cover
Contact Name
Abd. Rohman
Contact Email
rohmanch93@yahoo.com
Phone
+6281233992973
Journal Mail Official
jurnal.forind@gmail.com
Editorial Address
Penerbit FORIND Kantor Oprasional : Jl. Raya Tlogomas gg. 5 No. 24 Malang Jawa Timur Telp. : 08133992973 (Telkomsel) Email : forind_publishing@yahoo.com Facebook : Penerbit Forind
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAMAS: Jurnal Abdi Masyarakat
Published by Penerbit Forind
ISSN : -     EISSN : 2986464X     DOI : -
JAMAS: Jurnal Abdi Masyarakat (e-ISSN: 2986-464X) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasi hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. JAMAS merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh Penerbit Forind Indonesia. JAMAS menerima naskah yang mencakup masalah-masalah yang terkait dengan layanan masyarakat. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau gagasan, hasil penelitian dan pengembangan hasil pendidikan yang telah dicapai di bidang pelayanan masyarakat. JAMAS ini berisi tentang kegiatan pengabdian masyarakat dengan berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan permasalahan yang ada di masyarakat. JAMAS menerbitkan jurnal secara berkala setiap empat bulan sekali, yakni bulan Februari, Juni dan Oktober
Articles 196 Documents
OPTIMALISASI SOP ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN SEBAGAI MEDIA INFORMASI PUBLIK DI DESA WATUREJO NGANTANG: Optimization of Population Administration SOP as A Public Information Media in Waturejo Ngantang Village Ardinsus Grinaldi Kanda; Anjelina Selvia Kodora; Anjelita Ngadu Ndau; Shyane Devesty Natalia; Dody Setyawan
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.244

Abstract

Optimalisasi alur pelayanan administrasi kependudukan diperlukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan alur pelayanan penerbitan akta kelahiran dan akta kematian yang telah ada supaya lebih mudah terlihat dan terbaca oleh masyarakat sebagai media informasi publik di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan melalui survei awal, koordinasi dan diskusi dengan perangkat desa, selanjutnya tim pengabdian menyusun dan menyempurnakan alur pelayanan berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP), serta merancang media informasi publik yang dapat dipasang pada area pelayanan kantor desa. Hasil kegiatan berupa SOP yang diwujudkan dalam bentuk X-Banner sebagai media informasi publik yang dapat meningkatkan keterbukaan informasi, memberikan kejelasan mengenai prosedur, persyaratan, dan tahapan pelayanan, serta mendukung konsistensi aparatur desa dalam memberikan layanan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Selain itu, masyarakat menjadi lebih mandiri dalam memahami proses administrasi yang harus ditempuh. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan tata kelola pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel di tingkat desa.
PEMBERDAYAAN PETANI KOPI MELALUI PELATIHAN BRIKET BIOARANG LIMBAH KULIT KOPI DI DESA JOMBOK MALANG: Empowering Coffee Farmers through Coffee Husk Waste Biocharcoal Briquette Training in Jombok Village Malang Mohamad Mukhlis Sutiyoso; Stepanus Dandi; Anggun Anggun; Rifaldo Rifaldo; Yuliana Yuliana; Editya Hendrawarman
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.245

Abstract

Ketergantungan masyarakat pedesaan terhadap bahan bakar kayu masih menjadi permasalahan serius di wilayah penghasil kopi Indonesia, termasuk di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Sementara itu, limbah kulit kopi yang dihasilkan dari sekitar 758.725 ton produksi kopi nasional per tahun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi briket bioarang bernilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), melibatkan 25 petani mitra selama Januari hingga Februari 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa briket yang diproduksi memiliki nilai kalor di atas 4.500 kkal/kg, durasi nyala 90 menit (50% lebih lama dari kayu bakar), dan biaya produksi Rp12.500/kg dengan harga jual Rp20.000/kg. Pengetahuan petani meningkat signifikan dengan rerata skor naik 37,4 poin (p<0,01). Kegiatan ini terbukti mampu mendorong kemandirian energi berbasis sumber daya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok tani.
INOVASI PEMANFAATAN RESIN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KREATIF BAGI SISWA SMA N 1 BENGKULU TENGAH: Innovation in Utilizing Resin as a Creative Learning Media for Students of SMA N 1 Bengkulu Tengah Putri Khoiriyah; Jernih Lestari Simbolon; Aprilia Diah Kusumaningsih; Nasriyah Nasriyah; Refpo Rahman; Heriansyah Heriansyah; Fades Br Gultom; Riziq Ilham Nur Fahmi
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.249

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan inovasi pemanfaatan resin sebagai media pembelajaran kreatif bagi siswa SMA N 1 Bengkulu Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Januari 2026 dengan melibatkan siswa kelas XII IPA menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi konsep media pembelajaran kreatif, demonstrasi teknik penggunaan resin, serta praktik pembuatan media berbasis resin secara berkelompok. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan dan pemahaman konsep sains siswa, khususnya terkait pengawetan spesimen dan sifat polimer sintetis. Seluruh siswa berhasil menghasilkan produk media pembelajaran berbasis resin yang baik sebagai alat peraga sederhana di sekolah. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, kegiatan ini juga mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Program ini berkontribusi terhadap penguatan pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) serta membuka peluang pengembangan sciencepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan demikian, inovasi pemanfaatan resin sebagai media pembelajaran kreatif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains yang aktif, inovatif, dan berkelanjutan.
EDUKASI DINI BUDIDAYA HORTIKULTURA MELALUI PELATIHAN PEMBIBITAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI AGROEDUPARK WAGIR: Early Horticultural Cultivation Education through Nursery Training for Elementary School Students at Agroedupark Wagir Nova Aulia Witnar Saputri; Didimus Jerdam; Rainaldus Susanto; Felisitus Remba; Stanislaus Constantio Tiwu Ngadha; Retno Wilujeng
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.250

Abstract

Kurangnya literasi pertanian pada anak usia dini di era digital dapat memicu fenomena plant blindness, di mana anak-anak kehilangan koneksi dengan asal-usul pangan dan kelestarian lingkungan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis siswa sekolah dasar melalui pelatihan pembibitan tanaman hortikultura di Agroedupark Wagir. Metode yang digunakan adalah learning by doing yang meliputi tiga tahapan utama: penyampaian materi interaktif, praktik langsung pencampuran media tanam serta penyemaian benih, dan evaluasi hasil belajar. Subjek pengabdian adalah siswa Sekolah SDN 1 Jedong, Kec. Wagir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif siswa mengenai jenis tanaman hortikultura dan teknik pembibitan sederhana. Selain itu, partisipasi aktif siswa dalam praktik lapangan mencerminkan tumbuhnya minat terhadap aktivitas pertanian. Sebagai rencana tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan program, diterapkan program "Adopsi Bibit Mandiri". Dalam program ini, siswa bertanggung jawab merawat bibit hasil praktik di lingkungan rumah dengan pemantauan berkala melalui buku harian tanaman (logbook). Langkah ini direkomendasikan untuk memperkuat karakter tanggung jawab dan kedekatan emosional siswa terhadap alam. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan ruang publik seperti Agroedupark sebagai sarana edukasi luar ruangan efektif dalam membangun kesadaran agraris sejak dini.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA: PRODUKSI BRIKET TONGKOL JAGUNG DI DESA LUBUK DURIAN BENGKULU UTARA: Implementation of Appropriate Technology: Corncob Briquette Production in Lubuk Durian Village North Bengkulu Devi Ratnawati
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.251

Abstract

Limbah pertanian berupa tongkol jagung di Desa Lubuk Durian, Bengkulu Utara, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung menjadi masalah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi tepat guna dalam produksi briket tongkol jagung sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan berupa identifikasi kebutuhan masyarakat, penyusunan modul pelatihan, dan penyediaan alat sederhana; tahap pelaksanaan berupa sosialisasi, pelatihan teknis, serta pendampingan produksi briket; dan tahap evaluasi yang menilai keberhasilan dari aspek partisipasi, ekonomi, dan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memproduksi briket dengan kualitas baik, memiliki nilai kalor cukup tinggi, serta dapat digunakan sebagai pengganti sebagian kayu bakar dan LPG. Partisipasi masyarakat sangat aktif, terutama kelompok tani dan ibu rumah tangga, sehingga keterampilan dan kesadaran terhadap pemanfaatan limbah meningkat. Dari sisi ekonomi, briket memberikan potensi penghematan biaya energi rumah tangga sekaligus peluang usaha baru berbasis desa. Evaluasi keberlanjutan menghasilkan kesepakatan pembentukan kelompok usaha bersama untuk mengelola produksi secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini berhasil mentransfer teknologi tepat guna, memberdayakan masyarakat dalam mengelola limbah pertanian, serta mendukung agenda energi bersih nasional melalui pemanfaatan biomassa lokal.
EDUKASI PENANGANAN PASCA PANEN HORTIKULTURA SEBAGAI UPAYA PENANAMAN KESADARAN AGRARIS SEJAK DINI MELALUI PROGRAM “CINTA PERTANIAN”: Postharvest Handling Education of Horticultural Crops as an Effort to Foster Early Agrarian Awareness through the “Love of Agriculture” Program Sugerin Willy Jawa; Yosefina Deva; Maria Feti Dela; Antonia Celia Vionita; Muh Izad Saputra; Ninin Khoirunnisa'
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.255

Abstract

Sektor hortikultura memiliki kontribusi penting dalam sistem ketahanan pangan dan perekonomian pedesaan, namun masih menghadapi permasalahan tingginya kehilangan hasil pada tahap pasca panen. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai penanganan pasca panen yang tepat menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya mutu dan nilai ekonomi produk hortikultura. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi agraris serta pemahaman dasar mengenai penanganan pasca panen melalui edukasi praktis kepada peserta didik sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Jedong, Kabupaten Malang, melalui pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi penyampaian materi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi. Materi difokuskan pada tahapan sortasi, grading, dan packing pada komoditas hortikultura yaitu selada. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga mutu hasil panen serta munculnya kesadaran terhadap nilai ekonomi produk pertanian. Program ini berkontribusi dalam membangun literasi pertanian sejak dini serta mendorong terbentuknya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan sektor agribisnis.