cover
Contact Name
Husna Muizzati Shabrina
Contact Email
husna.muizzati@upnyk.ac.id
Phone
+6285795102288
Journal Mail Official
satubumi@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Padjajaran (SWK 104) Condongcatur, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI
ISSN : -     EISSN : 29864062     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI menerima artikel yang berfokus pada : 1. Pengelolaan lingkungan Migas, Panas Bumi, dan Pertambangan 2. Pengelolaan Limbah 3. Energi Baru dan Terbarukan 4. Pengembangan Wilayah 5. Sistem Manajemen Lingkungan Wilayah 6. Pengelolaan Daur Hidup (LCA) 7. Manajemen Kebencanaan
Articles 270 Documents
Penilaian Indeks Risiko Lingkungan di TPST Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah Zerlina Marsha Venecia; Farida Afriani Astuti
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16821

Abstract

TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Jeruklegi berlokasi di Kabupaten Cilacap dan mengelola sampah dari 14 kecamatan dengan luas sebesar 3 ha. Total timbulan sampah yang masuk sebesar 127,97 ton/hari. Saat ini pengelolaan sampah dilakukan dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) namun, kapasitas sistem RDF belum mampu menampung seluruh sampah yang masuk. Sistem RDF memiliki kapasitas pengolahan harian sebesar 54,22 ton/hari, sedangkan sampah yang tidak terolah melalui system rdf sebesar 73,75 ton/hari yang dibuang ke sel aktif dengan sistem controlled landfill. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas lingkungan di sekitar TPST. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi TPST Jeruklegi berdasarkan penilaian indeks risiko lingkungan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode campuran dengan penggabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif terdapat tiga tahapan tahap perolehan data, pengolahan, dan analisis data. Parameter penilaian indeks risiko lingkungan dengan menggunakan 27 parameter yang mengacu pada Lampiran V Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga parameter dengan nilai indeks risiko bahaya, yaitu kedalaman airtanah, kualitas udara, serta karakteristik lindi pada parameter BOD. TPST Jeruklegi memiliki tingkat bahaya sedang dengan nilai indeks risiko lingkungan sebesar 512,344. Oleh karena itu, TPST Jeruklegi dapat diteruskan dan direhabilitasi menjadi lahan urug terkendali (sanitary landfill) secara bertahap.
Perencanaan Revitalisasi TPS Tambakboyo Di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Qurrotul A’yun; Farhan Adhi Pranata; Laire Sukma Arti Suci; Rosana Aura Ardhiany; Dina Asrifah; Mochamad Mussoddaq
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16822

Abstract

Tempat Penampungan Sementara (TPS) Tambakboyo yang berlokasi di Padukuhan Dero, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman saat ini belum memenuhi kriteria pengelolaan sampah yang ditetapkan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi revitalisasi TPS Tambakboyo menjadi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang layak dan sesuai dengan standar pemerintah berdasarkan analisis karakteristik sampah. Metode penelitian mengacu pada SNI 19-3964-1994 tentang Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan, dengan pengambilan sampel dilakukan selama 6 hari berturut-turut. Hasil analisis menunjukkan rata-rata timbulan sampah sebesar 0,3 kg/orang/hari dengan komposisi sampah organik mendominasi sebesar 49% dari total timbulan, sampah kertas 22%, sampah plastik 21%, dan residu 8%. Tingginya proporsi sampah organik mengindikasikan potensi besar untuk penerapan teknologi pengomposan, sementara persentase sampah plastik dan kertas yang signifikan menunjukkan peluang untuk program daur ulang menjadi bahan Refuse Derived Fuel (RDF). Revitalisasi TPS Tambakboyo menjadi TPS 3R diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sampah sesuai kriteria pemerintah, mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), meningkatkan nilai ekonomis sampah, serta menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Rekomendasi revitalisasi meliputi penyediaan infrastruktur pengomposan, fasilitas pemilahan, dan penyimpnana sementara yang memenuhi standar teknis TPS 3R sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2017.
Analisis Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Energi Gas Metana (CH4): Pengolahan Sampah Rumah Tangga di TPA sebagai Sumber Energi Berkelanjutan Kimberly Anastasia Simanjuntak; Siti Sarah Aryadilla
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16823

Abstract

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024, timbulan sampah dari 334 kabupaten/kota di seluruh Indonesia mencapai 36,2 juta ton. Dari jumlah ini, 32,88% atau 11,9 juta ton sampah berhasil dikelola, sementara 67,12% atau 24,3 juta ton sampah tidak terkelola. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis berbagai penelitian terkait transformasi sampah organik menjadi energi gas metana sebagai upaya mengurangi timbunan sampah yang tidak terkelola serta mendukung penyediaan energi berkelanjutan. gas metana dari sampah organik. Gas Metana terbentuk melalui tiga tahapan utama, yaitu hidrolisis, asidogenesis, dan asetgenesis, serta metanogenesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi gas metana dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil dan emisi gas rumah kaca, serta memberikan solusi berkelanjutan pada energi rumah tangga di berbagai lapisan masyarakat. Dengan demikian, transformasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam membangun lingkungan yang berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Optimalisasi Transportasi Publik Terintegrasi Trans Jatim dan Angkutan Kota di Malang Raya Aisyah Salsabila Ni'mah; Kevie Desderius
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16824

Abstract

Transportasi publik yang terintegrasi merupakan kunci penting dalam mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan di wilayah perkotaan. . Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi rute, penerapan teknologi tiket elektronik terpadu, dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam efisiensi layanan. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada penataan ulang trayek (rerouting) angkutan kota dan pengembangan infrastruktur pendukung guna meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pembangunan wilayah Malang Raya yang berkelanjutan. Artikel ini memberikan kontribusi strategis bagi pengelolaan transportasi publik metropolitan yang lebih efektif dan inklusif.
Kajian Literatur Tentang Sistem Desain TPA Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Muhammad Pasca Ashar; Husna Muizzati Shabrina
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16825

Abstract

Pengelolaan sampah yang berkelanjutan masih menjadi tantangan di Indonesia, terutama karena banyak Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang masih beroperasi dengan sistem Open Dumping. Padahal berbagai regulasi seperti UU No. 18 Tahun 2008, PP No. 81 Tahun 2012, PermenPU No. 03 Tahun 2013, serta SNI 03-3241-1994 telah menetapkan standar teknis dan lingkungan dalam perancangan TPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem desain TPA dengan fokus pada komponen utama seperti sistem liner, saluran pengumpul lindi, pengelolaan gas metana, zona penyangga, serta fasilitas pendukung lainnya, serta membandingkan praktik di lapangan dengan regulasi yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode Kajian Literatur (Literature Review) deskriptif-analitis dengan sumber literatur yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, serta berbagai regulasi nasional terkait pengelolaan sampah. Proses pencarian awal menghasilkan 50 literatur yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 12 literatur utama, dengan minimal 60% merupakan publikasi tahun 2021–2025. Analisis dilakukan melalui komparasi antara standar desain dalam regulasi dan praktik pengelolaan TPA pada berbagai studi kasus serta analisis kesenjangan (Gap Analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa desain TPA berbasis Sanitary Landfill dapat meminimalkan risiko pencemaran lingkungan, namun implementasinya masih menghadapi kendala teknis, keterbatasan pendanaan, serta kurangnya data lingkungan seperti permeabilitas tanah dan kedalaman muka air tanah (MAT). Kajian ini memberikan sintesis mengenai kesenjangan antara standar regulasi dan praktik pengelolaan TPA yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan desain TPA yang lebih efektif dan berkelanjutan di Indonesia.
Evaluasi Kinerja Kolam Pengendapan Air Asam Tambang Berdasarkan SNI 6774:2008 (Studi Kasus: Ambrosia Pond, PT Kaltim Prima Coal) Tiara Meylani Putri; Dina Asrifah
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16826

Abstract

Air Asam Tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan batubara karena memiliki pH rendah dan kandungan logam terlarut yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kolam pengendapan Ambrosia di PT Kaltim Prima Coal dalam pengolahan AAT serta menilai kesesuaiannya dengan standar desain menurut SNI 6774:2008. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, pengukuran dimensi kolam, pengambilan sampel air, serta pengujian kualitas air pada bagian inlet dan outlet selama 7 hari berturut-turut. Parameter yang diuji meliputi pH, TSS, Fe, dan Mn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolam pengendapan Ambrosia mampu meningkatkan nilai pH dari rata-rata 3,09 menjadi 7,83. Konsentrasi Fe mengalami penurunan dari rata-rata 19,28 mg/L menjadi 1,18 mg/L, sedangkan Mn menurun dari 8,57 mg/L menjadi 3,19 mg/L, sehingga keduanya memenuhi baku mutu masing-masing 7 mg/L untuk Fe dan 4 mg/L untuk Mn. Parameter TSS juga menurun dari rata-rata 52,9 mg/L menjadi 4,1 mg/L masih jauh di bawah baku mutu 300 mg/L. Analisis hidraulik menunjukkan bahwa aliran dalam kolam bersifat laminar dan subkritis, namun kedalaman kolam eksisting sebesar 2 meter belum sesuai dengan rekomendasi SNI 6778:2008 yang mensyaratkan minimum kedalaman kolam pengendapan adalah 3 meter. Secara keseluruhan, sistem pengolahan aktif yang diterapkan telah efektif dalam mengurangi dampak AAT, namun diperlukan optimalisasi desain untuk mencapai kinerja yang lebih berkelanjutan.
Pembentukan Gas Amonia dari NH4Cl dan NaOH Sebagai Alternatif Pengganti Gas Standar Amonia Iwan Ardiyanta; Supriyanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16827

Abstract

Gas amonia merupakan gas pencemar udara yang bersifat iritan dan berbau tajam. Dalam penegakan lingkungan, pengujian kadar amonia di udara ambien diperlukan untuk menilai kualitas udara serta dampak potensial terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Gas standar amonia umumnya sulit diperoleh atau mempunyai harga beli yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi gas standar amonia pada skala laboratorium serta mengevaluasi kestabilan konsentrasi yang dihasilkan sebagai alternatif pengganti gas standar komersial. Selain itu, penelitian ini mengembangkan metode pembuatan standar kerja () gas amonia yang sederhana, stabil dan dapat diaplikasikan dalam kegiatan kalibrasi maupun pengujian kualitas udara. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium dengan desauab variasi waktu sebagaia variabel bebas. Gas amonia dihasilkan melalui reaksi kimia antara NH4Cl dan NaOH dalam sistem reaktor tertutup. Konsentrasi target sebesar 0,25 mg/L, 0,5 mg/L dan 1 mg/L diproduksi dengan tiga variasi waktu reaksi, yaitu15, 30 dan 60 detik). Gas yang terbentuk ditangkap menggunakan larutan penjerap indofenol dan dianalisis menggunakan Spektrofotometer sesuai SNI 19-7117.1-2005. Evalusi dilakukan terhadap kesesuaian konsentrasi dan kestabilan gas yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi gas amonia sebesar 1,00±0,07 dengan 7% sebagai simpangan baku relatif pada konsentrasi tertinggi, menunjukkan kestabilan yang baik. Dengan demikian, Penelitian ini dapat digunakan sebagai pendekatan yang lebih mudah dan terjangkau dalam pembuatan standar kerja gas amonia untuk keperluan kalibrasi maupun pengujian kualitas udara.
Analisis Perbandingan Efektivitas Penggunaan Ca(OH)2 dan CaCO3 dalam Menurunkan Kadar Cr Total Pada Air Limbah Industri Penyamakan Kulit Daffa Ananta Luasaputra; Widyawanto Prastistho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan kalsium hidroksida (Ca(OH)₂) dan kalsium karbonat (CaCO₃) dalam menurunkan konsentrasi Cr total pada air limbah industri penyamakan kulit. Metode yang digunakan adalah batch test skala laboratorium dengan lima variasi dosis rentang 0,2–1 g pada volume sampel air limbah 250 mL dengan waktu kontak 24 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kedua material mampu menurunkan konsentrasi Cr secara signifikan dengan efektivitas di atas 99%. CaCO₃ mampu mencapai kondisi optimum pada dosis 0,4 gram dengan efektivitas 99,56% dan pH 8,4, sedangkan Ca(OH)₂ memerlukan dosis lebih tinggi yaitu 0,8 gram dengan efektivitas 99,67%, dan pH yang lebih tinggi yaitu 10,1. Berdasarkan analisis isoterm untuk penyisihan Cr menggunakan CaCO₃ jika menggunakan model yang paling mendekati yaitu Langmuir, menunjukkan hubungan yang tidak sesuai (R² = 0,3697), sedangkan untuk Ca(OH)₂, dengan menggunakan model BET menunjukkan hasil yang lebih baik (R² = 0,8195). Secara umum mekanisme penyisihan Cr didominasi oleh proses presipitasi yang dipengaruhi oleh peningkatan pH. CaCO₃ menunjukkan penyisihan Cr yang lebih efektif dan efisien daripada Ca(OH)2 karena membutuhkan dosis lebih rendah serta tidak memerlukan pengendalian pH tambahan.
Analisis Laju Erosi Aktual Berdasarkan Tekstur Tanah pada Area Disposal PT. X, Tabalong, Kalimantan Selatan Sirilus Nigel Viericho; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16830

Abstract

Area disposal yang terbuka dan minim vegetasi rentan terhadap erosi dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan mengukur laju erosi dan sedimentasi aktual pada tanah lempung dan pasir, serta menganalisis pengaruh intensitas hujan terhadap keduanya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan penentuan titik sampling secara purposive berdasarkan variasi tekstur tanah dan lokasi dengan kejadian erosi terbesar. Pengukuran dilakukan menggunakan petak berukuran 12 m × 3 m, dengan 18 kali pengambilan sampel pada setiap kejadian hujan. Data konsentrasi sedimen dan volume limpasan dianalisis menggunakan pendekatan matematis dan regresi linear sederhana dengan IBM SPSS Statistics 27. Hasil menunjukkan bahwa laju erosi dan sedimentasi pada tanah lempung mencapai 522,56 ton/ha/bulan dengan konsentrasi sedimen rata-rata 108,87 g/L, sedangkan pada tanah pasir sebesar 233,23 ton/ha/bulan dengan konsentrasi sedimen rata-rata 59,48 g/L. Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif antara intensitas hujan dan laju erosi pada kedua jenis tanah.
Bagaimana La Nina Dan El Nino Memberikan Pengaruh Terhadap Pencemaran Udara? Sebuah Tinjauan Bibliometrik Muhammad Zidan Dzakwan; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16831

Abstract

Fenomena El Niño dan La Niña merupakan variabilitas iklim alami yang mempengaruhi kondisi atmosfer dan pencemaran udara secara signifikan. Perubahan pola cuaca akibat fenomena ini berdampak pada distribusi dan konsentrasi polutan di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan melakukan tinjauan bibliometrik untuk mengidentifikasi tren penelitian, jejaring kolaborasi, dan perkembangan ilmu terkait pengaruh El Niño dan La Niña terhadap kualitas udara. Data diperoleh dari metadata publikasi pada basis data Scopus periode 2000–2025 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Biblioshiny. Metode meliputi analisis performa publikasi, jejaring kolaborasi antar institusi dan negara, serta analisis tematik untuk memetakan evolusi konsep dan kata kunci utama. Hasil studi menunjukkan teridentifikasi 58 dokumen pada 36 sumber publikasi dengan laju pertumbuhan 11,13% per tahun, rata-rata 32,59 sitasi per dokumen, serta 36,21% kolaborasi internasional. Tema utama yang teridentifikasi mencakup air pollution, environmental monitoring, spatiotemporal analysis, air quality, dan particulate matter. Tiongkok mendominasi kontribusi publikasi dan afiliasi institusi, dengan Zhejiang University of Technology sebagai institusi paling produktif (10 artikel). Atmospheric Environment menjadi sumber referensi paling relevan (10 dokumen). Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan riset dan kebijakan adaptasi berbasis bukti ilmiah guna mengelola dampak variabilitas iklim terhadap pencemaran udara, sekaligus menunjukkan peluang riset di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.