cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pengaruh Sumber Permodalan Dan Pembinaan Pembiayaan Terhadap Keuntungan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Anggota Koperasi Syariah Baitul Qiradh Baiturrahman Cabang Ulee Kareng Nuzulul Fikri; Safrida Safrida; Romano Romano
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.65 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2864

Abstract

Abstrak. Modal adalah salah satu faktor produksi yang berperan penting untuk meningkatkan keuntungan. Pembinaan pembiayaan merupakan program untuk memantau perkembangan usaha mikro kecil dan menengah yang memperoleh modal pinjaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal sendiri, modal pinjaman dan pembinaan pembiayaan terhadap keuntungan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) anggota Koperasi Syariah Baitul Qiradh Baiturrahman Cabang Ulee Kareng. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM anggota Koperasi Syariah Baitul Qiradh Baiturrahman yang menerima modal pinjaman dan pembinaan pembiayaan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Besarnya sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 24 sampel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal sendiri dan modal pinjaman berpengaruh nyata terhadap keuntungan UMKM, sebaliknya pembinaan pembiayaan tidak berpengaruh nyata terhadap keuntungan UMKM.The Influence Of Capital Resources And Financing Of Profits Micro, Small And Medium Of Islamic Cooperation Baitul Qiradh Baiturrahman Members Branch Ulee KarengAbstract. Capital is one of the factors of production which is essential to improve profits. Development of financing a program to monitor the development of micro, small and medium enterprises that obtain capital loan. This study aims to determine the influence of their own capital, loan capital and development funding to benefit micro, small and medium enterprises (MSMEs) Islamic Cooperative Baitul Qiradh Baiturrahman members Branch Ulee Kareng.  The population in this study is the MSMEs Islamic Cooperative Baitul Qiradh Baiturrahman members, who received loan capital and financing guidance. The sampling technique is done by simple random sampling method.  The sample size in this study is as much as 24 samples. The analytical method used in this research is multiple linear regression analysis. The results showed that equity and loan capital significantly affect profits of MSMEs, fostering financing otherwise not significantly affect profits of MSMEs.
Penggunaan Polyethilen Glycol (PEG 6000) Untuk Mengetahui Vigor Kekuatan Tumbuh Benih Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill)) Pada Kondisi Kekeringan khairani Z; Syamsuddin Syamsuddin; Cut Nur Ichsan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.639 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.983

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merill) merupakan komoditas pangan utama setelah padi dan jagung yang menjadi komoditi prioritas dalam program Revitalisasi Pertanian. Kebutuhan kedelai ke depan akan meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat tentang makanan sehat, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai hitam antara lain dengan ekstenfikasi pada lahan marginal, salah satu lahan marginal ialah lahan kering. Pengujian  respon  kedelai terhadap kekeringan dapat dilakukan dengan cara simulasi kondisi kekeringan menggunakan Polyethylen Glycol (PEG). Penggunaan PEG menyebabkan penurunan potensial air secara homogen sehingga dapat digunakan untuk meniru besarnya potensial air tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 5 x 4. Terdiri dari dua faktor, Faktor pertama yang diteliti ialah varietas yang terdiri atas, Varietas Mutiara 2, Mutiara 3, Detam 1, Detam 2. Sedangkan faktor kedua ialah konsentrasi Polyethylen Glycol (PEG) 6000. Kontrol 0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Konsentrasi PEG berpengaruh sangat nyata terhadap vigor kekuatan tumbuh benih kedelai hitam pada tolok ukur indeks vigor, keserempakan tumbuh, T50, dan panjang akar, serta berpengaruh nyata pada tolok ukur kecepatan tumbuh. Konsentrasi PEG terbaik untuk kekuatan tumbuh benih adalah 1,0%.  Varietas  berpengaruh sangat nyata terhadap vigor kekuatan tumbuh benih kedelai hitam pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah kecepatan tumbuh relatif, T50, dan panjang akar. Serta bengaruh nyata pada tolok ukur keserampakan tumbuh. Varietas dengan vigor kekuatan tumbuh terbaik pada varietas Detam 2. Terdapat interaksi antara konsentrasi PEG 6000 dengan varietas terhadap vigor kekuatan tumbuh benih kedelai hitam pada tolok ukur panjang akar.  Interaksi terbaik terdapat pada varietas Mutiara 3 pada konsentrasi 0,5%.
Dampak Pertambangan Emas Tradisional Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Gampong Mersak Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan Edi Farlan; Indra Indra; Ahmad Humam Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.324 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1255

Abstract

During the existence of the traditional gold mining in the Mersak Village subdisdtrict of Central Kluet district South Aceh has been a lot changes in local community life. The research methodology used is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used were interviews, observation, and literature study. Informants in this study consisted of village officials, community leaders and the community of gold miners. Data analysis technique used is the technique of interactive analysis by Milles and Huberman form of data reduction, data presentation and verification / conclusions. The results of the research tells us that the existence of gold mines in the Village Ruin has an impact on the social and economic condition of the community. Negative impact on the gold mining aspects of uncontrolled population movements and worrying, the incidence rate is increasing conflict and transition people's livelihood of farmers to miners who create agricultural infrastructure is not functioning optimally. Also, positive impact on the gold mining aspects of the comprehensive work opportunities for people and rising incomes that can be seen from the high purchasing power. Keywords: Mining, Impact, Social, Economic
Pemetaan Kebun Kopi Rakyat dan Potensi Pengembangannya di Kecamatan Tangse, Mane, Geumpang Kabupaten Pidie Muhammad Isra; Helmi Helmi; Abubakar Karim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1618.206 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.22450

Abstract

Abstrak. Kopi merupakan salah satu sektor perkebunan yang menjadi andalan Indonesia di pasar dunia. Provinsi Aceh di Indonesia adalah daerah penghasil kopi terbesar keempat dengan luas areal kopi 126.289 hektar pada tahun 2020, semuanya berupa perkebunan rakyat. Tujuan penelitian ini adalah memetakan kebun kopi rakyat dan potensi pengembangannya di Kecamatan Tangse, Mane dan Geumpang Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis deskriptif. Luas kebun kopi rakyat dipetakan berdasarkan teknik klasifikasi visual on screen. Untuk memastikan klasifikasi kebun kopi rakyat di lapangan di awali dengan pengambilan titik koordinat di lapangan dan menggunakan kunci interpretasi citra. Hasil analisis menghasilkan 294 hamparan dan luasan kebun kopi rakyat di Kecamatan Tangse, Mane dan Geumpang seluas 10.025,16 ha. Hamparan kebun kopi rakyat terluas berada di Kecamatan Tangse seluas 6.581,87 ha, sedangkan hamparan kebun kopi rakyat terkecil terdapat di Kecamatan Mane dengan luas 1.704,97 ha.Kata kunci : Kebun Kopi, Citra Satelit Resolusi Tinggi, Tangse, Mane dan GeumpangAbstract. Coffee is one of the plantation sectors that is Indonesia’s mainstay in the world market. The province of Aceh in Indonesia is the fourt largest coffe producing area with a coffa area of 126.289 hectares in 2020, all of which are smallholder plantations. The purpose of this study was to map the community’s coffe plantations and their potential for development in Tangse, Mane and Geumpang districts, Pidie. This study uses survey methods and descriptive analysis. The area of people’s coffee plantations is mapped based on the on-screen visual classification technique. To ensure the classification of people’s coffee plantations in the field, it begins with taking coordinates in the field and using image interpretation keys. The results of the analysis resulted in 294 epanses and areas of people’s coffee plantations in Tangse, Mane and Geumpang sub-districts covering an area of 10.025,16 ha. The widest epanse of people’s coffee plantations is in Tangse district with an area of 6.581,87 ha, while the smallest epanse of people’s coffe plantations is in Mane district with an area of 1.704,97 ha.Keywords: Coffee Farm, High-Resolution Satellite Image, Tangse, Mane and Geumpang
Penyulingan Minyak Atsiri Sereh Dapur (Cymbopogon Citratus) Dengan Metode Penyulingan Air-Uap Zaituni Zaituni; Rita Khathir; Raida Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.632 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1085

Abstract

Abstrak. Minyak atsiri sereh dapur diperoleh dari hasil penyulingan tanaman sereh dapur. Minyak sereh dapur merupakan sumber sitral yang merupakan konstituen utama dari minyak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu minyak atsiri yang dihasilkan dengan metode penyulingan air-uap (water and steam destillation). Bagian tanaman sereh dapur yang digunakan yaitu bagian batang dan daun yang disuling menggunakan alat penyulingan air dan uap.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri sereh dapur dari penyulingan bagian daun diperoleh sebesar 0,399 % 10 kali lipat lebih besar dari rendemen minyak atsiri sereh dapur pada bagian batang (0,039 %). Bobot jenis minyak atsiri sereh dapur pada daun 0,8987 dan pada batang 0,8940. Indeks bias minyak atsiri sereh dapur pada daun 1,4876 dan pada batang 1,4880. Kelarutan dalam alkohol 70% minyak atsiri sereh dapur dari daun dan batang mempunyai tingkat kelarutan keruh pada perbandingan 1:5. Berdasarkan rendemen dapat disimpulkan bahwa bagian yang lebih menguntungkan untuk disuling adalah daun. Berdasarkan parameter mutu yang dianalisis dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri sereh dapur dari bagian batang dan daun sudah memenuhi standar Essential Oil Association (EOA).The Destillation of Lemongrass Essential Oil by Using the Water-steam Method Abstract. Lemongrass essential oil is obtained from the distillation of lemongrass plant. The main content of this oil is sitral content. This study aimed to determine the quality of essential oil produced by the method of water-steam destillation. The experiment was done by water-steam destillation of stalks and leaves of lemongrass, respectively, under 3 repeatations. Lemongrass essential oil obtained from leaves was 0,399%, which is 10-fold greater than the yield of the stalks (0,039%). The specific gravity of Lemongrass essential oil obtained from leaves was 0,8987 where as the specific gravity of Lemongrass essential oil obtained from stalks was 0.8940. The refractive index of lemongrass oil obtained from  leaves was 1.4876 while the refractive index of lemongrass oil obtained from stalks was 1.4880. Based on solubility in 70% alcohol test, lemongrass essential oil obtained from the leaves and stalks were a little bit cloud at a ratio of 1: 5. Based on its yield, it can be concluded that the leave plant produced more oil. However, the quality of both oils showed that lemongrass essential oil met the EAO Standard.
Pemanfaatan Kompos Ampas Tebu dan Biochar Terhadap Perbaikan Sifat Kimia Tanah Sawah, Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Sanbei Muhammad Yudha Koto; Muyassir Muyassir; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.91 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i2.16945

Abstract

Abstrak.Penggunaan bahan-bahan kimia anorganik yang tidak berimbang memberikan dampak negatif bagi kesuburan tanah, diantaranya agregat tanah, Bulk density yang tinggi, porositas rendah kandungan bahan organik rendah, KTK rendah ketersediaan hara rendah, terjadi ledakan hama akibat hilangnya musuh alami, tanah menjadi tidak sehat bagi pertumbuhan tanaman.Untuk meningkatkan kandungan C-organik tanah yang hilang dapat dilakukan melalui pemberian bahan organik seperti biochar.  Manfaat biochar yaitu dapat meretensi hara, menyuplai hara menurunkan /meningkatkan pH sesuai kondisi pH tanah, meningkatkan KTK, meningkatkan ketersediaan hara, meretensi air dalam tanah, mencegah kehilangan hara akibat pencucian (leaching). Penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi dengandosis 10 t/ha meningkatkan porositas tanah diikuti dengan peningkatan air tanah tersedia sebesar 15,47% dari 11,34% (tanah kontrol). Pemberian pupuk kandang sapi 10 t ha-1 mampu meningkatkan kadar air tanah sebesar 35,17% dari 31,11% (tanpa pemberian pupuk kandang sapi).Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, pelaksanaan penelitian berlangsung dari Februari hingga Agustus 2020. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan yang dilanjutkan dengan penelitian di laboratorium dengan tahapan sebagai berikut : (a) analisis contoh tanah, kompos dilakukan sebelum penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Tanah FakultasPertanian Universitas Syiah Kuala, (b) percobaan lapangan dengan menanam padi, perlakuan kompos ampas tebu dan biochar yang sesuai dengan kombinasi perlakuan masing-masing pot.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara kompos ampas tebu dan biochar dapat memperbaiki dan meningkatkan sifat kimia tanah, pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi sawah varietas sanbei, dimana kombinasi perlakuan kompos ampas tebu dan biochar dengan dosis 10 ton ha-1 biochar + 50 ton ha-1 kompos ampas tebu menghasilkan produksi yang lebih tinggi, tetapi perlakuan kombinasi 10 ton ha-1 + 30 ton ha-1 lebih efisien dan menguntungkan.Effect of Composting Cane Pulp and Biochar On Changes in Soil Chemical Properties, Growth and Production of Rice Fields Sanbei Varieties Abstract.The unbalanced use of inorganic chemicals has a negative impact on soil fertility, including soil aggregate, high bulk density, low porosity, low organic matter content, low CEC low nutrient availability, pest explosion due to loss of natural enemies, unhealthy soil for plant growth.To increase the loss of soil organic C content, it can be done through the application of organic materials such as biochar. The benefits of biochar include being able to retain nutrients, supply nutrients to reduce / increase pH according to soil pH conditions, increase CEC, increase nutrient availability, retain water in the soil so as to help prevent nutrient loss due to leaching. The study showed that giving biochar of rice husk at a dose of 10 t / ha increased soil porosity followed by an increase in available groundwater by 15.47% from 11.34% (control soil). Giving cow manure 10 t ha-1 was able to increase the soil water content by 35.17% from 31.11% (without giving cow manure).This research has been carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, the implementation of the research took place from February to August 2020. This research is a field experiment followed by research in the laboratory with the following stages: (a) analysis of soil samples, compost is carried out before the research is carried out at the Soil Chemistry Laboratory of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, (b) field experiments by planting rice, treatment of bagasse compost and biochar according to the treatment combination of each pot, and analysis of soil samples in the middle of the study to re-test the chemical properties of the soil after being treated with biochar and bagasse compost.The results of this study indicate that the combination treatment of bagasse compost and biochar can improve and improve soil chemical properties, growth and productivity of sanbei rice paddy varieties, where the combination of bagasse compost and biochar treatment at a dose of 10 tonnes ha-1 biochar + 50 tonnes ha-1 bagasse compost resulted in higher production, but the combination treatment of 10 ton ha-1 + 30 ton ha-1 was more efficient and profitable.
Pengaruh Jenis Media Tanam dan Konsentrasi Air Kelapa Muda terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Tin (Ficus carica L.) Suci Riska Nilam Sari; Rika Husna; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.094 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i2.14772

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam dan konsentrasi air kelapa muda, serta ada tidaknya interaksi keduanya terhadap pertumbuhan setek tanaman tin. Penelitian ini dilakukan dari bulan April hingga Juli 2019, di Rumah Kasa dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian. Rancangan penelitian yang digunakan ialah RAK pola faktorial 4 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti ialah jenis media tanam terdiri 4 taraf (tanah + kompos, tanah + pupuk kandang, tanah + arang sekam, dan tanah + sekam padi) dan konsentrasi air kelapa muda terdiri 4 taraf (0%, 25%, 50% dan 75%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tanam berpengaruh terhadap panjang tunas, jumlah daun 30, 60 dan 90 HST, jumlah tunas 60 dan 90 HST, berat brangkasan kering, panjang akar, berat brangkasan basah, berat kering akar dan berat basah akar. Pertumbuhan setek tanaman tin terbaik dijumpai pada jenis media tanam tanah + kompos (1:1). Konsentrasi air kelapa muda berpengaruh terhadap jumlah daun, panjang tunas 30 HST, jumlah tunas 90 HST, berat brangkasan kering, panjang akar, berat brangkasan basah, berat kering akar dan berat basah akar. Pertumbuhan setek tanaman tin terbaik dijumpai pada konsentrasi air kelapa muda 75%. Terdapat interaksi antara jenis media tanam dan konsentrasi air kelapa muda terhadap jumlah tunas 60 dan 90 HST, panjang tunas 30, 60 dan 90 HST, jumlah daun 30 HST, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, panjang akar, berat basah akar dan berat kering akar. Pertumbuhan setek tanaman tin terbaik dijumpai pada kombinasi antara jenis media tanam tanah + kompos (1:1) dengan konsentrasi air kelapa muda 75%.The Effects of Types of Planting Media and Concentration of Green Coconut Water on the Growth of Cuttings of Fig Plants (Ficus carica L.)Abstract. The purpose of this study to determine the effects of the types of planting media and the concentration of green coconut water, as well as the interaction between the two on the growth of the cuttings of fig plants. This research was conducted at the Greenhouse and Plant Physiology Laboratory of the Faculty of Agriculture of Syiah Kuala University from April to July, 2019. The research design used was a randomized block design with the 4 x 4 factorial pattern and three replications. The factors studied were the planting media consisting of 4 different types, namely soil mixed with compost, soil mixed with manure, soil mixed with rice husk charcoal, and soil mixed with rice husk and the green coconut water concentration consisting of four levels, namely 0%, 25%, 50% and 75%. The results indicates that the treatment given to the planting media gave a significant effect on the length of the buds, the number of leaves in 30, 60 and 90 DAP, the number of buds in 60 and 90 DAP, the dry strover weight, the root length, the wet strover weight, the dry root weight and the wet root weight. Furthermore, it significantly affected the length of the buds in 30 DAP. The best growth of cuttings of fig plants is found in the type of soil mixed with compost (1: 1). The results also shows that the concentration of green coconut water also had a very significant effect on the number of leaves, length of the buds in 30 DAP, the number of buds in 90 DAP, the dry strover weight, the root length, the wet strover weight, the dry root weight, and the wet root weight. The best growth of cuttings of fig plants is found in concentration of green coconut water 75%. There was also an interaction found between the types of planting media and the concentration of green coconut water which had a very significant effect on the number of buds in 60 and 90 DAP, the length of the buds in 30, 60 and 90 DAP, the number of leaves in 30 DAP, the wet strover weight, the dry strover weight, the root length, the wet root weight and the dry root weight. The best growth of cuttings of fig plants is found in the combination of type of soil mixed with compost with concentration of green coconut water 75%.
Komponen Telur Puyuh yang Diberi Ransum Komersil dengan Substitusi Bahan Pakan Fermentasi Tepung Limbah Ikan Leubim (Canthidermis maculata) dan Indigofera Satri Yusasra Agasi; Zulfan Zulfan; M. Aman Yaman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.258 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13600

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan  campuran tepung limbah ikan leubim, tepung indigofera, tepung kulit kerang, menir dan dedak jagung yang difermentasi bersama-sama sebagai substitusi sebagian ransum komersil terhadap  komponen telur puyuh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Produksi Ternak Ungggas, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.  Penelitian ini menggunakan sebanyak 80 ekor puyuh (Coturnix-coturnix japonica) betina dara umur 4 minggu.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok  terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kelompok.   Ransum perlakuan adalah ransum komersil ayam petelur yang disubstitusi dengan campuran bahan pakan fermentasi terdiri dari  tepung daun indigofera + tepung limbah ikan leubim + menir + dedak jagung + tepung kulit kerang sebanyak 0, 10, 20, dan 30%.   Hasil penelitian memperlihatkan substitusi ransum komersil dengan 30% campuran bahan pakan fermentasi yang tersusun dari 11% tepung daun indigofera + 20% tepung limbah ikan leubim + 45,4% menir + 20% dedak jagung + 3,6% tepung kulit kerang (1) tidak berpengaruh nyata terhadap berat telur puyuh, yolk, dan albumen, sedangkan berat kerabang nyata menurun pada substitusi 20% dan (2) tidak berpengaruh nyata terhadap persentase yolk,  persentase albumen nyata meningkat, sedangkan persentase kerabang nyata menurun pada substitusi 20%.  Egg Components of  Quails Fed on Commercial Ration Partly Substituted by Fermentation Feed Ingedients Based on Leubim Fish (Canthidermis maculata) Waste Meal and Indigofera sp.Abstract.  The purpose of this study was to determine the effect of  feeding  a mixture of fermentation feed ingredients based on leubim fish waste meal + Indigofera sp. + clam shell meal + broken rice + corn bran as a substitute for a portion of commercial ration on the egg components of quails. The research was conducted at the Animal Husbandry Laboratory (LLP) and Poultry Production Science and Technology Laboratory, Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University.  This study used 80 female quails (Coturnix-coturnix japonica) aged 4 weeks.  The study was designed into  a randomized block design consisting of 4 treatments and 4 blocks. The treatment was commercial ration of laying hens partly substituted by a mixture of fermentation feed ingredients composed of  11%  Indigofera sp. leaf  meal + 20% leubim fish waste meal + 45.4% broken rice + 20% corn bran + 3.6% clam shell meal as many as 0, 10, 20 and 30%. The results of study showed that replacing 30% commercial rations with  fermented feed ingredients composed of 11% indigofera leaf meal + 20% leubim fish meal + 45.4% broken rice  + 20% corn bran + 3.6% clam shell did not significantly affect  on  whole egg weight of quails.  Yolk and albumen weight were not significantly affected but egg shell weight significantly declined at the  level of  20% replacement.  No significantly effect was detected on yolk percentage;  however albumen percentage significantly increased while egg shell percentage significantly decreased  the  level of  20% replacement 
Analisis Kualitas air Drainase Irigasi Langkahan-Jambo Aye Akibat Pengaruh Pasang Surut Untuk Budidaya Padi Sawah Di Meunasah Tingkeum Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur Afrina Afrina; Khairullah Khairullah; Helmi Helmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.259 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13822

Abstract

Abstrak. Air drainase irigasi Langkahan mengalir ke sungai Krueng Jambo Aye Aceh Utara dan air drainase tersebut di manfaatkan kembali oleh masyarakat. Air tersebut telaha di pengaruhi oleh pasang surut air laut yang berkadar garam tinggi sehingga kualitas air menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air drainase Irigasi Langkahan Krueng Jambo Aye Di Desa Meunasah Tingkeum Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur untuk menentukan waktu pengambilan air berdasarkan jadwal pasang surut agar kualitas menjadi lebih baik. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan survei lapangan dan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas air drainase Irigasi Langkahan Krueng Jambo Aye tergolong kelas IV yaitu kurang baik. Hal ini terjadi karena faktor pembatas diantarnya salinitas dan DHL. Penelitian ini juga menunjukan bahwa Pengambilan air yang baik pada saat apsang surut dan pasang setengah penuh untuk penanaman padi.An Analysis Of Water Quality Irrigation Drainage Langkahan-Jambo Aye Due To Influence The Tides To Paddy Fields in The Village Meunasah Tingkeum in Madat District of East AcehAbstract. The drainage water of langkahan irrigation flows into the Jambo Aye river in the water is reused by the people for rice farming. the water is influenced by the tide of sea water which high in salt so that water quality is descreased. The research objective was determine the quality of drainage water of Langkahn Krueng Jambo Aye  at the Village of Meunasah Tingkeum in Madat District of East Aceh an
Analisis Tingkat Kesejahteraan Petani Tambak Udang windu di Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya Silmiati Hamzah; Muhammad Yuzan Wardhana; Indra Indra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.367 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tingkat kesejahteraan petani tambak udang windu di Kecamatan Jaya, melihat upaya apa saja yang telah dilakukan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan serta melihat kendala apa saja yang terjadi saat melakukan upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani tambak udang windu di tempat penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan indikator 6 ktiteria kesejahteraan BPS tahun 2018 dalam SUSENAS tahun 2015 yang dimodifikasi. Modifikasi yang telah dilakukan ialah dengan cara menggunakan kriteria pengukuran pendapatan rumah tangga petani tambak udang windu menurut Purnomo (1999) dan menggunakan kriteria konsumsi atau pengeluaran rumah tangga dengan berdasarkan standar BPS Garis Kemiskinan (GK) Provinsi Aceh pada September 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Rumah tangga petani tambak udang windu di Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya berdasarkan indikator BPS 2018 pada SUSENAS 2015 melalui 6 indikator yang meliputi pendapatan rumah tangga, konsumsi dan pengeluaran rumah tangga, keadaan tempat tinggal rumah tangga, fasilitas rumah tangga, kesehatan rumah tangga dan pendidikan layak yang diperoleh oleh anggota keluarga bahwa sejahtera berjumlah 17 rumah tangga (53,125%) sedangkan 15 lainnya (46,875%) berada pada tingkat kurang sejahtera. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga petani tambak udang windu di Kecamatan Jaya menurut BPS adalah tergolong kurang sejahtera atau sejahtera sedang.

Page 29 of 103 | Total Record : 1028