cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Evaluasi Tingkat Kenyamanan Termal Bangunan Museum Tsunami Aceh Filzah Ikramina; Laina Hilma Sari; Husnus Sawab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 3 (2021): Volume 5, No.3, Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.404 KB)

Abstract

Kenyamanan Temal adalah salah satu aspek yang sangat penting yang harus diperhatikan dalam merancangan sebuah bangunan, karena sebuah bangunan harus dapat menunjang aktivitas dan kebutuhan pengguna ketika berada didalam bangunan. Museum Tsunami Aceh merupakan bangunan yang dibangun untuk mengenang peristiwa tsunami di Aceh saat ini menjadi tempat yang paling diminati pengunjung baik masyarakat lokal maupun mancanegara. Museum yang dikategorikan sebagai salah satu ruang publik, haruslah memperhatikan kenyamanan pengguna agar pengguna merasa nyaman ketika berada di dalam museum. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kenyamanan termal ruang dalam Museum Tsunami Aceh berdasarkan variable-variabel lingkungan yang diukur, terdiri atas temperatur udara (Ta), kelembaban udara (Rh), dan kecepatan angin (v). Pengukuran variabel lingkungan menggunakan alat Anemometer Digital, Infrared Thermometer Gun, dan Thermometer Data Logger. Hasil penelitian kemudian dibandingkan dengan standar kenyamanan SNI 03-6572-2001. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kondisi termal pada beberapa ruang pada bangunan Museum Tsunami Aceh yang melebihi standar kenyamanan termal yang telah ditetapkan SNI terutama pada ruang yang beriorientasi ke arah barat dan timur karena menyerap radiasi panas dari matahari paling tinggi dengan kecepatan angin didalam ruangan sangat rendah, disamping itu, terdapat juga ruang yang telah memenuhi standar kenyamanan termal yang memiliki orientasi menghadap ke arah utara-selatan serta memiliki ventilasi yang baik sehingga pergerakan udara pada ruangan cukup optimal dan menghasilkan tingkat kenyamanan yang sesuai dengan standar nyaman termal berdasarkan SNI yang dikondisikan untuk wilayah tropis lembab seperti Indonesia
PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU PADA PERANCANGAN PUSAT WISATA KULINER NUSANTARA Annisa Qadrunnada
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, No.2, Mei 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca bencana Tsunami, kunjungan wisatawan ke Kota Banda Aceh hingga saat ini berkembang sangat pesat. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi perkembangan pariwisata kota Banda Aceh itu sendiri. Wisata kuliner merupakan suatu destinasi wisata yang dinilai penting dan selalu dibutuhkan bagi para masyarakat khususmya wisatawan. Perkembangan minat kuliner di kalangan masyarakat semakin berkembang. Dunia kuliner tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan primer bagi manusia, melainkan menjadi suatu gaya hidup masyarakat. Sektor kuliner merupakan salah satu bidang pariwisata yang dapat menarik wisatawan dari baik dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan faktor- faktor di atas, penyediaan suatu wadah kawasan wisata kuliner perlu dibangun guna memfasilitasi para pedagang kuliner dalam melakukan kegiatan jual beli makanan serta minuman yang lebih bersifat komersil dan rekreatif bagi para wisatawan dan para pencinta kuliner nusantara. Fasilitas ini dibangun dengan tujuan agar dapat memperkenalkan makanan khas aceh maupun daerah seperti berbagai jenis rumah makan, pusat perbelanjaan makanan, pusat peralatan dan bahan kuliner, dan lainnya. Pengunjung diharapkan dapat merasakan nuansa yang berbeda dengan menikmati beragam jenis makanan nusantara yang tersedia pada satu kawasan wisata.Tema yang dihadirkan pada rancangan Pusat Wisata Kuliner Nusantara ini adalah Arsitektur Hijau dengan menghargai segala potensi yang ada di lingkungan sekitar bangunan sehingga keberadaan bangunan tidak menjadi ancaman bagi ekosistem dan sumber daya yang telah ada lingkungan bangunan tersebut.Kata kunci : Pusat Wisata Kuliner Nusantara, Arsitektur Hijau, Banda Aceh
Sejarah dan Place Attachment Objek Wisata Kuliner Rex Peunayong pada Masa Sebelum Revitalisasi (2008) Farah Jubhilla; Izziah Izziah; Erna Meutia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, No.2, Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.433 KB)

Abstract

Rex Peunayong terletak di lokasi strategis di pusat kota yang difungsikan sebagai pusat kuliner. Rex Peunayong merupakan objek wisata kuliner pertama dan sangat populer dikota Banda Aceh. Rex Peunayong mengalami revitalisasi pada 16 Oktober 2008 dengan konsep yang lebih modern. Namun, setelah direvitalisasi Rex Peunayong tidak lagi populer sehingga masyarakat tidak lagi tertarik untuk mengunjunginya. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengangkat kembali kepopuleran Rex Peunayong ditinjau dari sejarah dan place attachment sehingga masyarakat kembali tertarik untuk berkunjung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif serta penentuan responden dilakukan dengan pendekatan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan place attachment masyarakat terhadap objek wisata kuliner Rex Peunayong terbentuk karena objek wisata kuliner Rex Peunayong dianggap bermakna. Place attachment yang muncul berasal dari tiga faktor utama yaitu pengalaman, memori, bentuk fisik dan makanan khas yang ada pada Rex Peunayong. Selain itu, responden memiliki keinginan untuk mengenalkan dan mengajak orang terdekatnya untuk mengunjungi Rex Peunayong. History and Place Attachments of Rex Peunayong Culinary Tourism Objects in the Period Before Revitalization (2008) Rex Peunayong is located in a strategic location in the city center which functions as a culinary center. Rex Peunayong is the first and very popular culinary tourism object in the city of Banda Aceh. Rex Peunayong underwent a revitalization on October 16, 2008 with a more modern concept. However, after being revitalized, Rex Peunayong is no longer popular, so people are no longer interested in visiting it. This research is important to do to bring back the popularity of Rex Peunayong in terms of history and place attachments so that people are interested in visiting again. The type of research used is qualitative and the determination of respondents is carried out using a purposive sampling approach. The results showed that the community's place attachment to the Rex Peunayong culinary tourism object was formed because the Rex Peunayong culinary tourism object was considered meaningful. Place attachments that arise come from three main factors, namely experience, memory, physical form and the typical food that is in Rex Peunayong. In addition, respondents have a desire to introduce and invite their closest people to visit Rex Peunayong.
Pendekatan Tradisional Kontemporer pada Perancangan Arena Pacuan Kuda di Aceh Tengah Krisdayanti Krisdayanti; Nizarli Nizarli; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 1 (2021): Volume 5, No.1, Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.782 KB)

Abstract

Tradisi di dalam masyarakat adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dipertahankan dan  dilestarikan. Di Indonesia, banyak tradisi masyarakat dari berbagai daerah yang menarik perhatian wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan yang berasal dari luar daerah. Salah satu tradisi tersebut, khususnya di Aceh adalah “Pacuan Kuda”. Pacuan kuda merupakan salah satu tradisi turun temurun masyarakat yang rutin dilakukan setiap tahunnya, khususnya di daerah Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Dengan era yang semakin modern ini, perlu dilakukan upaya pelestarian agar tradisi pacuan kuda tidak hilang dari masyarakat. Salah satu upaya adalah dengan membangun arena pacuan kuda yang ramah terhadap tradisi masyarakat setempat. Pendekatan Tradisional Kontemporer yang diterapkan dapat digunakan sebagai wadah untuk mempertahankan dan melestraikan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun ini. Pendekatan tradisional kontemporer diterapkan pada bangunan utama yang mengusung konsep tradisional namun tetap terlihat modern mengikuti perkembangan zaman.
Penggunaan Healing Architecture pada Rancangan Rumah Sakit Jiwa Tipe A Kota Banda Aceh Iffah Aqila; Muliadi Muliadi; Elysa Wulandari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 1 (2023): Volume 7, No.1, Februari 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.923 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i1.21918

Abstract

Perancangan Rumah Sakit Jiwa di Kota Banda Aceh dilatarbelakangi oleh ketidakseimbangan antara daya tampung jumlah tempat tidur rumah sakit jiwa dibandingkan dengan jumlah kasus kunjungan penyakit jiwa dalam satu tahun di kota tersebut, belum memadainya Rumah Sakit Jiwa yang sudah ada, dan permasalahan yang muncul dari kurang efektifnya proses penyembuhan di rumah sakit jiwa konvensional. Tujuan dari permasalahan ini adalah untuk mendapatkan desain rumah sakit jiwa yang dapat menjawab kebutuhan semua penderita gangguan jiwa di sekitar dan mendukung proses penyembuhan pasien gangguanjiwa. Masalah perancangan adalah: bagaimana penerapan elemen arsitektur yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap aspek psikologis pengguna bangunan. Metode yang digunakan didasarkan pada konsep healing environment yang bertujuan untuk memaksimalkan proses penyembuhan dari pendekatan psikologi lingkungan terhadap seluruh aspek yang ada pada komponen temasuk komponen pembentuk lingkungan yang nantinya akan merangsang/ berinteraksi langsung melalui panca indra maupun terhadap psikologi pengguna. Hasil yang diperoleh adalah rumah sakit jiwa yang menjadikan elemen arsitektur sebagai bagian dari proses penyembuhan.
Penerapan Tema Healthy Environtment Pada Perumahan Duafa di Desa Ujung Aceh Singkil Aidil Suprandi Selian; Irfandi Irfandi; Ardian Ariatsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 4 (2021): Volume 5, No.4, November 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.92 KB)

Abstract

Pemerintah Aceh memiliki program kerja yaitu menurunkan angka kemiskinan yang ada di daerah Provinsi Aceh, dan Kabupaten Aceh Singkil memiliki 20,78% angka kemiskinan, Pemerintah Aceh juga memiliki program kerja yaitu rumah duafa untuk membantu merenovasi rumah – rumah mereka agar dapat hidup dengan layak, dan Alhamdulillah beberapa dari rakyat miskin yang berada pada tingkat ekonomi di bawah rata-rata merasa terbantu dan puas dengan hasil tersebut. Namun dari hal itu pemerintah hanya memberikan sebatas renovasi rumah dan beberapa sembako. Hal ini bukan lah bersifat sustainable dan estafet menuju ekonomi yang menigkat. Maka perumahan duafa merupakan solusi untuk menurunkan angka kemiskinan  serta membuat binaan perumahan anti kumuh di Aceh singkil. Perancangan perumahan duafa ini merupakan salah satu cara yang inovatip dalam membantu menurunkan kadar kemiskinan yang ada dengan membuat sebuah perumahan binaan yang  di fasilitasi serta di edukasi secara estafet yang dapat membantu para duafa agar mereka hidup di lingkungan  yang layak dan tidak kumuh, sehat. Dan menurunkan angka kemiskinan yang ada di daerah Aceh Singkil, dengan memberikan lahan pekerjaan  seperti bertani, nelayan, dan beternak. serta memberi fasilitas edukasi seperti sekolah untuk penddikan umum serta masjid dan meunasah untuk ibadah dan pendidikan agama.
Tropical in Design Peunayong Traditional Market Building in Banda Aceh syahrul aini; Syahrul Aini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 3 (2019): Volume 3, No. 3, Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.689 KB)

Abstract

The Peunayong market is the main market which visited by people in Banda Aceh and it’s surrounding area, in addition to trading activities, there is a religious activity. the existence of the new location of the vegetable and fruit market can eventually meet the needs of local communities especially in terms of food. In addition, the Government has also issued specific policies by providing a special market to selling for traders. The approach of design through the theme tropical architecture approach, i.e. studying the concept of space in the Building so that it can adjust to the climate. This design will also consider the behavior of the user market, and applies specific standards for users so that the future can make it easy, safe and convenient for the users of the market.
Penerapan Arsitektur Hijau pada Perancangan Panti Rehabilitasi Narkotika Provinsi Aceh Cut Irina Shafira; Mirza Mahmud; Ardian Ariatsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.602 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v6i4.21668

Abstract

Panti rehabilitasi narkotika merupakan tempat terapi untuk pembinaan fisik, mental, rohani, social, dan keterampilan bagi para pasien penyalahgunaan narkotika selama beberapa waktu, agar mampu kembali berperan aktif dalam lingkungan masyarakat. Keberadaan panti rehabilitasi di provinsi Aceh sangat diperlukan mengingat angka penggunaan narkoba di provinsi Aceh meningkat setiap tahunnya, sedangkan panti rehabilitasi narkotika di provinsi Aceh sangat kurang. Perancangan Panti Rehabilitasi Narkotika ini menggunakan pendekatan Green Architecture dengan menerapkan penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui agar dapat digunakan secara berkelanjutan dengan tujuan menciptakan arsitektur yang ramah lingkungan.
Penerapan Tema Industrial Pada Perancangan Pasar Tradisional Terpadu di Banda Aceh Ferian Yavis Pradika; Era Nopera Rauzy; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 3 (2021): Volume 5, No.3, Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.929 KB)

Abstract

AbstrakPasar tradisional terpadu merupakan tempat perkumpulan semua golongan masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli segala jenis barang dagangan, kota Banda Aceh sendiri terdapat pasar tradisional terpadu namun belum mampu menjadikan masyarakat banyak berdatangan untuk melakukan transaksi, hal ini disebabkan oleh tampilan pada pasar yang ditujukan tidak kepada semua kalangan. Penerapan tema pada sebuah rancangan mampu mempengaruhi minat masyarakat untuk datang. Penerapan tema arsitektur industrial mampu menampilkan kesederhanaan pada elemen desain, salah satunya pada eksterior dan interior rancangan. Hal itu diterapkan agar kesan murah hadir sehingga pembeli tidak merasa sungkan untuk datang melakukan transaksi. Karakteristik masyarakat kota Banda Aceh merespon positif dengan tampilan kesederhanaan tema industrial pada rancangan pasar tradisional terpadu ini. Dapat disimpulkan bahwa tema pada perancangan pasar tradisional terpadu dapat berjalan maksimal salah satunya dikarenakan penerapan tema yang tepat sesuai dengan karakter masyarakat setempat. Kata kunci: tema, arsitektur industrial, pasar tradisional terpadu
Pengembangan Objek Wisata Mata Ie Aceh Besar Berbasis Placemaking Sri Youlanda Saputri; Burhan Nasution; Teuku Ivan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 2 (2023): Volume 7, No.2, Mei 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.811 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i2.23731

Abstract

Wisata Pemandian Mata Ie merupakan objek wisata yang berada di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Wisata Mata Ie berperan sebagai ruang publik yang mewadahi berbagai aktivitas rekreasi masyarakat umum. Namun, pengelolaan dan pengembangan Wisata Mata Ie belum memenuhi kebutuhan pengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis aktivitas dan penggunaan ruang, tingkat kepuasan pengunjung terhadap fasilitas yang tersedia dan kualitas lingkungan Wisata Mata Ie dengan menggunakan atribut placemaking sebagai acuan penilaian. Placemaking merupakan sebuah filosofi, konsep dan pendekatan yang melibatkan masyarakat dalam pembentukan ruang publik agar tercapainya hubungan ruang dan manusia secara berimbang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data berupa hasil pengamatan dan analisis dengan terjun langsung ke lapangan serta melakukan wawancara tertulis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa aktivitas yang dilakukan secara berulang serta kondisi fisik Wisata Mata Ie belum memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat, yang disebabkan oleh minimnya fasilitas dan lingkungan wisata yang tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pendekatan placemaking digunakan untuk mengkaji pengalaman dan harapan masyarakat guna untuk menciptakan ruang publik yang berkualitas.   

Page 3 of 27 | Total Record : 268