cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfikom@yahoo.co.id
Editorial Address
Jalan Raya Kaligawe Km.4 Semarang 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
ISSN : 20872461     EISSN : 23374616     DOI : 10.30659/jikm
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna (E-ISSN: 2337-4616, P-ISSN 2087-2461) is a Scientific Journal published by the Department of Communication Science, Faculty of Language and Communication Science, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna is intended to the national and international scholarly community. The aim of this journal is to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of communication. Articles published are the results of research, bringing the new sights (scope) on Cultural Studies, Public Relations, and Media.
Articles 148 Documents
Budaya Populer Musik dalam Realita Sosial (Analisis Genre Lagu Pilu Membiru Kunto Aji dan Untuk Hati yang Terluka Isyana Sarasvati ) Hidayatun Nafiah; Salsabila Azzahra
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.v8i1.9659

Abstract

Lagu merupakan salah satu wadah bagi musisi dan pendengarnya untuk saling berbagi. Belakangan ini banyak lagu bernuansa sedih yang menarik perhatian di belantika musik tanah air, misalnya lagu Pilu Membiru oleh Kunto aji dan Untuk Hati yang Terluka oleh Isyana Sarasvati. Di balik sebuah karya musik sebagai budaya populer yang diminati banyak orang, terdapat motif yang melatarbelakanginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana esensi sebuah lagu dalam kehidupan. Penelitian ini meggunakan metode kualitatif  dan berpedoman pada teori John Fiske tentang budaya populer. Penelitian ini berhasil mengelaborasi tentang lagu bernuansa sedih sebagai resistensi dari kerasnya kehidupan.  
ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DI SURAT KABAR HARIAN SUARA MERDEKA Yuliyanto Budi Setiawan
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Komunikasi MAKNA Vol. 2 no. 1, Pebruari 2011
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.2.1.13-20

Abstract

Instead of giving empathy to the victims, newspapers tended to wrongly illustrate the violence as such that they were likely placing women in disgrace. The media described the women as the object of sexual fantasy, harassment, and violence. The problem was how the media presented the violence in their news. There seemed no empathy to the victims of violence against women. Such paradigm brought the victims into a symbolic violence. A critical discrouse analysis was necessary to fi nd out textual aspects, production, consumption, and socio-cultural contexts of gender-based violence news on a newspaper, like what this study had performed to Suara Merdeka daily. Using a qualitative descriptive technique with critical perspective, this study analyzed the qualitative data according to Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. Having explored texts presented on the news on Suara Merdeka daily, the study found a gender bias. This study suggested that most journalists in Suara Merdeka hardly found opportunities to attend gender-related workshops, so that the news output they produced did not cover both side of story. Instead, the news presented were likely having a mindset that all the readers were males. Suara Merdeka had unfairly informed the news of the violence against women, placing them as the object who suffered by implicitly showing the superiority of men over them. Such mischief could have had been avoided had Suara Merdeka already performed in-depth training and knowledge improvement to the journalists in such that they became aware of women’s position in the gender-based violence.
REPUTASI DALAM KERANGKA KERJA PUBLIC RELATION - Trimanah
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 1, Februari – Juli 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.3.1.92-102

Abstract

Reputation is an important concept for the organization or company. In this fast-paced era of communication, the reputation is being one of the deciding factors in an effort to improve and maintain the company existantion. For that, the reputation should be managed well by creating an appropriate and strategic communications. Reputation is not the same as the image, also not the same as a brand. The process of building, maintaining and improving the reputation longer than the build, maintain and improve the image and brand. Therefore reputation is more established and stable than the image and brand. Image is formed based on the knowledge and information that received by a person. Communication does not directly lead to a certain behavior, but it is likely to affect the way we organize our picture of the environment. While brand is formed by communication messages, the actions of employees, customers, prospects and others, are defined by experience and perception clearly identify what makes an organization / product to be different. Identity will be attached to the brand image and then together to form theorganization's reputation in the public. Therefore between identity, image and brand will be linked to each other, which requires special handling and a clear public relations strategy, andin the end will bring a positive organizational reputation.Kata kunci: image, brand, identitas perusahaan, strategi Public Relations
KONSTRUKSI TEORI KOMUNIKASI DALAM TAFSIR AL QUR’AN SURAT AL FATIHAH Mubarok Mubarok
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 4, No 2 (2014): Volume 4 No. 2
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.4.2.110-127

Abstract

Teori komunikasi merupakan bangunan teori yang bersumber dari interdisipliner resource (sumber-sumber yang saling berkaitan) dengan percampuran dari ilmu sosiologi, psikologi, pengetahuan alam, matematika, dan sumber lain yang membantu perkembangan ilmu komunikasi. Perkembangan sebagai sebuah ilmu melibatkan penelitian dasar yang berasal dari berbagai cabang ilmu dengan sumbangan pemikiran dan gagasan yang memperkaya konstruksi teori komunikasi. Teori dikonstruksikan melalui proses yang dikenal dengan inquiry. Untuk bisa memahami suatu teori maka diperlukan pemahaman awal terhadap proses inquiry. Inquiry adalah sebuah studi sistematis tentang pengalaman yang mengarah kepada pemahaman, pengetahuan dan teori. Dalam pandangan Islam kegiatan komunikasi tidak hanya membentuk pola hubungan antar manusia tetapi membentuk pola kedekatan hubungan antara manusia dengan Rab-nya. Sekulerisasi pemahaman untuk memisahkan kegiatan komunikasi antara manusia dengan manusia membuat pemahaman komunikasi terbatas pada aspek manifest. Pertanggungjawaban terbesar komunikasi manusia adalah dengan Rab-nya sehingga pemahaman ini menjadi dasar dari kegiatan komunikasi dalam Islam. Berkomunikasi dengan sesama manusia tidak bisa dibatasi dengan penilaian aspek manifest semata. Salah satu surat dalam Al Qur’an yang memiliki banyak pengaruh bagi kehidupan manusia adalah surat Al Fatihah. Surat ini wajib dibaca minimal tujuh belas kali sehari semalam oleh setiap muslim dalam sholatnya. Dalam surat ini digambarkan proses komunikasi antara hamba dengan RabNya. Proses komunikasi transenden tersebut menjadi dasar pola komunikasi dari setiap muslim dengan orang lain.
ISU LGBT DALAM BINGKAI MEDIA ONLINE (Analisis Framing Robert Entman Pada Pemberitaan Kasus SGRC-UI Terkait ISU LGBT di Indonesia Pada Republika.co.id dan okezone.com) Muhammad Ghifari Putra; Kharisma Nasionalita
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.6.1.71-87

Abstract

Framing adalah cara media mengemas suatu informasi atas suatu peristiwa yang terjadi. dengan menggunakan penyeleksian informasi, penonjolan, aspek, penyeleksian isu, pemilihan kata maupun peniadaan informasi yang seharusnya di tampilkan. Isu seputar LGBT di Indonesia kembali menjadi perbincangan dan perhatian masyarakat. Hal ini diakibatkan oleh pemberitaan media tentang kelompok SGRC UI yang memberikan layanan konseling kepada kelompok LGBT pada tanggal 21 Januari 2016 sampai dengan 27 Januari 2016. Dalam pemberitaannya terdapat perbedaan pembingkaian (framing) pemberitaan yang  dilakukan  oleh  ke  dua  media tersebut, republika.co.id memberitakan dengan judul “Konseling Homo dan Lesbian Mahasiswa UI Hebohkan Media Sosial” sedangkan okezone.com memberitakan dengan judul “UI tak Akui Kelompok SGRC Pendukung LGBT”. Tujuan dari framing atau pembingkaian berita adalah untuk menciptakan citra, kesan ataupun makna tertentu terhadap suatu peristiwa sesuai dengan apa yang diinginkan media. Penelitian ini membahas tentang bagaimana media online Republika.co.id dan Okezone.com melakukan seleksi isu dan penonjolan aspek pada pemberitaan kasus SGRC-UI yang terkait isu LGBT di Indonesia. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis framing. Analisis framing merupakan analisis teks media yang bersifat deskriptif dan dipakai untuk melihat bagaimana peristiwa dipahami dan dibingkai oleh media. Model analisis framing yang digunakan adalah model analisis framing Robert Entman. Model ini digunakan untuk menggambarkan proses seleksi dan penonjolan aspek tertentu dari realitas yang dibuat media. Hasil dari penelitian ini adalah Seleksi isu oleh republika.co.id lebih mengarah kepada permasalahan adanya kelompok pendukung dan komunitas kaum LGBT di kampus dengan penonjolan aspek yang menampilkan informasi-informasi yang menunjukan bahwa SGRC-  UI mendukung kaum LGBT dan berusaha melakukan penerimaan di masyarakat. Sedangkan Seleksi Isu oleh okezone.com lebih kepada permasalahan resmi atau tidaknya SGRC-UI dalam menyelenggarakan aktivitasnya dengan penonjolan aspek lebih kepada pemilihan narasumber yang menekankan permasalahan ada pada SGRC-UI yang tidak memiliki izin dari pihak universitas.Kata Kunci : Analisis framing, media online, Isu LGBT
Gambaran nilai budaya dan kearifan lokal dalam film Wood Job! Raras Arum Wulandari
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.7.2.79-96

Abstract

Wood Job! is a film produced by Japanese theme-rural comedy-drama. The film, directed by Yaguchi Shinobu is an adaptation of the novel “Kamusari naa naa Nichijō”by Miura Shion. It tells a story of a high school student from the city that had to go through life as a forest farmer (lumberjack) in a remote village, with still so many myths, traditions, and the homage. The existences of the film in the community have a unique meaning among other communication media. Besides regarded as effective communication media in the dissemination of ideas and concepts, the film is also a medium of artistic expression provide disclosure paths of creativity, as well as culture media which depict human life and personality of a nation. Film can be considered as the transformation of people's lives, because in the film we can see the reflection of reality. To find out how the overview of cultural values and local wisdom in this film, researcher using a qualitative descriptive analysis with reference to the use of semiotics model of Roland Barthes. Researcher examine the signs appearing through three levels of meaning, denotation, connotation, and myth. Semiotic approach chosen for semiotics can be used to describe many things that are not visible on the surface. Semiotics able to peels more about the hidden meanings in it. This research is expected to broaden the Indonesian peoples to further the preservation of nature, using natural resources wisely. It is unfortunate if Indonesia's forests which are the lungs of the world misused by elements who are not responsible for the sake of mere group. Keywords: Culture, Local Wisdom, Semiotics, Film  AbstrakWood Job! adalah sebuah film produksi Jepang yang mengusung tema komedi-drama-rural. Film yang disutradarai oleh Shinobu Yaguchi ini merupakan adaptasi dari novel “Kamusari naa naa Nichijō” karya Shion Miura. Mengisahkan tentang seorang pelajar SMA dari kota harus menjalani kehidupan sebagai seorang petani hutan di sebuah desa terpencil, dengan masih begitu banyak mitos, tradisi, dan sisi penghormatan. Keberadaan film di tengah masyarakat mempunyai makna yang unik diantara media  komunikasi lainnya. Selain dipandang sebagai media komunikasi yang efektif dalam penyebarluasan ide dan gagasan, film juga merupakan media ekspresi seni yang memberikan jalur pengungkapan kreativitas, serta media budaya yang melukiskan kehidupan manusia dan kepribadian suatu bangsa. Film dapat dikatakan sebagai transformasi kehidupan masyarakat, karena dalam film kita bisa melihat cerminan dari realitas. Untuk mengetahui bagaimana gambaran nilai budaya dan kearifan lokal dalam film ini, peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mengacu pada penggunaan model semiotika Roland Barthes. Peneliti mengkaji tanda-tanda yang muncul melalui tiga tingkatan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Pendekatan semiotika dipilih karena semiotika dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai hal yang tidak tampak di permukaan. Semiotika mampu mengupas lebih dalam mengenai makna-makna yang tersembunyi di dalamnya.  Penelitian ini diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat Indonesia untuk lebih menjaga kelestarian alam, dengan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. Sangat disayangkan jika hutan Indonesia yang merupakan paru-paru dunia disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan kelompok semata.
REPRESENTASI ANAK-ANAK DALAM TAYANGAN IKLAN KOMERSIAL DI MEDIA Dian K Marhaeni
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.1.1.29-39

Abstract

Children are orisinil person. The emerge children ini advertisement in television is prepared by ideologies and power interest. We saw advertising with constructivition and representative hipereality. Children are described more activity with identity of background that it is determined by capital owner. There are, children are represented capitalist of ideology in individualist, class, liberty, prosperity and alienacy. Also, Capital owner is working in economict interest to addition capital. Children are represented as healty child, clever, the highest their growing, much eating, life style, richt and the have sociaty. Children are created a consumers and star of child. At there contrary with realy condition. The goverment by profesion of organisation has to such a power rules that media and profesion can to implicated social responsibility.
ETIKA PEMBERITAAN PARTAI POLITIK DI TELEVISI (KASUS PEMBERITAAN PARTAI DEMOKRAT DI METRO TV DAN TV ONE) Ali Mustofa
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 1, Februari – Juli 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.3.1.15-24

Abstract

mass media news is essentially the construction of events by the mass media reality of what happened. The ability to construct this discourse will greatly affect the opinions, decisions and political attitudes readers. The whole process of production, distribution and consumption of communication message is the result of the interaction of the actors, consumers and distributors of communications. Interaction is what will inevitably put the communication process within the framework of human action. Where the action is good, where bad behavior. That is the main point of the ethical issues. Thus, the question raised is how the Ethics Democratic Political Coverage by Metro TV and TVOne station. This is because the Democratic Party on February 23, 2012 report on Metro TV and TVOne to the Indonesian Broadcasting Commission (KPI) for allegedly unbalanced coverage.
KOMPETENSI PRAKTISI PR DI KOTA SEMARANG 2012 (PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA) Yanuar Luqman
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Komunikasi Makna Vol. 2 No. 2 Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.2.2.165-174

Abstract

Public Relations (PR) sebagai profesi yang berkembang memerlukan standar kompetensi.  Masalah yang coba dijawab adalah bagaimanakah kompetensi praktisi PR di kota Semarang dalam menjalankan tugasnya.  Kegunaan studi ini untuk mengukur tingkatan kompetensi praktisi PR. Pada penelitian ini menggunakan teori dan konsep : PR Excellence (Grunig), PR sebagai fungsi manajemen dan peran PR (Cutlip, Center & Broom).  Menggunakan metode deskriptif kuantatif dengan populasi praktisi PR Semarang, samplenya PR BUMN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PR Junior, kompeten 89,5% dan 68,4% dari intensitas tinggi dalam melakukan pekerjaan, Public Relations Associate, kompeten dan 78,9% dari intensitas tinggi di kisaran 42,1% dan 47,4% cukup untuk melakukan pekerjaan itu, PR Ahli, kompeten 68,4% dan intensitas dalam kisaran cukup tinggi 42,1% dan 47,4% dalam melakukan pekerjaan dan kompetensi PR Manajerial bervariasi: 47,4% yang kompeten, 26,3% cukup kompeten, 21,1% kurang kompeten. Melakukan pekerjaan yang intensitas bervariasi: 26,3% tinggi, 36,8% dan 26,3% kurang cukup. Kata kunci : kompetensi, Public Relations, BUMN
PENGARUH SOSIALISAI BELA NEGARA TERHADAP SIKAP BELA NEGARA GURU SEKOLAH DASAR DI JAKARTA (STUDI EKSPLANATORI DI DIREKTORAT BELA NEGARA KEMENTRIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA) Aska Leonardi
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 4, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.4.1.15-35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan sosialisasi bela negara yang diselenggarakan Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terhadap sikap bela negara guru-guru Sekolah Dasar di Jakarta yang menjadi peserta sosialisasi. Penelitian ini menggunakan metode survey eksplanatory dengan pendekatan kuantitatif, dan teknik sampling yang dilakukan adalah total sampling. Populasi dan sample penelitian adalah guru-guru sekolah dasar peserta sosialisasi bela negara yang berjumlah 50 orang. Penelitian ini melibatkan 2 variabel bebas (X) yang terdiri dari faktor sumber (X1) dan faktor pesan (X2), serta 3 variabel terikat (Y) yang terdiri dari aspek kognisi (Y1), aspek afeksi (Y2) dan aspek konasi (Y3) sikap bela negara. Alat pengumpul data berupa angket dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik analisis jalur dan analisis inferensial yang digunakan adalah koefisien korelasi dengan menggunakan rumus korelasi Pearson. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah, (1) Faktor sumber tidak berpengaruh terhadap aspek kognisi bela negara, tetapi secara signifikan berpengaruh terhadap aspek afeksi, dan konasi sikap bela negara guru sekolah dasar di Jakarta. (2) Faktor pesan secara signifikan berpengaruh terhadap aspek kognisi, afeksi, dan konasi sikap bela negara guru sekolah dasar di Jakarta. Saran yang dikaitkan dengan hasil penelitian adalah bagi Direktorat Bela Negara untuk mengurangi kuantitas pemateri yang berasal dari kalangan militer dan menghadirkan pemateri yang memiliki latar belakang profesi guru sekolah dasar serta pemateri yang pernah menjadi peserta sosialisasi sebelumnya. Dari segi tempat penyelenggaraan sebaiknya tidak berada di lingkungan kedinasan Kementerian Pertahanan. Dari segi waktu penyelenggaraan disarankan untuk menyelenggarakan sosialisasi secara simultan setiap seminggu sekali selama satu bulan. Saran bagi peneliti lain dalam bidang komunikasi, untuk memasukkan identitas agama, suku, dan ideologi responden ke dalam kuisioner. Penelitian selanjutnya juga diharapkan untuk melakukan penelitian secara mendalam guna melihat implementasi nilai-nilai sikap bela negara peserta sosialisasi di dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus pengaruhnya terhadap sikap bela negara murid-murid sekolah dasar.Kata kunci : Sosialisasi, sikap, Bela Negara

Page 9 of 15 | Total Record : 148