cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019" : 10 Documents clear
Penggunaan Kalender Sikat Gigi Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Terhadap Perilaku Menyikat Gigi Pawarti Pawarti; Abral Abral
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.425 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i2.251

Abstract

Pengetahuan siswa tentang menyikat gigi rata rata termasuk dalam kategori baik. Siswa siswi tahu berapa kali menggosok gigi yang benar, kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi, bagai mana cara menggosok gigi yang benar, namun tidak dilaksanakan setiap hari dirumah,Untuk mengingatkan perlu adanya media atau alat bantu agar siswa melakukan sikat gigi secara rutin sehingga menjadi suatu kebiasaan dan bukan suatu paksaan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kalender sikat gigi terhadap perilaku menyikat gigi dan kebersihan gigi dan mulut siswa kelas 4 SDS Suster sebanyak 79 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok ,pengambilan sampel dilakukan secara purposive, jenis penelitian ini adalah penelitian  eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan Non Equivalent Control Group  Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan jumlah siswa yang menyikat gigi dengan kategori baik pada kelompok perlakuan dari 36 % siswa sebelum perlakuan menjadi 87% siswa sesudah perlakuan. Uji Paired T test menunjukan adanya perbedaan perilaku menyikat gigi siswa yang diberi kalender  dengan siswa yang diberi penyuluhan tanpa kalender sikat gigi dengan nilai p =0,00 dan rata rata menyikat gigi sesudah perlakuan 1,8 kali per hari (kategori baik) dan pengaruh terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHI.S) dengan nilai p=0,00 dan rata rata OHI.S sesudah perlakuan 0,78 sesudah pemakaian kalender sikat gigi. Simpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah  ada pengaruh kalender sikat gigi terhadap peningkatan frekuensi menyikat gigi  dan kebersihan gigi dan mulut (OHI.S) pada siswa kelas 4 SDS Suster dan disarankan penggunaan kalender sikat gigi sebagai panduan siswa sebelum siswa mampu secara mandiri melakukan tindakan sikat gigi
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN Pediculosis capitis PADA SANTRI PUTRI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) DI PESANTREN X KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR dhaifina farah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.881 KB)

Abstract

Pediculus humanus capitisatau yang biasa dikenal dengan sebutan kutu kepala merupakan ektoparasit penyebab infeksi pada kulit kepala yang menyebabkan penyakit Pediculosis capitis.Pediculus humanus capitismenyerang kulit kepala dimana telurnya sering dijumpai pada regio occipital dan retro auricular. Gatal merupakan gejala utama dari Pediculosis capitis. Salah satu faktor penyebab Pediculosis capitisadalah personal hygienedan tingkat pengetahuan seseorang terhadap Pediculosis capitis. Penelitian  ini  bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan personal hygienedengan kejadian Pediculosis capitispada santri putri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren X Kecamatan Mempawah Timur hubungan. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan rancangan penelitian jenis cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 139 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan personal hygienesubjek penelitian sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian Pediculosis capitispada santri putri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren X Kecamatan Mempawah Timur. Sebanyak 98,3% subjek penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit Pediculosis capitisdan 94,2% subjek penelitian memiliki personal hygieneyang baik tentang penyakit Pediculosis capitis. Uji statistik yang telah dilakukan tidak terdapat hubungan yang bermakna pada kedua variabel dengan nilai p>0,05. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan personal hygienedengan kejadian Pediculosis capitispada santri putri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren X Kecamatan Mempawah Timur.          
TOTAL FENOL, FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK LIMBAH KULIT LIDAH BUAYA (Aloe chinensis Baker) Mulyanita Mulyanita
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.179 KB)

Abstract

Tanaman lidah buaya merupakan komoditas unggulan yang tumbuh dengan baik di lahan gambut. Jenis lidah buaya yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah (Aloe chinensis Baker) yang banyak terdapat di daerah Pontianak. Seiring dengan meningkatnya industri lidah buaya menyebabkan adanya limbah padat berupa kulit yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Lidah buaya mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol, flavonoid dan potensi antimikroba ekstrak limbah kulit lidah buaya yang diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut polar (aquadest, etanol 70%), semi polar (etil asetat) dan non-polar (n-heksan). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan (RAK). Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 5%. Hasil menunjukkan, ekstrak limbah kulit lidah buaya dengan menggunakan pelarut etil asetat memiliki kandungan total fenol tertinggi pada ketiga jenis pelarut yaitu sebesar 4,088 µg GAE/mg, dan total flavonoid sebesar 12,376 µg QE/mg. Perlakuan terbaik untuk aktivitas antimikroba terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa terdapat pada ekstrak limbah kulit lidah buaya dengan menggunakan pelarut etil asetat pada konsentrasi 50% dengan diameter zona hambat sebesar 11,667 mm.
CONSUMPTION AND IMPACT SUGAR- SWEETENED BEVERAGES IN INDONESIA BASED ON INDIVIDUAL FOOD CONSUMPTION SURVEY made dewi SUSILAWATI
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.905 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i2.340

Abstract

The need for sugar increases every year, especially demand from the food and beverage industry sector. Sugar-sweetened beverages (SSBs) are a type of beverage that is added or contains sugar such as sucrosa or fructosa (free-sugar). The result of Basic Health Research (Riskesdas) 2013 showed that residant aged ≥ 10 year consumed sugar- sweetened food or beverage ≥ 1 times every day at 53.1 percent.  Increasingly by 61.27 percent for residents aged ≥ 3 years based on Basic Health Research (Riskesdas) 2018. Data analysis used Individual Food Consumption Survey (SKMI) 2014. The average energy intake of drinks consumed by all respondents is 122 calories / day with an estimated average sugar intake of around 31 grams / day or ± 2.5 tablespoons / day. Estimation of SSBs intake more increasing with age in men but did not occur in women. More than 30 percent respondens consumed tea packaging (liquid tea) or  brewed tea (tea leaves) that was added sugar. The average energy intake is 87 cal / day with an estimated sugar intake of 22 grams / day or equivalent to ± 2 tablespoons per day. Several studies have shown the impact of SSBs  related to the incidence of obesity and diabetes mellitus. Intake SSBs every day will increase 0.05-0.06 point of body mass index. The risk of diabetes mellitus is higher in people who consume sugary drinks 1-2 times per day than people who consume less than 1 time per month.
MASS INDEX WITH QUALITY OF LIFE AMONG ADULTS AND ELDERS ASTHMA PATIENTS Loriza Sativa Yan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.853 KB)

Abstract

Asthma ranked at first category of prevalence of chronic infectious diseases, in Indonesia asthma have been the highest cause of death and morbidity. Asthma called as a mild to severe chronic airway disease, which affected to quality of life. This study aimed to identify relationships between body mass index with the quality of life among adult asthma and elder’s people with asthma in Jambi City. Data collection techniques were carried out by total sampling method with a total sample of 69 respondents. The research instrument used Asthma Quality of Life Questionnaires (AQLQ). Data analyzed by Spearman test. The results showed that the majority of respondents were women with normally category in body mass index, and respondents who had a good quality of life. There was a significantly relationship between body mass index with quality of life among asthmatics patients. It is expected that health workers will be provide good counseling about nursing protection management to maintain an ideal body mass index and to improve quality of life for adult asthma patients
AIR KELAPA MUDA DAPAT MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Yanuarti Petrika
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.33 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu factor penting sebagai pemicu Penyakit Tidak Menular. Faktor risiko terjadinya hipertensi terdiri dari faktor yang tidak dapat dimodifikasi, seperti usia, genetic dan asupan kalium. Air kelapa muda mengandung kalium tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh air kelapa muda terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment Design) berupa time series one group pretest posttest. Sampel penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berada di Wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru berjumlah 24 sampel. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Data dikumpulkan secara langsung melalui wawancara dan pengukuran tekanan darah selama 5 hari berturut-turut. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,00) tekanan darah sistolik sebelum dan setelah diberikan air kelapa muda. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,72) tekanan darah diastolik responden sebelum dan setelah diberikan air kelapa muda. Pemberian air kelapa muda menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik sebesar 3,24% dan 0,33%.
IDENTIFIKASI ABORTUS IMINENS PADA TRIMESTER PERTAMA KEHAMILAN DENGAN MODALITAS ULTRASONOGRAFI Nurbaiti Haikal
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.372 KB)

Abstract

Abortus imminens adalah salah satu komplikasi yang terjadi pada pada awal kehamilan. Peristiwa ini ditandai dengan adanya perdarahan dari uterus yang dapat disertai kontraksi, hasil konsepsi utuh di dalam uterus, dan ostium uteri tertutup. Waktu terjadinya abortus imminens sebelum usia kehamilan dua puluh minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus abortus immines pada kehamilan trimester pertama dengan menggunakan modalitas ultrasonografi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi pada satu pasien yang dilaksanakan bulan Oktober sampai Desember tahun 2017 di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, DKI Jakarta. Instrumen penelitian adalah lembar wawancara dan hasil pemeriksaan ultrasonografi transvaginal yang dinilai sesuai dengan kriteria. Persiapan dilakukan terlebih dahulu sebelum pemeriksaan ultrasonografi. Hasil pemeriksaan transvaginal ultrasonografi menunjukkan gambaran fetal di dalam gestasi namun kantung gestasi terlihat lebih besar, terdapat gambaran uterus dengan ukuran diatas normal, dan ada gambaran yolk sac dengan dinding terlihat irregular. Kesimpulan adalah terdapat gambaran sesuai dengan kriteria abortus imminens.
DETERMINAN PERILAKU SEKS PRANIKAH REMAJA DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2019 Hendri Fitrian; Linda Suwarni; Andri Dwi Hernawan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.896 KB)

Abstract

Kehamilan Yang Tidak Diinginkan dan Infeksi Menular Seksual, termasuk HIV dan AIDS di kalangan remaja sangat mengkhawatirkan. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah perilaku seks pranikah remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan perilaku seks pranikah remaja di Kota Pontianak tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional pada 281 remaja SMP dan SMA (studi di Kecamatan Pontianak Barat) dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 70.8% orangtua tabu dalam membicarakan tentang seksualitas, 66.2% remaja terpapar pornografi, dan 34.2% mengakui pernah melakukan perilaku seks pranikah (kissing, necking, petting, intercourse). Variabel jenis kelamin (PR=1.276), riwayat pacaran (1.459), paparan pornografi (PR=1.335), dukungan orangtua dalam pacaran (PR=1.396), norma subjektif (PR=0.787), efikasi diri (PR=1.514), riwayat onani/masturbasi (PR=2.079), pengetahuan tentang seksualitas (PR=1.195) dan niat berperilaku (PR=2.004) merupakan determinan perilaku seks pranikah remaja (p value < 0.05). Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar orangtua masih tabu dalam membicarakan seksualitas, dan paparan pornografi pada remaja yang cukup tinggi, sehingga diperlukan peran orangtua dalam melakukan monitoring kepada anak remaja sebagai prevensi perilaku seks pranikah remaja
Hubungan Perilaku Picky Eater dengan Status Gizi (BB/U) Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Anggut Atas Kota Bengkulu Tahun 2018 Sinta Wahyu Lestari; Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.461 KB)

Abstract

Toddler age is a period of rapid growth and development. Picky eater occurs a lot at the age of toddlers and twice the risk to have a lower weight than children who are not picky eater. The purpose of this study was to determine the relationship of picky eater behavior with nutritional status (BB / U) of children age 2-5 years in the working area of Puskesmas Anggut Atas Bengkulu.This research uses analytic observational with cross sectional design. The number of samples of 70 children aged 2-5 years in the Work Area of Puskesmas Anggut Atas Bengkulu. Univariate and bivariate data analysis with chi square statistical test.The result that nutritional status based on BB / U of normal category was 75.7% and picky eater behavior was 58.6% while the statistical test showed probability (p) of 0.981 (p <0.05). There is no correlation between picky eater behavior with nutritional status (BB / U) of children aged 2-5 years in the work area of Puskesmas Anggut Atas Bengkulu. Consultation and counseling  is needed to parents who have children under five, so that voter behavior can be changed.
APLIKASI KOMBINASI AIR REBUSAN DAUN SIRIH DAN KAYU SIWAK PADA PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI Yustin Nur Khoiriyah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.491 KB)

Abstract

Plak merupakan lapisan spesifik yang tersusun atas 70% mikroorganisme dan 30% matrik, menjadi penyebab karies gigi, gingivitis, dan penyakit periodontium jika bergabung dengan factor lain dalam periode waktu tertentu (Harty, F.J dan Ogston, R., 1995, Sardjono, B., dkk, 2012). Upaya pembuangan dapat dilakukan secara mekanis dan kimiawi. Penggunaan obat kumur adalah salah satu cara pencegahan plak secara kimiawi, dimana obat kumur antiseptik dapat menurunkan jumlah koloni bakteri melalui interaksi dengan protein bakteri (Laksminingsih, 2000). Kombinasi air rebusan kedua tanaman tersebut memiliki konsentrasi daya hambat terkecil yaitu 30% terhadap Streptococcus mutans (Khoiriyah dan Murwaningsih, 2017). Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak dalam menurunkan indeks plak gigi. Jenis penelitian eksperimen, menggunakan rancangan one group pretest-post test design. Jumlah sampel sebanyak 100 orang dengan usia 16-17 tahun. Hasil penilaian berdasarkan analisis paired T-test antara sebelum dan sesudah berkumur dengan kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak diperoleh p value 0,000 (< 0,05), artinya terdapat perbedaan Indeks plak antara sebelum dan sesudah berkumur dengan kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak, dengan nilai rerata positif, yaitu 0,8520 ± 0,3971, artinya terjadi kecederungan penurunan indeks plak sesudah berkumur dengan rerata penurunan sebesar 0,8520.

Page 1 of 1 | Total Record : 10