cover
Contact Name
ULUM FATMAHANIK
Contact Email
althifl@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285608091627
Journal Mail Official
althifl@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka 156 Po Box 116 Telp. (0352) 481277 Ponorogo 63471
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 27755436     EISSN : 27755711     DOI : https://doi.org/10.21154
AL THIFL merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo . Jurnal Ilmiah ini berisi kajian atau penelitian para mahasiswa / mahasiswi atau kolaborasi mahasiswa / mahasiswi dan dosen. Bidang yang diangkat dalam kajian ini berupa Kependidikan Dasar Islam khususnya pada ranah Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal ilmiah ini diterbitkan sebanyak dua kali dalam penggunaan pada bulan Februari dan September. Adapun scope dalam jurnal ini antara lain: Hasil Penelitian yang Berbasis Pembelajaran MI atau SD; Hasil Penelitian tentang Perkembangan Siswa MI atau SD; Kajian Teoritikal tentang Kependidikan Dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 92 Documents
Analisis Kemampuan Creative Thinking dalam Memecahkan Masalah Open-Ended ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Tika Tri Suryani; Ulum Fatmahanik
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v5i2.5433

Abstract

This research aims to (1) determine the ability of creative thinking in solving open ended problems in terms of students' learning styles, (2) determine the level of creative thinking abilities in solving open ended problems in terms of students' learning styles, (3) determine the factors that influence creative abilities thinking in solving open ended problems in terms of student learning styles. This research method uses qualitative with descriptive research type. The research location is MI Ma'arif Sabilul Mttaqin. The subjects taken in this research were 6 students with 2 students representing each learning style. The instruments used were a learning style questionnaire sheet, a creative thinking ability test sheet based on open-ended questions, and an interview sheet. The data analysis technique used is qualitative data analysis, with the steps of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that, (1) The creative thinking abilities of students with a visual learning style are able to meet the indicators of fluency and flexibility, but are not able to meet the indicators of novelty. Students with an audiotorial learning style are able to meet the indicators of fluency and flexibility, but are not able to meet the indicators of novelty. Students with a kinesthetic learning style are able to meet the fluency indicators, but are unable to meet the flexibility and novelty indicators. (2) The creative thinking abilities of students with a visual learning style are at level 3 (creative), students with an audiotorial learning style are at level 3 (creative), and students with a kinesthetic learning style are at level 1 (less creative). (3) Factors that influence students' creative thinking abilities generally come from external factors, namely class conditions, lack of familiarity with working on open ended questions, and only being able to work on questions taught by the teacher.
Efektivitas Model Doubel Loop Problem Solving (DLPS) Berbantuan Media Berbasis Etnosains terhadap Peningkatan Kemampuan Penalaran Kelas IV di MIN 1 Ponorogo Aknes Aulia Arbangatul; Ulinnuha Nur Faizah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v5i2.5251

Abstract

Pembelajaran IPA yang dilakukan di kelas IV MIN 1 Ponorogo diketahuiadanya kemampuan penalaran yang rendah. Salah satu faktornyayaitu belum adanya penerapan dan penggunaan model dan mediayang inovatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan modelpembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) berbantuan mediaberbasis etnosains. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model Double LoopProblem Solving (DLPS) berbantuan media berbasis etnosains,membuktikan efektivitas model Double Loop Problem Solving (DLPS)berbantuan media berbasis etnosains terhadap kemampuan penalaransiswa, mengetahui tingkat kemampuan penalaran dalam model DoubleLoop Problem Solving (DLPS) berbantuan media berbasis etnosains.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan sampelsejumlah 38 siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t, effectsize, dan n-Gain. Hasil yang diperoleh keterlaksanaan pembelajarandengan kategori sangat baik, dari uji perhitungan SPSS dengan uji onetail dan two tail didapatkan hasil model pembelajaran Double LoopProblem Solving (DLPS) berbantuan media berbasis etnosains efektifdalam meningkatkan kemampuan penalaran dengan effect sizesebesar 1.443, dan tingkat kemampuan penalaran siswa dalam DoubleLoop Problem Solving (DLPS) berbantuan media berbasis etnosainslebih tinggi setelah diberi perlakuan.
Eksplorasi Pendekatan Team Teaching dalam Mengelola Fokus Belajar Siswa Kelas II: Studi Kasus di MI Unggulan Al Muhammad Cepu Burhanudin Afandi; Karjo Karjo; Afni Firdausia; Siti Nur Hidayah; Jarir Idris
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v6i1.5677

Abstract

The management of the learning focus of low-grade students at Madrasah Ibtidaiyah (MI) is often a complex challenge due to the limitations of attention spans and crowded classroom dynamics. This qualitative research with a single case study design was conducted to explore in depth the implementation of the team teaching approach in managing the learning focus of Class II students at MI Unggulan Al Muhammad Cepu. Data were collected through participant observation over 16 meetings, in-depth interviews with two team teachers and six students, and analysis of lesson planning documents. The objectives of the study are to (1) identify the mechanism of applying the team teaching model, (2) analyze its impact on the pattern and duration of learning focus (time-on-task), and (3) explore the perception of teachers and students. The results of the study revealed that team teaching develops into a dynamic pedagogical symphony supported by three core mechanisms: collaborative planning with role scenarios, non-verbal microcognitive communication, and hierarchical responsiveness. This implementation succeeded in increasing time-on-task from thirty-five percent to eighty percent 80% and transformed the focus pattern from fragmented to sustained attention, while creating a learning ecosystem that is cognitively efficient and psychologically safe for students. These findings offer a practical model of collaborative learning management in the early classroom that is holistic and contextual.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think, Talk, Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran IPAS : Penelitian Quasi Eksperimen di Kelas V MI Darussalam Kota Bandung Silvana Damayanti
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v6i1.5328

Abstract

Penelitian ini didasari rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam pembelajaran IPAS di MI Darussalam, Kota Bandung. Observasi menunjukkan siswa masih ragu menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan guru. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar dengan model Think, Talk, Write (TTW) dan Direct Instruction, serta mendeskripsikan proses pembelajaran pada kedua kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen non-equivalent control group design. Data diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TTW meningkatkan hasil tes berpikir kritis dan membuat interaksi siswa lebih aktif, kolaboratif, dan percaya diri. Nilai rata-rata pre-test dan post-test kelas eksperimen naik dari 66,33 menjadi 82,58, sedangkan kelas kontrol dari 62,61 menjadi 69,91. Keterlaksanaan model di kelas eksperimen mencapai 93% dan di kelas kontrol 89% (keduanya kategori “Sangat Baik”). Uji N-Gain menunjukkan perbedaan peningkatan signifikan (p < 0,001): kelas eksperimen 50,29% (kategori sedang) dan kelas kontrol 21,39% (kategori rendah). Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif TTW efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS di Madrasah Ibtidaiyah
The Concept of Moderation as an Effort to Prevent Verbal Violence and Bullying Behavior Dini Arifah Nihayati; Ela Munifatus Sakdiyah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v6i1.5452

Abstract

Between January 2025 and October 2025, several cases of verbal violence and bullying emerged, including a bullying case in Cigugur District, West Java, involving a junior high school student. A bullying case that resulted in death in Riau, and the destruction of a Christian prayer house in Padang. The rejection of a church construction in Depok, and a case of bullying and intolerance at SDN Jomin Barat II. Meanwhile, acts of verbal violence and bullying damage social relations in society. Verbal violence and bullying are forms of social deviation and intolerance. Moderation, as a maintainer of unity, offers tolerance and respect for differences. Therefore, the author wants to examine efforts to prevent verbal violence and bullying behavior according to the concept of moderation. This research is a library research. Moderation theory was chosen as a tool because moderation analysis offers solutions to foster a culture of peace and respect for others. The author obtained data from books and other scientific works, both printed and written. The results of the study indicate that the application of moderation values plays an important role in character formation and a social environment that is empathetic, inclusive, and free from violence
Efektivitas Model Group Investigation Berbantuan Media Magic Solution Box Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V Dalam Mata Pelajaran Matematika Durrotun Nasihah; Anis Afifah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v6i1.5671

Abstract

National Council of Teachers of Mathematics menyatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan salah satu standar kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa. Namun, banyak siswa yang tidak mampu memahami soal, kesulitan merencanakan bagaimana strategi atau rumus dalam penyelesaian soal. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran model group investigation berbantuan media magic solution box. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran group investigation berbantuan media magic solution box dengan yang menggunakan model direct learning; (2) efektivitas model pembelajaran group investigation berbantuan media magic solution box terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis quasi experiment (Non-equivalent Control Group Design). Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu terdiri dari kelas V A sebagai kelas eksperimen dan kelas B sebagai kelas kontrol. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji hipotesis uji independent sampel t- test dan uji N-Gain. Hasil analisa menunjukkan bahwa: (1) Hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai post-test kelas eksperimen dan kontrol pada signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 yang kurang dari 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan model pembelajaran group investigation berbantuan media magic solution box dengan yang menggunakan model pembelajaran direct learning. (2) Hasil uji N-Gain% pada kelas eksperimen rata-rata sebesar 76.02% termasuk kriteria efektif, sedangkan pada kelas kontrol menunjukkan rata-rata nilai N-Gain sebesar 39,37% termasuk ke dalam kriteria tidak efektif.
Integrasi Pembelajaran Outdoor Dif-Lab (Differentiated Learning Adventure Base) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berlandaskan Konsep Matematis Mohamad Nur Fauzi; Ahmad Kusaini
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v6i1.5736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter melalui integrasi Outdoor Dif-Lab (Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Petualangan) yang berlandaskan konsep matematika. Penelitian ini menggunakan Riset Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 18 siswa sekolah dasar di SDN Mangin, Jawa Tengah. Data dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar dan lembar observasi kegiatan belajar siswa. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap prestasi belajar siswa dari pra-siklus hingga siklus II, yang tercermin dalam peningkatan nilai rata-rata dan persentase penguasaan pembelajaran. Integrasi pembelajaran luar ruangan, pembelajaran diferensiasi, dan kegiatan berbasis petualangan yang menggabungkan konsep matematika seperti pengukuran, klasifikasi, dan pemecahan masalah secara efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan pembelajaran yang bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa Outdoor Dif-Lab merupakan pendekatan pembelajaran yang menjanjikan untuk meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sekaligus memperkuat kemampuan berpikir matematis siswa.
Implementasi Pembelajaran IPS Berbasis Lingkungan Sekitar Pada Materi Kegiatan Ekonomi di SD Halimatus Sadiyah; Alma Pratiwi Husain
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v6i1.5689

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat dasar harus ditingkatkan dengan pendekatan yang relevan, agar siswa dapat mengerti gagasan-gagasan dengan cara yang berarti dan terhubung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menerapkan pengajaran IPS yang berfokus pada kondisi lingkungan di sekitar, terutama dalam konteks aktivitas ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan pengajaran IPS yang berasal dari lingkungan lokal, terkait dengan materi mengenai aktivitas ekonomi di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari guru dan siswa di sekolah dasar. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta pengumpulan dokumen. Temuan dari penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan lingkungan lokal sebagai sumber pembelajaran sangat bermanfaat bagi siswa dalam memahami konsep produksi, distribusi, dan konsumsi dengan lebih baik. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, dan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam diskusi dan kegiatan belajar. Selain itu, pembelajaran yang berlandaskan lingkungan juga membantu dalam pengembangan keterampilan sosial dan meningkatkan penghargaan terhadap aktivitas ekonomi dalam masyarakat. Oleh karena itu, pengajaran IPS yang berorientasi pada lingkungan dapat menjadi pilihan yang efektif dan relevan untuk memperbaiki kualitas pengajaran IPS di pendidikan dasar.
Komparasi Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Buku Cerita Pop Up Book Di Kelas IV SD Wahyuni Nur Rasyidah; Ratna Nila Puspitasari
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v6i1.5703

Abstract

The low speaking skills of students are seen from grammatical difficulties, the vocabulary used in storytelling is still few, and fluency is still lacking. There is a factor that makes students less interested in storytelling activities, namely when learning carried out by teachers looks less interesting because it is only one direction. Therefore, in an effort to overcome low speaking skills, the researcher chose the Pop Up Book storybook because it has the advantage of stimulating visuals that are the source of student story material. This research aims to explain the difference in students' speaking skills through the Pop Up Book storybook. This type of research is quantitative with a Pre-experimental design research design with the One Group Pretest-Postest Design model. The population in this study is all grade IV students at SD Negeri 1 Nologaten which is 32 students. Data collection techniques using observation and tests. As for the technical data analysis, the mean formula is used, and standard deviation, normality test, homogeneity test, and independent test. The results of the study showed that 1) The results of speaking skills using the Pop Up Book storybook at the time of Postest the results had reached a minimum standard score or good value of 30 students, while students who had not reached the minimum standard score amounted to 2 students. 2) Based on the results of the t-test test using SPSS version 26, a value of sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05 so that there is a significant difference in the speaking skills possessed by students. Thus, it can be concluded that the learning process with Pop Up Book at the Posttest stage has reached the minimum standard and has given good results.
Upaya Penanaman Nilai Karakter Semangat Kebangsaan Melalui Program Macapat dan Karawitan di SD Negeri Wening Arisandhi; Mukhlison Effendi
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v6i1.5704

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi generasi muda yang mulai mengalami penurunan semangat kebangsaan akibat pengaruh globalisasi dan pergeseran nilai budaya. Nilai-nilai seperti cinta tanah air, gotong royong, dan rasa bangga terhadap budaya sendiri mulai terkikis oleh gaya hidup modern yang cenderung individualistis. Menyikapi hal ini, sekolah dasar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. SD Negeri 1 Slogohimo merupakan salah satu sekolah yang menanamkan nilai karakter semangat kebangsaan melalui program macapat dan karawitan. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi upaya pembiasaan dan pembelajaran nilai karakter melalui seni tradisional. Melalui lantunan tembang macapat dan kegiatan latihan karawitan, siswa dibiasakan untuk belajar disiplin, bekerja sama, menghormati guru, serta mencintai budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk dan proses upaya penanaman nilai karakter semangat kebangsaan melalui program macapat dan karawitan, (2) mengetahui hasil dan perubahan karakter siswa yang muncul, serta (3) menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan macapat dan karawitan menjadi media efektif dalam menanamkan karakter semangat kebangsaan karena mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pembentukan sikap nasionalis, disiplin, dan tanggung jawab pada siswa sekolah dasar

Page 9 of 10 | Total Record : 92