cover
Contact Name
Nurlathifah N. Yusuf
Contact Email
prohealthhamzar@gmail.com
Phone
+6287864835107
Journal Mail Official
aupia@stikeshamzar.ac.id
Editorial Address
Maraqitta'limat Foundation Education Complex, Mamben Daya Branch, Jl. TGH. Zainuddin Arsyad, No : 100 Wanasaba District, East Lombok Regency, NTB Province, Indonesia 83658, Telp/Fax. (0376)2924270 Email: stikeshamzar@yahoo.co.id Website : www.stikeshamzar.ac.id
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Prohealth Journal
ISSN : 20892047     EISSN : 29619076     DOI : https://doi.org/10.59802/phj
Core Subject : Health,
ProHealth Journal is a open source journal (e-journal) for nurses, midwife, health care profession, and researcher which published by STIKES Hamzar Mamben, East Lombok, NTB. ProHealth Journal will be published two times a year in June and December. ProHealth Journal received both article research and original literature review articles that have not been published in other medias or other scientific journals. Focus and scopes of the journal including: public health, nursing, midwifery, nutrition, environmental health, and health promotion.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 2 (2020): December" : 4 Documents clear
PERBANDINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGA STATUS GIZI BAYI UMUR 6–12 BULAN DI DESA TEMBENG PUTIK Jusmala Sari; SITI NURAINI; SRI HAYATI
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa, keadaan gizi yang baik merupakan salah satu unsur penting. Kekurangan gizi, terutama pada anak-anak akan menghambat proses tumbuh kembang anak. Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap faktor tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Lingkungan disini merupakan lingkungan bio–psiko–sosial yang mempengaruhi individu setiap hari mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya. Faktor lingkungan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan pemberian asi eksklusif dengan status gizi bayi umur 6-12 bulan di Tembeng. Segi waktu desain penelitian yang di gunakan adalah Penelitian komparatif yaitu penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Berdasarkan tabulasi silang dari 50 responden dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memberikan ASI ekslusif kepada bayinya yaitu sebanyak 27 orang (54%) mempunyai bayi dengan status gizi baik 24 orang, dan gizi lebih sebanyak 3 orang. Sedangkan dari 23 ibu yang tidak memberikan ASI ekslusif pada bayinya mempunyai status gizi buruk sebanyak 2 orang, gizi kurang 16 orang, gizi baik sebanyak 5 orang. Hasil uji Chi square diatas diketahui nilai Asymp. Sig. (2-sided)atau P-Value (0,000)< dari nilai α (0,05), sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan menyusui dini dengan status gizi bayi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD DR. R. SOEDJONO SELONG Baiq Disnalia Siswari; YUNITA EKA SALISNA; MELDA MELINDA
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan Bayi Baru Lahir (BBL). Secara statistik angka kesakitan dan angka kematian pada neonatus di Negara berkembang adalah tinggi dengan penyebab utama yaitu berkaitan dengan BBLR. Beberapa faktor yang menyebabkan BBLR antara lain anemia, hipertensi, riwayat BBLR dan lahir premature, di RSUD Dr. R. Soedjono Selong sendiri pada tahun 2015 jumlah kelahiran sebesar 2002 bayi dan terdapat 333 (16,63%) bayi yang mengalami BBLR. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan Case Control ,sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di RSUD Dr. R. Soedjono Selong sebanyak 192 dengan perbandingan kasus kontrol. Pengumpulan data melalui rekam medik dan tabel observasi pada bulan maret 2017. Untuk melihat hubungan faktor resiko menggunakan analisi Statistic Chi Square. Pada penelitian terdapat 2 (dua) variabel yang mempunyai hubungan bermakna secara statistik sebagai faktor resiko dengan kejadian BBLR, yaitu anemia dengan nilai (p= 0,044 OR 2.305) dan lahir prematur (p=0,093 OR= 2,815). Kesimpulannya terdapat hubungan antara anemia dan lahi prematur dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Dr. R. Soedjono Selong.
HUBUNGAN USIA DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSI NAMIRA Eka Mustika Yanti; SRIWIYANTI; SUSANTI
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama tingginya angka kematian bayi adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Faktor yang mempengaruhi BBLR, yaitu usia ibu, jarak kehamilan, status gizi anemia, paritas, riwayat penyakit, solusio plasenta, plasenta previa. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko terjadinya BBLR dilihat dari usia dan jarak kehamilan. Metode: Penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan case control, pengambilan data menggunakan data sekunder yaitu rekam medik, penelitian dilakukan bulan Mei-Juni 2018. Tekhnik pengambilan sampel adalah simple random sampling, dengan perbandingan jumlah sampel 1:1 yaitu sampel kasus 123 dan sampel kontrol 123. Tekhnik analisis yaitu Chi Square. Hasil Penelitian : Hasil analisis Chi Square menunjukkan usia dan jarak kehamilan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan BBLR (OR = 1,105 dan p value 0,699) sedangkan jarak kehamilan (OR=1,414 dan p value 0,407). Berarti ibu dengan usia reproduksi tidak sehat memiliki resiko 1,105 lebih besar terjadinya BBLR dibandingkan dengan ibu dengan reproduksi sehat dan jarak kehamilan <2 tahun memiliki resiko 1,414 lebih besar dibandingkan jarak kehamilan >2 tahun. Kesimpulan : Tidak ada hubungan usia dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR Saran: Hendaknya lebih meningkatkan pengawasan dalam ANC, meningkatkan penyuluhan tentang faktor-faktor risiko terjadinya BBLR.
HUBUNGAN KEJADIAN LUKA KAKI DIABETIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD Dr. R. SOEDJONO SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Supriadi; Maruli Taufandas; Wahyuningsih
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komplikasi yang tersering pada pada penderita DM adalah kaki diabetik. Luka kaki diabetik menjadi salah satu penyebab kecacatan dan kematian pada penderita DM. Angka kematian akibat luka kaki diabetik berkisar 17-23% dan angka amputasi berkisar 15-30%. Dampak fisik luka kaki diabetik diantaranya adalah infeksi pada luka sehingga membutuhkan penanganan minor seperti debridement dan pemberian antibiotik maupun penanganan mayor seperti resection bahkan amputasi. Dampak psikologis pada pasien luka kaki diabetik diantaranya dapat terjadi penurunan gambaran diri dan terjadinya penurunan interaksi sosial. Berbagai dampak fisik dan psikologis luka kaki diabetik tersebut dapat menurunkan kualitas hidup penderita luka kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian luka kaki diabetik dengan kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus di RSUD Dr. R. Soedjono Selong dengan menggunakan desain kuantitatif non eksperimental dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita DM dengan komplikasi luka kaki diabetik yang berobat di RSUD Dr. R. Soedjono Selong dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Teknik sampling dilakukan secara Accidental Sampling. Hasil penelitian dengan spearman rho menunjukkah ada hubungan antara kejadian luka kaki diabetik dengan kualitas hidup penderita DM dengan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari ρ value sebesar 0,05 (0,000 < 0,05). Kualitas hidup penderita luka kaki diabetik dalam kategori kurang baik. Untuk itu diharapkan bagi penderita luka kaki diabetik untuk melakukan kontrol gula darah secara rutin, menjaga kebersihan luka, menjaga pola makan, aktivitas teratur.

Page 1 of 1 | Total Record : 4