cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jip@uii.ac.id
Editorial Address
Jalan Kaliurang Km. 14, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi)
JIP is presented to encourage and facilitate the publication of the result of the research in psychology that uses the intervention. 1. Social Psychology 2. Clinical Psychology 3. Educational Psychology 4. Industrial and Organisational Psychology 5. Islamic Psychology
Articles 249 Documents
Pelatihan Pengasuhan Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian Disertai Hiperaktivitas (Gpph) Mefisya Nuzullia; Juke R. Siregar; Afra Hafni Noer
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol4.iss1.art5

Abstract

Orang tua yang memiliki anak Gangguan Pemusatan Perhatian disertai Hiperaktivitas (GPPH) sering melakukan pola pengasuhan yang tidak tepat terhadap perilaku anak. Akibatnya, gejala GPPH berlanjut dan berkembang menjadi komorbid. Program pelatihan pengasuhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan penanganan anak-anak dengan GPPH. Para peserta penelitian ini adalah tiga ibu-ibu dengan anak-anak berusia 7 – 9 tahun yang memiliki gangguan GPPH. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu dengan satu kelompok pre test - post test design. Peneliti menggunakan panduan observasi dan kuesioner untuk mengetahui dan manajemen perilaku GPPH. Hipotesis diuji dengan Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pengasuhan anak GPPH dapat meningkatkan pemahaman ibu dalam mengatasi anak dengan perilaku GPPH.
Terapi Musik Kognitif Perilaku untuk Menurunkan Kecemasan pada Penderita Tekanan Darah Tinggi Vera M. Wilianto; MG. Adiyanti
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol4.iss1.art6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi musik perilaku kognitif dapat mengurangi kecemasan empat wanita berusia 40 hingga 60 tahun dengan hipertensi esensial (stadium 1 dan 2), yang suka mendengarkan musik, dan memiliki kecemasan sedang. Terapi musik perilaku kognitif diberikan secara individual, empat kali, menggunakan MP4 player dan headphone. Kecemasan peserta diukur dengan menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI) Skala pada awal dan setiap sesi. Penelitian ini menggunakan jumlah N subjek kecil dengan desain ABA. Data dianalisis dengan inspeksi visual dan analisa kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik perilaku kognitif dapat mengurangi kecemasan penderita hipertensi.
Terapi Kognitif Perilaku untuk Mereduksi Tingkat Kecemasan pada Pasien Pasca Stroke Susanti Prasetyaningrum; Siti Suminarti Fasikhah; Diah Karmiyati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol4.iss1.art7

Abstract

Kecemasan pasien pasca stroke dapat diketahui dari ciri-ciri yang ditunjukkan, yaitu ciri kognitif, fisik, emosi, dan perilaku. Kecemasan pada dasarnya tidak dapat hilang sama sekali, tetapi kecemasan dapat direduksi dengan beberapa terapi. Salah satu yang dapat digunakan adalah terapi kognitif perilaku dengan teknik relaksasi via letting go, restrukturisasi kognitif, dan exposure with response prevention. Tujuan dari terapi ini adalah mereduksi tingkat kecemasan dengan ditandai oleh menurunnya tingkat kecemasan dan frekuensi munculnya pemikiran negatif, perubahan pemikiran negatif menjadi postif, rasional, dan sehat, dan perubahan perilaku yang lebih adaptif. Penelitian ini merupakan penelitian kasus tunggal. Desain dalam penelitian ini menggunakan desain ABA. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang yang pernah sakit stroke dan mengalami kecemasan. Pemilihan subjek yang mengalami kecemasan dilihat dengan skala Subjective Units of Discomfort (SUDs), Beck Anxiety Inventory (BAI), dan ciri-ciri kecemasan pada pasien pasca stroke. Penelitian dilakukan mulai dari pra terapi, terapi, pasca terapi, dan tindak lanjut selama tujuh sesi dan tiga minggu setelah terapi untuk memantau kondisi subjek. Pada subjek pertama teknik relaksasi Via letting go diberikan dalam dua sesi, restrukturisasi kognitif duasesi, dan exposure tiga sesi. Untuk subjek kedua relaksasi cia letting go sebanyak tiga sesi, restrukturisasi kognitif dua sesi, dan exposure dua sesi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah SUDs, BAI, dan self monitoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kognitif perilaku mampu mereduksi tingkat kecemasan pada pasien pasca stroke.
MENULIS PENGALAMAN EMOSIONAL Fuad Nashori
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis Pengalaman Emosional untuk Menurunkan Depresi pada Perempuan Korban Kekerasan Vequentina Puspa Indah; Tina Afiatin; Yulianti Dwi Astuti
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art1

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh menulis pengalaman emosional dalam menurunkan depresi pada perempuan korban kekerasan. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan tingkat depresi pada perempuan korban kekerasan yang melakukan prosedur menulis pengalaman emosional dan perempuan korban kekerasan yang tidak melakukan prosedur menulis pengalaman emosional. Subjek penelitian terdiri atas 14 orang perempuan korban kekerasan yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Prosedur menulis pengalaman emosional dilakukan dalam 4 sesi. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI). Pengukuran tingkat depresi dilakukan sebelum pelaksanaan prosedur menulis pengalaman emosional, setelah pelaksanaan prosedur, dan dua minggu setelah pelaksanaan prosedur. Hipotesis diuji dengan teknik Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat depresi pada perempuan korban kekerasan terjadi setelah dilakukannya prosedur menulis pengalaman emosional, namun tidak efektif lagi pada jangka waktu dua minggu setelahnya. Dengan demikian prosedur ini dapat digunakan sebagai awalan atau pembuka bagi serangkaian intervensi lainnya yang ditujukan untuk menurunkan depresi pada perempuan korban kekerasan.
Terapi Kognitif Perilaku Religius untuk Menurunkan Kecemasan terhadap Kematian pada Penderita Hiv/Aids Deasy Irawati; Subandi Subandi; Retno Kumolohadi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi kognitif perilaku religius dalam menurunkan kecemasan terhadap kematian pada penderita HIV/AIDS. Subjek Penelitian berjumlah 8 orang penderita HIV/AIDS berjenis kelamin perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kecemasan terhadap kematian, wawancara dan observasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Analisis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dengan uji hipotesis menggunakan analisis uji Mann-Whitney untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh terapi kognitif perilaku religius dalam menurunkan kecemasan terhadap kematian pada penderita HIV/AIDS pada kelompok penelitian sebelum diberikan pelatihan dan setelah diberikan pelatihan. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan hasil observasi, wawancara, lembar kerja. Hasil penelitian yaitu pada prates dan pascatest kecemasan terhadap kematian menunjukkan bahwa ada perbedaan kecemasan terhadap kematian setelah diberikan pelatihan dengan nilai Z = -2,309, p=0,021, p < 0,05. Pada pascates dan follow-up kelompok penelitian terdapat perbedaan kecemasan terhadap kematian dengan nilai Z = -2,323, p = 0,020, p < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat kecemasan terhadap kematian pada subjek penelitian setelah dilakukan follow-up.
Pengaruh Pelatihan Regulasi Emosi terhadap Peningkatan Subjective Well Being pada Penderita Diabetes Mellitus Anita Rakhmawaty; Tina Afiatin; Rr. Indahria Sulistya Rini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap peningkatan subjective well being yang dialami oleh penderita diabetes mellitus. Subjek dalam penelitian ini adalah para penderita diabetes mellitus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala subjective well being, wawancara dan observasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Analisis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dengan uji hipotesis menggunakan analisis uji t dengan gained score untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap subjective well being pada kelompok penelitian sebelum dan setelah diberikan pelatihan. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan hasil observasi, wawancara, lembar kerja. Hasil penelitian yaitu pada prates dan pascates subjective well being menunjukkan bahwa ada perbedaan subjective well being setelah diberikan pelatihan dengan nilai t= 3,980, p=0,003 (p<0,05). Pada pascates dan follow up kelompok penelitian tidak terdapat perbedaan subjective well being dengan nilai t= 1,240, p=0,243 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan subjective well being antara kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan pelatihan regulasi emosi dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan regulasi emosi.
Rational Emotive Behavior Therapy Sebagai upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus Rr. Dwi Astuti; Fuad Nashori; RA. Retno Kumolohadi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art4

Abstract

Penderita diabetes mellitus mengalami penurunan kualitas hidup terkait dengan komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Kualitas hidup dapat digunakan sebagai parameter penanganan terhadap pasien terkait dampak pengobatan yang telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empirik efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes mellitus dengan harapan pasien diabetes mellitus dapat mengelola diabetes mellitus dan hidup lebih baik. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen. Semua subjek (7 orang untuk kelompok eksperimen dan 7 orang untuk kelompok kontrol) diberikan skala kualitas hidup diabetes mellitus DQOLCTQ-R. Kelompok eksperimen diberikan REBT selama 12 kali pertemuan dan pascates untuk melihat dampak REBT yang diberikan pada kelompok ekspermen. Sementara hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kualitas hidup penderita diabetes mellitus saat sebelum diberikan intervensi dan setelah mendapatkan intervensi dengan hasil z = -3,071 dengan p = 0,002, karena p<0,05 dengan taraf signifikansi 5%. Simpulannya adalah ada perbedaan yang signifikan antara skor kualitas hidup kelompok eksperimen dengan skor kualitas hidup kelompok kontrol pada subjek penelitian. Skor kualitas hidup kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada skor kualitas hidup kelompok kontrol. REBT dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus.
Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku untuk Mengurangi Depresi pada Pecandu Cybersex Nurhaerani Haeba
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi kognitif perilakuan dalam mengurangi tingkat depresi yang dialami pecandu cybersex sehingga berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kecanduan pelaku cybersex. Kriteria utama yang dipakai sebagai subjek dalam penelitian ini adalah laki-laki maupun perempuan, tingkat pendidikan minimal SMU yang berdomisili di kota Kendari yang berdasarkan hasil skrining angket kecanduan cybersex dan tes Beck Depression Inventory mengalami kecanduan cybersex yang penyebab utamanya adalah mengalami gangguan depresi. Penelitian dirancang dalam bentuk eksperimen, subjek penelitian dirandom ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil intervensi dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kecanduan cybersex dan tes Beck Depression Inventory yang dilaksanakan saat pretes, pascates dan dua minggu setelah pelaksanaan, pemberian tes psikologi, lembar evaluasi observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi kognitif perilaku dapat menurunkan tingkat depresi pada pecantu cybersex.
Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku terhadap Peningkatan Kontrol Diri pada Residivis Umar Yusuf; Raissa Patrisia
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art6

Abstract

Residivis dianggap sebagai salah satu kasus yang mempunyai kadar resiko tinggi sebagai penyebab terjadinya pengulangan tindak kejahatan yang dilakukannya. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kontrol diri (Gottfredson & Hirschi, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran seberapa besar pengaruh Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam meningkatkan kontrol diri pada residivis, dari narapidana di LAPAS Kelas I Sukamiskin Bandung. Fokus penelitian ini adalah untuk mengubah pikiran dan keyakinan yang disfungsional menjadi keyakinan fungsional. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan desain The One Group Pretest-Postest Design Using a Double Pretest. Adapun Variabel Kontrol diri diukur dengan menggunakan skala kontrol diri yang mengacu pada enam aspek kontrol diri dari Gottfredson dan Hirschi. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 2 orang residivis. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian Cognitive Behavior Therapy (CBT) berpengaruh dalam meningkatkan kontrol diri.

Page 6 of 25 | Total Record : 249