudha Koto; Muyassir Muyassir; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.91 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16945

Abstract

Abstrak.Penggunaan bahan-bahan kimia anorganik yang tidak berimbang memberikan dampak negatif bagi kesuburan tanah, diantaranya agregat tanah, Bulk density yang tinggi, porositas rendah kandungan bahan organik rendah, KTK rendah ketersediaan hara rendah, terjadi ledakan hama akibat hilangnya musuh alami, tanah menjadi tidak sehat bagi pertumbuhan tanaman.Untuk meningkatkan kandungan C-organik tanah yang hilang dapat dilakukan melalui pemberian bahan organik seperti biochar.  Manfaat biochar yaitu dapat meretensi hara, menyuplai hara menurunkan /meningkatkan pH sesuai kondisi pH tanah, meningkatkan KTK, meningkatkan ketersediaan hara, meretensi air dalam tanah, mencegah kehilangan hara akibat pencucian (leaching). Penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi dengandosis 10 t/ha meningkatkan porositas tanah diikuti dengan peningkatan air tanah tersedia sebesar 15,47% dari 11,34% (tanah kontrol). Pemberian pupuk kandang sapi 10 t ha-1 mampu meningkatkan kadar air tanah sebesar 35,17% dari 31,11% (tanpa pemberian pupuk kandang sapi).Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, pelaksanaan penelitian berlangsung dari Februari hingga Agustus 2020. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan yang dilanjutkan dengan penelitian di laboratorium dengan tahapan sebagai berikut : (a) analisis contoh tanah, kompos dilakukan sebelum penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Tanah FakultasPertanian Universitas Syiah Kuala, (b) percobaan lapangan dengan menanam padi, perlakuan kompos ampas tebu dan biochar yang sesuai dengan kombinasi perlakuan masing-masing pot.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara kompos ampas tebu dan biochar dapat memperbaiki dan meningkatkan sifat kimia tanah, pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi sawah varietas sanbei, dimana kombinasi perlakuan kompos ampas tebu dan biochar dengan dosis 10 ton ha-1 biochar + 50 ton ha-1 kompos ampas tebu menghasilkan produksi yang lebih tinggi, tetapi perlakuan kombinasi 10 ton ha-1 + 30 ton ha-1 lebih efisien dan menguntungkan.Effect of Composting Cane Pulp and Biochar On Changes in Soil Chemical Properties, Growth and Production of Rice Fields Sanbei Varieties Abstract.The unbalanced use of inorganic chemicals has a negative impact on soil fertility, including soil aggregate, high bulk density, low porosity, low organic matter content, low CEC low nutrient availability, pest explosion due to loss of natural enemies, unhealthy soil for plant growth.To increase the loss of soil organic C content, it can be done through the application of organic materials such as biochar. The benefits of biochar include being able to retain nutrients, supply nutrients to reduce / increase pH according to soil pH conditions, increase CEC, increase nutrient availability, retain water in the soil so as to help prevent nutrient loss due to leaching. The study showed that giving biochar of rice husk at a dose of 10 t / ha increased soil porosity followed by an increase in available groundwater by 15.47% from 11.34% (control soil). Giving cow manure 10 t ha-1 was able to increase the soil water content by 35.17% from 31.11% (without giving cow manure).This research has been carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, the implementation of the research took place from February to August 2020. This research is a field experiment followed by research in the laboratory with the following stages: (a) analysis of soil samples, compost is carried out before the research is carried out at the Soil Chemistry Laboratory of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, (b) field experiments by planting rice, treatment of bagasse compost and biochar according to the treatment combination of each pot, and analysis of soil samples in the middle of the study to re-test the chemical properties of the soil after being treated with biochar and bagasse compost.The results of this study indicate that the combination treatment of bagasse compost and biochar can improve and improve soil chemical properties, growth and productivity of sanbei rice paddy varieties, where the combination of bagasse compost and biochar treatment at a dose of 10 tonnes ha-1 biochar + 50 tonnes ha-1 bagasse compost resulted in higher production, but the combination treatment of 10 ton ha-1 + 30 ton ha-1 was more efficient and profitable.
Laju Pertumbuhan Kebun Serai Wangi di Kabupaten Gayo Lues M. Ichwanul Afgan Hutasuhut; Ryan Moulana; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.791 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.15877

Abstract

Abstrak. Serai Wangi (Cymbopogon nardus) adalah tanaman yang menghasilkan Minyak Atsiri yang didapatkan dari hasil penyulingan daunnya. Seiring dengan terus meningkatnya harga Minyak Serai Wangi akan menyebabkan terus meningkatnya pembukaan lahan untuk kawasan pertanian khususnya Perkebunan Serai Wangi yang menjadi komoditi primadona di Kabupaten Gayo Lues. Laju pertumbuhan luas Perkebunan Serai Wangi di Kabupaten Gayo Lues dalam rentan waktu tahun 2009 sampai tahun 2019 adalah sebesar -1.48%. Berdasarkan pencetakan Perkebunan Serai Wangi baru terdapat penambahan luas 3.867 Ha dan 4.857 Ha lahan yang terkonversi dari Perkebunan Serai Wangi.Growth Rate of Serai Wangi Plantation in Gayo Lues RegencyAbstract. Lemongrass (Cymbopogon nardus) is a plant that produces Essential Oil which is obtained from the distillation of its leaves. Along with the continuing increase in the price of Lemongrass Oil, it will cause the increase in land clearing for agricultural areas, especially the Serai Wangi Plantation which is the belle commodity in Gayo Lues Regency. The growth rate of Serai Wangi Plantation in Gayo Lues Regency in the vulnerable period of 2009 to 2019 is -1.48%. Based on the printing of the new Serai Wangi Plantation, there is an additional area of 3,867 hectares and 4,857 hectares of land converted from the Serai Wangi Plantation.
Analisis Kontribusi Subsektor Perkebunan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Utara Fauziah Ramadhani; Suyanti Kasimin; Agustina Arida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.949 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16719

Abstract

North Sumatra Province's plantation sub-sector plays an important role in the economic growth of North Sumatra Province. The largest contributor category to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) value of the plantation sector is the plantation sub-sector. However, this value is not in line with the Farmers Exchange Rate (NTP) in the plantation sub-sector, which is lower than other subsectors. The purpose of this study is to analyze how much the contribution of the plantation sub-sector to the economic growth of North Sumatra Province, to analyze the main plantation commodities, and to analyze the GRDP trend of the plantation sub-sector. The methods used are contribution analysis, Location Quotient (LQ) analysis, analysis trend. The results of this study are the contribution of the plantation sub-sector to economic growth of 13.48%, the province's leading commodities, namely rubber, oil palm, cocoa, and tobacco, as well as the trend of GRDP of the plantation sub-sector increasing every year.  
Penerapan Sistem Irigasi Curah (Sprinkler) Pada Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L.) Berbasis Mikrokontroler ATmega328 Ruwaida Ruwaida; Indera Sakti Nasution; Purwana Satriyo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.685 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16953

Abstract

Abstrak. Di era revolusi Industri 4.0 penggunaan teknologi semakin berkembang pesat dalam segala aspek, hal ini ditandai dengan adanya penggunaan mesin-mesin otomatis dan terintegrasi internet, seperti pendistribusian air tanaman yang dilakukan dengan menggunakan remote control dan di-monitoring dimana saja. Salah satu pengendali yang dapat digunakan untuk menjalankan sistem secara otomatis yaitu mikrokontroler ATmega328. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi penerapan pendistribusian air dengan sistem irigasi curah (sprinkler) pada tanaman bawang merah (Allium cepa L.) berbasis mikrokontroler ATmega328. Penelitian ini dimulai dengan melakukan perancangan dan pembuatan alat irigasi curah (sprinkler) yang didalamnya dipasang perangkat hardware dan software dengan input yang terdiri dari sensor kelembaban tanah type  v1.2, sensor suhu dan kelembaban udara type  DHT22, dan sensor water flow meter untuk mengukur debit air. Alat transmisi yang digunakan yaitu modul transceiver NRF24L01+ yang dapat mengirim dan menerima informasi secara nirkabel. Pengamatan teehadap penerapan sistem dilakukan selama 3 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem irigasi curah (sprinkler) berbasis mikrokontroler ATmega328 pada tanaman bawang merah dapat berjalan dengan baik. Sistem yang dirancang mampu membaca nilai kelembaban tanah, kelembaban udara, suhu dan debit air serta mampu melakukan penyiraman secara otomatis sesuai dengan set point nilai kelembaban tanah. Pengujian sistem berdasarkan perbedaan jarak (5-45 meter) dan pengujian berdasarkan selang waktu (delay 1-300 detik) penerimaan data antara pemancar (transmiter) dan penerima (receiver) berjalan dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan diterimanya data oleh penerima (receiver) dalam delay 1 detik. Implementation of Sprinkler Irrigation Systems for Onion Plants (Allium Cepa L.) Based on ATmega328 MicrocontrollerAbstract.In the industrial Revolution 4.0 era, the use of technology is rapidly growing in all aspects, indicated by the use of automatic machines and integrated with the internet, such as distribution plant water which is done using a remote control and monitored anywhere. One of the controllers that can use to run the system automatically is the ATmega328 microcontroller. The purpose of this study is to evaluate the application of water distribution with an irrigation system (sprinkler) on the onion plants (Allium cepa L.) based on the ATmega328 microcontroller. This research started by designing an irrigation device (sprinkler) that includes hardware and software. Several sensors are installing with inputs consisting of soil moisture sensor type v1.2, temperature and humidity sensors type DHT22, and a water flow meter sensor to measure water flow. The NRF24L01 was using as a transceiver module that was sent and receive information wirelessly. Successful application of the irrigation system (sprinkler) on onion plants was monitored for 3 days. Based on the results, the system proposed was successfully implemented, which can measure the value of soil moisture, air humidity, temperature, and water flow. This system also can control plant watering automatically according to the set point of soil moisture. The NRF24L01 module was able to transmit the data until 45 meters, and with time intervals from 1 to 300 seconds.
Studi Tentang Pengetahuan Masyarakat, Peran Masyarakat Dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Studi Kasus Di Desa Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara Srydinda Agustinsy; Martunis Martunis; Ashabul Anhar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.844 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16962

Abstract

Abstrak. Keberadaan masyarakat di sekitar TNGL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan ekosistem Taman Nasional, sering dihadapkan pada dilema antara kepentingan konservasi  keanekaragaman  hayati  dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat terhadap sumberdaya di TNGL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat,  peran masyarakat dan kebijakan pemerintah terhadap keberadaan TNGL dan melihat faktor-faktor serta tingkat korelasi yang berdampak pada pengetahuan masyarakat, peran masyarakat dan kebijakan pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Statistical Program From Social Science (SPSS) 22 dan Microsoft Excel 2007. Pengolahan data dilakukan menggunakan rumus Uji Korelasi Spearman Rank untuk menguji  hubungan antar variabel. Berdasarkan uji korelasi Rank Spearman pada pengetahuan masyarakat, yakni faktor  pekerjaan dan pendidikan  berkorelasi signifikan  keberadaan TNGL sedangkan faktor jenis kelamin, umur, dan jumlah tanggungan keluarga berkorelasi tidak signifikan. Pada peran masyarakat faktor pendidikan berkorelasi signifikan, sedangkan faktor jenis kelamin, umur, pekerjaan  dan jumlah tanggungan keluarga berkorelasi tidak signifikan. Pada kebijakan pemerintah  seluruh faktor karakteristik berkorelasi tidak signifikan terhadap keberadaan TNGL.Kata kunci :Pengetahuan Masyarakat, Peran Masyarakat, Kebijakan Pemerintah dan TNGL Desa Ketambe AbstractThe existence of communities around TNGL is an inseparable part of the management of the National Park ecosystem, often faced with a dilemma between the interests of biodiversity conservation and the interests and needs of the community for resources in TNGL. This study aims to determine the level of public knowledge, the role of society and government policies on the existence of GLNP and to see the factors and levels of correlation that have an impact on public knowledge, the role of society and government policies. The method used in this study is to use the Statistical Program From Social Science (SPSS) 22 and Microsoft Excel 2007. Data processing is carried out using the Spearman Rank Correlation Test formula to test the relationship between variables. Based on the Spearman Rank correlation test on public knowledge, the work and education factors have a significant correlation with GLNP, while the factors of gender, age, and number of family dependents are not significantly correlated. In the role of the community, the education factor has a significant correlation, while the factors of gender, age, occupation and number of family dependents have no significant correlation. In government policy, all characteristic factors have insignificant correlation to the existence of TNGL. Keywords: Community Knowledge, Community Role, Government Policy and TNGL in Ketambe Village 
Pengaruh Biochar Terhadap Serapan HaraTanaman Jagung Manis pada Tanah Bekas Tambang Batubara Riski Rezeki; Yadi Jufri; Syakur Syakur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.084 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16968

Abstract

Abstrak. Biochar adalah bahan organik yang kaya akan kandungan karbon yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah untuk mereklamasi tanah bekas tambang batubara. Biochar dihasilkan dari proses pembakaran bahan organik dalam kondisi oksigen yang terbatas sehingga membentuk pori-pori dan memiliki luas permukaan yang tinggi. Keberadaan pori-pori dan permukaan yang luas pada biochar dapat mengikat air dan memiliki kemampuan dalam mempertahankan nutrisi tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok non Faktorial (RAKNF) terdiri dari A0 (kontrol), A1 (biochar cangkang kopi 10 ton ha-1), A2 (biochar cangkang kopi 20 ton ha-1), A3 (biochar cangkang sawit 10 ton ha-1), dan A4 (biochar cangkang sawit 20 ton ha-1). Perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati adalah serapan hara N, P, K tanaman. Pengambilan sampel tanaman untuk analisis serapan hara dilakukan pada umur 45 hari setelah tanam (HST). Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian biochar dapat meningkatkan serapan hara N, P, K tanaman jagung manis dan perlakuan biochar cangkang sawit 10 ton ha-1 memberikan respon tertinggi terhadap serapan hara tanaman jagung manis.(The Effect of Biochar on Nutrient Uptake of Sweet Corns in Ex-Coal Mining Soil)Abstract. Biochar is an organic material that is rich in carbon content which can be used as a soil amendment to reclaim land from ex-coal mining. Biochar is produced from the combustion process of organic materials under limited oxygen conditions so that it forms pores and has a high surface area. The presence of pores and a wide surface in biochar can bind water and has the ability to retain plant nutrients. This research was conducted using a non-factorial randomized block design. The treatments consisted of A0 (control), A1 (10 ton ha-1 coffee shell biochar), A2 (20 ton ha-1 coffee shell biochar), A3 (10 ton ha-1 palm kernel shell biochar), and A4 (20 ton ha-1 palm kernel shell biochar). The treatments was repeated three times. The parameters observed were N, P, K of sweet corns. Plant sampling for nutrient uptake analysis was carried out at the age of 45 days after planting (DAP). The research prove that by given biochar can increase nutrient uptake N, P, K of sweet corns and the dosage of 10 ton ha-1 oil palm shell biochar treatment gave provided the highest response to nutrient uptake of sweet corn. 
Status dan Kendala Kesuburan Tanah pada Lahan Tegalan dan Kebun Campuran di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Ayuni Winazira; Ilyas Ilyas; Sufardi Sufardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.841 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16950

Abstract

Abstrak. Lahan kering di Indonesia terutama di Aceh memiliki potensi yang sangat tinggi, namun umumnya lahan kering memiliki status kesuburan tanah rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dan kendala kesuburan tanah pada lahan kering di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yang difokuskan pada dua tipe penggunaan lahan kering yaitu penggunaan lahan kebun campuran dan tegalan/tanaman semusim. Parameter yang diukur dalam penelitian ini  meliputi: pH, C-organik, P2O5, K2O, P tersedia, K-dd, Ca-dd, Mg-dd, Na-dd, Al-dd, KTK dan KB. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan lahan kebun campuran termasuk kedalam kriteria status kesuburan tanah rendah sedangkan tegalan tergolong ke dalam kriteria dengan status kesuburan tanah sedang.  Faktor penghambat yang menjadi kendala kesuburan tanah pada kering di Kecamatan Blang Bintang yaitu rendahnya kandungan C-organik dan kejenuhan basa (KB) tanah. Selain itu, nilai pH tanah yang tergolong masam hingga agak masam juga menjadi salah satu kendala kesuburan tanah pada lahan kering Kecamatan Blang Bintang.  Status and Constraints of Soil Fertility in Dry land and mixed garden  in Blang Bintang Aceh BesarAbstract. Dry land in Indonesia, especially in Aceh, has very high potential, but generally dry land has low soil fertility status. This study aims to determine the status and constraints of soil fertility on dry land in Blang Bintang District, Aceh Besar District, Aceh Province. This research was conducted using a descriptive method that focused on two types of dry land use, namely mixed garden land use and moor/seasonal crops. The parameters measured in this study included: pH, C-organic, P2O5, K2O, available P, K-dd, Ca-dd, Mg-dd, Na-dd, Al-dd, CEC and KB. Based on the results of the study, the use of mixed garden land was included in the criteria for low soil fertility status, while moor was included in the criteria with moderate soil fertility status. Inhibiting factors that become an obstacle to soil fertility in dry areas in Blang Bintang District are the low content of C-organic and alkaline saturation (KB) of the soil. In addition, the pH value of the soil which is classified as acidic to slightly acidic is also an obstacle to soil fertility in the dry land of Blang Bintang District.

Page 1 of 2 | Total Record : 13