cover
Contact Name
Deske W. Mandag
Contact Email
deskemandagi@unklab.ac.id
Phone
+6281256922251
Journal Mail Official
kjm@unklab.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat Jl. Arnold Mononutu, Airmadidi Bawah, Kec. Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara 95371
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Klabat Journal of Management
Published by Universitas Klabat
ISSN : 2721690X     EISSN : 2722726X     DOI : https://doi.org/10.31154/kjm.v4i1
Core Subject : Economy, Social,
Klabat Journal of Management (KJM) offers a wide-ranging and widespread analysis of all surfaces of management and science. Published two times per year, it delivers an emphasis on universal proficiency in the vital methods, techniques, and areas of research; presents an opportunity for its readers to share mutual understandings across the full range of businesses and skills in which management and science are used; covers all areas of management science from systems to practical facets; links concept with training by publishing case studies and covering the latest important issues. Klabat Journal of Management (KJM) areas include: Operations and Information management Human resource management Organizational Strategic management Operations and Information management Managerial Economics Bank Strategy and Management Entrepreneurship and Digital Business Leadership Supply Chain Management Quality Management Introduction to International Business
Articles 77 Documents
MODEL STRUKTURAL BRAND LOYALTY MELALUI CUSTOMER SATISFACTION: STUDI KASUS SPBU PERTAMINA DI MANADO Yeane Koyongian; Ronny Walean
Klabat Journal of Management Vol 2 No 1 (2021): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.414 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v2i1.555.1-19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model struktural yang digunakan dalam menjelaskan pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas merek. Ada tiga variabel eksogen yaitu citra perusahaan, kualitas layanan dan nilai yang dirasakan. Dua variabel endogen adalah loyalitas merek dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini adalah survei cross-sectional terhadap 284 responden yang menggunakan pemodelan persamaan struktural dua langkah dengan estimasi kemungkinan maksimum. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode skala likert. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan program AMOS 21. Hasil penelitian menemukan bahwa citra perusahaan, kualitas layanan dan nilai yang dirasakan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Citra perusahaan, kualitas layanan, nilai yang dipersepsi tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas merek. Kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas merek. Uji Sobel menemukan bahwa variabel kepuasan pelanggan mampu memediasi kualitas layanan, citra perusahaan, dan nilai yang dipersepsikan terhadap loyalitas merek. Kata kunci: Citra Perusahaan, Kepuasan Pelanggan, Kualitas Layanan, Loyalitas Merek, Nilai Persepsi
PENGARUH SOSIAL MEDIA MARKETING TERHADAP PENJUALAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) Diaprilia Sondakh; Valentine Lumingkewas; Lidya Chitra Laoh; Green Arther Sandag
Klabat Journal of Management Vol 3 No 1 (2022): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.874 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v3i1.823.67-82

Abstract

Social media does not only use for communication and sharing, but has now become a marketing media for business owners. The use of social media as a marketing media by business owners called UMKM occurs in Langowan District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The purpose of this study was to determine the sentiments of Facebook users towards marketing carried out by UMKM and the influence of Facebook's marketing on increasing UMKM sales. This study uses two analyzes, namely sentiment analysis and multiple linear regression analysis. The sample of this research is 61 food and beverage UMKM that use Facebook as a marketing media. The data sources used in the sentiment analysis are Facebook user comments on UMKM uploads, the data sources in the multiple linear regression analysis are financial reports along with the upload frequency and the number of reactions from UMKM social media marketing activities. As a result, sentiment analysis in this study classifies positive comments as higher than negative comments with the application of the LSTM model, multiple linear regression analysis finds that social media marketing has a positive and significant effect on increasing UMKM sales. Social media tidak hanya mengambil peranan sebagai media komunikasi dan berbagi, namun saat ini telah menjadi media pemasaran atau marketing di kalangan pelaku usaha. Penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran oleh para pelaku usaha yang disebut dengan UMKM terjadi di Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sentimen dari pengguna Facebook terhadap marketing yang dilakukan oleh UMKM dan pengaruh social media marketing Facebook terhadap peningkatan penjualan UMKM. Penelitian ini menggunakan dua analisis yaitu analisis sentimen dan analisis regresi linier berganda. Sampel dari penelitian ini adalah 61 UMKM makanan dan minuman yang menggunakan Facebook sebagai media marketing. Sumber data yang digunakan dalam analisis sentimen adalah komentar pengguna Facebook dalam unggahan UMKM, sedangkan sumber data dalam analisis regresi linier berganda adalah laporan keuangan beserta frekuensi unggahan dan jumlah reaction dari aktivitas social media marketing UMKM. Hasilnya, analisis sentimen dalam penelitian ini mengklasifikasikan komentar positif lebih tinggi dibandingkan komentar negatif dengan penerapan model LSTM, sedangkan analisis regresi linier berganda menemukan bahwa social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan UMKM. Keywords: Facebook, Multiple linear regression analysis, Sentiment analysis, Social media marketing, UMKM
CONTRIBUTING FACTORS TO ENTREPRENEURIAL ATTRACTIVENESSE Reggy N. Sarmita; Abraham Lelengboto
Klabat Journal of Management Vol 1 No 2 (2020): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.99 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v1i2.510.1-7

Abstract

The purpose of this study was to find the contributing factors to entrepreneurial attractiveness. The methodology used in this study were quantitative and qualitative approach. Qualitative approach was used to identify the variables in this study, while the quantitative approach was used to group and categorize the variables into determined factors. Forty-four variables were generated from the interviews and furthermore were constructed into a set of questionnaires. The questionnaire was then distributed and filled out by 158 respondents. The findings of this study showed that there were 12 primary factors namely interest, social environment, opportunity, attitude, commitment, support of close person, financial need, wanting to be rich, networking, care, inspiration, and parents. These factors were recognized in this study as the contributing factors to entrepreneurial attractiveness. Keywords: Entrepreneurial Attractiveness, Interest, Social Environment, Opportunity
ANALISIS KEBANGKRUTAN PADA SEKTOR PERTAMBANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA Merlien Mamarimbing; Fanny Soewignyo
Klabat Journal of Management Vol 3 No 1 (2022): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.431 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v3i1.806.1-17

Abstract

This study aims to analyze the potential of bankruptcy using the Altman Z-Score, Springate, and Zmijewski models in mining sector development board companies listed on Indonesia Stock Exchange. Through these three models, the authors identify the early symptoms of financial distress based on the 2015 financial statements. To find the level of reliability of the three models, the scores of each model are compared with the financial performance of 2016 to 2018. The category of development board was chosen to find out the performance of the companies while evaluating whether there was a bankruptcy factor that affected these companies to move to the main board. From the total population of 27 companies, the final sample contains 10 companies. The results show that the Springate model is more accurate in predicting for the period of 1 year, 2 years, and 3 years before financial distress occurred, followed by the Altman Z-Score model and Zmijewski models. These findings are contradicted to previous studies which stated that the Altman Z-Score model had the highest level of accuracy in predicting financial distress. The results of the analysis show that 8 companies experiencing performance instability and 3 of them suffered losses during the study period. This condition can be a barrier to enter the main board. Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan dengan menggunakan model Altman Z-Score, Springate, dan Zmijewski pada perusahaan-perusahaan sektor pertambangan kategori papan pengembangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Melalui tiga model ini penulis mengidentifikasi gejala awal financial distress menggunakan laporan keuangan tahun 2015. Untuk menemukan tingkat kehandalan dari ketiga model dimaksud, skor dari masing-masing model dibandingkan dengan kinerja keuangan tahun 2016 sampai 2018. Kategori papan pengembangan dipilih untuk mengetahui kinerja perusahaan yang diteliti sekaligus mengevaluasi apakah ada faktor kebangkrutan yang mempengaruhi sehingga menyebabkan perusahaan-perusahaan tersebut sulit untuk berpindah ke papan utama. Dari total populasi 27 perusahaan diperoleh sampel akhir 10 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Springate lebih akurat dalam memprediksi untuk periode 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun sebelum financial distress terjadi, diikuti dengan model Altman Z-Score dan yang terakhir adalah model Zmijewski. Temuan ini bertentangan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa model Altman Z-Score memiliki tingkat akurasi tertinggi dalam memprediksi financial distress. Hasil analisis menunjukkan bahwa 8 perusahaan mengalami ketidakstabilan kinerja dan 3 diantaranya mengalami kerugian selama periode penelitian. Kondisi ini bisa menjadi penghambat perusahaan untuk masuk ke papan utama. Kata kunci: altman z-score, kebangkrutan, papan pengembangan, springate, zmijewski
APAKAH BAURAN PEMASARAN, ATMOSFER TOKO DAN TAMPILAN PRODUK BERPENGARUH PADA PERILAKU PEMBELIAN TIDAK TERENCANA DI OKEMART PALEMBANG? Cynthia Anna Wijayanti; Karenina Ivy Christiansen
Klabat Journal of Management Vol 4 No 1 (2023): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.255 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v4i1.915.44-77

Abstract

This study examines the effect of the product, price perception, location, marketing, store atmosphere, and visual merchandising on impulse buying behavior. The Okemart Minimarket, one of Palembang's minimarkets, is the subject of this research. An early poll was conducted at the start of the study, which revealed that visual merchandising did not influence impulse buying behavior. The participants in this study were all Palembang City residents who had shopped at the Okemart Minimarket at least twice in the previous six months. In this study, non-probability purposive sampling was used to select a sample of 207 respondents using an electronic questionnaire. The data was gathered, collected, and analyzed using SmartPLS software and the Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. This study used a one-tailed statistical test with a significance level of 0.05. The findings of this study showed that impulse buying behavior is influenced by price perception, store atmosphere, and visual merchandising, but not by product, location, and promotion. The managerial implications of this study offer several recommendations and bring new ideas to the Okemart Minimarket, including a focus on product resiliency, parking lot extension, and other promotional activities to boost impulse buying inside the store. Keywords: Impulse Buying Behavior, Marketing Mix, Okemart Minimarket Palembang, Store Atmosphere, Visual Merchandising. Penelitian ini mengkaji pengaruh produk, persepsi harga, lokasi, pemasaran, suasana toko, dan visual merchandising terhadap perilaku impulse buying. Minimarket Okemart, salah satu minimarket Palembang, menjadi subjek penelitian ini. Jajak pendapat awal dilakukan pada awal penelitian, yang mengungkapkan bahwa visual merchandising tidak mempengaruhi perilaku pembelian tidak terencana. Responden penelitian ini adalah seluruh warga Kota Palembang yang telah berbelanja di Minimarket Okemart setidaknya dua kali dalam enam bulan sebelumnya. Pada penelitian ini menggunakan teknik non-probability purposive sampling untuk memilih sampel sebanyak 207 responden yang memenuhi kriteria dengan menggunakan kuesioner elektronik. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS dengan pendekatan Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Penelitian ini menggunakan uji statistik satu arah dengan tingkat signifikansi 0,05. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku impulse buying dipengaruhi oleh persepsi harga, suasana toko, dan visual merchandising, tetapi tidak oleh produk, lokasi, dan promosi. Implikasi manajerial dari penelitian ini menawarkan beberapa rekomendasi dan membawa ide-ide baru ke Minimarket Okemart, termasuk fokus pada ketahanan produk, perluasan tempat parkir, dan kegiatan promosi lainnya untuk meningkatkan pembelian impulsif di dalam toko. Kata Kunci: Atmosfer toko, Bauran pemasaran, Minimarket Okemart Palembang, Perilaku pembelian tidak terencana, Visual merchandising.
PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, PENDIDIKAN, DAN PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN Febe Yohana Wangke; Lily Linne Kainde
Klabat Journal of Management Vol 2 No 2 (2021): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.302 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v2i2.592.98-122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendidikan dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Teknik Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendidikan dan Pengangguran sebagai Variabel bebas dan Kemiskinan sebagai Variabel terikat. Hasil analisis berdasarkan Variabel ini menunjukkan PDRB, Pendidikan dan Pengangguran berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara dan untuk uji Parsial, Variabel PDRB berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap Kemiskinan sedangkan Pendidikan dan Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara. Kata kunci: Produk domestik regional bruto, pendidikan, pengangguran, kemiskinan
PERBANDINGAN MODEL ALTMAN, SPRINGATE, DAN ZMIJEWSKI SEKTOR MANUFAKTUR INDONESIA Gloria Ngangi; Fanny Soewignyo
Klabat Journal of Management Vol 3 No 2 (2022): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.661 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v3i2.883.56-68

Abstract

This study was conducted to evaluate the level of financial distress or bankruptcy of the manufacturing sector listed on the Indonesia Stock Exchange and to find the most accurate predictive model in predicting financial difficulties and bankruptcy. Researchers used 2015 data to measure the level of bankruptcy and then compared it to net profit (loss) in 2016-2019 to validate the accuracy of predictions. The three prediction models being compared were Altman Z-score, Springate, and Zmijewski. The results showed that the highest level of accuracy was the Altman Z-score model, the second was Springate, and the third was Zmijewski. The Altman model in this study showed that the most appropriate predictions were for the third year (2018) and fourth year (2019) with the highest level of accuracy (76.88%) compared to the second and first year. It is recommended for investors, creditors, and management of manufacturing sector companies to use the Altman Z-score prediction model in evaluating the probability of company bankruptcy in the third or fourth year from the prediction year. Keywords: Altman Z-score, comparative analysis, manufacturing sector, Springate model, Zmijewski model Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kesulitan keuangan atau kebangkrutan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan untuk menemukan model prediksi yang paling akurat dalam memprediksi kesulitan keuangan dan kebangkrutan. Peneliti menggunakan data tahun 2015 untuk mengukur tingkat kebangkrutan kemudian dibandingkan dengan laba (rugi) bersih pada tahun 2016-2019 untuk validasi keakuratan prediksi. Tiga model prediksi yang dibandingkan adalah Altman Z-score, Springate, dan Zmijewski. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keakuratan tertinggi diperoleh dengan menggunakan model Altman Z-score, kedua adalah Springate, dan ketiga Zmijewski. Model Altman pada penelitian ini menunjukkan bahwa prediksi yang paling tepat dilakukan adalah untuk tahun ketiga (2018) dan keempat (2019) dengan tingkat keakuratan tertinggi (76.88%) dibandingkan dengan tahun kedua dan pertama. Disarankan bagi investor, kreditor, maupun manajemen perusahaan sektor manufaktur untuk dapat menggunakan model prediksi Altman Z-score dalam mengevaluasi kemungkinan kebangkrutan perusahaan di tahun ketiga atau keempat dari tahun prediksi. Kata kunci: analisis komparatif, model Altman Z-score, model Springate, model zmijewski, sektor manufaktur
PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN KEPUASAN PELANGGAN PADA LOYALITAS PELANGGAN DI RESTORAN PIZZA E-BIRRA Cynthia Anna Wijayanti
Klabat Journal of Management Vol 1 No 1 (2020): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.333 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v1i1.447.11-42

Abstract

The purpose of this research is to examine the influence and relationship of Service Quality, Brand Loyalty and Customer’s Satisfaction as an intervening variable. The subject of the research is Indonesian-based local restaurant Pizza E-Birra under the management of Ismaya Group. The research is based on quantitative research with non-probability purposive sampling as the sampling technique and the data will be analysed using SEM Structural Equation Model with Smart PLS 3.0 as analysis tool.The research is using 5 dimensions of Service Quality, which are Physical Evidence (Tangible), Empathy, Reliability, Responsiveness and Assurance as the independent variable and its impact toward Brand Loyalty as dependent variable and also measuring the Customer Satisfaction as an intervening variable. The result show that all the hypotheses are accepted and some managerial implications needs to be done for management of Pizza E-Birra to improve their Service Quality which leads to their customer satisfaction overall for the dining experience hence will increase the level of brand loyalty among its patronage in the future ultimately. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kualitas Layanan (Service Quality) yang mempengaruhi Loyalitas Merek (Brand Loyalty) secara langsung dan pengaruhnya jika dimediasi oleh Kepuasan Pelanggan (Customer’s Satisfaction). Subyek penelitian ini adalah restoran lokal Indonesia Pizza E-Birra dibawah kepemilikan manajemen grup Ismaya. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik pengambilan sampel Non-Probability Purposive Sampling dan data kuesioner akan dianalisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan program SmartPls.. Penelitian ini menggunakan 5 dimensi dari Kualitas Layanan (Service Quality) yaitu : Physical Evidence (Tangible), Empathy, Reliability, Responsiveness dan Assurance, serta faktor Kepuasan Pelanggan (Customer’s Satisfaction) sebagai variabel mediasi, semuanya akan diteliti secara simultan untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas dan mediasi tersebut dalam mempengaruhi Loyalitas Merek (Brand Loyalty) pada restoran Pizza E Birra. Hasil menunjukkan bahwa ketiga hipotesa yang diajukan didukung, artinya Kualitas Layanan berpengaruh positif terhadap Loyalitas Merek, Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan dan yang terakhir Kualitas layanan berpengaruh pada loyalitas merek dengan mediasi kepuasan, dengan beberapa masukan kepada management Pizza E-Birra , untuk lebih memperbaiki tingkat kualitas layanan, yang berdampak pada kepuasan pelanggan yang akhirnya akan mempengaruhi tingkat loyalitas merek atas restoran Pizza E-Birra.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI SECARA ONLINE MELALUI JEJARING MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (STUDI KASUS PADA PRODUK FASHION) Indah Stefani Tatemba; Rinny Cherill Rantung
Klabat Journal of Management Vol 2 No 1 (2021): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.585 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v2i1.556.20-32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat beli secara online pada jejaring media sosial Instagram khususnya pada produk Fashion serta untuk mengetahui apakah ada perbedaan minat beli berdasarkan perbedaan gender yaitu pria dan wanita. Penelitan ini adalah penelitian kuantitatif-kualitatif yang menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan dengan cara mengembangkan kuesioner. Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan maka penelitian ini menggunakan 370 data responden dengan 24 item pernyataan yang telah melalui proses validasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada 4 faktor yang mempengaruhi minat beli secara melalui jejaring media sosial Instagram yaitu Faktor Sales Promotion, Faktor Customer Service, Faktor Visual Merchandising, dan Faktor Payment. Berdasarkan uji independent t-test ditemukan adanya perbedaan terhadap beberapa faktor yang mempengaruhi minat beli secara online melalui jejaring media sosial Instagram khususnya pada produk Fashion yaitu pada faktor sales promotion dan faktor visual merchandising yang menyatakan pria dan wanita memiliki preferensi mereka masing-masing khususnya pada kedua faktor tersebut. Kata Kunci: Instagram, Media Sosial, Minat Beli, Toko Online
Pengaruh Value Added Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan BUMN20 Tahun 2019-2020 Thalia Thalia; Francis Hutabarat
Klabat Journal of Management Vol 3 No 2 (2022): Klabat Journal of Management
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.524 KB) | DOI: 10.60090/kjm.v3i2.851.1-10

Abstract

The purpose of this research is to find out the impact of company’s value added intellectual capital from 2019-2020. This research used quantitative approach, which using numeral data and descriptive statistics. The sample of this research utilizes “BUMN20 - company’s index” that reported financial statement from 2019-2020 and It has a positive outcome in terms of the profit. The result of this research will be tested whether it is significant or not. When the ‘f’ value is below its confidence level (5%) we can conclude that Value Added Human Capital (VAHU), Structural Capital Value (STVA), and Value Added Capital Employed (VACA) has a significant effect towards financial performance of BUMN20 firm. Partially, this research found out the significant test of ‘t’ VACA is 0.006 which there is a significant relationship between VACA and financial performance of BUMN20 firm. On the contrary, this research shows that the variables of VAHU and STVA have no significant impact between VAHU and financial performanxe and the same way about the relationship between STVA and financial performance of BUMN20. Keywords: Financial Performance, Structural Capital Value, Value-Added Intellectual Capital, Value-Added Capital Employed, Value-Added Human Capital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh value added intellectual capital perusahaan bumn pada tahun pengamatan 2019-2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dimana penelitian ini menggunakan data berbentuk angka serta merupakan suatu penelitian statistik deskriptif. Sampel penelitian menggunakan perusahaan index BUMN20 yang menerbitkan laporan keuangan 2 tahun berturut-turut dalam 2019-2020 dan memiliki laba bersih positif selama periode pengamatan. Hasil penleitian ini menunjukan bahwa secara simultan nilai dari signifikansi uji f sebesar 0.046 < 0.05 yang berarti value added human capital (VAHU), structural capital value added (STVA), dan value added capital employed (VACA) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan BUMN20. Secara parsial didapati bahwa nilai signifikan uji t VACA 0.006 yang berarti adanya pengaruh signifikan antara VACA dengan kinerja keuangan pada perusahaan BUMN20. Sebaliknya, penelitian ini menunjukan bahwa untuk variabel VAHU dan STVA didapati bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara VAHU dengan kinerja keuangan dan juga STVA dengan kinerja keuangan perusahaan BUMN20. Kata kunci: Kinerja Keuangan, Structural Capital Value Value-Added Intellectual Capital, Value-Added Capital Employed,,Value-Added Human Capital.