cover
Contact Name
Jupri Kartono
Contact Email
lppm@pancabhakti.ac.id
Phone
+62721-786864
Journal Mail Official
lppm@pancabhakti.ac.id
Editorial Address
Dewan Redaksi Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Jl. ZA. Pagar Alam No.14, Gedong Meneng, Kec.Rajabasa, Kota Bandar Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ)
ISSN : -     EISSN : 29638534     DOI : https://doi.org/10.47218/jpmj.v1i1
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) is a journal that publishes the results of community service in the health sector, publication twice a year (August and December).
Articles 12 Documents
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Manajemen Tersedak (Choking) Bagi Kader Kesehatan Di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran Pujiarto Pujiarto; M Ridho; Rohana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 5 No 1 (2026): JPMJ Vol 5 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v5i1.539

Abstract

Henti jantung dan henti napas dan tersedak (choking) dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga membutuhkan pertolongan segera dari orang-orang terdekat sebelum bantuan medis tiba. Kader kesehatan di tingkat desa memiliki peran strategis sebagai penggerak pertama dalam kondisi kegawatdaruratan di lingkungan masyarakat, namun pengetahuan dan keterampilan mereka mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan manajemen tersedak masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran dalam melakukan BHD dan penanganan tersedak. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025 dengan metode penyuluhan, demonstrasi, dan redemonstrasi menggunakan media slide presentasi dan leaflet. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan desa yang berjumlah 20 orang. Evaluasi membandingkan pengetahuan peserta sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan kompresi dada, pemeriksaan kesadaran korban, serta teknik back blow, abdominal thrust, dan chest thrust untuk penanganan tersedak. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan BHD dan manajemen tersedak efektif meningkatkan kesiapsiagaan kader kesehatan desa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Keluarga Berencana melalui Penyuluhan pada Pasangan Usia Subur dan Ibu Hamil Kadek Yuke Widyantari; Rully Fatriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 5 No 1 (2026): JPMJ Vol 5 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v5i1.540

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Program Keluarga Berencana (KB) mendukung pasangan usia subur dalam merencanakan kehamilan serta mengatur jumlah dan jarak kelahiran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur dan ibu hamil mengenai kesehatan reproduksi perempuan dan program KB. Kegiatan dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang didukung oleh media leaflet dan banner. Kegiatan dilaksanakan pada 16 April 2026 di Poskeskel Sukadanaham, wilayah kerja Puskesmas Gedong Air, Bandar Lampung, Indonesia. Peserta berjumlah 12 orang yang terdiri atas pasangan usia subur dan ibu hamil. Pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner yang terdiri atas 15 pertanyaan, yang diberikan sebelum dan setelah penyuluhan. Skor pengetahuan dihitung berdasarkan persentase jawaban benar dengan batas nilai ?70. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 64,4 ± 8,2 pada pretest menjadi 83,9 ± 5,3 pada posttest. Median skor meningkat dari 66,7 (IQR 58,3–66,7) menjadi 86,7 (IQR 80,0–86,7). Sebelum penyuluhan, sebanyak 2 peserta (16,7%) memperoleh skor ?70, sedangkan setelah penyuluhan seluruh peserta (12 orang; 100,0%) mencapai skor tersebut. Dengan demikian, proporsi peserta yang mencapai kategori pengetahuan ?70 meningkat sebesar 83,3 poin persentase. Kegiatan juga berlangsung secara interaktif, ditunjukkan oleh keaktifan peserta dalam diskusi dan tanya jawab mengenai metode kontrasepsi serta pemilihan metode yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu. Kegiatan ini memberikan tambahan informasi yang dapat mendukung peserta dalam mempertimbangkan pilihan KB sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12