cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
The design of Aceh Coffee Museum in Banda Aceh Muazzah Shavira Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 3 (2019): Volume 3, No. 3, Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.273 KB)

Abstract

Aceh is one of the largest coffee producer province in Indonesia. Coffee has a very important role in economic development. Drinking coffee has become a cultural culture in Aceh. The development of coffee in Aceh records its own history, so it is very representative there is a coffee museum was presented in Banda Aceh. Aceh Coffee Museum aims to provide information about coffee and attract the community to preserve and remember the culture of coffee in Aceh. Aceh Coffee Museum applies Architectural Analogy as a theme.  The design was applying the coffee beans form where it emphasizes the form, aesthetics, and application of object equations which expected to show a new face for the city of Banda Aceh and architecturally will be able to convey a message as a form of communication between the form of the building and can display the function of the shape in it.
perancangan Pusat seni dan Budaya di Banda Aceh Rahma Pitri; Cut Dewi; Laila Qadri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.281 KB)

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang dihuni oleh ribuan suku dengan berbagai keragaman seni dan budaya tiap daerahnya. Aceh sebagai satu dari sekian banyak daerah terkenal akan sejarah kesenian budaya yang khas, hal ini tak luput dari apresiasi seniman yang berperan aktif dalam mendukung proses pelestarian kegiatan seni budaya agar tidak tenggelam dalam perkembangan teknologi dan tren global. Pembangunan pusat seni dan kebudayaan dianggap hal yang sangat penting sebagai sarana bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat dalam pengembangan dan pelestarian sekaligus edukasi untuk mengingatkan kembali sejarah dan jati diri masyarakat daerah Aceh. Perancangan ini bertujuan untuk mewujudkan konsep perencanaan pusat seni dan budaya yang dapat mendukung proses kegiatan pelestarian yang dimaksud, baik dari segi pelaku seni maupun penikmat seni, sesuai dengan norma-norma yang berlaku di daerah Aceh. Tema yang digunakan adalah arsitektur ekspresionisme dimana menfokuskan dalam mewujudkan ekspresi/perasaan seniman kedalam penggunaan dan fungsi bangunan, sebagai salah satu paham kebebasan dalam mengeksplorasi bentuk sesuai hasrat dan keinginan sebagaimana selayaknya sebuah karya seni dan budaya diciptakan. Metode pendekata melalui studi pustaka dan studi banding yang kemudian disesuaikan dengan hasil eksisting untuk mendapatkan analisa data yang diperlukan unntuk proses perancangan. Penggunaan tema eksprionisme ada bangunan  merupakan bentuk untuk merealisasikan ekspresi/perasaan sebagai hal tak kasat mata menjadi menjadi bagian yang dapat terlihat dan disentuh, hal ini direalisasikan baik pada fasad, fungsi maupun ornament dekorasi bangunan dengan penambahan simbol-simbol adat khas daerah Aceh. 
Perancangan Stadion dan Pusat Pelatihan Futsal di Banda Aceh Ryal Pahsya; Masdar Djamaluddin; Muliadi Muliadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 2 (2021): Volume 5, No.2, Mei 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.89 KB)

Abstract

Olahraga futsal adalah olahraga sepak bola kecil yang dimainkan oleh dua tim yang dan dimainkan di lapangan dengan ukuran 25 x 42 yang relatif kecil dari pada lapangan sepak bola pada umumnya. Pada saat ini di Banda Aceh banyak terdapat tempat penyediaan jasa sewa lapangan futsal. meskipun banyak lapangan futsal yang terdapat di Banda Aceh, namun lapangan tersebut belum memiliki standar untuk menyelenggarakan event-event futsal baik nasional maupun Internasional, maka dari itu dibutuhkan  sebuah  Stadion  dan  pusat  pelatihan  Futsal di banda  Aceh. Stadion dan pusat pelatihan futsal merupakan suatu tempat  di dalamnya terdiri  dari  pendidikan,  penyewaan  jasa lapangan futsal, pelatihan, retail-retail olahraga dan pelaksanaan event futsal. dengan adanya Stadion dan pusat pelatihan futsal ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mendukung dan mengembangkan prestasi di bidang olahraga khususnya olahraga futsal.
Front Matter Agustus 2019 Riza Aulia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 3 (2019): Volume 3, No. 3, Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.605 KB)

Abstract

Perancangan Museum Sains dan Teknologi di Banda Aceh Syarifah Maizatul Aqmal; Era Nopera Rauzi; Muhammad Heru Arie Edytia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.905 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v6i4.21184

Abstract

Kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami sains dan teknologi sangat kurang, padahal eksplorasi yang terus menerus dilakukan merupakan kunci untuk menemukan sesuatu yang baru yang berguna bagi masyarakat dan memudahkan pekerjaan manusia. Minat yang minim dan keterbatasan fasilitas yang dapat diakses semua kalangan menjadi salah satu permasalahannya. Perancangan Museum Sains dan Teknologi di Banda Aceh ini diharapkan bisa menjadi alternatif dalam menumbuhkan minat masyarakat terhadap sains dan teknologi untuk mengetahui, memahami dan mengeksplorasi sains dan teknologi. Dengan memperhatikan fungsi bangunan meliputi pengguna, kegiatan pengguna, kebutuhan ruang, organisasi ruang, zonasi, program ruang, dan persyaratan teknis bangunan, diharapkan dapat memberikan sebuah fasilitas yang disenangi oleh akademisi, cendekiawan, wisatawan, dan masyarakat umum terhadap sains dan teknologi. Lokasi perancangan Museum Sains dan Teknologi terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, Ulee Lheu, Meuraxa, Kota Banda Aceh. Peruntukan lahan kawasan ini sebagai kawasan pariwisata. Perancangan Museum Sains dan teknologi ini menggunakan tema arsitektur ekologi yang ditampilkan pada bentuk layout, fasad bangunan dan pemanfaatan tapak secara maksimal sebagai hasil respon yang ramah lingkungan dengan memperhatikan ekologi dan menyelaraskannya dengan bangunan. The land designation of this area as a tourism area. The design of this Science and Technology Museum uses the theme of ecological architecture displayed in the form of layouts, building facades and maximum use of the site as a result of an environmentally friendly response by paying attention to ecology and aligning it with buildings.
Studi Pemanfaatan Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa di Kota Bekasi Sebagai Ruang Publik Farah Mutia; Dyah Erti Idawati; Cut Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 4 (2021): Volume 5, No.4, November 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.164 KB)

Abstract

Ruang publik merupakan wadah yang umumnya dipakai sebagai tempat berkumpulnya suatu masyarakat untuk kegiatan kontak publik. Salah satu contoh ruang publik adalah hutan kota yang merupakan suatu kawasan yang didominasi oleh pepohonan yang dibiarkan tumbuh secara alami. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas pemanfaatan dan menemukan solusi dari pemanfaatan yang ada di Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa. Penelitian ini menggunakan metodelogi kuantitatif melalui pendekatan deskriptif dengan teknik random sampling. Subjek pada penelitian ini berjumlah 77 orang yang merupakan pengunjung Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa. Data yang diuji adalah reliabilitas dan normalitas serta descriptive statistic menggunakan program SPSS 24.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan Taman Hutan Kota Patriot Bina bangsa sebagai ruang publik berdasarkan tujuan datang memiliki variasi seperti yang bertujuan olahraga dengan nilai mean 87.86 dan median 86, lalu tujuan wisata dengan nilai mean 84.72 dan median 84, serta tujuan lain-lain dengan mean 85.40 dan median 83.00 yang berarti tujuan datang dapat mempengaruhi pemanfaatan Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa sebagai ruang publik. Walaupun terdapat beberapa indikator yang pemanfaatannya belum sesuai sebagai ruang publik, data tersebut menunjukan bahwa pemanfaatan Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa sudah sesuai sebagai ruang publik ditinjau berdasarkan tujuan datang. 
Museum kopi di banda aceh hafsah sundaria saidi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, No.2, Mei 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.993 KB)

Abstract

Saat ini kopi Indonesia menempati peringkat keempat sebagai penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Kopi di Indonesia memiliki sejarah panjang. Sebagai provinsi salah satu penghasil kopi kecanduan masyarakat pada kopi menjadikan warung kopi sebagai lahan bisnis di Aceh. Kopi juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konteks sosio-kultural Aceh. Sebagai produk suatu kebudayaan, minum kopi memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup masyarakat. Minum kopi di warung kopi pada masyarakat Aceh menjadi ‘simbol’, kebutuhan, sekaligus juga arena untuk memaknai kembali atau memberikan energi produktif tumbuhnya alternatif-alternatif baru, kreasi positif, bahkan oposisi-kritis terhadap kondisi, aturan, dan tatanan sosial yang ada.  Diskusi yang berkelanjutan dan konstruktif terhadap ide-ide yang berkembang di warung-warung kopi di Aceh, dapat memberikan sumbangan terhadap gagasan pembangunan, sosial, dan kebudayaan di Aceh masa kini dan masa depan. Oleh Karena itu Museum Kopi ini bertujuan lebih mengenal jenis-jenis kopi yang ada di aceh itu sendiri, serta memberikan sarana bagi melestarikan budaya minum kopi yang berada di Banda Aceh.
Perancangan Fasilitas Olahraga di Aceh Besar dengan tema kesultanan Aceh Dira Wiyasih; Mirza Mirza; Muhammad Heru Arie Edytia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.055 KB)

Abstract

Fasilitas Olahraga yang mewadahi cabang olahraga Rugby, Woodball, Panahan dan Tarung Derajat di Pekan Olahraga Nasional (disingkat PON) XXI adalah wajah Aceh sebagai tuan rumah. Pesta olahraga nasional Indonesia yang diadakan setiap empat tahun sekali diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga dibutuhkan suatu identitas Aceh yang akan dikenang oleh pengunjung dari luar daerah. Kesultanan Aceh khususnya pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda telah membawa Aceh pada puncak gemilangnya. Hal ini dapat dijadikan sebagai identitas Aceh yang membanggakan dengan diterapkan pada desain fasilitas  olahraga. Bangunan peninggalan pada zaman kesultanan Aceh diteliti untuk mengetahui gaya arsitektur yang digunakan pada masa itu. Ada dua gaya yang muncul dari bangunan peninggalan kesultanan Aceh, yaitu Arsitektur Mughal dan Arsitektur Hindu. Arsitektur Hindu muncul disaat agama Hindu merupakan anutan sebagian masyarakat Aceh sebelum kedatangan Islam. Kemudian Arsitektur Mughal muncul setelah kedatangan Islam. Gaya Arsitektur Mughal, orientasi, letak bangunan, makna dan ideologi adalah hal yang akan diterapkan pada desain rancangan ini.
Front Matter Februari 2021 Riza Aulia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 1 (2021): Volume 5, No.1, Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.459 KB)

Abstract

Pelestarian Masjid Tuha Indrapuri Berdasarkan Pendapat Masyarakat Salsabila Yarda; Cut Dewi; Riza Aulia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 1 (2023): Volume 7, No.1, Februari 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.21 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i1.21166

Abstract

 Masjid Tuha Indrapuri adalah salah satu situs cagar budaya yang terdapat di Aceh Besar yang berada gampong Indrapuri, Kecamatan Indrapuri. Hingga saat ini, Masjid Indrapuri masih digunakan oleh masyarakat untuk shalat berjamaah, pengajian, dan kegiatan masyarakat lainnya. Penelitian ini menitikberatkan pada perbedaan pendapat antara masyarakat dan pemerintah dalam proses pelestarian Masjid Tuha dan Benteng Indrapuri yang merupakan sebuah situs cagar budaya yang masih digunakan sebagai tempat kegiatan ibadah dan kemasyarakatan, terutama dalam hal kebutuhan dan kenyamanan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan dan pengumpulan data dengan dokumentasi dan wawancara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat merupakan bagian vital dalam pelestarian Masjid Tuha Indrapuri, sehingga pendapat dan kebutuhan masyarakat menjadi suatu bagian yang dipertimbangkan dalam proses pelestarian. Selama pendapat tersebut tidak menghilangkan ciri khas dan eksistensi dari Masjid Tuha Indrapuri, maka pendapat tersebut dapat dipertimbangkan sehingga pelestarian bangunan cagar budaya Masjid Tuha Indrapuri dapat berjalan seiringan dengan kebutuhan dan kenyamanan penggunanya. Kata kunci : Masyarakat, Cagar Budaya, Pelestarian, Masjid Tuha Indrapuri

Page 5 of 27 | Total Record : 268