cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Levelisasi Penyangraian Kopi: Suatu Kajian Putra Bahrumi; Ratna Ratna; Rahmat Fadhil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.56 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19022

Abstract

Abstrak. Penyangraian merupakan salah satu aspek penting dalam proses produksi kopi dan berperan dalam menentukan kualitas cita rasa kopi. Levelisasi penyangraian yang ideal akan sangat berarti untuk menghasilkan kualitas biji kopi terbaik. Oleh karena itu, artikel ini membahas tentang berbagai macam levelisasi penyangraian kopi yang dapat mempengaruhi kualitas cita rasa kopi. Ulasan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai jenis level penyangraian. Ringkasan studi kajian ini menggunakan analisis data sekunder yang diperoleh dari berbagai referensi untuk mendapatkan informasi-informasi yang lebih aktual. Secara umum hasil kajian ini menujukkan bahwa levelisasi sangrai pada tingkatan light, medium, medium dark dan dark merupakan levelisasi sangrai yang paling dominan dilakukan oleh para roaster.Coffee Roasting Levelizations: A StudyAbstract. Roasting is one of the important aspects in the coffee production process and plays a role in determining the quality of coffee flavor. The ideal roasting levelization will mean a lot to produce the best quality of coffee beans. Therefore, this article discusses the various levels of coffee roasting that can affect the quality of coffee flavor. These reviews can provide a better understanding of the type of roasting level. This study summary uses an analysis of secondary data obtained from various references to obtain more actual information. In general, the results of this study show that the levelization of roasts at the level of light, medium, medium dark and dark is the most dominant roaster levelization carried out by roasters.
Dominasi Tegakan Hutan dan Kesuburan Tanah Lokasi Habitat Siamang (Symphalangus syndactylus) di Rainforest Lodge Kedah Bintang Bintang; Arif Habibal Umam; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.47 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18373

Abstract

Abstrak. Siamang (Symphalangus syndactylus, Raffles 1821) merupakan primata yang memiliki ciri khas yaitu dapat mengeluarkan suara lantang dengan volume tinggi yang bisa terdengar dari jarak 1 km. Siamang merupakan primata yang dilindungi berdasarkan Peraturan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 dan masuk dalam kategori terancam punah (Endangered) berdasarkan IUCN (2015). Rainforest Lodge Kedah merupakan kawasan hutan lindung yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan yang tinggi serta didominasi oleh pohon tinggi sehingga lokasi tersebut dijadikan habitat oleh siamang namun belum ada data jenis pohon pada habitat siamang di lokasi tersebut sehingga perlu dilakukan penelitian untuk melindungi habitat siamang. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode jalur dengan luas 1 ha dari 4% rata-rata Home Range siamang (25 ha). Panjang jalur yang digunakan yaitu 500 meter yang dibagi menjadi 3 jalur. Ukuran petak contoh yang di gunakan adalah 20x20 meter untuk pohon dan 10x10 meter untuk tiang. Hasil penelitian diperoleh 328 individu dari 45 jenis dan 23 suku. Tumbuhan tingkat pohon terdapat 198 individu dari 38 jenis dan 22 suku, tumbuhan tingkat tiang terdapat 127 individu dari 35 jenis dan 18 suku dan 3 individu tumbuhan epifit dari 1 jenis. Tumbuhan tingkat pohon dengan nilai INP tertinggi adalah Trichilia sp. yaitu 34,08% dan tumbuhan tingkat tiang dengan INP tertinggi adalah Mitrephora sp. yaitu 41,92%. Nilai ID (Indeks Dominasi) dalam tingkat pohon diperoleh dengan nilai 1 dan tumbuhan tingkat tiang 0,95 dimana tumbuhan dalam tingkat pohon dan tiang tersebut memiliki dominasi yang tinggi. Nilai H’ (Indeks keanekaragaman) tingkat pohon diperoleh 3,20 dan tingkat tiang 3,21 dimana keragaman jenis tumbuhan melimpah (tinggi). Tingkat kesuburan tanah berdasarkan hasil analisis sifat kimia tanah seperti KTK, KB, 14P2O5" , 14K2O"  dan C-Organik di laboratorium kimia tanah USK kemudian dikaitkan dengan kriteria penilaian tingkat keseburan tanah (PPT Bogor, 1995) tergolong rendah.Dominace of Forest Stands and Soil Fertility Location of  Habitat Siamang (Symphalangus syndactylus) at Rainforest Lodge KedahAbstract. The Siamang (Symphalangus syndactylus, Raffles 1821) is a primate that has a characteristic that is it can make a loud voice with a high volume that can be heard from a distance of 1 km. The siamang is a primate that is protected under Regulation no. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 and is included in the Endangered category based on the IUCN (2015). Rainforest Lodge Kedah is a protected forest area that has a high diversity of plant species and is dominated by tall trees. Therefore, the location is used as a habitat for siamang but there is no data on tree species in the siamang habitat at that location, so the research is needed to protect the siamang habitat. Data collection was carried out using the path method with an area of 1 ha of the 4% average home range of siamang (25 ha). The length of the path used was 500 meters which was divided into 3 lanes. The sample plot sizes used were 20x20 meters for trees and 10x10 meters for poles. The results found that there were 328 individuals from 45 species and 23 tribes. There were 198 individuals of tree-level plants from 38 species and 22 families, 127 individuals of pole-level plants from 35 species and 18 families, and 3 individuals of epiphytic plants from 1 species. The tree-level plant with the highest Importance Value Index (INP) was Trichilia sp. that is 34.08%, and the pole level plant with the highest INP is Mitrephora sp. that is 41.92%. The value of ID (Domination Index) at the tree level was 1 and the plant at the pole level was 0.95 where the plants at the tree and pole levels had a high dominance. The value of H' (Diversity Index) at the tree level is 3.20 and the pole level is 3.21 where the diversity of plant species is abundant (high). The level of soil fertility based on the results of the analysis of soil chemical properties such as KTK, KB, 14P2O5" , 14K2O"  and C-Organic in the USK soil chemistry laboratory which was then associated with the criteria for assessing the level of soil fertility (PPT Bogor, 1995) was classified as low.
Pengaruh Bahan Amelioran dan Pemupukan Lengkap Terhadap Kandungan Hara dan Hasil Padi Lokal Tipe Baru pada Tanah Suboptimal Hendri Gunawan; Helmi Helmi; Muyassir Muyassir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.715 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17654

Abstract

Abstrak. Tanah suboptimal merupakan lahan yang telah degradasi atau lahan yang mempunyai tingkat kesuburan yang rendah dan tida dapat mendukung perumbuhan tanaman secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efek bahan amelioran dan pemupukan N:P:K  terhadap kandungan hara tanah suboptimal dan hasil padi lokal tipe baru dan untuk mendapatkan dosis pupuk N:P:K dan amelioran yang tepat terhadap serapan hara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dimana perlakuan disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama bahan Amelioran yaitu kompos jerami padi dan faktor kedua dosis pupuk Urea, SP-36 dan KCl. Hasil penelitian yang didapat pemupukan N:P:K dapat meningkatkan serapan hara N pada tanaman padi lokal tipe baru (sanbei) dan pada perlakuan pemupukan N, P dan K dengan dosis Urea 300 kg/ha, SP-36 150 kg/ha dan KCL 90 kg/ha dapat meningkatkan serapan hara terhadap jumlah anakan produktif (batan/rumpun), berat gabah total (g/rumpun), berat gabah isi (g/rumpun), berat gabah hampa (g/rumpun), persentase berat gabah isi (%), persentase berat gabah hampa (%), dan potensi tanaman padi Ton/ha. Terdapat interaksi antara amlioran dan pemupukan N:P:K terhadap bobot 100 g butir gabah tanaman padi lokal tipe baru (sanbei).Kata kunci: Ameliorasi, Pemupukan N:P:K, Lahan Suboptimal, Serapan Hara, Pemupukan, Bobot 1000, Hasil Padi.Abstract. Suboptimal soil is land that has been degraded or land that has a low fertility level and cannot support plant growth optimally. This study aimed to determine the effect of ameliorant and N:P:K fertilizer on suboptimal soil nutrient content and yield of new types of local rice and to obtain the right dose of N:P:K and ameliorant fertilizer on nutrient uptake. This study used an experimental method where the treatments were arranged in the form of a factorial randomized block design and repeated 3 times. The first factor is the Ameliorant material, namely rice straw compost and the second factor is the dose of Urea, SP-36 and KCl fertilizers. The results of the study obtained that N:P:K fertilization could increase N nutrient uptake in new types of local rice plants (sanbei) and in the treatment of N, P and K fertilization with doses of Urea 300 kg/ha, SP-36 150 kg/ha and KCL. 90 kg/ha can increase nutrient uptake on the number of productive tillers (clump/clump), total grain weight (g/clump), weight of filled grain (g/clump), weight of empty grain (g/clump), percentage of weight of filled grain ( %), the percentage of empty grain weight (%), and the potential of rice plants Ton/ha. There was an interaction between amliorant and N:P:K fertilization on the weight of 100 g of grain of new type of local rice plant (sanbei).Keywords: Amelioration, N:P:K Fertilization, Suboptimal Land, Nutrient Uptake, Fertilization, Weight 1000, Rice Yield.
Pengaruh Jenis Mikroorganisme Yang Diisolasi Dari Hutan Bakau Kota Banda Aceh Terhadap Perolehan Biomassa Dan Minyak Erika Rozana; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Sri Haryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.347 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i3.15388

Abstract

Produktivitas biomassa dan minyak yang dihasilkan oleh mikroorganisme dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti teknik pertumbuhan, teknik pemanenan biomassa dan juga metode ekstraksi yang digunakan. Perbedaan hasil produktivitas minyak juga dapat terjadi akibat adanya perbedaan spesies mikroorganisme yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mikroorganisme yang ditumbuhkan pada media cair dengan kondisi pertumbuhan yang sama terhadap perolehan jumlah biomassa dan yield minyak yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan pada penelitian ini adalah mikroalga dan yeast yang telah diisolasi dari perairan hutan bakau kota Banda Aceh yang telah teridentifikasi secara genetik sebagai T multirudimentale (mikrooalga) dan Rhodotorula mucilaginosa (yeast). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mikroalga dapat memproduksi biomassa lebih tinggi (8,90 g/L) daripada yeast (4,20 g/L). Mikroalga memiliki densitas optis kultur lebih tinggi dibandingkan yeast. Perolehan tertinggi yield minyak dihasilkan oleh yeast yaitu sebesar 1,70 % sedangkan pada mikroalga 0,45%. Jenis mikroorganisme berpengaruh sangat nyata (≤0,01) pada yield minyak mikroorganisme yang dihasilkan.The Effect Of Isolated Types Microorganism From Mangrove Area In Banda Aceh Toward Biomass And Lipid ProductionAbstract. The purpose of this study was to determine the effect of the head pressure levels in Kirico hose towards the uniformity of water distribution as well as the growth and yield of mustard greens (Brassica Chinensis). The research method used was an experimental method in the form of Randomized Block Design (RBD) with a non-factorial pattern. The experiment was conducted at 3 head pressures i.e. 6 psi (T1), 9 psi (T2) and 12 psi (T3). The area of observation was 8 x 1 m2. The parameters observed were coefficient uniformity (CU), distribution uniformity (DU), plant height, number of leaves, root length, wet and dry weights. The data were analyzed by using  ANOVA at alpha 5%. Results showed that the optimal head pressure for the Kirico hose was 9 psi (T2). The averages of coefficient uniformity (CU) for each treatment were: 85.62% (T1), 89.61% (T2), and 85.73% (T3), respectively. Meanwhile, the averages of distribution uniformity (DU) for each treatment were: 77.14% (T1), 83.49% (T2), and 77.32% (T3), respectively. The optimal growth and yield of mustard green were also identified at 9psi. The averages of plant height for each treatment were: 30.85 cm (T1), 32.15 cm (T2), and 30.30 cm (T3), respectively. The number of leaves averages were: 21 (T1), 21 (T2) and 20 (T3), respectively. The root length averages were: 8.03 cm (T1), 8.06 cm (T2), and 7.93 cm (T3). The wet/dry weights were: 305.25/181,58 grams (T1), 323.75/206,15 grams (T2), and 299/186.88 grams (T3), respectively.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Pemangkasan Cabang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tin (Ficus carica L.) Uswatun Hasanah; Marai Rahmawati; Cut Nur Ichsan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.54 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13835

Abstract

Abstrak. Penelitiann ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis NPK dan pemangkasan cabang terhadap pertumbuhan dan hasill tanaman tin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2019 di Kebun Percobaan 1 Pertanian Universitas Syiah Kuala. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK Faktorial 2x3 dengan 3 ulangan, menggunakan pola split plot. Petak utama dosis pupuk (N) yang terdiri dari 2 taraf (600 kg/ha dan 900 kg/ha), anak petak adalah pemangkasan cabang (P) terdiri dari 3 taraf (dipelihara 3 cabang primer, 4 cabang primer dan 5 cabang primer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata pada pertambahan panjang cabang primer 4 dan 10 MSP (Minggu Setelah Perlakuan), pertambahan diameter cabang sekunder 2, 4, 6, 8 dan 10 MSP, pertambahan jumlah cabang sekunder 8 dan 10 MSP, pertambahan panjang cabang sekunder 2, 4, 6 dan 8 MSP, jumlah daun 2, 4, 8 dan 10 MSP, jumlah buah pada panen 4 dan 5 dan berat buah panen 1 dan panen 5. Dosis pupuk NPK berpengaruh nyata pada parameter pertambahan panjang cabang primer 2, 6 dan 8 MSP, pertambahan jumlah cabang sekunder 4 MSP, pertambahan panjang cabang sekunder 10 MSP, jumlah daun 6 MSP, jumlah buah panen 1, 2 dan 3 dan berat buah panen 2, 3 dan 4. Dosis pemupukan yang tepat untuk tanaman tin adalah 900 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan cabang berpengaruh sangat nyata pada pertambahan panjang cabang primer 6, 8 dan 10 MSP, pertambahan diameter cabang sekunder 6, 8 dan 10 MSP, pertambahan jumlah cabang sekunder 2, 6, 8 dan 10 MSP, pertambahan panjang cabang sekunder 4 MSP, jumlah daun 2 dan 8 MSP, jumlah buah panen 4 dan berat buah panen 4. Pemangkasan cabang berpengaruh nyata pada parameter pertambahan diameter cabang sekunder 2 dan 4 MSP, pertambahan panjang cabang sekunder 6, 8 dan 10 MSP, jumlah daun 4, 6 dan10 MSP, jumlah buah panen 1, 2, 3, dan 5 serta jumlah total dan berat pada panen 2 dan 3 serta berat total. Pemangkasan paling tepat yaitu menyisakan atau memelihara cabang primer sebanyak 5 cabang dalam satu tanaman tin. Terdapat interaksi antara dosis pemupukan NPK dan pemangkasan cabang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tin. Respon pertumbuhan dan hasil yang berbeda di pengaruhi oleh dosis pemupukan NPK dan pemangkasan cabang. Dengan kombinasi perlakuan terbaik yaitu dosis pemupukan NPK 900 kg/ha dengan 5 cabang yang dipelihara. The Effect of the NPK Fertilizer Dose and Branch Pruning on Growth and Yield of Tin Plants (Ficus carica L.)Abstract.This study aims to determine the effect of NPK doses and branch pruning on the growth and yield of tin plants. The research was carried out in April to July 2019 at the Agricultural Experiment Garden of Syiah Kuala University. The research design used was 2x3 Factorial RAK with 3 replications, using a split plot pattern. The main plot of fertilizer dosage (N) consisting of 2 levels (600 kg ha-1 and 900 kg ha-1), subplots are pruning branches (P) consisting of 3 levels (maintained 3 primary branches, 4 primary branches and 5 primary branches). The results showed that the NPK fertilizer dosage treatment have very significant of the length increasing of primary branches at 4 and 10 WAT (Weeks After Treatment), increasing the diameter of secondary branches 2, 4, 6, 8 and 10 MSP, increasing the number of secondary branches 8 and 10 WAT, secondary branch 2, 4, 6 and 8 WAT, number of leaves 2, 4, 8 and 10 WAT, number of fruits 6 and 10 WAT and fruit weight harvest 3 and harvest 4. The NPK fertilizer dosage was significantly effect on increasing lenght of primary branches 2, 6 and 8 WAT, increasing number of secondary branches 4 WAT, increasing length of secondary branches 10 WAT, number of leaves 6 WAT, number of fruits 2, 4 and 8 WAT and weight of fruit harvest 1, 2 and 5. The appropriate dosage of NPK fertilization for tin plants is 900 kg ha-1. The results showed that pruningg branches had a very significant effect of increasing primary branch length 6, 8 and 10 WAT, increasing the diameter of secondary branches 6, 8 and 10 WAT, increasing the number of secondary branches 2, 6, 8 and 10 WAT, increasing the height of secondary branches 4 WAT, number of leaves 2 and 8 WAT, number of fruits 10 WAT. Pruning branches have significan effect in of increasing the diameterrof the secondary branches 2 and 4 WAT, increasing the length of the secondary branches 6, 8 and 10 MSP, the number of leaves 4, 6 and 10 WAT, the number of fruits 6 and 8 WAT, fruit weight 2, 4 and 10 WATt. The most appropriate pruning is leaving 5 primary branches in one plant. There is an interaction between NPK fertilizing dosage and branch pruning on the growth and yield of tin plants. Different growth and yield responses are affected by NPK fertilization dosage and branch prunning. The best interaction is 900 kg ha-1and maintained 5 primary branches in one plant.Keywords: Fig, NPK Fertilizer Dosage, Pruning Branches
Uji Sensori Ikan Asin Jambal Roti (Arius thalassinus) dan Teri (Stolepherus sp.) di Pasar Kota Banda Aceh Sitti Sarah Dinti; Yusriana Yusriana; Zaidiyah Zaidiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.754 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13833

Abstract

Abstrak. Ikan asin merupakan produk olahan ikan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. khususnya masyarakat Kota Banda Aceh. Umumnya masyarakat memilih ikan asin yang memiliki kualitas baik dilihat dari ikan asin yang memiliki daging ikan yang segar, kering, taburan garamnya merata serta warna khas coklat kekuning-kuningan. Namun penilaian ini tidak dapat menjamin ikan asin memiliki mutu yang baik dan aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu dan keamanan produk ikan asin (jambal roti dan teri) yang diperdagangkan di Pasar Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu : (1) Penentuan lokasi pasar, jumlah pedagang dan jenis ikan asin menggunakan metode purposive sampling ; (2) Uji sensori (SNI 8273:2016) meliputi :Kenampakan, Bau, Rasa, Tekstur dan Jamur. Pasar yang menjadi tempat pengambilan sampel ikan asin ialah : Rukoh, Peunayong, Seutui, Ulee Kareng dan Gampong Peuniti. Jumlah sampel yang dikumpulkan yaitu 26 sampel ikan asin jambal roti dan 26 sampel ikan asin teri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat sensori ikan asin jambal roti dan ikan asin teri 100% memenuhi syarat mutu secara keseluruhan parameter.Sensory Test of Jambal Roti Salted Fish (Arius thalassinus) and Anchovy (Stolepherus sp.) in the Market of Banda Aceh CityAbstract. Salted fish is a processed fish product that is much liked by the people of Indonesia. especially the people of Banda Aceh City. Generally people choose salty fish that have good quality assessed from salted fish that have fresh, dried fish, sprinkled with salt and a distinctive yellowish brown color. However, this assessment can't guarantee that salted fish has good and safe quality. The purpose of this study was to determine the quality and safety of salted fish products (jambal roti and anchovy) traded in the Banda Aceh City Market. This research was conducted in 2 stages, namely: (1) Determination of market location, number of traders and types of salted fish using purposive sampling method; (2) sensory test (SNI 8273: 2016) includes: Appearance, Odor, Taste, Texture and Mushrooms.. The markets where salted fish are sampled are: Rukoh, Peunayong, Seutui, Ulee Kareng and Peuniti Village. The number of samples collected were 26 salted fish (jambal roti) and 26 salted fish (anchovy). The results showed that sensory properties of salted fish (jambal roti) and salted fish (anchovy) 100% fulfilled the overall quality requirements parameters.
Persepsi Petani Terhadap Risiko Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Ikhram Maulidi; Irwan A. Kadir; Teuku Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.593 KB)

Abstract

Keberhasilan dalam suatu usahatani padi sawah  yaitu dengan berhasilnya mendapatkan hasil yang tinggi sehingga dapat mensejahterakan petani. Tentunya dalam usaha untuk meningkatkan hasil produksi dalam berusahatani akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,seperti gangguan hama,kekurangan air dan sebagainya. Oleh karena itu perlu untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan terjadi sehingga dapat mengurangi tingkat kegagalalan dalam usahatani padi sawah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Blang Bintang desa data Makmur dan Kayee Kunyet. Objek dalam penelitian ini yaitu petani padi sawah di Desa Data Makmur dan Kayee Kunyet di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang diukur dengan menggunakan skala likert.
Karakteristik Pengeringan Biji Pala (Myristica fragranshoutt) Menggunakan Alat Pengering Hybrid dengan Sumber Panas Dari energi Surya dan Serbuk Kayu Debi Sarnadi; Raida Agustina; Rita Khathir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.316 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9571

Abstract

Abstrak. Manfaat dari proses pengeringan pala yaitu untuk tujuan pengawetan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses pengeringan biji pala menggunakan alat pengering hybrid dengan sumber energi matahari dan biomassa serbuk kayu. Total biji pala yang dikeringkan adalah 15 kg. Pembakaran serbuk kayu dilakukan selama pengeringan di malam hari dengan laju 3kg/jam. Parameter penelitian meliputi iradiasi surya, temperatur, kelembaban relatif, kadar air, dan uji organoleptik terhadap warna dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi rata-rata yang diperoleh adalah 131,61 W/m2 pada hari pertama dan dihari kedua 131,08  W/m2. Temperatur dalam ruang pengering (44°C) lebih tinggi dibandingkan dengan temperatur lingkungan (33,5°C). Kelembaban relatif rata-rata ruang pengering (27,7%) lebih rendah dari kelembaban relatif rata-rata di lingkungan (42,7%). Untuk mencapai kadar air biji pala 10% dibutuhkan waktu 32 jam secara kontinu dengan alat pengering  dan 39 jam selama 4 hari secara intermitten dengan metode penjemuran. Kapasitas alat pengering 2x lebih besar dari kapasitas penjemuran, dan biji pala kering menggunakan alat pengering lebih disukai oleh panelis dari segi warna dan aromanya.Drying Characteristics of Nutmeg Seed (Myristica Fragranshoutt) by Using a Hybrid Dryer Used Heat Sources from Solar and Sawdust EnergyAbstract. The benefit of drying process of nutmeg seed is to prolong its life. The objective of the study was to observe the drying method of nutmeg seed by using a hybrid dryer used the heat sources from solar and biomass (sawdust) energy. The total nutmeg seed used in this study was approximately 15 kg. The combustion rate of biomass during the night was 3kg/h. The parameters investigated were solar irradiation, temperature, relative humidity, moisture content and organoleptic test on color and flavor. The results showed that the average solar irradiation was 131.61 W/m2 on the first and second day drying. The average temperature in the drying chamber (44°C) was higher than the average ambient temperature (33.5°C). The average relative humidity in the drying chamber (27.7%) was lower than the average ambient relative humidity (42.7%). To have the final moisture of nutmeg seed 10%, the drying time needed was 32 hours continuously by using hybrid dryer and 39 hours for 4 days intermittent by sundrying method.The dryer capacity was double of sundrying capacity, and the color and flavor of dried nutmeg seed produced by using hybrid dryer was preferred by respondents.Abstract. The benefit of drying process of nutmeg seed is to prolong its life. The objective of the study was to observe the drying method of nutmeg seed by using a hybrid dryer used the heat sources from solar and biomass (sawdust) energy. The total nutmeg seed used in this study was approximately 15 kg. The combustion rate of biomass during the night was 3kg/h. The parameters investigated were solar irradiation, temperature, relative humidity, moisture content and organoleptic test on color and flavor. The results showed that the average solar irradiation was 131.61 W/m2 on the first and second day drying. The average temperature in the drying chamber (44°C) was higher than the average ambient temperature (33.5°C). The average relative humidity in the drying chamber (27.7%) was lower than the average ambient relative humidity (42.7%). To have the final moisture of nutmeg seed 10%, the drying time needed was 32 hours continuously by using hybrid dryer and 39 hours for 4 days intermittent by sundrying method. The dryer capacity was double of sundrying capacity, and the color and flavor of dried nutmeg seed produced by using hybrid dryer was preferred by respondents.
Analisis Kelayakan Usaha Perkebunan Kurma (Studi Kasus Kebun Kurma Barbate Kabupaten Aceh Besar) Hanna Risa; Azhar Azhar; Edy Marsudi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.299 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9484

Abstract

Abstrak. Kurma merupakan buah yang berasal dari Jazirah Arab. Kurma sudah berabad-abad lamanya dikonsumsi masyarakat di Timur Tengah, baik untuk makanan pokok maupun kudapan. Dewasa ini, kurma tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat di Timur Tengah saja namun oleh hampir seluruh masyarakat di Dunia, termasuk Indonesia. Pertumbuhan tingkat konsumsi kurma di Indonesia semakin meningkat pada setiap tahunnya, hal ini ditunjukkan oleh adanya permintaan impor kurma yang selalu meningkat pada setiap tahun. Pada akhir tahun 2015, Provinsi Aceh tepatnya Kabupaten Aceh Besar, mulai membudidayakan kurma. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kelayakan usaha perkebunan kurma di Aceh dilihat dari aspek pasar dan pemasaran serta aspek teknis dan teknologi dan aspek finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha perkebunan kurma pada Kebun Kurma Barbate layak dijalankan dari aspek pasar dan pemasaran serta aspek teknis dan teknologi. Dari aspek finansial, Kebun Kurma Barbate menunjukkan bahwa layak untuk diusahakan dilihat dari nilai NPV = Rp 12.796.782.763, Net B/C = 9,10, IRR = 43,81 Persen, dan Payback Period = 5 tahun 2 bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha perkebunan kurma tetap layak untuk dijalankan apabila terjadi perubahan peningkatan biaya operasional sebesar 10 persen namun produksi tetap, dan apabila terjadi penurunan produksi sebesar 10 persen namun biaya operasional tetap.Analysis of Date Palm Plantation Bussiness Feasibility (Case Study of Kebun Kurma Barbate Aceh Besar Regency)Abstract. Date palm is fruit that come from the Arabian Peninsula. Dates have been consumed by people in the Middle East for centuries, both as a staple food and as a snack. Today, dates are not only consumed by people in the Middle East, but by almost all people in the world, including Indonesia. Growth in consumption rates for dates in Indonesia is increasing every year, this is indicated by the demand for date palm imports which always increases every year. At the end of 2015, the Province of Aceh, precisely in Aceh Besar District, began cultivating dates. The purpose of this research is to analyze the feasibility of date palm plantation business in Kebun Kurma Barbate in Aceh Besar District from the market and marketing aspects, technical and technological aspects, and financial aspects. The result show that the date palm plantation business in the Kebun Kurma Barbate is feasible from the market and marketing aspects, technical and technological aspects. From the financial aspect, Kebun Kurma Barbate shows that it is feasible, it is showed by NPV = Rp 12,796,782,763, Net B / C = 9,10, IRR = 43,81 Percent, and Payback Period = 5 years 2 months. Sensitivity analysis shows that the date palm plantation business is still feasible if there is a change in operational costs by 10 percent but production remains, and if there is a production decline of 10 percent but the operating costs remain. 
Pengaruh dosis pupuk Guano dan NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) agus maulidani; Trisda Kurniawan; Jumini Jumini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.612 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9207

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk guano dan NPK serta mengetahui nyata tidaknya interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Lamdom, Lueng Bata, Banda Aceh, dari Januari sampai April 2018. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor yaitu dosis pupuk guano 0, 4, 8, dan 12 ton ha-1 dan dosis pupuk NPK 0, 250, dan 500 kg ha-1. Kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dijumpai pada perlakuan dosis pupuk guano 12 ton ha-1 dengan NPK 250 kg ha-1. w:LsdException Locke

Page 28 of 103 | Total Record : 1028