Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles
268 Documents
Penerapan Konsep Arsitektur Hijau pada Perancangan Kembali Terminal Bus Tipe A Banda Aceh
Maudy Noviyanti Nada;
Husnus Sawab;
Riza Aulia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 1 (2022): Volume 6, No.1, Februari 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.082 KB)
The terminal as a public facility that continues to operate actively throughout the day, of course, consumes large amounts of energy every day. But unfortunately not all energy on earth can be renewed. Therefore, preventive measures are needed so that the energy on earth does not run out. The choice of the Green Architecture theme in the redesign of the Batoh bus terminal is expected to reduce the use of excess energy at the terminal. The application of the Green Architecture theme is carried out on each item in the redesign of the Batoh bus terminal, both the arrangement of the outer space, the inner space, to the selection of the right material and according to the design objectives. Some examples of the application of Green Architecture in this design are the use of glass with a secondary skin as a wall to facilitate the entry of light into the building so as to reduce the use of artificial light during the day while maintaining the temperature in the room so it is not hot Use of photovoltaics as an alternative energy source; As well as processing gray water as a source of additional water and others. From this concept, it is hoped that it can create a terminal that is more environmentally friendly so that the current energy can continue to be used in the future. Terminal sebagai fasilitas publik yang terus beroperasi secara aktif sepanjang hari tentu saja mengkonsumsi energi dalam jumlah besar setiap harinya. Namun sayangnya tidak semua energi di bumi dapat diperbarui. Maka dari itu, langkah pencegahan dibutuhkan agar energi di bumi tidak menipis. Pemilihan tema Green Architecture dalam perancangan kembali terminal bus batoh diharap dapat mengurangi penggunaan energi yang berlebih pada terminal. Penerapan Tema Green Architecture dilakukan pada setiap item dalam perancangan kembali terminal bus batoh, baik penataan ruang luar, ruang dalam, hingga pemilihan material yang tepat dan sesuai dengan tujuan perancangan. Beberapa contoh penerapan Green Architecture dalam perancangan ini ialah, penggunaan kaca low e-glass dan secondary skin sebagai dinding untuk memudahkan masuknya cahaya kedalam bangunan sehingga mengurangi penggunaan cahaya buatan pada siang hari namun tetap menjaga suhu dalam ruangan agar tidak panas; Penggunaan photovoltaic sebagai sumber energi alternatif; serta pengolahan gray water sebagai sumber air tambahan dan lainnya. Dari konsep ini diharapkan dapat menciptakan terminal yang lebih ramah lingkungan sehingga energi yang ada sekarang dapat terus dipergunakan hingga masa yang akan datang.
Perancangan Real Estate dengan Pendekatan Resident WaterFront
Dini Damayanti Rusyarn
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 2 (2020): Volume 4, No.2, Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (587.186 KB)
Menurut tri Harso Karyona “Kehidupan bergerak dan bergeser seiring dengan perubahannya zaman. Pertumbuhan terjadi disemua sector kehidupan. Salah satu perubahan yang sangat mencolok adalah perubahan tatanan kehidupan dalam kebutuhan pengadaan hunian. tuntutan pengadaan rumah semakin tinggi, apalagi ditambah dengan laju pertambahan penduduk” [1].Banda Aceh merupakan ibu kota provinsi aceh, sasaran yang akan didikembangkan untuk perencanaan real estate. Lahirnya Jenis dan bentuk perumahan yang bervariasi untuk menambah daya jual perumahan yang semakin tinggi. Residential waterfront adalah suatu jenis perumahan yang sedang mendunia yang menjadi ikon dari perumahan mewah. Untuk mencipkan karaktek perumahan dengan konsep waterfront maka lokasi, pola penataan zona, tatanan massa dan ruang terbuka harus menjadi elemen yang harus diperhatikan . Kata kunci: perancangan real estate dan konsep waterfront.
Studi Tingkat Kenyamanan Termal Berdasarkan Persepsi Pengguna (Studi Kasus: Masjid Tuha Indrapuri)
aulia damayanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 1 (2020): Volume 4, No.1, Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.224 KB)
AbstractMasjid Tuha Indrapuri is one of the historical heritage sites in Desa Pasar Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Masjid Tuha Indrapuri still retains its shape and stands on the foundation of the Hindu temple, the former Kingdom of Lamuri until now. Despite being one of the historic mosques in Aceh, this mosque must be able to maintain its existence in the present. This research focuses on the comfort level of mosque based on users perception. This research was carried out by means of observation so that the data obtained in the form of documentation and interviews. The analytical method used is a qualitative method with a descriptive approach. Based on the results of the research, Masjid Tuha Indrapuri is still functioning well as a place of worship and plays an important role in human life. So the comfort level of mosque users is very important so that this mosque still maintains its existence in the present.Keywords: Masjid Tuha Indrapuri, thermal comfortAbstrakMasjid Tuha Indrapuri merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di Desa Pasar Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Hingga saat ini Masjid Tuha Indrapuri masih mempertahankan bentuknya dan berdiri di atas pondasi candi hindu bekas Kerajaan Lamuri. Meskipun menjadi salah satu masjid bersejarah di Aceh, masjid ini harus mampu mempertahankan keberadaannya di masa sekarang. Penelitian ini menitikberatkan pada tingkat kenyamanan pengguna masjid berdasarkan persepsi. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara observasi di lapangan sehingga data yang didapat dalam bentuk dokumentasi dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, Masjid Tuha Indrapuri hingga saat ini masih berfungsi secara baik sebagai tempat beribadah dan berperan penting dalam kehidupan manusia. Maka tingkat kenyamanan pengguna masjid sangatlah penting agar masjid ini tetap menjaga eksistensinya dimasa sekarang. Kata kunci: masjid tuha indrapuri, kenyamanan termal
Perancangan Mall di Kota Banda Aceh dengan Konsep Blue Design
Shafira Yola Alfarenza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 4 (2021): Volume 5, No.4, November 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (988.513 KB)
Banda Aceh merupakan salah satu kota yang terus berbenah diri dan berkembang dengan baik pada bidang ekonomi dan pengembangan kota. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat mengakibatkan kebutuhan yang semakin meningkat pula. Maka dari itu sangat dibutuhkan pusat pembelanjaan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Disisi lain, dengan pertumbuhan penduduk yang bertambah, sumber daya air sebagai daya dukung lingkungan belum tentu selamanya akan memenuhi ketersediaannya, maka kita sebagai penggunanya harus mampu mengatasi masalah tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan keberlangsungan hidup. Penggunaan konsep Blue Design dapat dijadikan solusi dalam mengatasi masalah tersebut. Konsep pemanfaatan air dengan mengolah air hujan yang telah ditampung dan kemudian digunakan kembali untuk kebutuhan bangunan tersebut. Penerapan konsep tidak hanya pada pemanfaatan air saja, tapi juga diterapkan pada ekterior dan interior bangunan untuk dijadikan daya tarik masyarakat mengunjungi mall tersebut.
Application of High Tech Architecture Theme in the Design of Science and Technology Demonstration Centers in Banda Aceh
Giyanda Rahmaningtyas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 3 (2019): Volume 3, No. 3, Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.269 KB)
Banda Aceh Science Center is an educational recreation facilities that are designed to develop the motivation of citizen, especially students to understanding the principles of science and visualize science in visual form. The material indeed presented are variety of model science and can be played by visitors. High tech architecture approach implemented as the concept of applying science and technology of the building according to building functions. Characteristic of high tech architecture applied to building exterior and interior, so that visitors can find out the buildings that are designed have the same form and function related to innovative technological developments. The use of transparent glass elements is more dominant used in buildings as well as exposed structures and utilities out of the building. Keywords: sci-tech, high tech architecture, exposed structures and utilities
Penerapan Tema Cultural Symbol Pada Perancangan Kawasan Wisata Pusat Pengolahan Biji Kakao di Kabupaten Gayo Lues
Khairul Azhar;
Elysa Wulandari;
Sofyan sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.694 KB)
Provinsi Aceh tepatnya di Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu wilayah yang memiliki komoditi pertanian biji kakao yang unggul. Berdasarkan data statistik pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Gayo Lues menunjukkan tanaman kakao di Kabupaten Gayo Lues terus meningkat dan meluas. Namun, nilai jual dan pemasaran biji kakao masih rendah dan belum efektif memenuhi ekonomi masyarakat daerah setempat, berdasarkan dari informasi yang didapatkan melalaui masyarakat serta kepala desa di beberapa desa penghasil pertanian biji kakao di Kabupaten Gayo Lues. Hal ini disebabkan tidak adanya wadah atau tempat untuk mengolah hasil pertanian kakao yang menyebabkan sulitnya proses pemasaran selain menjual bahan mentah.Dalam mewujudkan perancangan Pusat Pengolahan Biji Kakao di Kabupaten Gayo Lues ini, maka akan diterapkan tema yang menyesuaikan dengan kondisi geografis serta lingkungan sosial pada site, yaitu menerapkan tema cultural symbol. Cultural symbol merupakan sebuah identitas budaya yang dilakukan oleh masyarakat baik dalam kehidupan sehari–hari maupun adat istiadat setempat. Oleh karena itu, pendekatan tema ini diharapkan akan menghadirkan bangunan yang sesuai dengan pola prilaku kebiasaan masyarakat sehingga akan terciptanya rancangan bangunan gedung Pengolahan Biji Kakao di Kabupaten Gayo lues yang efektif dan efesien sesuai fungsinya.
Penerapan Cultural Symbol Pada Perancangan Aceh Creative Art and Culture Center
Cut Nirwana Zulfa;
Cut Dewi;
Zulfikar Taqiudin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 2 (2021): Volume 5, No.2, Mei 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1173.396 KB)
Aceh dikenal sebagai daerah yang memiliki keberagaman budaya, karena merupakan daerah yang multi etnik, ras dan golongan, serta multi kultural. Bagian kebudayaan yang menjadi warisan turun temurun hingga sekarang salah satunya adalah kesenian. Bungong jeumpa merupakan salah satu bunga kebanggaan masyarakat aceh, karena bungong jeumpa telah banyak menginspirasi seni di aceh, terutama seni bangunan yg terinspirasi dari bungong jeumpa untuk ukirannya, oleh karena itu desain ini ingin mengangkat kembali keunikan dan keistimewaan bungong jeumpa. Penerapan konsep Cultural Symbol sebagai tema dalam perancangan arsitektur ini merupakan salah satu cara untuk menunjukkan identitas kota dari bangunan ini melalui seni dan kebudayaan Aceh. Sehingga pada rancangan Aceh Creative Art and Culture Center yang bertemakan Cultural Symbol ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan seni budaya kepada dunia dan juga dapat dilestarikan keberadaannya.
Pemenuhan Aspek Kenyamanan Pejalan Kaki pada Jalur Pedestrian di Kawasan Perdagangan Kota Banda Aceh
Siti Raisya Khaula Rianty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 4 (2019): Volume 3, No.4, November 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.228 KB)
Banda Aceh sebagai ibukota provinsi Aceh memiliki pusat perdagangan yang representatif, dikenal sebagai Pasar Aceh yang terletak di Jalan Diponegoro. Terdapat jalur pedestrian bersisian dengan deretan pertokoan yang terkesan semrawut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pengguna jalur pedestrian. Penelitian ini penting dilakukan karena pusat perdagangan saat ini bagian dari kegiatan rekreatif masyrakat kota, sehingga perlu memperhatikan kenyamanan pejalan kaki. Pendekatan penelitian berupa penelitian persepsi dengan metode kombinasi yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk melihat kecenderungan. Variabel penelitian memiliki dua aspek yaitu aspek fisik yang meliputi dimensi jalur pedestrian, permukaan jalur pedestrian serta fasilitas pendukung dan aspek pengguna jalur pedestrian. Tingkat kenyamanan pengguna jalur pedestrian dihitung menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan banyak kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi jalur pedestrian sehingga ruang yang ada menjadi sempit. Kesimpulan penelitian bahwa ruang pedestrian harus diperlebar karena fungsi-fungsi tersebut sudah menjadi kebutuhan penting dari ruang tersebut. Rekomendasi desain jalur pedestrian dilebarkan 45% dari kondisi sebelumnya dengan memperbaiki ruang transisi antara jalur pedestrian dan jalur kendaraan.
Identifikasi Kenyamanan Jalur Pejalan Kaki Kawasan Wisata Bersejarah di Pusat Kota Banda Aceh
Riska Tiara Nasution;
Mirza Fuady;
Muhammad Haiqal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.451 KB)
|
DOI: 10.24815/jimap.v6i4.21223
Ruang bagi pejalan kaki atau disebut dengan pedestrian ways perlu diperhatikan karena keberadaannya yang berperan penting sebagai penghubung antar bangunan ataupun kawasan dan juga sebagai tempat perantara untuk masyarakat beraktivitas. Kota Banda Aceh sendiri, pengguna pedestrian secara perlahan mengalami penurunan dikarenakan semakin menurunnya minat masyarakat untuk berjalan kaki. Penurunan minat tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti kenyamanan yang meliputi keamanan juga keterhubungan pada jalur pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor tersebut pada kawasan bersejarah yang ada di pusat kota Banda Aceh yaitu jalur pedestrian di kawasan Mesjid Raya Baiturrahman, Museum Aceh, Taman Putroe Phang, Gunongan, Makam Kherkhof, Museum Tsunami, Blang Padang, dan Taman Sari Bustanussalatin sehingga dapat ditemukan solusi dari menurunnya minat berjalan kaki pada masyarakat serta memaksimalkan penggunaan jalur pedestrian. Di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pengalaman meruang dengan metode penelitian kualitatif khusus tentang aspek kenyamanan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu dengan metode pengumpulan data primer dan metode pengumpulan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara langsung dengan pejalan kaki di seputaran kawasan, dan data sekunder diperoleh dengan melakukan studi pustaka, artikel, jurnal dan skripsi yang dapat menunjang kegiatan penelitian. Hasil yang didapat dari analisis dalam penelitian ini diharapkan dapat dapat mengevaluasi jalur pedestrian yang ada di kawasan bersejarah di kota Banda Aceh dengan begitu dapat memudahkan para wisatawan maupun masyarakat dalam mengakses tiap lokasi juga diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan dan lebih memperhatikan pemeliharaan jalur pedestrian di kawasan tersebut.