cover
Contact Name
Swasti Maharani
Contact Email
conferences.id@gmail.com
Phone
+6285850872042
Journal Mail Official
adminpub@mykreatif.com
Editorial Address
Perumahan Griya Salaam A7, Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 018, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali 57374
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Educatif: Journal of Education Research
ISSN : 26863669     EISSN : 26862077     DOI : https://doi.org/10.36654/educatif.v5i2.280
Core Subject : Education, Social,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of education. Educatif particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of education areas as follows: 1. Teaching and Learning 2. Curriculum Development 3. Learning Innovation and technology 4. The evaluation process in teaching
Articles 272 Documents
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar kelas VII MTs Al-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020 Madinatur Rohmah; Nur Rohman; Anita Dewi Utami
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.944 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a matchterhadap prestasi belajarsiswa pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan Sifat-sifat bangun datar kelas VIIMTsAL-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester II MTs AL-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah populasi sebanyak 46 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah jenis sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan uji prasyarat yang berupa uji normalitas menggunakan metode liliefors, uji homogenitas menggunakan uji F serta uji keseimbangan atau uji hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari pelaksanaan tes prestasi belajar didapatkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu (X₁) ̅ = 77,95 dan rata-rata kelas kontrol yaitu (X₂) ̅ = 69,17. Harga thitung sebesar 3,006, dk = 44 dan taraf signifikasi α = 5% dengan rumus interpolasi didapat harga ttabel sebesar 2,017. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa thitung> ttabel, dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make amatchterhadap prestasi belajarsiswa pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan Sifat-sifat bangun datar kelas VII MTsAL-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020.
Analisis miskonsepsi pengenalan pada pecahan menggunakan media pembelajaran Een Unaenah; Alfira Fazriandina; Siti Robiah Al Damiyah Al Damiyah; Yanti Ardia Ningsih; Fitri Alia; Nesfi Berliana; Alma Novianti Gunawan
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 2 (2020): April
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.086 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i2.17

Abstract

Research is motivated by misconceptions that often occur because students' learning styles are relevant so that it is difficult to be equalized because students have different levels of understanding in each individual. And the concept can be overcome by applying the method of learning learning by doing, by choosing the right media so that students can get down directly in the learning process, and can be a separate motivation for students who are passive in class with students who are too active in class.
Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi aritmatika sosial ditinjau dari tipe kepribadian siswa Ilham Riawan; Sujiran; Dian Ratna Puspananda
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.406 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial yang ditinjau dari tipe kepribadian siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian terdiri dari angket penggolongan tipe kepribadian Keirsey, tes pemecahan masalah dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada masalah aritmatika sosial berdasarkan tipe kepribadian yaitu (1) siswa Guardian memecahkan masalah dapat melakukan 3 tahap polya yaitu memahami masalah dengan baik, merencanakan penyelesaian dengan tepat, melaksanakan rencana dengan benar namun tidak melakukan pemeriksaan kembali karena merasa jawaban sudah benar. (2) Siswa Artisan dapat melakukan 4 tahap polya. Memahami masalah dengan baik, menyusun rencana penyelesaian dengan runtut, melaksanakan rencana dengan perhitungan serta algoritma yang benar, dan melakukan pemeriksaan kembali (3) Siswa Rational dalam memecahkan masalah dengan tahap polya hanya mampu melakukan tahap memahami masalah. Pada tahap merencanakan penyelesaian tidak dapat menyusun strategi dengan benar sehingga hasil akhir yang diperoleh menjadi salah (4) Siswa Idealist memecahkan masalah dapat melakukan 3 tahap polya yaitu memahami masalah dengan baik, mampu menyusun strategi, melaksanakan rencana dengan metode yang singkat dengan bahasa pemahamannya sendiri dan memeriksa kembali jawaban karena merasa yakin dengan jawabannya.
Peranan bahasa indonesia dalam membangun karakter generasi muda bangsa Siti Murdiyati
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.784 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.21

Abstract

Sebagai makhluk sosial manusia tentu melibatkan bahasa saat berinteraksi dengan sesamanya. Bahasa merupakan unsur penting kebudayaan. Transformasi budaya selama ini berlangsung tiada lain karena peran bahasa pula. Ungkapan “Bahasa menunjukkan bangsa” telah terbukti. Melalui bahasa kita dapat mengetahui budaya dan pola pikir suatu masyarakat. Melalui bahasa, seseorang dapat menunjukkan sudut pandang, pemahaman atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara, pendidikan, bahkan sifat seseorang. Bahasa dapat menjadi cermin diri baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus menguasai bahasanya. Selain memiliki fungsi utama sebagai wahana berkomunikasi, bahasa juga memiliki peran sebagai alat ekspresi budaya yang mencerminkan bangsa penuturnya. Kecakapan berbahasa suatu bangsa mencerminkan budaya bangsa yang terwujud dalam sikap berbahasa itu sendiri. Salah satu upaya dalam membentuk karakter generasi muda sedini mungkin adalah dengan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam membaca pada pembelajaran Bahasa Indonesia diantaranya adalah bisa menghargai karya orang lain, kreatif, tanggung jawab, rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang positif, kejujuran, keberanian, rasional, kreatifitas, kerja keras, sopan santun.
Peran pendidikan kewarganegaraan (PKn) untuk generasi muda Indonesia Kusman
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.401 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.22

Abstract

Tujuan penulisan ini menemukan peran Pendidikan kewarganegaraan dalam membimbing generasi muda dalam menjalankan hidupnya. Hal ini menunjukan bahwa adanya Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter pribadi generasi muda. Pendidikan kewarganegaraan (PKn) adalah program pendidikan berdasarkan nilai- nilai pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan menjadi jati diri yang diwujudkan dalam bentuk prilaku dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai individu, anggota masyarakat dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membangun warga Negara yang baik (good citizenship) yaitu bukan hanya warga negara yang patuh terhadap aturan- aturan hukum yang berlaku, tetapi juga warga negara yang bersifat demokratis dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Karakter yang dimaksud tentu saja karakter yang berpedoman pada nilai luhur bangsa yakni Pancasila. Karakter kewarganegaraan baik untuk pribadi maupun masyarakat Indonesia adalah karakter yang didasarkan atas nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan diberikan kepada peserta didik supaya dapat menjadikan mereka warga Negara yang baik. Bagaimanakah pendidikan kewarganegaraan berperan dalam pembangunan dan pengembangan karakter dalam diri generasi muda, tentu dapat terjawab jika kontribusi yang diberikan pendidikan kewarganegaraan berhasil mengarahkan generasi muda saat ini untuk berpartisipasi mengusung karakter bangsa. Dalam hal ini pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu alat pasif untuk membangun dan memajukan sistem demokrasi suatu bangsa
Perubahan konseptual siswa dalam memahami konsep fungsi ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent dalam pembelajaran daring Anita Dewi Utami; M. Zainudin; Leilita Anggraini
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 4 (2020): October
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.817 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i4.23

Abstract

Proses perubahan konseptual memiliki keterkaitan dengan pemahaman konsep, hal ini melibatkan siswa dalam mengkonstruksi pemahamannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan konseptual siswa dalam memahami konsep fungsi ditinjau dari gaya kognitif field dependent (FD) dan gaya kognitif field independent (FI). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria memiliki kecenderungan terkuat dari masing-masing gaya kognitif field dependent dan field independent, juga memperhatikan pertimbangan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes GEFT, tes pemahaman konsep, dan wawancara. Analisis data dimulai dengan tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan konseptual siswa dalam memahami konsep fungsi dengan gaya kognitif field dependent sudah cukup baik, meskipun ada materi yang belum dikuasai oleh siswa dengan baik. Untuk selanjutnya perubahan konseptual siswa dalam memahami konsep fungsi dengan gaya kognitif field independent sudah sangat baik. Siswa memahami materi demi materi yang ada dengan sangat baik. Perubahan konseptual siswa dengan gaya kognitif field independent lebih baik dari pada siswa dengan gaya kognitif field dependent.
Peningkatan keaktifan dan hasil belajar biologi pada kompetensi dasar struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak manusia melalui metode pembelajaran picture and picture bagi siswa kelas XI MIPA 1 pada semester gasal tahun pelajaran 2019 / 2020 SMA Titik Nurhayati
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.036 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.24

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa bagi kelas XI MIPA 1 semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 SMA Negeri 1 Tunjungan Kabupaten Blora. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I terdiri dari tiga pertemuan (tiga kali tatap muka), siklus II terdiri dari 2 pertemuan (duakali tatap muka). Data keaktifan diperoleh dari observasi oleh guru pengajar dan teman sejawat, sedangkan hasil belajar diperoleh dari tes hasil ulangan harian tiap-tiap siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi keaktifan sudah menunjukkan peningkatan menjadi kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata persentase capaian keaktifan dari siklus II sebesar 87,33% (kategori tinggi). Keaktifan peserta didik dari siklus 1 menuju ke siklus 2 mengalami peningkatan. Yaitu aspek kehadiran naik dari 92,59 % menjadi 100% (kategori tinggi). Aspek keaktifan bertanya dan memberi pendapat naik dari 51,62% menjadi 78,57 (kategori tinggi). Aspek berfikir bersama dalam kelompok naik dari 60,87% menjadi 86,73% (kategori tinggi). Aspek kejujuran dalam mengerjakan tugas naik dari 69,9% menjadi 93,33% (kategori tinggi). Aspek kemampuan dalam berkomunikasi naik dari 57,40% menjadi 79,53% (kategori tinggi) pada perlakuan siklus 2. Hasil belajar peserta didik didapatkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus 2 mengalami kenaikan 13,37% dibandingkan dengan hasil belajar pada kondisi siklus 1. Persentase peserta didik yang belum memenuhi KKM mengalami penurunan 2,86%. Hal ini ditunjukkan persentase siklus 1 sebesar 14,28% turun menjadi 11,42% pada perlakuan siklus 2. Persentase yang sudah memenuhi KKM mengalami kenaikan 2,86% dari siklus 1 sebesar 85,71% naik menjadi 88,57% pada perlakuan siklus 2. Kesimpulannya bahwa Keaktifan dan Hasil belajar biologi kompetensi dasar struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak manusia bagi kelas XI MIPA 1 semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 SMA Negeri 1 Tunjungan Kabupaten Blora meningkat setelah dilaksanakan pembelajaran melalui metode pembelajaran cooperative learning metode Picture and Picture.
Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia dalam pembelajaran bahasa Inggris kelas X SMK Eny Laiyusa; M. Rufi’i; Yoso Wiyarno
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 4 (2020): October
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.428 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i4.26

Abstract

Tujuan pengembangan adalah menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia (teks, audio, visual, animasi, tabel atau grafik, softwere program Adobe Flash 2D, dan program hypelink dalam Microsoft Power Point 2010) pada mata pelajaran bahasa inggris yang akan digunakan sebagai strategi penyampaian pesan pembelajaran yang efektif dan inovatif yang menumbuhkan ekspresi positif siswa dalam belajar bahasa inggris.Hasil uraian PSA dan PSP yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari semua aspek reviewer ahli IT mendapat prosentase sebanyak 88.83%, ahli TEP 88.63%., ahli isi 86.31%, penilaian teman sejawat 95.71 %. Persentase tersebut termasuk dalam kategori sangat baik, sehingga media yang diproduksi layak untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa inggris menggunakan media CD Interaktif Macromedia Flash 8 Profesional di SMK Al Islah Surabaya.
Effect of using wall media and students’ learning styles on volleyball lower passing abilities of tenth-grade students Bambang Sumedi; M. Rufi’i; Yoso Wiyarno
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 4 (2020): October
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.802 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v2i4.27

Abstract

This study aims to investigate the effect of using walls as media and learning styles on ability to pass of the tenth-grade students’ ability of SMAK Suropati Sidoarjo and SMA Santo Yusup Surabaya. A total of 120 tenth-grade students of both high schools were the study subjects devided into the experimental and control groups. A pre-test post-test design randomnized control group design was employed. To collect the data, the volleyball passing tests were taken by the students. A two-way ANOVA and tests of homogeneity and normality were used to analyze the data. The results showed that the significant test results accepted the alternative hypothesis. It means that there was a significant effect and no interaction training using the wall vs. non-walls as media and learning styles on the lower pasing ability of the tenth-grade students of SMAK Suropati Sidoarjo and SMA Santo Yusup Surabaya.
Peningkatan Keaktifan Siswa Tema Wirausaha Melalui Pendekatan TPACK (Technology Pedagogy Content Knowledge) Pada Siswa Kelas VI SD Negeri Keputon 01 Kecamatan Blado Kabupaten Batang Nur Laili Fitriani
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 1 (2021): January
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.393 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i1.28

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa dan hasil belajar peserta didik kelas VI SD Negeri Keputon 01 Kecamatan Blado Kabupaten Batang dalam pembelajaran Tema Wirausaha dengan pendekatan TPACK ( Technology Pedagogy Content Knowledge ). Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Sumber data berasal dari proses pembelajaran, peserta didik, peneliti, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan tes. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Data hasil penelitian pada siklus I, menunjukkan bahwa keaktifan siswa masih rendah. Rata-rata kekatifan siswa yang diperoleh adalah 63% dengan kategori cukup dan ketuntasan belajar siswa baru mencapai 45%. Pada siklus 2, keaktifan siswa meningkat menjadi 77% dengan kategori baik dan ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 64%. Namun, prosentase tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan penelitian ini yaitu keaktifan siswa minimal 80% dengan kategori baik, serta ketuntasan belajar mencapai 75%. Data hasil penelitian pada siklus 3 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Siswa diaktifkan dengan kegiatan percobaan, sehingga pembelajaran lebih berpusat pada siswa. Keaktifan siswa mencapai 82% dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 91%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan TPACK mampu meningkatkan keaktifan siswa kelas VI SD negeri Keputon 01 pada pembelajaran tema wirausaha.

Page 2 of 28 | Total Record : 272